Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Pilates dan Yoga: Mana yang Lebih Cocok untuk Tubuh dan Gaya Hidupmu?

Kompas.com, 14 April 2026, 14:00 WIB
Perbedaan Pilates dan Yoga  Sumber Gambar: Freepik.com Perbedaan Pilates dan Yoga 
Rujukan artikel ini:
The Motivator, Mitos dan Fakta…
Pengarang: Erikar Lebang
Penulis Anggi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Di studio olahraga atau di media sosial, pilates dan yoga sering terlihat hampir sama.

Gerakannya sama-sama tenang, dilakukan di atas matras, dan terlihat tidak seintens olahraga kardio.

Namun, ketika dicoba langsung, banyak orang baru menyadari bahwa keduanya memberi sensasi latihan yang berbeda.

Perbedaan pilates dan yoga bukan hanya soal jenis gerakan, tetapi juga tujuan latihan, cara tubuh bekerja, hingga manfaat yang paling terasa dalam jangka panjang.

Sebelum memilih mana yang lebih cocok untuk rutinitas olahraga, ada baiknya memahami dulu bagaimana kedua latihan ini bekerja.

Dengan begitu, kamu bisa melihat perbedaan pilates dan yoga secara lebih jelas, bukan hanya dari tampilan gerakannya, tetapi juga dari filosofi latihan dan manfaat yang ditawarkan.

Perbedaan Pilates dan Yoga dari Tujuan Latihannya

Kalau dilihat sekilas, pilates dan yoga sama-sama membantu tubuh menjadi lebih fleksibel dan rileks.

Namun, tujuan utama dari kedua latihan ini cukup berbeda.

Pilates berfokus pada kekuatan otot inti (core muscles).

Otot inti ini meliputi perut, punggung bawah, dan panggul yang berperan penting dalam menjaga stabilitas tubuh.

Banyak gerakan pilates dirancang untuk memperkuat area ini sehingga postur tubuh menjadi lebih baik dan gerakan sehari-hari terasa lebih stabil.

Sementara itu, yoga memiliki pendekatan yang lebih holistik.

Latihan ini tidak hanya melibatkan gerakan tubuh (asana), tetapi juga menggabungkan pernapasan, relaksasi, dan meditasi.

Tujuannya bukan hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan antara tubuh dan pikiran.

Itulah sebabnya, pengalaman latihan yang dirasakan juga bisa berbeda.

Dalam pilates, fokus biasanya ada pada kontrol gerakan dan aktivasi otot tertenti.

Sementara dalam yoga, latihan sering kali terasa lebih mengalir dan menekankan pada ritme napas serta ketenangan.

Dengan kata lain, kalau pilates lebih menitikberatkan pada stabilitas dan kekuatan tubuh, sedangkan yoga lebih banyak mengajak tubuh untuk bergerak, meregang, sekaligus menenangkan pikiran.

Perbedaan Pilates dan Yoga yang Paling Terasa Saat Latihan

Meski sekilas terlihat mirip, ada beberapa perbedaan yang biasanya langsung terasa saat mencobanya.

1. Fokus Gerakan

Pilates memiliki gerakan yang lebih terstruktur dan terkontrol.

Setiap gerakan dilakukan dengan perhatian khusus pada aktivasi otot inti.

Sementara yoga cenderung memiliki alur gerakan yang lebih mengalir.

Banyak pose dilakukan dengan transisi yang mengikuti ritme napas.

2. Tempo Latihan

Dalam pilates, tempo latihan sering terasa lebih stabil dan terukur.

Gerakan dilakukan secara perlahan untuk memastikan otot bekerja dengan tepat.

Dalam yoga, tempo bisa lebih bervariasi.

Ada yoga yang sangat santai seperti yin yoga, tetapi ada juga yang cukup dinamis seperti vinyasa.

3. Fokus Pernapasan

Pernapasan dalam pilates biasanya digunakan untuk membantu mengaktifkan otot inti dan menjaga stabilitas tubuh.

Dalam yoga, pernapasan sering menjadi bagian utama dari latihan dan berperan penting dalam membantu tubuh rileks serta menjaga konsentrasi.

4. Penggunaan Alat

Pilates kadang menggunakan alat tambahan seperti reformer, resistance ring, atau bola kecil untuk membantu latihan.

Yoga umumnya lebih sederhana.

Beberapa kelas mungkin menggunakan yoga block atau strap, tetapi banyak latihan bisa dilakukan hanya dengan matras.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Perbedaan-perbedaan ini membuat pengalaman latihan terasa unik.

Ada orang yang merasa lebih cocok dengan pilates karena fokusnya pada kekuatan tubuh, sementara yang lain lebih menikmati yoga karena ritmenya terasa menenangkan.

Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?

Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang ingin mulai berolahraga, tetapi belum tahu harus memilih pilates atau yoga.

Jawabannya sebenarnya cukup sederhana: keduanya sama-sama bisa menjadi pilihan yang baik untuk pemula, tergantung kebutuhan dan tujuan latihan.

Pilates sering jadi pilihan bagi orang yang ingin:

  • Memperbaiki postur tubuh
  • Memperkuat otot inti
  • Mengurangi nyeri punggung
  • Meningkatkan stabilitas tubuh

Di sisi lain, yoga biasanya dipilih oleh orang yang ingin:

  • Meningkatkan fleksibilitas tubuh
  • Mengurangi stres
  • Melatih pernapasan dan relaksasi
  • Mencari latihan yang lebih menenangkan

Banyak orang juga akhirnya mencoba keduanya secara bergantian.

Pilates membantu memperkuat tubuh, sementara yoga membantu menjaga fleksibilitas sekaligus memberikan waktu untuk relaksasi.

Perbedaan Pilates dan Yoga dalam Manfaat Jangka Panjang

Selain tujuan latihan dan jenis gerakan, perbedaan pilates dan yoga juga mulai terasa dari manfaat jangka panjang yang diberikan pada tubuh.

Pilates dikenal sangat efektif untuk membantu memperbaiki postur sekaligus memperkuat stabilitas otot inti.

Oleh karena itu, latihan ini sering direkomendasikan untuk orang yang sehari-harinya banyak duduk di depan komputer atau sering mengalami nyeri punggung.

Jika dilakukan secara rutin, pilates dapat membantu tubuh berkembang secara bertahap, seperti:

  • Meningkatkan kekuatan otot inti
  • Menjaga keseimbangan tubuh
  • Mengurangi risiko cedera
  • Memperbaiki pola gerakan sehari-hari

Yoga juga menawarkan manfaat yang tidak kalah penting, terutama untuk menjaga kelenturan tubuh sekaligus membantu menenangkan pikiran.

Banyak orang mulai merasakan tubuh lebih lentur setelah rutin berlatih yoga, disertai rasa relaks yang membantu meredakan stres setelah aktivitas harian yang padat.

Jika dilakukan secara konsisten, yoga dalam jangka panjang sering membantu:

  • Meningkatkan fleksibilitas otot dan sendi
  • Memperbaiki kualitas tidur
  • Membantu tubuh lebih rileks
  • Meningkatkan kesadaran terhadap pernapasan

Karena manfaatnya saling melengkapi, tidak sedikit orang yang akhirnya memasukkan keduanya ke dalam rutinitas olahraga mereka.

Pilates membantu memperkuat tubuh dari dalam, sementara yoga memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk kembali seimbang.

Memilih antara pilates dan yoga sebenarnya bukan soal mana yang lebih unggul.

Yang lebih penting adalah menemukan mana yang paling cocok dengan tubuhmu dan rutinitas harianmu.

Ada orang yang merasa tubuhnya menjadi lebih stabil setelah rutin melakukan pilates.

Di sisi lain, ada juga yang merasakan ketenangan pikiran setelah berlatih yoga.

Bahkan, tidak sedikit yang akhirnya menikmati keduanya.

Kalau masih ragu harus mulai dari mana, tidak perlu terlalu lama mempertimbangkannya.

Cobalah salah satunya terlebih dahulu, lalu rasakan sendiri manfaatnya.

Biasanya tubuh akan memberi sinyal yang cukup jelas, gerakan mana yang terasa paling nyaman, latihan mana yang membuatmu ingin kembali membuka matras lagi.

Kalau ingin memahami lebih jauh bagaimana olahraga dan yoga bekerja untuk tubuh, ada satu buku yang menarik untuk dibaca, yaitu The Motivator, Mitos dan Fakta Olahraga & Yoga karya Erikar Lebang.

Buku ini membahas berbagai hal penting seputar olahraga secara lebih praktis dan mudah dipahami.

Tidak hanya menjelaskan manfaat latihan fisik, tetapi juga meluruskan berbagai mitos yang sering beredar tentang olahraga.

Buku ini menjelaskan bagaimana olahraga yang dilakukan dengan benar dapat membantu meningkatkan metabolisme, melancarkan peredaran darah, hingga menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

Selain itu, pembahasan tentang yoga dalam buku ini juga cukup menarik.

Yoga tidak hanya dilihat sebagai latihan fisik, tetapi juga sebagai cara untuk menyelaraskan tubuh, pikiran, dan emosi agar tetap seimbang.

Buat kamu yang ingin mulai membangun kebiasaan olahraga dengan lebih memahami prinsip dasarnya, buku ini bisa menjadi bacaan yang cukup membuka wawasan.

Buku ini bisa kamu temukan dengan mudah di Gramedia Digital!

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Perbedaan Roller Skate dan Inline Skate, Mana yang Cocok untuk Pemula?

Perbedaan Roller Skate dan Inline Skate, Mana yang Cocok untuk Pemula?

buku
Apa itu Weton Tulang Wangi? Arti, Ciri-ciri, dan Daftar Lengkapnya Menurut Primbon

Apa itu Weton Tulang Wangi? Arti, Ciri-ciri, dan Daftar Lengkapnya Menurut Primbon

buku
Mengapa Anak Sering Tidak Mau Mendengar? Pelajaran Berharga dari Buku Seni Berbicara pada Anak 

Mengapa Anak Sering Tidak Mau Mendengar? Pelajaran Berharga dari Buku Seni Berbicara pada Anak 

buku
Menjelajah Dunia Satwa bersama “Big & Little Animals – Hewan Besar dan Kecil”

Menjelajah Dunia Satwa bersama “Big & Little Animals – Hewan Besar dan Kecil”

buku
How to Start Your Own Business: Sepakati Aturan Ini Sebelum Bekerja dengan Teman atau Keluarga

How to Start Your Own Business: Sepakati Aturan Ini Sebelum Bekerja dengan Teman atau Keluarga

buku
Petualangan Seru Mengenal Beragam Hewan Unik di Dunia

Petualangan Seru Mengenal Beragam Hewan Unik di Dunia

buku
7 Manfaat Business Plan sebelum Memulai Usaha

7 Manfaat Business Plan sebelum Memulai Usaha

buku
Arti Fundamental dalam Investasi: Panduan Analisa Laporan Keuangan Bagi Pemula

Arti Fundamental dalam Investasi: Panduan Analisa Laporan Keuangan Bagi Pemula

buku
Petualangan Visual Menjelajahi Penjuru Bumi

Petualangan Visual Menjelajahi Penjuru Bumi

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau