Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Kompas.com, 12 Agustus 2026, 17:00 WIB
Monety Talk Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo Monety Talk
Rujukan artikel ini:
Pasar Modal Syariah (Edisi Baru)
Pengarang: Irwan Abdalloh
|
Editor Novia Putri Anindhita

Bagi sebagian orang, istilah pasar modal syariah masih terdengar rumit.

Ada yang mengira investasi syariah hanya diperuntukkan bagi umat Islam, ada pula yang beranggapan pilihan produknya terbatas sehingga potensi keuntungannya lebih kecil dibanding investasi konvensional.

Padahal, berbagai anggapan tersebut belum tentu benar.

Kurangnya literasi membuat banyak orang ragu untuk mengenal lebih jauh konsep pasar modal syariah, padahal mekanisme dan produknya terus berkembang di Indonesia.

Topik ini menjadi salah satu pembahasan menarik dalam episode podcast YouTube Monety Official bersama praktisi pasar modal syariah.

Dalam perbincangan tersebut dijelaskan bahwa tantangan terbesar bukan lagi soal ketersediaan instrumen investasi, melainkan bagaimana masyarakat memahami konsep syariah secara utuh sebelum mengambil keputusan berinvestasi.

Lalu, miskonsepsi apa saja yang masih sering ditemui?

4 Miskonsepsi tentang Investasi Syariah

1. Pasar Modal Syariah Bukan Hanya untuk Umat Islam

Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah investasi syariah hanya diperuntukkan bagi masyarakat muslim.

Padahal, konsep syariah dalam dunia investasi lebih banyak berbicara mengenai prinsip dan mekanisme transaksi daripada identitas investornya.

Artinya, siapa pun dapat mempelajari maupun menggunakan instrumen pasar modal syariah selama merasa pendekatan tersebut sesuai dengan nilai yang diyakini.

Prinsip seperti transparansi, menghindari praktik spekulatif yang berlebihan, serta memastikan aktivitas bisnis yang menjadi objek investasi memenuhi kriteria tertentu justru dapat dipahami sebagai bentuk tata kelola yang lebih terarah.

Oleh karena itu, pasar modal syariah tidak seharusnya dipandang sebagai produk eksklusif untuk kelompok tertentu, melainkan sebagai salah satu alternatif sistem investasi yang tersedia di Indonesia.

2. Syariah Tidak Berarti Menolak Perkembangan Pasar Modern

Ada pula anggapan bahwa konsep syariah identik dengan sistem yang kuno atau sulit mengikuti perkembangan zaman.

Nyatanya, pasar modal syariah justru berkembang mengikuti dinamika industri keuangan modern.

Saat ini masyarakat tetap dapat menemukan berbagai instrumen investasi yang telah disesuaikan dengan prinsip syariah, mulai dari saham syariah, reksa dana syariah, hingga sukuk.

Artinya, perkembangan teknologi dan inovasi di sektor keuangan tetap berjalan, hanya saja penerapannya disesuaikan dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.

Hal ini menunjukkan bahwa investasi syariah bukanlah penolakan terhadap modernisasi, melainkan upaya menghadirkan alternatif yang tetap relevan dengan perkembangan industri keuangan.

3. Memilih Investasi Tidak Cukup Melihat Potensi Keuntungan

Dalam praktiknya, banyak investor pemula hanya fokus pada berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh.

Padahal, keputusan investasi seharusnya tidak berhenti pada angka imbal hasil.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Melalui pembahasan di podcast tersebut dijelaskan bahwa investor juga perlu memahami aktivitas bisnis yang dijalankan perusahaan, mekanisme transaksi yang digunakan, hingga prinsip yang mendasari proses investasinya.

Pendekatan seperti ini membantu investor mengambil keputusan secara lebih sadar, bukan hanya ikut-ikutan tren.

Ketika seseorang memahami alasan di balik setiap keputusan investasi, proses membangun portofolio biasanya menjadi lebih tenang dan terarah.

Dengan kata lain, literasi tetap menjadi fondasi utama sebelum berbicara mengenai keuntungan.

4. Literasi Lebih Penting daripada Sekadar Ikut Tren

Fenomena investasi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan semakin banyak masyarakat mulai tertarik masuk ke pasar modal.

Sayangnya, peningkatan jumlah investor tidak selalu diikuti dengan peningkatan pemahaman.

Masih banyak orang membeli produk investasi hanya karena mengikuti rekomendasi orang lain atau sedang ramai diperbincangkan.

Padahal, setiap instrumen memiliki karakteristik yang berbeda.

Oleh karena itu, membangun literasi menjadi langkah yang jauh lebih penting dibanding mengejar tren sesaat.

Semakin baik seseorang memahami cara kerja sebuah instrumen investasi, semakin kecil kemungkinan mengambil keputusan yang didasarkan pada emosi atau informasi yang belum tentu benar.

Inilah alasan mengapa edukasi mengenai pasar modal syariah tetap relevan, bukan hanya bagi calon investor syariah, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memahami dunia investasi secara lebih komprehensif.

Pembahasan dalam podcast ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar pasar modal syariah bukanlah kurangnya pilihan instrumen, melainkan masih banyaknya kesalahpahaman di masyarakat.

Semakin baik seseorang memahami konsep dasar investasi, semakin mudah pula menentukan instrumen yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan keuangan, maupun nilai yang ingin dipegang.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, tidak ada salahnya meluangkan waktu untuk memahami konsepnya terlebih dahulu.

Keputusan investasi yang baik hampir selalu diawali dari pemahaman yang baik.

Ingin memahami lebih dalam mengenai konsep pasar modal syariah, berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat, serta bagaimana prinsip-prinsip syariah diterapkan dalam dunia investasi? Saksikan pembahasan lengkapnya melalui episode podcast YouTube Monety Official.

Bagi kamu yang ingin mempelajari pasar modal syariah secara lebih sistematis, buku Pasar Modal Syariah (Edisi Baru) dapat menjadi referensi yang tepat.

Buku ini tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, maupun toko Gramedia terdekat.

Jangan lupa untuk terus mendapatkan insight menarik seputar bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, news update, dan rekomendasi buku dengan mengikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan mengunjungi www.monety.id.

Monety adalah platform belajar bagi Milenial dan Gen Z yang menghadirkan konten seputar bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, news update, serta rekomendasi buku untuk membantu meningkatkan wawasan dan keterampilan.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau