Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Pilates untuk Kesehatan Mental: Bantu Kurangi Stres hingga Tingkatkan Fokus

Kompas.com, 9 Maret 2026, 13:00 WIB
Manfaat Pilates untuk Kesehatan Mental  Sumber Gambar: Freepik.com Manfaat Pilates untuk Kesehatan Mental
Rujukan artikel ini:
The RealAge Workout
Pengarang: Michael F. Roizen
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Manfaat pilates untuk kesehatan mental semakin banyak dicari seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara tubuh dan pikiran.

Tidak hanya membantu memperkuat otot dan memperbaiki postur, pilates juga efektif untuk mengurangi stres, meredakan kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, serta membantu menjaga stabilitas emosi.

Latihan ini menggabungkan kontrol pernapasan, konsentrasi, dan gerakan terstruktur sehingga memberikan efek relaksasi sekaligus meningkatkan kesadaran diri.

Berbeda dari olahraga intensitas tinggi yang berfokus pada pembakaran kalori, pilates bekerja melalui koneksi antara tubuh dan pikiran (mind-body connection).

Inilah yang membuat pilates sangat relevan dalam mendukung kesehatan mental di tengah tekanan pekerjaan, tuntutan sosial, dan gaya hidup serba cepat.

Lalu, apa saja manfaat pilates untuk mental health secara lebih spesifik?

Apa Hubungan Pilates dan Kesehatan Mental?

Pilates dirancang untuk melatih tubuh secara sadar dan terkontrol.

Setiap gerakan dilakukan dengan fokus penuh pada teknik, stabilitas, serta pernapasan.

Kombinasi ini memberikan dampak langsung pada sistem saraf.

Saat seseorang melakukan pilates dengan pernapasan dalam dan ritmis, tubuh akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis bagian sistem saraf yang bertanggung jawab atas respons relaksasi.

Akibatnya, detak jantung menjadi lebih stabil, tekanan darah menurun, dan tubuh merasa lebih tenang.

Selain itu, aktivitas fisik seperti pilates juga membantu meningkatkan produksi hormon endorfin dan serotonin, yaitu hormon yang berperan dalam memperbaiki suasana hati.

Karena dilakukan dengan tempo terkontrol, pilates memberikan efek menenangkan tanpa membuat tubuh kelelahan berlebihan.

10 Manfaat Pilates untuk Kesehatan Mental

1. Membantu Mengurangi Stres Harian

Salah satu manfaat pilates untuk kesehatan mental yang paling terasa adalah kemampuannya menurunkan tingkat stres.

Fokus pada gerakan dan pernapasan membuat pikiran teralihkan dari beban pekerjaan atau masalah pribadi.

Latihan yang dilakukan secara konsisten membantu tubuh keluar dari mode “fight or flight” dan masuk ke kondisi relaksasi.

2. Meredakan Gejala Kecemasan (Anxiety)

Pilates mengajarkan teknik pernapasan dalam yang efektif untuk mengontrol kecemasan.

Saat nafas menjadi lebih stabil, sinyal ke otak juga menjadi lebih tenang.

Gerakan yang terstruktur dan ritmis membantu memberikan rasa kontrol terhadap tubuh, yang sering kali hilang saat seseorang mengalami kecemasan.

3. Meningkatkan Mood Secara Alami

Seperti olahraga pada umumnya, pilates memicu pelepasan hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati.

Setelah sesi latihan, banyak orang merasa lebih ringan dan berenergi.

Perasaan berhasil menyelesaikan latihan juga memberikan efek positif terhadap kepercayaan diri.

4. Membantu Mengurangi Gejala Depresi Ringan

Meskipun tidak menggantikan terapi profesional, pilates dapat membantu mengurangi gejala depresi ringan.

Aktivitas fisik yang rutin membantu menciptakan struktur harian yang lebih teratur.

Gerakan yang melibatkan koordinasi dan fokus juga membantu mengalihkan pikiran dari pola berpikir negatif yang berulang.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

5. Meningkatkan Kualitas Tidur

Stres dan kecemasan sering kali menyebabkan gangguan tidur.

Dengan membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi ketegangan otot, pilates dapat meningkatkan kualitas tidur.

Latihan ringan di sore atau malam hari dapat membantu tubuh lebih siap untuk beristirahat.

6. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi

Pilates membutuhkan konsentrasi tinggi pada teknik dan posisi tubuh.

Setiap gerakan harus dilakukan dengan presisi.

Latihan ini melatih otak untuk tetap fokus pada satu aktivitas dalam satu waktu yang sangat bermanfaat bagi mereka yang mudah terdistraksi.

7. Membantu Mengelola Emosi

Melalui latihan konsisten, pilates mengajarkan kesabaran dan kontrol diri.

Ketika seseorang belajar mengontrol nafas dan gerakan, secara tidak langsung ia juga belajar mengelola respons emosionalnya.

8. Memberikan Waktu untuk Self-Care

Di tengah kesibukan sehari-hari, pilates bisa menjadi waktu khusus untuk diri sendiri.

Tanpa gangguan notifikasi atau tekanan eksternal, sesi latihan menjadi momen refleksi yang menenangkan.

9. Meningkatkan Kesadaran Diri (Mindfulness)

Pilates sering disebut sebagai latihan mindfulness dalam bentuk gerakan.

Fokus pada sensasi tubuh dan pernapasan membuat seseorang lebih sadar terhadap kondisi fisiknya.

Kesadaran ini membantu mengenali tanda-tanda stres sejak dini.

10. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Postur tubuh yang lebih baik dan tubuh yang terasa lebih kuat dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Kondisi mental yang stabil juga membuat seseorang lebih nyaman dalam berinteraksi sosial.

Siapa yang Cocok Melakukan Pilates untuk Mendukung Mental Health?

Pilates cocok untuk berbagai kalangan karena gerakannya dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kondisi fisik masing-masing individu, terutama:

  • Pekerja dengan tingkat stres tinggi
  • Mahasiswa dengan tekanan akademik
  • Individu dengan kecemasan ringan
  • Orang yang mengalami gangguan tidur
  • Siapa pun yang ingin menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran

Karena sifatnya yang low impact atau minim tekanan berlebih pada sendi dan otot, pilates relatif aman untuk pemula, termasuk bagi mereka yang baru mulai berolahraga, sedang dalam masa pemulihan, atau ingin meningkatkan kebugaran tanpa risiko cedera yang tinggi.

Tips Memulai Pilates untuk Mendukung Kesehatan Mental

Agar manfaat pilates untuk kesehatan mental terasa optimal, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Mulai dengan durasi 15–20 menit per sesi
  • Fokus pada teknik pernapasan
  • Lakukan 2–3 kali seminggu
  • Jangan terlalu perfeksionis pada gerakan
  • Ciptakan suasana latihan yang nyaman dan tenang

Konsistensi dalam berlatih jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengejar intensitas tinggi dalam waktu singkat karena manfaat pilates untuk kesehatan mental akan terasa optimal ketika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, bukan hanya dari sesi latihan yang berat tetapi jarang dilakukan.

Menjadikan Pilates sebagai Bagian dari Rutinitas Seimbang

Kesehatan mental tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik.

Pilates menawarkan pendekatan menyeluruh dengan menggabungkan kekuatan, fleksibilitas, kontrol pernapasan, dan fokus pikiran dalam satu sesi latihan.

Dengan rutin melakukan pilates, tubuh menjadi lebih stabil dan pikiran lebih tenang.

Di tengah tekanan hidup modern, latihan ini dapat menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk menjaga keseimbangan emosional.

Jika dilakukan secara konsisten dan disertai pola hidup sehat, manfaat pilates untuk kesehatan mental dapat dirasakan dalam jangka panjang membantu seseorang tidak hanya bergerak lebih baik, tetapi juga merasa lebih baik.

Bagi kamu yang ingin memperdalam pemahaman tentang kebugaran, pola hidup sehat, serta strategi menyusun program latihan yang masuk akal dan berkelanjutan, buku The RealAge Workout versi e-Book di Gramedia Digital bisa menjadi pilihan yang tepat.

Dengan pembagian fase latihan yang sistematis dan mudah diterapkan, buku ini cocok bagi pemula maupun individu dengan jadwal padat yang tetap ingin menjaga konsistensi berolahraga.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau