Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Pengaruh Pakan yang Baik Terhadap Hewan Ternak? Pahami agar Hasil Panen Melimpah

Kompas.com, 25 Februari 2026, 08:00 WIB
Bagaimana Pengaruh Pakan yang Baik Terhadap Hewan Ternak Sumber Gambar: Freepik.com Bagaimana Pengaruh Pakan yang Baik Terhadap Hewan Ternak
Rujukan artikel ini:
Ransum untuk Hewan Ternak
Pengarang: Winda Titi Pratiwi; Margaretha…
Penulis Anggi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Bagi para peternak, baik yang berskala rumahan maupun skala besar, pemilihan pakan ternak merupakan faktor penting yang sangat memengaruhi hasil produksi.

Meskipun sering dianggap sepele, pakan yang tepat dapat menghasilkan hewan ternak dengan kualitas yang lebih baik.

Keluhan seperti sapi yang sulit gemuk atau ayam yang lambat bertelur, padahal bibit sudah unggul dan kandang bersih, kerap disebabkan oleh pemilihan pakan yang kurang sesuai.

Namun sayangnya, masih ada yang beranggapan bahwa memberikan pakan dalam jumlah banyak sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan ternak.

Padahal, kuantitas pakan tidak selalu sebanding dengan nutrisi yang diterima hewan.

Oleh karena itu, memahami peran pakan ternak sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan hasil produksi seperti daging, susu, maupun telur.

Agar tidak bingung, berikut penjelasan singkat mengenai pengaruh pakan yang baik terhadap hewan ternak.

Apa Itu Pakan Hewan Ternak?

Pakan hewan ternak bukan sekadar kumpulan bahan makanan yang diberikan kepada hewan.

Pakan ternak merupakan susunan nutrisi yang dirancang secara khusus untuk memenuhi dua kebutuhan utama sekaligus, yaitu kebutuhan hidup pokok agar hewan tetap sehat serta kebutuhan produksi untuk menghasilkan daging, susu, atau telur.

Berbeda dengan pakan hewan hias, pakan ternak berfokus pada efisiensi gizi, yakni bagaimana setiap gram pakan yang dikonsumsi dapat diubah menjadi hasil produksi yang bernilai dan menguntungkan.

Untuk mencapai hasil yang maksimal, pakan ternak biasanya dibagi menjadi beberapa kategori fungsional yang wajib ada.

1. Pakan Hijauan (Forage)

Pakan ini adalah menu wajib bagi hewan ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba.

Isinya bukan hanya rumput biasa, tapi hijauan berkualitas seperti rumput gajah, odot, hingga jenis leguminosa (kacang-kangan), atau indigofera yang tinggi protein.

Serat kasar ini berfungsi sebagai penggerak sistem pencernaan agar lambung hewan tetap sehat.

2. Pakan Konsentrat (Penguat)

Konsentrat memiliki kadar serat rendah tapi energi dan proteinnya sangat tinggi.

Bahannya biasanya berasal dari hasil olahan biji-bijian seperti jagung giling, bungkil kedelai, atau dedak padi halus.

Fungsinya jelas, yaitu untuk mempercepat penggemukan dan meningkatkan volume produksi harian.

3. Pakan Tambahan

Pakan tambahan adalah pelengkap untuk menutup celah nutrisi yang tidak ada di pakan utama.

Bentuknya bisa berupa mineral blok (garam jilat), vitamin, hingga probiotik alami.

Meskipun porsinya sedikit, pakan tambahan ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh hewan agar tetap sehat saat musim pancaroba atau serangan virus.

Jadi, pakan yang dianggap baik bukanlah yang harganya mahal, melainkan pakan dengan komposisi yang paling sesuai dengan tujuan pemeliharaan.

Bagaimana Pengaruh Pakan yang Baik Terhadap Hewan Ternak?

Pakan yang berkualitas sangat memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, dan produktivitas hewan ternak.

Berikut beberapa pengaruh nyata ketika asupan gizi ternak terpenuhi dengan baik.

1. Melesatnya Efisiensi Pertumbuhan (ADG)

Nutrisi yang pas akan mengoptimalkan Average Daily Gain (ADG) atau rata-rata kenaikan bobot harian.

Dengan kualitas pakan yang baik, hewan ternak bisa mencapai target bobot panen lebih cepat dari jadwal biasanya.

Masa pelihara jadi lebih singkat, perputaran modal jadi lebih cepat, dan biaya operasional pun lebih efisien.

2. Standar Kualitas Produk Akhir yang Premium

Nutrisi yang diserap tubuh hewan dapat menentukan kualitas panen hewan ternak.

Sapi yang mendapat asupan gizi seimbang akan memiliki kualitas daging dengan marbling (lemak otot) yang bagus dan tekstur lebih empuk.

Begitu juga dengan ayam petelur, cangkang telurnya lebih tebal dan tidak mudah pecah, warna kuning telurnya jadi lebih pekat.

Hal ini sangat memengaruhi harga jual di pasar yang pasti lebih mahal.

3. Sistem Imun yang Solid dan Tahan Banting

Hewan yang mendapatkan nutrisi cukup seperti vitamin dan mineral memiliki imun yang kuat.

Mereka tidak mudah sakit apabila terkena perubahan cuaca ekstrem atau wabah penyakit musiman.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Ingat, biaya mencegah melalui pakan jauh lebih murah daripada biaya dokter hewan atau beli obat saat ternak sudah telanjur sakit.

4. Siklus Reproduksi yang Lebih Akurat

Buat kamu yang main di dunia pembibitan (breeding), pakan adalah kunci kesuburan.

Hewan betina yang mendapatkan gizi bagus akan memiliki siklus birahi yang teratur, angka keberhasilan kawin yang tinggi, dan cadangan energi yang cukup untuk menyusui anaknya sampai lepas sapih.

5. Efek Positif ke Lingkungan Kandang

Percaya atau tidak, pakan dengan daya cerna yang tinggi dapat membuat kotoran hewan jadi tidak terlalu bau menyengat.

Hal ini dikarenakan hampir semua nutrisi terserap sempurna ke tubuh dan tidak banyak terbuang menjadi limbah amonia di kotoran.

Hasilnya, kandang jadi lebih bersih, nyaman, dan tidak banyak lalat.

Cara Mengatur Waktu dan Porsi Pakan Hewan Ternak

Dalam beternak, perhatian tidak hanya pada jenis pakan yang diberikan, tetapi juga pada waktu dan cara pemberiannya agar hasil yang diperoleh lebih optimal.

Banyak peternak yang sudah beli pakan mahal, tapi hasilnya tetap kurang maksimal karena manajemen pemberiannya tidak teratur.

Mengatur pasokan pakan di palungan dengan strategi yang tepat dapat membuat penyerapan nutrisi jadi dua kali lipat lebih efektif.

Berikut poin-poin manajemen pakan yang wajib kamu terapkan di kandang.

1. Konsistensi Jam Makan

Hewan ternak memiliki jam biologis.

Kalau kamu biasa memberi makan pukul 7 pagi, usahakan konsisten di waktu tersebut.

Perubahan jadwal yang drastis dapat membuat hewan stres yang dapat memengaruhi penyerapan nutrisi.

Hewan yang tenang akan mengolah pakan menjadi daging dengan lebih sempurna.

2. Pemberian Bertahap

Daripada menumpuk pakan dalam satu waktu, lebih baik berikan dalam porsi yang pas tapi frekuensinya diatur.

Cara ini untuk memastikan pakan selalu dalam kondisi segar saat dimakan dan mengurangi risiko pakan berjamur di palungan.

3. Urutan yang Benar (Khusus Ruminansia)

Biasakan memberikan pakan penguat (konsentrat) terlebih dahulu sebelum hijauan.

Cara ini bertujuan untuk mengaktifkan mikroba di dalam lambung sehingga siap mencerna serat kasar dari hijauan.

Langkah sederhana ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi pencernaan secara signifikan.

4. Kebersihan Wadah Pakan dan Air

Jangan biarkan sisa pakan kemarin menumpuk dan membusuk di bawah pakan baru.

Sisa pakan yang asam dapat mengganggu pH lambung hewan.

Pastikan juga air minum selalu tersedia dan bersih karena tanpa air yang cukup, proses pengolahan protein di tubuh hewan bakal terhambat.

5. Evaluasi Sisa Pakan (Orts)

Perhatikan apa yang tersisa di palungan setiap pagi.

Kalau banyak sisa, mungkin porsinya terlalu banyak atau ada bahan pakan yang kurang disukai hewan.

Dengan memantau sisa pakan, kamu bisa menyesuaikan racikan berikutnya agar lebih efisien dan tidak terbuang menjadi sampah.

Beternak memang membutuhkan kesabaran, tetapi ketika dijalani dengan bekal ilmu yang tepat, semua usaha tersebut akan terbayar saat waktu panen tiba.

Ada kepuasan tersendiri ketika melihat sapi atau kambing di kandang tumbuh sehat, bertubuh ideal, berbulu bersih, dan tampak bugar.

Agar ternak sehat, hal yang perlu diperhatikan adalah memperhatikan pakan dan cara pemberian pakan pada ternak.

Buku Ransum untuk Hewan Ternak dapat menjadi bacaan yang tepat untuk kamu mempelajari cara membuat ternak sehat dan berkualitas melalui pakan.

Buku ini berisi pengenalan dan penerapan sederhana mengenai cara pengolahan dan pengoptimalan ransum ternak yang sesuai dengan standar gizi.

Ditulis dengan bahasa yang sederhana dan praktis, isi buku ini bisa langsung dipraktikkan untuk hewan ternak.

Pemberian ransum ternak yang baik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas ternak yang dapat membuat daya saing tinggi di pasaran.

Kamu bisa membaca buku Ransum untuk Hewan Ternak secara online melalui di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau