Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Memanfaatkan Canva untuk Kerja dan Cari Penghasilan

Kompas.com, 31 Juli 2026, 16:00 WIB
Buku Canva for Content Creation Sumber Gambar: Dok. Podcast YouTube Monety Official Buku Canva for Content Creation
Rujukan artikel ini:
Canva for Content Creation
Pengarang: Syammas P.syarbini
|
Editor Novia Putri Anindhita

Banyak orang mengenal Canva sebagai aplikasi untuk membuat presentasi atau desain media sosial.

Tinggal memilih template, mengganti tulisan, memasukkan foto, lalu desain siap digunakan.

Karena kemudahannya, Canva sering dianggap hanya sebagai alat bantu sederhana untuk kebutuhan visual sehari-hari.

Padahal, kalau digunakan lebih jauh, Canva bisa menjadi salah satu skill yang cukup berguna untuk mendukung pekerjaan, membangun portofolio, bahkan membuka peluang penghasilan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam episode podcast di YouTube Monety Official bersama Syammas, CEO Sedesain.id sekaligus Canva Verified Expert pertama di Indonesia.

Dalam perbincangan tersebut, penggunaan Canva tidak hanya dilihat dari sisi desain, tetapi juga bagaimana platform ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan praktis, mulai dari pekerjaan profesional hingga peluang bisnis.

Bagi kamu yang selama ini merasa kemampuan Canva hanya sebatas membuat presentasi, ada beberapa hal yang bisa mulai dicoba.

Cara Memanfaatkan Canva untuk Kerja

1. Jangan Berhenti di Presentasi, Eksplorasi Fungsi Canva

Kalau selama ini Canva hanya digunakan untuk membuat slide presentasi, mungkin sudah waktunya mengeksplorasi fungsi lainnya.

Dalam podcast tersebut, Syammas menjelaskan bahwa Canva dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan desain, termasuk membuat desain merchandise, kebutuhan cetak, website, video, hingga animasi.

Artinya, satu platform bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan berbagai kebutuhan visual yang berbeda.

Beberapa hal yang bisa mulai kamu eksplorasi antara lain:

  • Membuat materi presentasi yang lebih komunikatif.
  • Mendesain kebutuhan media sosial.
  • Membuat materi promosi bisnis.
  • Menyiapkan desain untuk kebutuhan cetak atau merchandise.
  • Membuat video dan animasi sederhana.
  • Mengeksplorasi pembuatan website.

Dengan semakin banyak fungsi yang dipahami, Canva bisa menjadi bagian dari toolkit kerja yang lebih luas.

Namun, bukan berarti kamu harus menguasai semuanya sekaligus.

Pilih fitur yang memang sesuai dengan kebutuhanmu dan mulai dari sana.

2. Ubah Hasil Belajar Menjadi Portofolio

Belajar Canva tanpa pernah menunjukkan hasilnya akan membuat kemampuanmu sulit diketahui orang lain.

Oleh karena itu, salah satu langkah praktis yang bisa dilakukan adalah mengubah setiap proses belajar menjadi portofolio.

Dalam podcast tersebut, diceritakan pengalaman anggota komunitas yang mengikuti tutorial Canva, kemudian mempraktikkannya, membagikan hasilnya di media sosial, dan memasukkan karya tersebut ke dalam portofolio serta CV.

Hasilnya, karya yang dikumpulkan selama proses belajar tersebut ikut membantu ketika melamar pekerjaan hingga akhirnya diterima bekerja di rumah sakit.

Dari cerita ini, bisa langsung diterapkan, yakni jangan menunggu punya pengalaman profesional untuk mulai membuat portofolio.

Kamu bisa memulainya dari proyek pribadi.

Dengan begitu, ketika ada kesempatan kerja atau proyek, kamu memiliki sesuatu yang bisa ditunjukkan.

3. Cari Peluang dari Kebutuhan Orang di Sekitar

Kemampuan desain juga bisa dikembangkan menjadi peluang jasa.

Dalam podcast, Syammas membagikan cerita tentang seseorang yang awalnya bekerja di apotek dan memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar Canva.

Ia kemudian mulai membuat konten dan mengunggahnya ke media sosial.

Setelah mendapatkan kepercayaan dan klien, kemampuan tersebut berkembang menjadi pekerjaan sebagai content creator dan jasa desain yang dapat dikerjakan dari rumah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Cerita ini bisa menjadi inspirasi untuk melihat peluang yang ada di sekitar bahwa kamu tidak harus langsung membangun bisnis desain besar.

Mulailah dengan mencari tahu kebutuhan orang lain.

Dari situ, kamu bisa mulai menawarkan bantuan.

Yang penting, jangan hanya menjual kemampuan menggunakan Canva, tetapi tawarkan solusi atas kebutuhan mereka.

4. Manfaatkan Komunitas untuk Belajar dan Bertukar Cara

Belajar desain tidak harus dilakukan sendirian.

Dalam podcast tersebut, Syammas juga menceritakan keberadaan komunitas pengguna Canva di sejumlah kota.

Komunitas ini menjadi tempat bagi para pengguna untuk belajar bersama dan bertukar pengalaman mengenai cara menggunakan Canva.

Menariknya, satu kebutuhan desain bisa diselesaikan dengan berbagai cara.

Misalnya, untuk membuat efek bayangan pada objek, seseorang bisa menggunakan fitur shadow.

Namun, ada pula cara lain seperti menduplikasi objek, mengubah warnanya, lalu memberikan efek blur.

Hasil akhirnya bisa saja serupa, tetapi proses yang digunakan berbeda.

Pelajaran yang bisa diambil adalah jangan terpaku pada satu cara.

Bergabung dengan komunitas juga dapat memperluas wawasan.

Canva Bisa Jadi Alat, Tinggal Bagaimana Kamu Menggunakannya

Pada akhirnya, kemampuan menggunakan Canva bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan.

Ada yang menggunakannya untuk mendukung pekerjaan, membuat portofolio, membantu bisnis, menawarkan jasa, atau sekadar mengembangkan keterampilan baru.

Namun, semua peluang tersebut tidak akan muncul hanya dengan menguasai fitur.

Yang lebih penting adalah mulai mempraktikkannya.

Coba gunakan Canva untuk menyelesaikan kebutuhan nyata.

Buat karya yang bisa dimasukkan ke portofolio, bagikan hasilnya.

Cari tahu masalah yang bisa kamu bantu selesaikan, kalau mengalami kesulitan, jangan ragu untuk belajar bersama orang lain.

Pembahasan lebih lengkap mengenai berbagai pemanfaatan Canva, peluang yang bisa dikembangkan dari keterampilan desain, serta pengalaman menggunakan Canva dalam dunia profesional dapat kamu saksikan melalui episode podcast YouTube Monety Official bersama Syammas, Canva Verified Expert pertama di Indonesia.

Bagi kamu yang ingin belajar Canva sekaligus memahami bagaimana desain dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang bermanfaat untuk kebutuhan konten dan pekerjaan, buku Canva for Content Creation dapat menjadi referensi yang menarik.

Buku ini tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, maupun toko Gramedia terdekat.

Jangan lupa untuk terus mendapatkan insight menarik seputar bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, dan news update dengan mengikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, serta mengunjungi www.monety.id.

Monety adalah platform belajar untuk Milenial dan Gen Z yang juga menghadirkan rekomendasi buku untuk membantu meningkatkan skill dan wawasan.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

buku
Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

buku
8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

buku
Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

buku
4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

buku
8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

buku
7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

buku
Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

buku
Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

buku
Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

buku
Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

buku
Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

buku
Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

buku
Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau