Ciri Puyuh Mau Bertelur Burung puyuh merupakan salah satu unggas petelur yang banyak dipelihara karena produktivitas telurnya tinggi dan perawatannya relatif mudah.
Sebelum mulai menghasilkan telur, puyuh biasanya menunjukkan beberapa tanda fisik dan perubahan perilaku yang dapat diamati dengan cukup mudah.
Oleh karena itu, mengetahui ciri puyuh mau bertelur sangat penting agar dapat mempersiapkan pakan, pencahayaan, dan kondisi kandang yang sesuai untuk mendukung produksi telur secara optimal.
Artikel ini akan membahas secara lengkap ciri-ciri puyuh yang akan bertelur, faktor yang memengaruhi kesiapan bertelur, serta tips agar puyuh cepat dan produktif menghasilkan telur.
Puyuh siap bertelur adalah puyuh betina yang organ reproduksinya telah berkembang dengan baik sehingga mampu menghasilkan telur dalam waktu dekat, biasanya pada umur sekitar 35–45 hari.
Pada fase ini, puyuh mengalami perubahan hormon yang memengaruhi bentuk tubuh, kondisi kloaka, perilaku, dan kebutuhan nutrisinya.
Mengetahui tanda-tanda tersebut membantu peternak menghindari kesalahan perawatan yang dapat menyebabkan keterlambatan produksi telur.
Secara umum, puyuh petelur mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan bertelur pada umur:
Jika dipelihara dengan baik, puyuh dapat mulai bertelur sekitar umur 40 hari.
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah bentuk tubuh yang lebih bulat, terutama pada bagian perut dan dada.
Puyuh betina yang siap bertelur biasanya terlihat lebih gemuk dibanding jantan, bagian perut terasa lebih lunak, berat badannya meningkat.
Perubahan ini terjadi karena perkembangan organ reproduksi dan pembentukan kuning telur di dalam tubuh.
Tulang pubis terletak di bagian bawah tubuh dekat kloaka.
Pada puyuh yang belum memasuki masa bertelur, jarak antara kedua tulang pubis masih sempit dan terasa lebih kaku.
Ciri perubahan tulang pubis puyuh yang mau bertelur:
Pemeriksaan jarak tulang pubis dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk memperkirakan kesiapan puyuh memasuki masa produksi telur.
Kloaka merupakan saluran tempat keluarnya telur.
Puyuh yang akan bertelur, kloaka akan mengalami beberapa perubahan, di antaranya:
Perubahan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas organ reproduksi.
Puyuh betina yang sehat dan siap bertelur umumnya memiliki bulu yang rapi, halus, dan tampak mengilap.
Sebaliknya, bulu kusam dan berdiri sering menandakan kondisi kesehatan atau nutrisi yang kurang baik.
Menjelang bertelur, kebutuhan energi dan protein puyuh meningkat sehingga puyuh biasanya mengonsumsi pakan lebih banyak daripada sebelumnya.
Peningkatan konsumsi pakan tersebut diperlukan untuk mendukung pembentukan kuning telur, produksi putih telur, serta persiapan pembentukan cangkang telur.
Puyuh yang akan bertelur sering menunjukkan perilaku yang lebih tenang, tidak terlalu aktif berlari, dan lebih sering beristirahat di sudut kandang tertentu.
Perilaku ini berbeda dengan puyuh muda yang biasanya sangat aktif dan mudah terkejut.
Beberapa puyuh mulai menunjukkan perilaku memilih tempat yang dianggap aman dan nyaman untuk bertelur.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Perilaku ini dapat terlihat dari kebiasaan mengais alas kandang, berkumpul di sudut tertentu, atau lebih sering berada di area yang gelap dan tenang.
Meskipun tidak selalu terjadi pada semua individu, sebagian puyuh betina menjadi lebih sering mengeluarkan suara pendek dan lembut menjelang masa bertelur.
Puyuh membutuhkan pakan dengan kandungan protein 20–24%, kalsium yang cukup, fosfor, vitamin A, D, dan E, serta energi yang seimbang.
Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan puyuh terlambat menunjukkan tanda-tanda bertelur.
Puyuh petelur memerlukan 14–16 jam cahaya per hari untuk merangsang produksi hormon reproduksi.
Jika pencahayaan kurang, puyuh dapat lambat matang kelamin, produksi telur rendah, atau belum menunjukkan tanda siap bertelur meskipun umurnya cukup.
Suhu ideal pada kandang puyuh berkisar 20–27°C.
Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan stres, nafsu makan menurun, dan gangguan perkembangan organ reproduksi.
Kandang yang terlalu padat membuat puyuh mudah stres dan saling mematuk sehingga proses menuju masa bertelur dapat terganggu.
Jika beberapa tanda berikut muncul bersamaan, kemungkinan puyuh akan segera bertelur:
Pada kondisi ini, telur pertama biasanya akan muncul dalam 1–3 hari berikutnya.
Kekurangan protein dan kalsium merupakan penyebab paling umum.
Durasi cahaya yang terlalu pendek dapat menghambat produksi hormon reproduksi.
Perpindahan kandang, suara bising, atau gangguan dari hewan lain dapat membuat puyuh mengalami stres.
Kondisi tersebut dapat mengganggu proses reproduksi dan menyebabkan puyuh terlambat bertelur.
Gangguan pencernaan, cacingan, atau infeksi pernapasan dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi.
Bibit dengan kualitas genetik rendah cenderung lebih lambat matang kelamin.
Gunakan pakan khusus puyuh petelur dengan kandungan protein dan mineral yang sesuai.
Sumber kalsium dapat diperoleh dari tepung kulit kerang, tepung tulang, atau premiks mineral khusus unggas.
Tambahkan lampu pada malam hari agar total pencahayaan mencapai 14–16 jam.
Kandang yang bersih mengurangi risiko penyakit dan membuat puyuh lebih nyaman.
Hindari memindahkan puyuh terlalu sering dan jauhkan kandang dari kebisingan berlebihan.
Mengetahui ciri puyuh mau bertelur sangat penting bagi peternak karena dapat membantu menentukan waktu yang tepat untuk memberikan pakan layer, menambah pencahayaan, dan menyiapkan kondisi kandang yang optimal.
Tanda-tanda seperti tubuh lebih bulat, kloaka membesar dan lembap, tulang pubis merenggang, serta perubahan perilaku menjadi lebih tenang dan rakus makan merupakan indikator bahwa puyuh betina sedang memasuki masa produksi telur.
Bagi kamu yang ingin memahami perawatan puyuh petelur secara lebih mendalam, buku Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur dapat menjadi bacaan yang sangat bermanfaat.
Buku ini membahas langkah-langkah praktis dalam budi daya puyuh, mulai dari pemilihan bibit unggul, pengaturan kandang, pemberian pakan yang tepat, perawatan kesehatan, hingga strategi meningkatkan produksi telur agar tetap stabil dan optimal.
Untuk memudahkan akses membaca, buku Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur bisa kamu dapatkan di Gramedia Digital.