Buku Whispers of The Shadow Masa kecil sering disebut sebagai masa paling bahagia dalam hidup seseorang.
Namun, seiring bertambahnya usia, kenangan itu memudar dan tergantikan oleh rutinitas serta tekanan sehari-hari.
Padahal, kenangan indah masa kecil bisa jadi "cahaya" yang menerangi hari-hari yang terasa suram, asal tahu cara menyimpannya dan mengenangnya kembali.
Buku Whispers of The Shadow karya M. Sutandi, serta ilustrasi oleh Gratiani B. Pratita, mengajak pembaca, baik anak-anak maupun orang dewasa, menyelami hal tersebut lewat tiga cerita dengan tema emosi yang berbeda-beda.
Tak hanya pelajaran emosional, Whispers of The Shadow juga mendapat pengakuan di kancah literasi nasional.
Buku ini berhasil meraih IKAPI Awards 2026 untuk kategori Children's Book of the Year, sebuah penghargaan bergengsi yang menandakan kualitas cerita dan pesan yang dikandungnya diakui secara luas oleh industri perbukuan Indonesia.
Cerita ini mengisahkan seorang gadis yang hidup sendiri.
Sejak kecil, ia sering bersembunyi karena takut pada orang lain, dan hanya bayangannya yang setia menemani hingga ia mulai bersekolah dan menemukan teman-teman baru.
Namun, ketika dewasa, satu per satu temannya pergi meninggalkannya, hingga ia menyadari satu hal penting, yaitu setiap orang pasti ditemani bayangannya masing-masing.
Ia pun kembali merangkul bayangan itu, dan akhirnya menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya datang dari dalam dirinya sendiri.
Cerita ini menjadi sebuah pengingat bahwa mencintai diri sendiri adalah langkah pertama dalam menemukan sahabat sejati.
Seekor bunga mungil awalnya memandang dunia sebagai tempat yang indah, apalagi setelah seorang anak memujinya cantik dan sering bermain di dekatnya.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Namun, suatu hari, ia terluka karena tak sengaja terkena bola milik anak itu.
Meski begitu, bunga ini tetap semangat dan kembali bertunas.
Ketika seorang anak lain ingin membawanya pulang, bunga memberikan syarat bahwa anak itu berjanji akan selalu merawatnya.
Akan tetapi, hubungan bunga dan si anak mengalami beberapa rintangan yang menjadi pelajaran berharga bagi si anak.
Cerita ini menyisakan renungan bahwa sering kali seseorang baru menyadari nilai dari sesuatu setelah nyaris kehilangannya.
Seekor umang-umang tinggal bersama keluarganya, hingga suatu hari temannya terluka dan berdarah saat bermain bersamanya.
Alih-alih meminta sang umang-umang untuk meminta maaf, orang tuanya justru membelanya.
Kejadian ini membuatnya tumbuh menjadi sosok yang sombong dan angkuh, merasa dirinya paling kuat, sampai akhirnya ia memutuskan pergi dari rumah.
Keangkuhannya baru runtuh ketika ia mengalami suatu peristiwa yang menyadarkannya.
Cerita ini mengingatkan bahwa pelajaran hidup bisa datang kapan saja dan dengan cara apa saja, serta mampu membentuk seseorang menjadi lebih baik selama mau mendengarkan dengan rendah hati.
Buku ini berhasil membawakan tiga cerita dengan tiga "musim" emosi berbeda yang terasa seperti perjalanan dari belajar mencintai diri sendiri, melewati proses menghargai dan merawat sesuatu, hingga akhirnya menemukan kerendahan hati lewat kegagalan.
Jadi, jika kamu sedang mencari buku yang bisa menjadi topik pembelajaran hidup bersama si kecil, maka buku ini adalah pilihan yang tepat! Tidak hanya anak-anak yang perlu mempelajari emosi yang ada, tetapi, orang dewasa pun bisa menikmati buku ini dan menemukan pelajaran emosional yang sangat berharga bagi kehidupan.
Buku Whispers of The Shadow tersedia di Gramedia.com dan toko Gramedia terdekat.