Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pahami Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan Berikut Ini

Kompas.com, 18 Maret 2026, 11:00 WIB
Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan Sumber Gambar: Freepik.com Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Rujukan artikel ini:
Biologi Sel dan Molekuler
Pengarang: Hermawan, S. Si, M.…
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Biologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dari struktur yang paling kecil hingga ekosistem raksasa.

Unit terkecil penyusun tubuh makhluk hidup yang berfungsi secara mandiri tersebut dikenal dengan nama sel.

Meskipun sama-sama makhluk hidup, hewan dan tumbuhan memiliki karakteristik fisik yang sangat jauh berbeda.

Perbedaan fisik yang kasat mata ini terdapat pada perbedaan struktur sel mikroskopis mereka.

Banyak siswa sering merasa kesulitan menghafal detail perbedaan organel di antara kedua jenis sel ini.

Padahal, memahami konsep dasarnya jauh lebih penting daripada sekadar menghafal nama-nama latin yang rumit.

Pemahaman ini menjadi fondasi penting bagi kamu yang ingin menaklukkan soal-soal TKA Biologi 2026.

Artikel ini akan membedah secara visual dan fungsional apa saja yang membedakan kedua sel tersebut.

Persamaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Baik sel hewan maupun sel tumbuhan, keduanya termasuk dalam kategori sel eukariotik yang kompleks.

Artinya, materi genetik atau DNA mereka terbungkus rapi di dalam sebuah inti sel sejati.

Struktur ini berbeda dengan bakteri yang materi genetiknya tersebar berantakan di dalam sitoplasma.

Persamaan mendasar lainnya terletak pada keberadaan membran plasma yang membungkus seluruh isi sel.

Lapisan tipis ini berfungsi sebagai gerbang selektif yang mengatur keluar masuknya zat-zat penting.

Keduanya juga memiliki sitoplasma, yaitu cairan kental tempat organel-organel sel melayang dan bekerja.

Di dalam sitoplasma tersebut, terdapat organel pembangkit energi yang disebut dengan mitokondria.

Mitokondria bekerja tanpa henti membakar glukosa untuk menghasilkan energi bagi aktivitas kehidupan sel.

Selain itu, sistem transportasi internal berupa retikulum endoplasma juga bisa ditemukan di kedua sel.

Organel ini bertugas seperti jalan raya yang mengangkut protein dan lemak ke tujuan spesifik.

Proses pengemasan zat-zat tersebut kemudian disempurnakan oleh organel bernama aparatus golgi atau badan golgi.

Jadi, secara garis besar, mesin dasar kehidupan mereka sebenarnya sangat mirip satu sama lain.

Tabel Perbandingan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Untuk memudahkanmu memetakan perbedaan secara cepat, perhatikan tabel ringkasan yang telah kami susun berikut.

Tabel ini merangkum poin-poin krusial yang sering muncul dalam soal ujian biologi sekolah.

Fitur / Organel Sel Tumbuhan Sel Hewan
Dinding Sel Ada (Kaku & Tebal) Tidak Ada
Bentuk Sel Tetap (Kotak/Persegi) Berubah-ubah (Fleksibel)
Kloroplas Ada (Untuk Fotosintesis) Tidak Ada
Vakuola Ada (Besar & Sentral) Kecil / Tidak Ada
Sentriol Tidak Ada (Umumnya) Ada (Untuk Pembelahan)
Lisosom Jarang Ada Ada (Banyak)
Cadangan Makanan Pati (Amilum) Lemak & Glikogen

Kamu bisa menyimpan tabel ini sebagai referensi cepat saat sedang mengerjakan tugas rumah.

Perbedaan mencolok pada tabel di atas bukanlah kebetulan, melainkan hasil adaptasi ribuan tahun.

Analisis Mendalam Organel Pembeda

Setiap perbedaan struktur mewakili strategi bertahan hidup yang unik antara dunia flora dan fauna.

1. Dinding Sel dan Tekanan Turgor

Jika kamu melihat irisan sel tumbuhan di bawah mikroskop, bentuknya terlihat sangat rapi.

Bentuk yang menyerupai susunan batu bata ini disebabkan oleh keberadaan dinding sel yang keras.

Dinding ini terbuat dari selulosa yang memberikan perlindungan ekstra dan kekakuan pada tubuh tumbuhan.

Berkat dinding sel inilah pohon yang tinggi menjulang bisa berdiri tegak melawan gravitasi bumi.

Sel hewan tidak memiliki dinding ini karena mereka membutuhkan fleksibilitas tinggi untuk bergerak bebas.

Selain memberi bentuk, dinding sel berperan penting dalam menjaga keseimbangan air atau turgiditas sel.

Saat tumbuhan menyerap banyak air, sel akan menggelembung dan menekan dinding sel yang kaku.

Tekanan inilah yang membuat batang tanaman herbal atau sayuran terlihat segar dan tegak berdiri.

Jika kekurangan air, tekanan turgor hilang dan menyebabkan tanaman terlihat layu atau lemas seketika.

Mekanisme pertahanan fisik ini sangat krusial bagi tumbuhan yang tidak bisa lari dari bahaya.

2. Kloroplas dan Kemampuan Autotrof

Perbedaan paling mendasar dalam cara bertahan hidup adalah bagaimana mereka mendapatkan sumber energi makanan.

Tumbuhan adalah makhluk mandiri atau autotrof yang bisa memasak makanannya sendiri dari sinar matahari.

Kemampuan ajaib ini dimungkinkan berkat adanya organel hijau berbentuk cakram yang disebut kloroplas.

Di dalam kloroplas terdapat pigmen klorofil yang berfungsi menangkap energi foton dari cahaya matahari.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Energi tersebut digunakan untuk memecah air dan karbon dioksida dalam proses biokimia bernama fotosintesis.

Hasil dari proses ini adalah glukosa dan oksigen yang menjadi sumber kehidupan di bumi.

Sel hewan sama sekali tidak memiliki kloroplas karena mereka bersifat heterotrof atau pemakan organisme lain.

Hewan harus mencari makanan dari luar tubuhnya untuk mendapatkan asupan energi yang dibutuhkan.

Ketiadaan kloroplas inilah yang membedakan peran mereka dalam rantai makanan ekosistem secara global.

Tumbuhan bertindak sebagai produsen utama, sedangkan hewan bertindak sebagai konsumen yang bergantung pada produsen.

3. Vakuola Sentral

Vakuola berfungsi sebagai gudang penyimpanan air, cadangan makanan, dan sisa metabolisme sel.

Pada beberapa bunga, vakuola juga menyimpan pigmen warna yang menarik serangga untuk penyerbukan.

Ukurannya yang besar membantu sel tumbuhan membesar tanpa harus memproduksi banyak sitoplasma baru.

Sementara itu, sel hewan memiliki vakuola dengan ukuran yang jauh lebih kecil atau bahkan nihil.

Pada hewan bersel satu, vakuola berfungsi khusus untuk mencerna makanan atau mengeluarkan kelebihan air.

Namun pada hewan tingkat tinggi, fungsi penyimpanan ini lebih banyak diambil alih oleh jaringan lemak.

Dominasi vakuola pada tumbuhan menunjukkan betapa pentingnya manajemen air bagi organisme yang menetap.

Mereka harus menabung air sebanyak mungkin saat hujan untuk bertahan hidup di musim kemarau.

4. Sentriol dan Lisosom

Sel hewan memiliki sepasang struktur berbentuk tabung yang disebut sentriol di dekat inti sel.

Sentriol memegang peran kunci dalam proses pembelahan sel hewan, baik mitosis maupun meiosis.

Organel ini mengatur pergerakan kromosom saat sel akan membelah diri menjadi dua bagian.

Tumbuhan tingkat tinggi umumnya tidak memiliki sentriol, namun tetap bisa melakukan pembelahan dengan mekanisme berbeda.

Selain sentriol, sel hewan juga kaya akan organel pencernaan yang disebut dengan lisosom.

Lisosom berisi enzim tajam yang berfungsi menghancurkan benda asing atau organel yang rusak.

Sistem ini sangat penting bagi hewan yang memiliki sistem kekebalan tubuh aktif melawan bakteri.

Beberapa ahli berpendapat tumbuhan juga memiliki struktur mirip lisosom, namun vakuola sering mengambil peran tersebut.

Keberadaan lisosom yang banyak pada sel hewan mendukung metabolisme mereka yang lebih aktif dan dinamis.

Mengapa Struktur Mereka Berbeda?

Hewan berevolusi menjadi makhluk yang aktif bergerak untuk mencari makan, pasangan, dan menghindari predator.

Oleh karena itu, sel hewan tidak boleh memiliki dinding kaku yang membatasi pergerakan jaringan otot.

Fleksibilitas membran sel memungkinkan hewan untuk berlari, melompat, dan meliuk dengan sangat lincah.

Sebaliknya, tumbuhan memilih strategi bertahan hidup dengan cara menetap di satu tempat atau sesil.

Karena tidak bisa lari saat ada badai atau pemangsa, mereka butuh benteng perlindungan sekuat baja.

Dinding sel yang keras memberikan proteksi fisik terhadap lingkungan eksternal yang keras dan berubah-ubah.

Selain itu, karena tidak bisa mencari makan, mereka mengembangkan kloroplas untuk memanen energi di tempat.

Jadi, struktur sel adalah cerminan dari strategi bertahan hidup yang dipilih oleh spesies tersebut.

Mempelajari perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan adalah langkah awal memahami kompleksitas kehidupan.

Dengan menguasai konsep dasar organel dan fungsinya, kamu akan lebih mudah mencerna materi biologi lanjutan.

Jangan hanya menghafal tabel perbandingan, tapi pahamilah alasan biologis di balik setiap perbedaan tersebut.

Jika kamu ingin mendalami dunia mikroskopis ini dengan penjelasan yang lebih komprehensif, literatur yang tepat sangatlah dibutuhkan.

Buku Biologi Sel dan Molekuler karya Hermawan, S. Si, M. Pd adalah referensi wajib bagi pelajar biologi serius.

Buku ini menjelaskan secara mendalam mengenai sel sebagai komponen terkecil pada tumbuhan, hewan, dan manusia.

Setiap mekanisme kehidupan dibahas sedemikian rupa sehingga siswa bahkan mahasiswa penasaran ingin terus membacanya.

Buku ini menjadi jembatan ilmu yang sempurna untuk memahami dasar-dasar kehidupan molekuler secara utuh.

Segera miliki gudang ilmu biologi ini dengan membeli versi digitalnya di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Pilates untuk Fleksibilitas Tubuh: Cara Aman agar Tubuh Lebih Lentur

Pilates untuk Fleksibilitas Tubuh: Cara Aman agar Tubuh Lebih Lentur

buku
Stimulasi Motorik Halus: Cara Sederhana Melatih Ketangkasan Tangan Anak Sejak Dini

Stimulasi Motorik Halus: Cara Sederhana Melatih Ketangkasan Tangan Anak Sejak Dini

buku
Panduan Praktis Pilates untuk Pemula, Bisa Dilakukan di Rumah

Panduan Praktis Pilates untuk Pemula, Bisa Dilakukan di Rumah

buku
Manfaat Spiritual dan Kesehatan dari Ibadah Puasa yang Jarang Disadari

Manfaat Spiritual dan Kesehatan dari Ibadah Puasa yang Jarang Disadari

buku
Bola Padel Terbuat dari Apa? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

Bola Padel Terbuat dari Apa? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

buku
Apa Itu Darurat Militer? Ini Pengertian, Tujuan, dan Dampaknya

Apa Itu Darurat Militer? Ini Pengertian, Tujuan, dan Dampaknya

buku
Apakah Pilates Aman untuk Pemula? Berikut Penjelasannya 

Apakah Pilates Aman untuk Pemula? Berikut Penjelasannya 

buku
Kenapa Emas Sering Disebut Safe Haven? Ini Penjelasannya

Kenapa Emas Sering Disebut Safe Haven? Ini Penjelasannya

buku
Mengenal Hewan Predator Buas yang Menakjubkan

Mengenal Hewan Predator Buas yang Menakjubkan

buku
Hasil Pilates Setelah 1 Bulan: Perubahan Nyata yang Mulai Terlihat di Tubuh dan Postur

Hasil Pilates Setelah 1 Bulan: Perubahan Nyata yang Mulai Terlihat di Tubuh dan Postur

buku
Cara Stimulasi Bayi 3 Bulan untuk Dukung Tumbuh Kembang

Cara Stimulasi Bayi 3 Bulan untuk Dukung Tumbuh Kembang

buku
Peraturan Resmi Mengenai Bola Padel untuk Turnamen: Standar yang Wajib Dipahami Sebelum Ikut Kompetisi

Peraturan Resmi Mengenai Bola Padel untuk Turnamen: Standar yang Wajib Dipahami Sebelum Ikut Kompetisi

buku
Storytelling: Bagaimana Orang Menjadi Kaya? – Mengajarkan Anak tentang Proses, Kerja Keras, dan Pola Pikir Finansial

Storytelling: Bagaimana Orang Menjadi Kaya? – Mengajarkan Anak tentang Proses, Kerja Keras, dan Pola Pikir Finansial

buku
Neon Genesis Evangelion Collector’s Edition: Pertarungan Melawan Angel dan Harapan Umat Manusia di Tangan Para Pilot Muda

Neon Genesis Evangelion Collector’s Edition: Pertarungan Melawan Angel dan Harapan Umat Manusia di Tangan Para Pilot Muda

buku
10 Ide Kegiatan Keluarga yang Bermanfaat Selama Ramadan

10 Ide Kegiatan Keluarga yang Bermanfaat Selama Ramadan

buku
4 Ciri-Ciri Bola Padel yang Sudah Tidak Layak Pakai

4 Ciri-Ciri Bola Padel yang Sudah Tidak Layak Pakai

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau