Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peraturan Resmi Mengenai Bola Padel untuk Turnamen: Standar yang Wajib Dipahami Sebelum Ikut Kompetisi

Kompas.com, 6 April 2026, 11:00 WIB
Peraturan Resmi Mengenai Bola Padel untuk Turnamen Sumber Gambar: Freepik.com Peraturan Resmi Mengenai Bola Padel untuk Turnamen
Rujukan artikel ini:
Hidup Sehat Bukan Sekadar Gaya
Pengarang: Mifta Novikasari
Penulis Vadiyah
|
Editor Novia Putri Anindhita

Padel memang sedang berkembang pesat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Bersamaan dengan meningkatnya popularitas tersebut, turnamen lokal hingga regional juga semakin sering digelar.

Di sinilah pemahaman mengenai peraturan resmi mengenai bola padel untuk turnamen menjadi penting bagi pemain, pelatih, bahkan panitia pertandingan.

Bola yang digunakan dalam kompetisi memiliki standar teknis tertentu yang tidak bisa diganti sembarangan.

Regulasi ini dibuat untuk menjaga kualitas permainan serta menghindari perbedaan karakter bola yang bisa memengaruhi hasil pertandingan.

Sebelum masuk ke detail yang lebih teknis, penting untuk memahami dulu seperti apa standar resmi bola padel yang digunakan dalam turnamen.

Peraturan Resmi Mengenai Bola Padel untuk Turnamen

Peraturan resmi mengenai bola padel untuk turnamen adalah seperangkat standar teknis yang mengatur spesifikasi bola yang boleh digunakan dalam pertandingan resmi.

Aturan ini mengacu pada regulasi federasi internasional seperti International Padel Federation (FIP) serta federasi nasional di berbagai negara.

Standar tersebut dibuat agar setiap pertandingan dimainkan dengan kondisi yang setara bagi semua pemain.

Tanpa standar ini, variasi kecil pada bola, misalnya tekanan udara atau berat, bisa memengaruhi kecepatan permainan, kontrol pukulan, hingga pantulan dari dinding.

Dalam pertandingan resmi, bola padel yang digunakan harus memenuhi sejumlah standar teknis tertentu.

Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Ukuran dan Berat Bola

Bola padel memiliki ukuran yang mirip dengan bola tenis, tetapi sedikit berbeda dalam karakter permainan.

Standar umumnya adalah:

  • Diameter: sekitar 6,35 cm hingga 6,77 cm.
  • Berat: berkisar antara 56 hingga 59,4 gram.

Rentang ukuran ini memastikan bola tidak terlalu ringan ataupun terlalu berat.

Perbedaan kecil saja bisa mengubah kecepatan rally dan kontrol pukulan.

2. Tekanan Internal Bola

Bola padel turnamen biasanya dijual dalam tabung bertekanan (pressurized can).

Tekanan udara di dalam bola berperan penting dalam menentukan karakter pantulan.

Jika tekanan sudah menurun, misalnya karena tabung sudah lama dibuka, bola akan terasa lebih “mati” dan pantulannya menjadi rendah.

Dalam pertandingan resmi, bola dengan tekanan yang sudah turun tidak lagi dianggap layak digunakan.

3. Standar Pantulan

Federasi padel menetapkan kisaran tinggi pantulan tertentu ketika bola dijatuhkan dari ketinggian tertentu di permukaan keras.

Tes ini memastikan bahwa:

  • Pantulan bola konsisten
  • Permainan tetap stabil
  • Rally yang melibatkan pantulan dari dinding kaca tetap terprediksi

Karena padel sangat mengandalkan rebound dari dinding, standar pantulan ini menjadi elemen yang sangat penting.

4. Warna dan Permukaan Bola

Mayoritas bola padel berwarna kuning terang atau kuning kehijauan.

Warna ini dipilih karena memberikan visibilitas tinggi baik di lapangan indoor maupun outdoor.

Bola dengan warna yang terlalu gelap atau tidak kontras dengan lingkungan lapangan biasanya tidak digunakan dalam turnamen resmi.

Memahami detail ini membuat pemain datang ke turnamen dengan persiapan yang lebih matang.

Di level kompetisi, yang diuji bukan hanya teknik pukulan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan standar permainan yang berlaku.

Siapa yang Menentukan Bola yang Dipakai di Turnamen Padel?

Salah satu pertanyaan yang sering muncul dari pemain yang baru mengikuti kompetisi adalah apakah pemain boleh membawa bola sendiri?

Dalam turnamen resmi, jawabannya hampir selalu tidak.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Pemilihan bola biasanya ditentukan oleh panitia penyelenggara atau referee pertandingan.

Mereka akan memilih bola dari merek tertentu yang sudah mendapat persetujuan federasi atau sponsor resmi turnamen.

Dalam penyelenggaraan turnamen padel, ada beberapa praktik yang umum diterapkan untuk menjaga konsistensi pertandingan:

  • Bola baru digunakan saat pertandingan dimulai: Hal ini dilakukan agar kedua pemain atau pasangan mendapatkan kondisi permainan yang sama.
  • Penggantian bola dilakukan setelah jumlah game tertentu: Di beberapa kompetisi profesional, bola bisa diganti setelah sejumlah game dimainkan agar kualitas pantulan tetap optimal.
  • Pertandingan final sering menggunakan bola baru lagi: Tujuannya untuk menjaga kualitas permainan di momen paling penting dalam turnamen.

Alasan utama aturan ini adalah karena bola padel relatif cepat kehilangan tekanan dibanding bola tenis.

Ketika tekanan menurun, karakter permainan bisa berubah cukup drastis.

Pemain yang terbiasa dengan bola tertentu bisa kehilangan ritme jika bola berubah terlalu banyak selama pertandingan.

Oleh karena itu, penggunaan bola yang terstandarisasi menjadi bagian penting dari sistem kompetisi.

Perbedaan Bola Latihan dan Bola Turnamen yang Perlu Dipahami Pemain

1. Bola Latihan

Bola latihan biasanya dirancang untuk sesi bermain yang lebih panjang.

Karakteristiknya antara lain:

  • Lebih tahan lama
  • Tekanan cenderung stabil dalam waktu lebih lama
  • Cocok untuk drilling dan rally panjang
  • Sering digunakan dalam sesi latihan klub

Bola jenis ini ideal untuk latihan teknik dasar, kontrol pukulan, serta simulasi permainan.

2. Bola Turnamen

Bola yang digunakan dalam turnamen memiliki karakter yang sedikit berbeda.

Biasanya bola ini:

  • Memiliki pantulan yang lebih presisi
  • Tekanan lebih optimal ketika masih baru
  • Digunakan dalam kondisi fresh
  • Mengikuti standar federasi

Akibatnya, permainan dengan bola turnamen biasanya terasa lebih cepat.

Smash terasa lebih eksplosif, sementara rally bisa menjadi lebih dinamis.

Pemain yang hanya terbiasa menggunakan bola latihan kadang membutuhkan waktu adaptasi ketika bermain dengan bola baru di pertandingan resmi.

Oleh karena itu, banyak pemain kompetitif sengaja berlatih menggunakan bola baru menjelang turnamen.

Tujuannya agar mereka sudah terbiasa dengan karakter permainan yang lebih cepat.

****

Memahami ritme permainan dan kondisi tubuh sebenarnya harus berjalan beriringan.

Seorang pemain yang ingin tampil konsisten di lapangan tidak hanya membutuhkan teknik yang baik, tetapi juga tubuh yang terjaga kebugarannya.

Di sinilah pola hidup sehat menjadi fondasi penting, baik bagi atlet profesional maupun pemain rekreasional yang ingin terus aktif bermain.

Salah satu buku yang membahas hal ini dengan pendekatan yang ringan namun reflektif adalah Hidup Sehat Bukan Sekadar Gaya karya Mifta Novikasari.

Buku ini mengangkat gagasan sederhana tetapi sering terlewatkan, yakni kesehatan bukan sekadar tren gaya hidup modern.

Tubuh yang sehat adalah nikmat yang sering kali baru disadari ketika sudah terganggu.

Melalui buku ini, pembaca diajak melihat kesehatan dari sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya soal diet atau olahraga, tetapi juga bagaimana memaknai tubuh sebagai amanah yang perlu dijaga.

Mifta Novikasari menjelaskan bahwa menjaga kesehatan tidak hanya berdampak pada produktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari bentuk rasa syukur.

Dengan tubuh yang kuat dan bugar, seseorang memiliki lebih banyak energi untuk menjalankan aktivitas, berkarya, hingga beribadah.

Buku ini membahas berbagai aspek penting dalam pola hidup sehat, mulai dari cara membangun kebiasaan hidup sehat secara konsisten, panduan makan dan minum yang lebih mindful, tips agar rutin berolahraga tanpa terasa berat, pentingnya istirahat, hingga cara mengatur prioritas aktivitas harian.

Menariknya, buku ini juga mengaitkan kesehatan dengan dimensi mental dan spiritual.

Ditulis oleh seorang ahli gizi yang memiliki pengalaman panjang di bidang kesehatan masyarakat, buku ini juga memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Buku Hidup Sehat Bukan Sekadar Gaya bisa ditemukan di Gramedia.com dan Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
4 Tema Trivia Musik Paling Seru untuk Kuis 

4 Tema Trivia Musik Paling Seru untuk Kuis 

buku
Tema Trivia Anak Muda Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Komunitas

Tema Trivia Anak Muda Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Komunitas

buku
6 Aktivitas Bonding Kantor untuk Membangun Solidaritas Tim

6 Aktivitas Bonding Kantor untuk Membangun Solidaritas Tim

buku
Setiap Orang Punya “Mie Ayam” Sendiri: Membaca Makna di Balik Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Setiap Orang Punya “Mie Ayam” Sendiri: Membaca Makna di Balik Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

buku
15 Konsep Trivia Night Kreatif yang Bikin Acara Makin Seru dan Interaktif

15 Konsep Trivia Night Kreatif yang Bikin Acara Makin Seru dan Interaktif

buku
Sistem Skor Trivia Night Terbaik untuk Acara Kantor dan Komunitas

Sistem Skor Trivia Night Terbaik untuk Acara Kantor dan Komunitas

buku
Cerita Si Pahit Lidah: Legenda dari Sumatra yang Penuh Pesan Moral 

Cerita Si Pahit Lidah: Legenda dari Sumatra yang Penuh Pesan Moral 

buku
7 Dongeng Rakyat Lampung Terpopuler Beserta Makna dan Pesan Moralnya 

7 Dongeng Rakyat Lampung Terpopuler Beserta Makna dan Pesan Moralnya 

buku
Lelah dengan Tren

Lelah dengan Tren "Kaum Produktif"? Buku Ini Beri Tahu Cara Mengubah Hidup untuk Kita yang Punya Fisik Terbatas

buku
Tema Trivia Film Paling Seru dan Kreatif untuk Kuis Gathering

Tema Trivia Film Paling Seru dan Kreatif untuk Kuis Gathering

buku
Cerita Legenda Banyuwangi: Sejarah, Tokoh, dan Pesan Moral yang Terkandung

Cerita Legenda Banyuwangi: Sejarah, Tokoh, dan Pesan Moral yang Terkandung

buku
Tema Trivia Pop Culture Paling Seru untuk Kuis Gathering

Tema Trivia Pop Culture Paling Seru untuk Kuis Gathering

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau