Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa itu Weton Tulang Wangi? Arti, Ciri-ciri, dan Daftar Lengkapnya Menurut Primbon

Kompas.com, 15 Juli 2026, 11:00 WIB
Apa Itu Weton Tulang Wangi  Sumber Gambar: Pexels.com Apa Itu Weton Tulang Wangi 
Rujukan artikel ini:
SAJEN dan Ritual Orang Jawa
Pengarang: Wahyana Giri MC
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Weton tulang wangi adalah istilah dalam tradisi Jawa yang merujuk pada kepercayaan bahwa seseorang memiliki “energi khusus” sejak lahir berdasarkan kombinasi hari dan pasaran kelahirannya dalam perhitungan weton.

Dalam pandangan primbon, kombinasi ini diyakini membentuk karakter, sensitivitas, dan aura tertentu pada seseorang.

Sementara dalam pembahasan budaya Jawa, istilah ini sering dikaitkan dengan konsep “darah manis” atau individu yang dipercaya memiliki daya tarik batin dan kepekaan yang lebih kuat dibanding orang pada umumnya.

Meski begitu, ini tetap berada dalam ranah kepercayaan tradisional, bukan sesuatu yang bisa dibuktikan secara ilmiah.

Apa itu Weton Tulang Wangi dalam Budaya Jawa?

Dalam budaya Jawa, weton tulang wangi dipahami sebagai sebutan untuk orang yang lahir dengan kombinasi weton tertentu yang dipercaya membawa energi atau sensitivitas batin yang kuat.

Konsep ini berakar dari sistem primbon Jawa, yaitu kumpulan pengetahuan tradisional yang menghubungkan waktu kelahiran dengan karakter dan perjalanan hidup seseorang.

Istilah “tulang wangi” sendiri bukan berarti tulang secara fisik, melainkan simbol dari “energi bawaan” yang dianggap lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, hal ini sering dihubungkan dengan intuisi yang tajam, perasaan yang mudah menangkap suasana, dan daya tarik alami yang sulit dijelaskan secara logis.

Asal Usul Istilah Tulang Wangi dalam Kitab Primbon Jawa Betaljemur

Istilah tulang wangi dikenal dalam tradisi primbon Jawa sebagai bagian dari konsep yang menghubungkan weton, watak, dan kepekaan batin seseorang.

Pembahasan mengenai petungan weton sendiri dapat ditemukan dalam berbagai kitab primbon yang menjadi rujukan masyarakat Jawa, salah satunya Primbon Betaljemur Adammakna karya KPH Cakraningrat yang sejak lama digunakan untuk membaca watak, hari baik, hingga perhitungan kehidupan berdasarkan kelahiran.

Namun, penting diketahui bahwa istilah “tulang wangi” tidak selalu muncul sebagai istilah baku dalam naskah primbon klasik yang beredar.

Dalam praktik budaya populer Jawa, istilah ini lebih sering digunakan sebagai sebutan bagi orang yang dipercaya memiliki aura kuat, intuisi tinggi, atau kepekaan spiritual tertentu berdasarkan wetonnya.

Sejumlah pembahasan modern juga menyamakan tulang wangi dengan konsep balung kuning, yaitu metafora tentang “keharuman batin” dan daya tarik energi seseorang menurut kepercayaan tradisional Jawa.

Karena berasal dari tradisi lisan dan tafsir budaya yang berkembang turun-temurun, pemaknaan tulang wangi dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Oleh sebab itu, konsep ini lebih tepat dipahami sebagai bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa, bukan sebagai fakta yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

Ciri-Ciri Seseorang yang Memiliki Weton Tulang Wangi

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, ada beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan pemilik weton tulang wangi.

1. Sensitivitas Spiritual dan Kemampuan Indra Keenam Sejak Lahir

Ciri yang paling sering disebut adalah kepekaan batin yang lebih kuat dibanding orang lain.

Pemilik weton tulang wangi dipercaya lebih mudah merasakan perubahan suasana, energi suatu tempat, atau firasat terhadap suatu peristiwa.

Dalam tradisi primbon, kondisi ini kerap dikaitkan dengan kemampuan menangkap hal-hal yang tidak disadari oleh kebanyakan orang.

Namun, tingkat kepekaan tersebut diyakini berbeda pada setiap individu.

2. Sering Mengalami Dejavu atau Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Sebagian orang yang dianggap memiliki tulang wangi dipercaya lebih sering mengalami dejavu, yaitu perasaan seolah pernah mengalami suatu kejadian sebelumnya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Selain itu, mereka juga sering dikaitkan dengan mimpi yang kemudian memiliki kemiripan dengan peristiwa yang benar-benar terjadi.

Dalam budaya Jawa, pengalaman semacam ini biasanya dipandang sebagai bentuk ketajaman intuisi batin.

3. Daya Tarik Alami yang Kuat bagi Lingkungan Sekitar (Aura Positif)

Pemilik weton tulang wangi juga dipercaya mempunyai aura yang membuat orang lain merasa nyaman ketika berada di dekatnya.

Karena kelebihannya tersebut, mereka sering mudah mendapatkan teman, kepercayaan, atau simpati dari lingkungan sekitar.

Kepercayaan ini tidak selalu berkaitan dengan penampilan fisik.

Masyarakat Jawa lebih sering menghubungkannya dengan pembawaan diri, ketenangan sikap, dan energi positif yang terpancar dari seseorang.

4. Rentan Merasakan Suhu Tubuh Tidak Stabil di Tempat Keramat

Dalam kepercayaan tradisional Jawa, sebagian pemilik tulang wangi disebut lebih sensitif ketika berada di lokasi yang dianggap memiliki nilai spiritual tinggi, seperti petilasan, makam tokoh tertentu, atau tempat yang dikeramatkan masyarakat setempat.

Sensitivitas tersebut sering digambarkan melalui perubahan fisik ringan, misalnya merinding, merasa lebih dingin atau hangat dari biasanya, maupun munculnya perasaan tertentu yang sulit dijelaskan.

Perlu dipahami bahwa hal ini merupakan bagian dari kepercayaan budaya dan tidak memiliki dasar ilmiah yang dapat diverifikasi.

Mengapa Pemilik Weton Tulang Wangi Sangat Disukai Makhluk Halus?

Dalam kepercayaan yang berkembang di sebagian masyarakat Jawa, weton tulang wangi sering dikaitkan dengan kepekaan batin yang lebih tinggi dibanding kebanyakan orang.

Oleh karena itu, pemilik weton ini dipercaya lebih mudah merasakan atau mengalami peristiwa yang dianggap berkaitan dengan dunia spiritual.

Beberapa budaya Jawa juga mengaitkan weton tulang wangi dengan keberadaan khodam leluhur atau pendamping spiritual yang dipercaya berasal dari garis keturunan keluarga.

Namun, keyakinan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat, bukan fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Daftar Lengkap Weton yang Masuk Kategori Tulang Wangi

Dalam tradisi primbon Jawa, tidak semua weton dimasukkan ke dalam kategori tulang wangi.

Beberapa sumber budaya Jawa modern menyebutkan bahwa terdapat sejumlah weton yang dipercaya memiliki karakteristik tulang wangi berdasarkan penafsiran kitab primbon yang masih digunakan hingga sekarang.

Daftar ini dirangkum dari beberapa referensi primbon Jawa seperti Primbon Betaljemur Adammakna, Kitab Primbon Jangka Ronggowarsito, dan Primbon Pakuwon Bayi Lahir.

Weton Perhitungan Neptu Jumlah Neptu
Senin Kliwon 4 + 8 12
Senin Wage 4 + 4 8
Senin Pahing 4 + 9 13
Selasa Legi 3 + 5 8
Rabu Pahing 7 + 9 16
Rabu Kliwon 7 + 8 15
Kamis Wage 8 + 4 12
Sabtu Wage 9 + 4 13
Sabtu Legi 9 + 5 14
Minggu Pon 5 + 7 12
Minggu Kliwon 5 + 8 13

Perlu dipahami bahwa konsep weton tulang wangi merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi budaya Jawa.

Daftar maupun penafsirannya dapat berbeda antara satu kitab primbon dengan sumber lainnya.

Jika kamu tertarik memahami lebih jauh bagaimana masyarakat Jawa memaknai ritual, simbol, dan berbagai tradisi spiritual yang berkembang hingga saat ini, Sajen dan Ritual Orang Jawa karya Wahyana Giri MC dapat menjadi bacaan yang menarik.

Buku ini tidak hanya membahas sesajen dan upacara adat, tetapi juga mengulas nilai filosofis, fungsi sosial, serta makna budaya yang melatarbelakangi berbagai praktik tradisional Jawa.

Penjelasannya disusun dengan pendekatan antropologis sehingga pembaca dapat melihat tradisi Jawa secara lebih utuh dan kontekstual.

Kamu bisa mendapatkan Sajen dan Ritual Orang Jawa melalui Gramedia Digital untuk memperdalam pemahaman tentang warisan budaya Jawa langsung dari sumber bacaan yang membahasnya secara khusus.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

buku
Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

buku
8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

buku
Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

buku
4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

buku
8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

buku
7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

buku
Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

buku
Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

buku
Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

buku
Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

buku
Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

buku
Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

buku
Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau