Buku The Happy Investor (New Edition) Investasi saham kini semakin mudah diakses.
Tak perlu menunggu punya modal besar, calon investor bisa membuka rekening sekuritas hanya melalui ponsel dan mulai bertransaksi dengan dana sekitar Rp100 ribu.
Namun, kemudahan tersebut ternyata juga perlu diimbangi dengan pengetahuan.
Sebab, semakin mudah transaksi dilakukan, semakin besar pula peluang investor membeli atau menjual saham tanpa pertimbangan yang matang.
Hal ini dibahas oleh Jefferly Helianthusonfri, founder Kanala ID, dalam podcast Monety Talk.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat proses investasi saham menjadi lebih cepat dan murah.
Langkah pertama untuk membeli saham adalah membuka rekening di perusahaan sekuritas.
Saat ini, proses pendaftarannya sudah bisa dilakukan secara digital melalui aplikasi, dengan mengisi data, mengunggah KTP, dan melakukan selfie untuk verifikasi.
Dari sisi modal, investor juga tidak harus langsung menyiapkan jutaan rupiah.
Jefferly menyebut sekitar Rp100 ribu sudah bisa digunakan untuk mulai membeli saham.
Misalnya, jika harga satu saham Rp500, satu lot yang berisi 100 lembar saham bernilai Rp50 ribu.
Artinya, dengan Rp100 ribu, masih ada pilihan untuk membeli dua lot, belum termasuk biaya transaksi.
Kemudahan transaksi menjadi salah satu kelebihan investasi saham saat ini.
Investor bahkan bisa melakukan jual-beli melalui ponsel ketika sedang bepergian, selama masih dalam jam perdagangan bursa.
Masalahnya, kemudahan ini juga bisa membuat seseorang terlalu impulsif.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Tinggal membuka aplikasi, memilih saham, lalu melakukan transaksi.
Menurut Jefferly, jual-beli tanpa pertimbangan matang justru kurang baik.
Karena itu, kemudahan teknologi seharusnya digunakan untuk mendukung proses investasi, bukan menggantikan proses berpikir sebelum mengambil keputusan.
Selain transaksi, informasi mengenai saham juga semakin mudah ditemukan.
Investor bisa mendapatkan laporan keuangan maupun berbagai berita perusahaan melalui internet dan aplikasi finansial.
Namun, terlalu banyak informasi juga bisa membuat investor bingung.
Berita positif dapat membuat seseorang ingin membeli, sementara berita negatif beberapa saat kemudian bisa membuatnya panik.
Karena itu, Jefferly menyarankan investor membangun keyakinan berdasarkan analisis sendiri terlebih dahulu.
Memahami perusahaan, mempelajari kondisi keuangannya, serta mengetahui siapa pemiliknya dapat membantu investor tetap punya dasar pertimbangan ketika menghadapi berbagai informasi yang datang silih berganti.
Jadi, modal kecil memang bisa menjadi pintu masuk ke pasar saham.
Tetapi sebelum menekan tombol beli, pastikan kemudahan teknologi tidak membuat kita lupa untuk belajar.
Pembahasan terkait investasi saham pemula serta mengelola risiko dan informasi saham secara lebih lengkap dapat kamu simak dalam episode podcast Monety Talk bersama Jefferly Helianthusonfri pada YouTube Monety Official.
Untuk memperdalam pemahaman dan mendapatkan panduan yang lebih praktis, buku The Happy Investor (New Edition) tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, serta di toko Gramedia terdekat.
Buku ini membantu memahami strategi investasi saham yang lebih tenang, rasional, dan berkelanjutan.
Jangan lewatkan berbagai insight menarik lainnya seputar bisnis, keuangan, dan teknologi dengan mengikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan mengunjungi www.monety.id.
Monety adalah platform belajar bagi Milenial dan Gen Z yang membahas lifestyle, news update, serta rekomendasi buku untuk membantu upgrade skill dan wawasan finansial.