Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Modal Rp100 Ribu Sudah Bisa Beli Saham, Tapi Jangan Asal Klik

Kompas.com, 15 September 2026, 14:00 WIB
Buku The Happy Investor (New Edition) Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo Buku The Happy Investor (New Edition)
Rujukan artikel ini:
The Happy Investor (New Edition)
Pengarang: Jefferly Helianthusonfri
|
Editor Novia Putri Anindhita

Investasi saham kini semakin mudah diakses.

Tak perlu menunggu punya modal besar, calon investor bisa membuka rekening sekuritas hanya melalui ponsel dan mulai bertransaksi dengan dana sekitar Rp100 ribu.

Namun, kemudahan tersebut ternyata juga perlu diimbangi dengan pengetahuan.

Sebab, semakin mudah transaksi dilakukan, semakin besar pula peluang investor membeli atau menjual saham tanpa pertimbangan yang matang.

Hal ini dibahas oleh Jefferly Helianthusonfri, founder Kanala ID, dalam podcast Monety Talk.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat proses investasi saham menjadi lebih cepat dan murah.

Mulai Investasi Saham Tak Harus Modal Besar

Langkah pertama untuk membeli saham adalah membuka rekening di perusahaan sekuritas.

Saat ini, proses pendaftarannya sudah bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi, dengan mengisi data, mengunggah KTP, dan melakukan selfie untuk verifikasi.

Dari sisi modal, investor juga tidak harus langsung menyiapkan jutaan rupiah.

Jefferly menyebut sekitar Rp100 ribu sudah bisa digunakan untuk mulai membeli saham.

Misalnya, jika harga satu saham Rp500, satu lot yang berisi 100 lembar saham bernilai Rp50 ribu.

Artinya, dengan Rp100 ribu, masih ada pilihan untuk membeli dua lot, belum termasuk biaya transaksi.

Mudah Bukan Berarti Boleh Asal Beli

Kemudahan transaksi menjadi salah satu kelebihan investasi saham saat ini.

Investor bahkan bisa melakukan jual-beli melalui ponsel ketika sedang bepergian, selama masih dalam jam perdagangan bursa.

Masalahnya, kemudahan ini juga bisa membuat seseorang terlalu impulsif.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tinggal membuka aplikasi, memilih saham, lalu melakukan transaksi.

Menurut Jefferly, jual-beli tanpa pertimbangan matang justru kurang baik.

Karena itu, kemudahan teknologi seharusnya digunakan untuk mendukung proses investasi, bukan menggantikan proses berpikir sebelum mengambil keputusan.

Jangan Sampai Kalah oleh Banjir Informasi

Selain transaksi, informasi mengenai saham juga semakin mudah ditemukan.

Investor bisa mendapatkan laporan keuangan maupun berbagai berita perusahaan melalui internet dan aplikasi finansial.

Namun, terlalu banyak informasi juga bisa membuat investor bingung.

Berita positif dapat membuat seseorang ingin membeli, sementara berita negatif beberapa saat kemudian bisa membuatnya panik.

Karena itu, Jefferly menyarankan investor membangun keyakinan berdasarkan analisis sendiri terlebih dahulu.

Memahami perusahaan, mempelajari kondisi keuangannya, serta mengetahui siapa pemiliknya dapat membantu investor tetap punya dasar pertimbangan ketika menghadapi berbagai informasi yang datang silih berganti.

Jadi, modal kecil memang bisa menjadi pintu masuk ke pasar saham.

Tetapi sebelum menekan tombol beli, pastikan kemudahan teknologi tidak membuat kita lupa untuk belajar.

Pembahasan terkait investasi saham pemula serta mengelola risiko dan informasi saham secara lebih lengkap dapat kamu simak dalam episode podcast Monety Talk bersama Jefferly Helianthusonfri pada YouTube Monety Official.

Untuk memperdalam pemahaman dan mendapatkan panduan yang lebih praktis, buku The Happy Investor (New Edition) tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, serta di toko Gramedia terdekat.

Buku ini membantu memahami strategi investasi saham yang lebih tenang, rasional, dan berkelanjutan.

Jangan lewatkan berbagai insight menarik lainnya seputar bisnis, keuangan, dan teknologi dengan mengikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan mengunjungi www.monety.id.

Monety adalah platform belajar bagi Milenial dan Gen Z yang membahas lifestyle, news update, serta rekomendasi buku untuk membantu upgrade skill dan wawasan finansial.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau