Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Fungsi Mitokondria pada Sel Tumbuhan

Kompas.com, 12 Februari 2026, 10:30 WIB
Fungsi Mitokondria pada Sel Tumbuhan Sumber Gambar: Freepik.com Fungsi Mitokondria pada Sel Tumbuhan
Rujukan artikel ini:
Biologi Sel dan Molekuler
Pengarang: Hermawan, S. Si, M.…
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Dunia mikroskopis di dalam tubuh tumbuhan menyimpan jutaan mesin biologis yang bekerja tanpa henti.

Meskipun tumbuhan terlihat diam dari luar, sel-sel di dalamnya sangat aktif melakukan metabolisme.

Salah satu komponen paling vital yang menjaga aktivitas kehidupan tersebut adalah organel bernama mitokondria.

Sering kali kita hanya mengenal mitokondria sebagai pabrik energi tanpa memahami mekanisme detailnya.

Pemahaman yang setengah-setengah ini sering menjadi kendala bagi mahasiswa biologi saat ujian akademis.

Padahal, peran organel ini pada tumbuhan jauh lebih kompleks dibandingkan pada sel hewan.

Mitokondria tumbuhan harus bekerja sama dengan kloroplas untuk menjaga keseimbangan energi yang dinamis.

Interaksi antara kedua organel ini menentukan seberapa efisien tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang.

Artikel ini akan mengajak kamu menyelami kedalaman sel untuk memahami cara kerja mesin energi ini.

Kita akan membedah struktur, fungsi biokimia, hingga peran uniknya saat matahari terbenam.

Fungsi Utama Mitokondria pada Sel Tumbuhan

Secara garis besar, mitokondria memegang kendali atas ketersediaan energi dan bahan baku metabolisme seluler.

1. Produksi Energi Melalui Respirasi Seluler

Fungsi paling fundamental dari mitokondria adalah menghasilkan energi kimia dalam bentuk Adenosin Trifosfat (ATP).

Proses pembentukan energi ini terjadi melalui serangkaian reaksi kimia yang disebut respirasi seluler.

Mitokondria mengambil molekul karbohidrat hasil fotosintesis dan memecahnya melalui proses oksidasi glukosa.

Oksidasi ini melepaskan energi yang kemudian ditangkap dan disimpan dalam ikatan kimia ATP.

Tanpa pasokan ATP yang cukup, aktivitas seluler seperti transportasi zat akan berhenti total.

2. Manajemen Siklus Hidup Sel (Apoptosis)

Mitokondria juga bertindak sebagai penentu kapan sebuah sel harus mengakhiri masa hidupnya.

Proses kematian sel terprogram atau apoptosis ini sangat penting untuk menjaga kesehatan jaringan tumbuhan.

Jika ada sel yang terinfeksi virus atau rusak parah, mitokondria akan melepaskan sinyal kematian.

Sinyal ini memicu penghancuran diri agar kerusakan tidak menyebar ke sel-sel tetangga lainnya.

Mekanisme ini juga berperan penting dalam pembentukan pola daun atau gugurnya bunga tua.

3. Produksi Senyawa Organik (Siklus Krebs)

Selain energi, mitokondria menjadi pusat biosintesis berbagai senyawa organik penting melalui siklus Krebs.

Siklus ini menghasilkan kerangka karbon yang menjadi bahan baku pembuatan asam amino esensial.

Kerangka karbon tersebut juga dibutuhkan untuk menyusun pigmen klorofil dan hormon pertumbuhan tanaman.

Jadi, mitokondria tidak hanya membakar bahan bakar, tetapi juga menyediakan suku cadang sel.

Fungsi biosintesis ini sangat penting terutama ketika tumbuhan sedang dalam fase pertumbuhan cepat.

Struktur Mitokondria

Mitokondria memiliki bentuk bulat hingga lonjong dengan dua lapisan pelindung utama, yaitu membran luar dan dalam.

Membran luar berfungsi sebagai gerbang selektif halus yang memungkinkan molekul kecil keluar masuk dengan mudah.

Di balik lapisan tersebut, terdapat membran dalam yang berlekuk-lekuk rumit dan dikenal dengan istilah krista.

Struktur krista ini sengaja dilipat untuk memperluas area kerja enzim respirasi dalam menghasilkan energi ATP.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Di permukaan membran dalam inilah terjadi proses kemiosmosis yang menjadi kunci utama produksi tenaga sel.

Bagian terdalam organel ini disebut matriks mitokondria, sebuah ruang berisi cairan kental yang kaya akan enzim.

Matriks ini menjadi tempat berlangsungnya siklus asam sitrat yang sangat vital bagi kelangsungan metabolisme sel.

Uniknya, matriks juga menyimpan DNA dan ribosom sendiri, membuktikan kemandirian organel ini dalam memproduksi protein.

Struktur yang padat dan terorganisir ini memastikan seluruh reaksi biokimia berjalan efisien dalam jarak dekat.

Kerusakan kecil pada salah satu struktur ini dapat menghambat pasokan energi dan mengganggu pertumbuhan tanaman.

Perbedaan Peran Mitokondria di Siang dan Malam Hari

Sel tumbuhan memiliki kemampuan adaptasi metabolisme yang luar biasa terhadap ketersediaan cahaya matahari.

Pada siang hari, mitokondria tidak menjadi sumber energi utama karena kloroplas sedang aktif melakukan fotosintesis.

Peran mitokondria untuk membantu kloroplas dalam proses penyelamatan karbon yang disebut fotorespirasi.

Kerja sama ini mengolah produk sampingan beracun dari kloroplas menjadi senyawa aman agar sel tidak keracunan.

Selain itu, mitokondria fokus menyediakan kerangka karbon untuk biosintesis protein baru saat matahari bersinar.

Sementara saat malam hari mitokondria mengambil alih peran vital sebagai penyedia energi utama bagi seluruh sel tumbuhan.

Tumbuhan mulai memecah cadangan metabolisme karbohidrat yang disimpan siang hari melalui respirasi seluler malam.

ATP yang dihasilkan digunakan untuk mempertahankan fungsi dasar sel agar tumbuhan tidak mati kelaparan.

Sistem manajemen energi ganda ini membuktikan fleksibilitas tumbuhan dalam mempertahankan nyala kehidupan sepanjang waktu.

Tabel Perbedaan Mitokondria pada Sel Tumbuhan dan Sel Hewan

Meskipun sama-sama eukariotik, mitokondria pada tumbuhan dan hewan memiliki perbedaan karakteristik yang spesifik.

Perbedaan ini muncul akibat kebutuhan metabolisme dan gaya hidup yang berbeda antara keduanya.

Berikut adalah ringkasan perbandingan untuk memudahkanmu membedakan peran organel tersebut secara akademis.

Aspek Pembeda Mitokondria Sel Tumbuhan Mitokondria Sel Hewan
Sumber Bahan Bakar Produk fotosintesis (Gula/Amilum) Makanan dari luar (Heterotrof)
Fungsi Khusus Terlibat dalam Fotorespirasi Tidak ada Fotorespirasi
Produksi ATP Terutama aktif saat malam hari Aktif terus menerus (siang & malam)
Ketergantungan Bekerja sama dengan Kloroplas Bekerja mandiri sebagai pusat energi
Genom Ukuran DNA lebih besar & kompleks Ukuran DNA relatif lebih kecil
Distribusi Jumlah bervariasi tergantung jaringan Sangat banyak di sel otot/saraf

Tabel ini menegaskan bahwa mitokondria tumbuhan memiliki beban kerja yang lebih spesifik dan adaptif.

Memahami Kompleksitas Mesin Kehidupan

Mempelajari fungsi mitokondria pada sel tumbuhan membuka mata kita akan kerumitan sistem pertahanan hidup organisme nabati.

Organel ini bukan sekadar pembangkit listrik, melainkan manajer energi yang cerdas dalam mengatur sumber daya siang dan malam.

Pemahaman mendalam tentang mekanisme ini adalah kunci menguasai fisiologi tumbuhan secara utuh.

Jika kamu ingin memperdalam wawasan mengenai seluk-beluk sel dengan referensi yang valid dan ilmiah, literatur berkualitas adalah investasi terbaik.

Buku Biologi Sel dan Molekuler karya Hermawan, S. Si, M. Pd merupakan panduan komprehensif yang wajib dimiliki.

Buku ini menjelaskan secara rinci mengenai sel yang ada pada makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan.

Sel dikupas tuntas sebagai komponen paling kecil yang menyusun kehidupan tumbuhan, hewan, bahkan manusia.

Proses-proses rumit yang terjadi di dalam sel dibahas sedemikian rupa dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Setiap mekanisme kehidupan dibahas mendalam sehingga siswa bahkan mahasiswa penasaran ingin terus membacanya.

Buku ini menjadi jembatan ilmu yang sempurna untuk memahami dasar-dasar kehidupan molekuler secara utuh.

Segera miliki gudang ilmu biologi ini dengan membeli versi digitalnya di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau