Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Hal Mengejutkan yang Diungkap Buku Good Energy tentang Tubuh Kita Sehari-hari

Kompas.com, 15 September 2026, 10:00 WIB
Buku Good Energy  Sumber Gambar: Dok. M&C! Buku Good Energy 
Rujukan artikel ini:
Good Energy: Sehat Seumur Hidup…
Pengarang: Casey Means dan Calley…
|
Editor Novia Putri Anindhita

Banyak dari kita merasa sudah menjalani hidup dengan cukup baik.

Tidur tujuh hingga delapan jam, makan makanan yang kita anggap lumayan sehat, sesekali berolahraga, tetapi tubuh tetap terasa gampang lelah, mudah tersulut emosi, dan kepala sering berkabut.

Situasinya semakin membingungkan ketika hasil tes kesehatan tahunan keluar dan dokter menyatakan semuanya masih berada dalam batas normal.

Kita merasa lega sejenak, sementara keluhan-keluhan fisik itu tidak pernah benar-benar hilang.

Buku Good Energy karya Dr. Casey Means hadir untuk membahas keresahan tersebut.

Casey Means, seorang dokter yang sebelumnya menempuh pendidikan di Stanford University dan berpraktik sebagai dokter bedah kepala dan leher, mengajak pembaca melihat kesehatan dari sudut pandang yang lebih menyeluruh.

Salah satu gagasan utamanya adalah bahwa tidak adanya diagnosis penyakit belum tentu berarti tubuh sedang berfungsi secara optimal.

Lewat buku yang masuk dalam daftar #1 New York Times Bestseller ini, Casey Means membahas bagaimana proses metabolisme dan kemampuan sel menghasilkan energi dapat berkaitan dengan berbagai keluhan yang sering kita anggap terpisah.

Berikut tujuh hal tentang tubuh kita sehari-hari yang dibahas dalam buku Good Energy.

7 Hal tentang Tubuh yang Dibahas dalam Buku Good Energy

1. Rasa Lelah Berkepanjangan Tidak Seharusnya Dianggap Wajar Begitu Saja

Kita sering menganggap tubuh yang terus-menerus lesu sebagai konsekuensi biasa dari kehidupan dewasa.

Terlalu banyak pekerjaan, kurang istirahat, lalu secangkir kopi dianggap cukup untuk membuat kita kembali berfungsi.

Di dalam buku Good Energy, rasa lelah yang terus berulang dibahas sebagai sinyal bahwa proses produksi energi di dalam tubuh perlu diperhatikan.

Tubuh menghasilkan energi melalui proses yang sangat kompleks di tingkat sel, termasuk melalui kerja mitokondria.

Ketika proses ini terganggu, tubuh bisa mulai mengirimkan sinyal dalam bentuk kelelahan yang sulit hilang.

Buku ini juga menyoroti betapa umum masalah kelelahan dalam kehidupan modern.

Banyak orang mengandalkan kafein untuk tetap terjaga sepanjang hari tanpa pernah benar-benar mencari tahu mengapa tubuh mereka terus membutuhkan dorongan tambahan.

2. Kantuk Berat dan Keinginan Makan Manis di Siang Hari Memiliki Pola Biologis

Pernah merasa sangat mengantuk setelah makan siang, lalu beberapa waktu kemudian tiba-tiba ingin makan yang manis?

Good Energy mengajak pembaca melihat pola ini melalui cara tubuh merespons makanan.

Ketika makan siang didominasi karbohidrat olahan dan gula, kadar glukosa dalam darah dapat meningkat dengan cepat.

Tubuh kemudian mengeluarkan insulin untuk membantu mengatur glukosa tersebut.

Perubahan kadar gula yang terjadi secara drastis dapat memengaruhi energi dan rasa lapar.

Otak, yang membutuhkan pasokan energi secara terus-menerus, sangat peka terhadap perubahan tersebut.

Karena itu, rasa kantuk setelah makan dan keinginan mencari camilan manis beberapa jam kemudian tidak selalu sesederhana persoalan kurang disiplin atau terlalu malas bergerak.

Ada proses biologis yang sedang berlangsung di baliknya.

3. Hasil Tes Darah Normal Tidak Selalu Menggambarkan Kondisi Tubuh Secara Menyeluruh

Salah satu gagasan yang paling banyak dibahas dalam buku ini adalah perbedaan antara kondisi tubuh yang masih berada dalam rentang normal dan tubuh yang benar-benar berfungsi secara optimal.

Tubuh memiliki kemampuan luar biasa untuk berkompensasi.

Dalam beberapa kondisi, suatu organ dapat bekerja lebih keras untuk mempertahankan angka tertentu tetap berada dalam batas normal.

Casey Means menggunakan contoh regulasi gula darah untuk menjelaskan hal ini.

Seseorang bisa saja memiliki kadar gula darah yang masih terlihat normal, sementara tubuh sudah membutuhkan lebih banyak insulin untuk mempertahankan kondisi tersebut.

Proses perubahan metabolik seperti resistansi insulin dapat berkembang secara bertahap.

Karena itu, buku ini mengajak pembaca untuk tidak hanya melihat kesehatan sebagai persoalan apakah kita sudah sakit atau belum, tetapi juga memperhatikan sinyal-sinyal kecil yang muncul jauh sebelum kondisi yang lebih serius berkembang.

4. Gejala di Berbagai Bagian Tubuh Bisa Saling Berkaitan

Migrain, gangguan pencernaan, kelelahan, suasana hati yang mudah berubah, dan masalah berat badan sering kali ditangani sebagai persoalan yang berdiri sendiri.

Dalam buku Good Energy, Casey Means mempertanyakan cara kita memisahkan tubuh menjadi bagian-bagian yang seolah tidak saling berhubungan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Padahal, seluruh organ dan sistem tubuh bekerja melalui jaringan yang terus berkomunikasi.

Buku ini menyoroti pengalaman Casey dalam melihat pasien dengan berbagai keluhan yang ditangani oleh banyak spesialis berbeda.

Setiap gejala memiliki penanganannya sendiri, sementara pola yang menghubungkan semua keluhan tersebut belum tentu ikut diperhatikan.

Inilah salah satu alasan buku ini banyak membahas kesehatan metabolik.

Metabolisme tidak hanya berkaitan dengan berat badan atau kadar gula, tetapi dengan cara tubuh menghasilkan dan menggunakan energi untuk menjalankan berbagai fungsinya.

5. Lingkungan Modern Juga Ikut Memengaruhi Cara Tubuh Bekerja

Kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang kita makan.

Good Energy juga membahas berbagai paparan dari lingkungan modern, mulai dari bahan kimia sintetis hingga zat yang dapat memengaruhi sistem hormon dan proses biologis tubuh.

Casey Means mengajak pembaca untuk lebih sadar terhadap apa yang setiap hari bersentuhan dengan tubuh, termasuk produk perawatan pribadi, kemasan makanan, air, dan lingkungan sekitar.

Buku ini secara khusus membahas kelompok zat yang dapat mengganggu kerja hormon serta meningkatkan tekanan biologis pada tubuh.

Paparannya sering kali tidak terasa secara langsung, tetapi menjadi bagian dari lingkungan yang kita hadapi setiap hari.

Poinnya bukan untuk membuat kita takut terhadap semua hal di sekitar.

Kesadaran justru menjadi langkah pertama untuk mulai memilih apa yang dapat kita kurangi dan apa yang masih bisa kita kendalikan.

6. Menatap Layar Sampai Larut Malam Bisa Berdampak Lebih Jauh dari Sekadar Mengantuk

Kita sudah cukup sering mendengar bahwa bermain ponsel sebelum tidur bisa membuat tidur terganggu.

Namun, Good Energy membahas dampaknya dari sudut pandang metabolisme.

Cahaya buatan di malam hari dapat memengaruhi ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang membantu mengatur berbagai proses tubuh.

Ritme ini tidak hanya berkaitan dengan kapan kita merasa mengantuk dan terbangun, tetapi juga terhubung dengan proses metabolik.

Ketika waktu tidur terus terganggu, tubuh dapat mengalami perubahan dalam cara mengatur gula darah, merespons insulin, dan mengendalikan rasa lapar.

Jadi, kebiasaan menatap layar sampai larut malam bisa membawa dampak yang terasa hingga keesokan harinya.

Bukan hanya bangun dengan mata berat, tetapi juga tubuh yang terasa lebih sulit menjaga energi dan keseimbangannya.

7. Satu Jam Berolahraga Tidak Bisa Menggantikan 23 Jam Gaya Hidup yang Tidak Mendukung Tubuh

Buku ini mengingatkan bahwa satu sesi latihan tidak otomatis menghapus seluruh dampak dari kebiasaan duduk sepanjang hari, kurang tidur, dan pola makan yang tidak mendukung kesehatan.

Casey Means menekankan pentingnya gerakan yang tersebar sepanjang hari.

Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bergerak setelah makan, atau mengurangi waktu duduk terlalu lama dapat menjadi bagian dari cara tubuh menggunakan energi.

Olahraga tetap memiliki peran besar bagi kesehatan.

Namun, tubuh tidak hanya hidup selama satu jam ketika kita berada di pusat kebugaran.

Cara kita makan, tidur, bergerak, mengelola stres, dan menjalani 23 jam lainnya juga ikut membentuk kondisi tubuh.

Jadi, Apa Benang Merah dari Semua Ini?

Ketujuh hal di atas sebenarnya mengarah ke satu gagasan yang sama.

Banyak keluhan yang kita anggap terpisah, seperti mudah lelah, mengantuk di siang hari, sulit tidur, sering lapar, suasana hati yang mudah berubah, hingga kesulitan menjaga berat badan, bisa memiliki keterkaitan dengan cara tubuh memproduksi dan menggunakan energi.

Di dalam buku Good Energy, gagasan ini dijelaskan melalui konsep Good Energy dan Bad Energy.

Casey Means menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan kondisi ketika sel-sel tubuh mampu menghasilkan energi dan menjalankan fungsinya dengan baik, serta kondisi ketika proses tersebut mulai terganggu dan dampaknya muncul dalam berbagai bentuk.

Yang membuat buku ini menarik bukan hanya daftar fakta mengejutkan tentang tubuh, tetapi cara Casey Means menghubungkan berbagai titik yang selama ini terasa terpisah menjadi satu gambaran yang lebih utuh.

Kalau selama ini kita pernah bertanya, “Kenapa aku sudah berusaha hidup cukup sehat, tapi tubuh tetap terasa tidak baik-baik saja?”, Buku Good Energy mungkin menawarkan sudut pandang yang layak untuk dipertimbangkan.

Buku Good Energy karya Dr. Casey Means, yang masuk dalam daftar #1 New York Times Bestseller, bisa ditemukan melalui toko buku Gramedia terdekat dan Gramedia.com.

Barangkali, buku ini bisa menjadi pintu awal untuk memahami satu hal yang sering kita lewatkan, yaitu bahwa kesehatan bukan hanya soal tidak sedang sakit, tetapi juga tentang bagaimana tubuh kita menjalankan fungsinya setiap hari.

Jiayoo!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau