Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ciri Puyuh Mau Bertelur: Tanda Fisik, Perilaku, dan Cara Mengetahuinya dengan Mudah

Kompas.com, 4 September 2026, 11:00 WIB
Ciri Puyuh Mau Bertelur Sumber Gambar: Pexels.com/ArtHouse Studio Ciri Puyuh Mau Bertelur
Rujukan artikel ini:
Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh…
Pengarang: drh. Wheindrata HS. Sp.…
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Burung puyuh merupakan salah satu unggas petelur yang banyak dipelihara karena produktivitas telurnya tinggi dan perawatannya relatif mudah.

Sebelum mulai menghasilkan telur, puyuh biasanya menunjukkan beberapa tanda fisik dan perubahan perilaku yang dapat diamati dengan cukup mudah.

Oleh karena itu, mengetahui ciri puyuh mau bertelur sangat penting agar dapat mempersiapkan pakan, pencahayaan, dan kondisi kandang yang sesuai untuk mendukung produksi telur secara optimal.

Artikel ini akan membahas secara lengkap ciri-ciri puyuh yang akan bertelur, faktor yang memengaruhi kesiapan bertelur, serta tips agar puyuh cepat dan produktif menghasilkan telur.

Apa Itu Puyuh Siap Bertelur?

Puyuh siap bertelur adalah puyuh betina yang organ reproduksinya telah berkembang dengan baik sehingga mampu menghasilkan telur dalam waktu dekat, biasanya pada umur sekitar 35–45 hari.

Pada fase ini, puyuh mengalami perubahan hormon yang memengaruhi bentuk tubuh, kondisi kloaka, perilaku, dan kebutuhan nutrisinya.

Mengetahui tanda-tanda tersebut membantu peternak menghindari kesalahan perawatan yang dapat menyebabkan keterlambatan produksi telur.

Secara umum, puyuh petelur mulai menunjukkan tanda-tanda kesiapan bertelur pada umur:

  • 30–35 hari: mulai terjadi perkembangan organ reproduksi,
  • 35–40 hari: tanda fisik mulai terlihat jelas,
  • 40–45 hari: sebagian besar puyuh mulai menghasilkan telur pertama.

Jika dipelihara dengan baik, puyuh dapat mulai bertelur sekitar umur 40 hari.

Ciri Fisik Puyuh Mau Bertelur

1. Tubuh Lebih Bulat dan Berisi

Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah bentuk tubuh yang lebih bulat, terutama pada bagian perut dan dada.

Puyuh betina yang siap bertelur biasanya terlihat lebih gemuk dibanding jantan, bagian perut terasa lebih lunak, berat badannya meningkat.

Perubahan ini terjadi karena perkembangan organ reproduksi dan pembentukan kuning telur di dalam tubuh.

2. Tulang Pubis Merenggang

Tulang pubis terletak di bagian bawah tubuh dekat kloaka.

Pada puyuh yang belum memasuki masa bertelur, jarak antara kedua tulang pubis masih sempit dan terasa lebih kaku.

Ciri perubahan tulang pubis puyuh yang mau bertelur:

  • Jarak antara kedua tulang pubis mulai melebar
  • Tulang terasa lebih lentur
  • Jaraknya dapat dimasuki sekitar dua jari orang dewasa

Pemeriksaan jarak tulang pubis dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk memperkirakan kesiapan puyuh memasuki masa produksi telur.

3. Kloaka Membesar dan Lembap

Kloaka merupakan saluran tempat keluarnya telur.

Puyuh yang akan bertelur, kloaka akan mengalami beberapa perubahan, di antaranya:

  • Ukuran menjadi lebih besar
  • Berwarna merah muda hingga kemerahan,
  • Tampak lebih lembap
  • Lebih menonjol dibanding puyuh yang belum siap bertelur

Perubahan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas organ reproduksi.

4. Bulu Tampak Lebih Halus dan Mengilap

Puyuh betina yang sehat dan siap bertelur umumnya memiliki bulu yang rapi, halus, dan tampak mengilap.

Sebaliknya, bulu kusam dan berdiri sering menandakan kondisi kesehatan atau nutrisi yang kurang baik.

Ciri Perilaku Puyuh Mau Bertelur

1. Nafsu Makan Meningkat

Menjelang bertelur, kebutuhan energi dan protein puyuh meningkat sehingga puyuh biasanya mengonsumsi pakan lebih banyak daripada sebelumnya.

Peningkatan konsumsi pakan tersebut diperlukan untuk mendukung pembentukan kuning telur, produksi putih telur, serta persiapan pembentukan cangkang telur.

2. Lebih Tenang dan Sering Diam

Puyuh yang akan bertelur sering menunjukkan perilaku yang lebih tenang, tidak terlalu aktif berlari, dan lebih sering beristirahat di sudut kandang tertentu.

Perilaku ini berbeda dengan puyuh muda yang biasanya sangat aktif dan mudah terkejut.

3. Sering Mengais atau Memilih Sudut Kandang

Beberapa puyuh mulai menunjukkan perilaku memilih tempat yang dianggap aman dan nyaman untuk bertelur.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Perilaku ini dapat terlihat dari kebiasaan mengais alas kandang, berkumpul di sudut tertentu, atau lebih sering berada di area yang gelap dan tenang.

4. Mengeluarkan Suara Tertentu

Meskipun tidak selalu terjadi pada semua individu, sebagian puyuh betina menjadi lebih sering mengeluarkan suara pendek dan lembut menjelang masa bertelur.

Faktor yang Memengaruhi Kesiapan Bertelur

1. Pakan Berkualitas

Puyuh membutuhkan pakan dengan kandungan protein 20–24%, kalsium yang cukup, fosfor, vitamin A, D, dan E, serta energi yang seimbang.

Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan puyuh terlambat menunjukkan tanda-tanda bertelur.

2. Pencahayaan

Puyuh petelur memerlukan 14–16 jam cahaya per hari untuk merangsang produksi hormon reproduksi.

Jika pencahayaan kurang, puyuh dapat lambat matang kelamin, produksi telur rendah, atau belum menunjukkan tanda siap bertelur meskipun umurnya cukup.

3. Suhu Kandang

Suhu ideal pada kandang puyuh berkisar 20–27°C.

Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan stres, nafsu makan menurun, dan gangguan perkembangan organ reproduksi.

4. Kepadatan Kandang

Kandang yang terlalu padat membuat puyuh mudah stres dan saling mematuk sehingga proses menuju masa bertelur dapat terganggu.

Tanda Puyuh Akan Bertelur dalam 1–3 Hari

Jika beberapa tanda berikut muncul bersamaan, kemungkinan puyuh akan segera bertelur:

  • Kloaka sangat lembap dan membesar
  • Perut terasa lebih penuh
  • Nafsu makan meningkat tajam
  • Lebih sering diam di sudut kandang
  • Tulang pubis sudah cukup renggang

Pada kondisi ini, telur pertama biasanya akan muncul dalam 1–3 hari berikutnya.

Penyebab Puyuh Tidak Menunjukkan Tanda Bertelur

1. Nutrisi Kurang

Kekurangan protein dan kalsium merupakan penyebab paling umum.

2. Cahaya Tidak Cukup

Durasi cahaya yang terlalu pendek dapat menghambat produksi hormon reproduksi.

3. Stres Lingkungan

Perpindahan kandang, suara bising, atau gangguan dari hewan lain dapat membuat puyuh mengalami stres.

Kondisi tersebut dapat mengganggu proses reproduksi dan menyebabkan puyuh terlambat bertelur.

4. Penyakit

Gangguan pencernaan, cacingan, atau infeksi pernapasan dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi.

5. Bibit Kurang Baik

Bibit dengan kualitas genetik rendah cenderung lebih lambat matang kelamin.

Cara Membantu Puyuh Cepat Bertelur

1. Berikan Pakan Layer Berkualitas

Gunakan pakan khusus puyuh petelur dengan kandungan protein dan mineral yang sesuai.

2. Tambahkan Kalsium

Sumber kalsium dapat diperoleh dari tepung kulit kerang, tepung tulang, atau premiks mineral khusus unggas.

3. Atur Pencahayaan

Tambahkan lampu pada malam hari agar total pencahayaan mencapai 14–16 jam.

4. Jaga Kebersihan Kandang

Kandang yang bersih mengurangi risiko penyakit dan membuat puyuh lebih nyaman.

5. Kurangi Stres

Hindari memindahkan puyuh terlalu sering dan jauhkan kandang dari kebisingan berlebihan.

Mengetahui ciri puyuh mau bertelur sangat penting bagi peternak karena dapat membantu menentukan waktu yang tepat untuk memberikan pakan layer, menambah pencahayaan, dan menyiapkan kondisi kandang yang optimal.

Tanda-tanda seperti tubuh lebih bulat, kloaka membesar dan lembap, tulang pubis merenggang, serta perubahan perilaku menjadi lebih tenang dan rakus makan merupakan indikator bahwa puyuh betina sedang memasuki masa produksi telur.

Bagi kamu yang ingin memahami perawatan puyuh petelur secara lebih mendalam, buku Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur dapat menjadi bacaan yang sangat bermanfaat.

Buku ini membahas langkah-langkah praktis dalam budi daya puyuh, mulai dari pemilihan bibit unggul, pengaturan kandang, pemberian pakan yang tepat, perawatan kesehatan, hingga strategi meningkatkan produksi telur agar tetap stabil dan optimal.

Untuk memudahkan akses membaca, buku Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur bisa kamu dapatkan di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau