Buku Canva for Content Creation Banyak orang mengenal Canva sebagai aplikasi untuk membuat presentasi atau desain media sosial.
Tinggal memilih template, mengganti tulisan, memasukkan foto, lalu desain siap digunakan.
Karena kemudahannya, Canva sering dianggap hanya sebagai alat bantu sederhana untuk kebutuhan visual sehari-hari.
Padahal, kalau digunakan lebih jauh, Canva bisa menjadi salah satu skill yang cukup berguna untuk mendukung pekerjaan, membangun portofolio, bahkan membuka peluang penghasilan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam episode podcast di YouTube Monety Official bersama Syammas, CEO Sedesain.id sekaligus Canva Verified Expert pertama di Indonesia.
Dalam perbincangan tersebut, penggunaan Canva tidak hanya dilihat dari sisi desain, tetapi juga bagaimana platform ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan praktis, mulai dari pekerjaan profesional hingga peluang bisnis.
Bagi kamu yang selama ini merasa kemampuan Canva hanya sebatas membuat presentasi, ada beberapa hal yang bisa mulai dicoba.
Kalau selama ini Canva hanya digunakan untuk membuat slide presentasi, mungkin sudah waktunya mengeksplorasi fungsi lainnya.
Dalam podcast tersebut, Syammas menjelaskan bahwa Canva dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan desain, termasuk membuat desain merchandise, kebutuhan cetak, website, video, hingga animasi.
Artinya, satu platform bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan berbagai kebutuhan visual yang berbeda.
Beberapa hal yang bisa mulai kamu eksplorasi antara lain:
Dengan semakin banyak fungsi yang dipahami, Canva bisa menjadi bagian dari toolkit kerja yang lebih luas.
Namun, bukan berarti kamu harus menguasai semuanya sekaligus.
Pilih fitur yang memang sesuai dengan kebutuhanmu dan mulai dari sana.
Belajar Canva tanpa pernah menunjukkan hasilnya akan membuat kemampuanmu sulit diketahui orang lain.
Oleh karena itu, salah satu langkah praktis yang bisa dilakukan adalah mengubah setiap proses belajar menjadi portofolio.
Dalam podcast tersebut, diceritakan pengalaman anggota komunitas yang mengikuti tutorial Canva, kemudian mempraktikkannya, membagikan hasilnya di media sosial, dan memasukkan karya tersebut ke dalam portofolio serta CV.
Hasilnya, karya yang dikumpulkan selama proses belajar tersebut ikut membantu ketika melamar pekerjaan hingga akhirnya diterima bekerja di rumah sakit.
Dari cerita ini, bisa langsung diterapkan, yakni jangan menunggu punya pengalaman profesional untuk mulai membuat portofolio.
Kamu bisa memulainya dari proyek pribadi.
Dengan begitu, ketika ada kesempatan kerja atau proyek, kamu memiliki sesuatu yang bisa ditunjukkan.
Kemampuan desain juga bisa dikembangkan menjadi peluang jasa.
Dalam podcast, Syammas membagikan cerita tentang seseorang yang awalnya bekerja di apotek dan memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar Canva.
Ia kemudian mulai membuat konten dan mengunggahnya ke media sosial.
Setelah mendapatkan kepercayaan dan klien, kemampuan tersebut berkembang menjadi pekerjaan sebagai content creator dan jasa desain yang dapat dikerjakan dari rumah.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Cerita ini bisa menjadi inspirasi untuk melihat peluang yang ada di sekitar bahwa kamu tidak harus langsung membangun bisnis desain besar.
Mulailah dengan mencari tahu kebutuhan orang lain.
Dari situ, kamu bisa mulai menawarkan bantuan.
Yang penting, jangan hanya menjual kemampuan menggunakan Canva, tetapi tawarkan solusi atas kebutuhan mereka.
Belajar desain tidak harus dilakukan sendirian.
Dalam podcast tersebut, Syammas juga menceritakan keberadaan komunitas pengguna Canva di sejumlah kota.
Komunitas ini menjadi tempat bagi para pengguna untuk belajar bersama dan bertukar pengalaman mengenai cara menggunakan Canva.
Menariknya, satu kebutuhan desain bisa diselesaikan dengan berbagai cara.
Misalnya, untuk membuat efek bayangan pada objek, seseorang bisa menggunakan fitur shadow.
Namun, ada pula cara lain seperti menduplikasi objek, mengubah warnanya, lalu memberikan efek blur.
Hasil akhirnya bisa saja serupa, tetapi proses yang digunakan berbeda.
Pelajaran yang bisa diambil adalah jangan terpaku pada satu cara.
Bergabung dengan komunitas juga dapat memperluas wawasan.
Pada akhirnya, kemampuan menggunakan Canva bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.
Ada yang menggunakannya untuk mendukung pekerjaan, membuat portofolio, membantu bisnis, menawarkan jasa, atau sekadar mengembangkan keterampilan baru.
Namun, semua peluang tersebut tidak akan muncul hanya dengan menguasai fitur.
Yang lebih penting adalah mulai mempraktikkannya.
Coba gunakan Canva untuk menyelesaikan kebutuhan nyata.
Buat karya yang bisa dimasukkan ke portofolio, bagikan hasilnya.
Cari tahu masalah yang bisa kamu bantu selesaikan, kalau mengalami kesulitan, jangan ragu untuk belajar bersama orang lain.
Pembahasan lebih lengkap mengenai berbagai pemanfaatan Canva, peluang yang bisa dikembangkan dari keterampilan desain, serta pengalaman menggunakan Canva dalam dunia profesional dapat kamu saksikan melalui episode podcast YouTube Monety Official bersama Syammas, Canva Verified Expert pertama di Indonesia.
Bagi kamu yang ingin belajar Canva sekaligus memahami bagaimana desain dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang bermanfaat untuk kebutuhan konten dan pekerjaan, buku Canva for Content Creation dapat menjadi referensi yang menarik.
Buku ini tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, maupun toko Gramedia terdekat.
Jangan lupa untuk terus mendapatkan insight menarik seputar bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, dan news update dengan mengikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, serta mengunjungi www.monety.id.
Monety adalah platform belajar untuk Milenial dan Gen Z yang juga menghadirkan rekomendasi buku untuk membantu meningkatkan skill dan wawasan.