Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kompas.com, 6 Agustus 2026, 12:00 WIB
Monety Talk Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo Monety Talk
Rujukan artikel ini:
Career Jungle, Tentang Menemukan Arah…
Pengarang: Hany Gungoro, Melisa Hendrawati,…
|
Editor Novia Putri Anindhita

Apa yang membuat seseorang mau datang ke toko buku, menghabiskan waktu berjam-jam di dalamnya, lalu kembali lagi di lain hari? Jawabannya ternyata tidak selalu soal seberapa lengkap koleksi buku yang tersedia.

Di tengah kebiasaan belanja yang semakin praktis dan serbadigital, pengalaman ketika berada di sebuah toko justru bisa menjadi alasan seseorang memilih datang langsung.

Hal ini pula yang terlihat dari konsep baru yang dikembangkan Gramedia melalui Makarya dan Gramedia Jalma.

Dalam episode podcast di YouTube Monety Official bersama Adis dari tim Business Development Gramedia, dibahas bagaimana toko buku tidak hanya perlu menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang yang membuat orang merasa nyaman untuk datang, melihat-lihat, menemukan sesuatu yang baru, hingga berinteraksi dengan orang lain.

Ada tiga elemen yang menjadi perhatian dalam membangun pengalaman tersebut, yaitu the art of display, the art of collaboration, dan the art of hospitality.

Ketiganya menawarkan perspektif menarik tentang bagaimana sebuah tempat dapat membuat pengunjung merasa lebih dekat dan akhirnya ingin kembali.

Cara Menampilkan Produk Bisa Mengubah Cara Orang Melihatnya

Pernah merasa malas masuk ke toko buku karena melihat rak yang penuh dan tidak tahu harus mulai dari mana? Bagi sebagian orang, toko buku yang terlalu besar justru bisa terasa intimidating.

Pilihannya terlalu banyak, sementara pengunjung tidak selalu tahu buku mana yang cocok untuk mereka.

Karena itu, cara sebuah buku ditampilkan ternyata memiliki peran penting.

Dalam podcast tersebut, Adis menjelaskan bahwa salah satu pendekatan yang digunakan adalah membuat suasana toko tidak terasa mengintimidasi.

Penataan rak dibuat secara sengaja agar pengunjung lebih mudah menemukan buku yang menarik perhatian.

Bahkan, nama kategori rak dibuat dengan bahasa yang lebih dekat dengan pembaca, bukan sekadar menggunakan istilah kategori buku yang formal.

Pendekatan ini sebenarnya bisa diterapkan pada banyak jenis bisnis.

Ketika menjual produk, jangan hanya berpikir tentang apa yang ingin dijual.

Pikirkan juga bagaimana pelanggan akan menemukan dan memahami produk tersebut.

Kolaborasi Bisa Membuat Sebuah Tempat Punya Karakter

Elemen kedua adalah kolaborasi.

Dalam pengembangan Makarya, konsep toko buku tersebut dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri buku independen dan bisnis coffee shop.

Pendekatan ini membuat ruang yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada buku, tetapi juga memiliki karakter yang lebih dekat dengan komunitas dan aktivitas sehari-hari.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Bagi pengunjung, kolaborasi semacam ini bisa menciptakan alasan tambahan untuk datang.

Kolaborasi yang menarik justru bisa terjadi ketika dua pihak memiliki nilai yang saling melengkapi.

Kuncinya adalah mencari kesamaan nilai dan menciptakan pengalaman yang tidak bisa didapatkan pelanggan jika masing-masing pihak berjalan sendiri.

Pelanggan Datang Kembali karena Merasa Dikenal

Ada satu hal yang sering dilupakan bisnis ketika berusaha meningkatkan pengalaman pelanggan, yaitu hospitality.

Pelayanan yang baik bukan hanya tentang tersenyum atau menyapa pelanggan.

Lebih jauh dari itu, pelanggan ingin merasa bahwa mereka diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar angka transaksi.

Konsep ini terlihat dalam cara Makarya memandang orang-orang yang bekerja di dalam toko.

Mereka disebut sebagai pramu buku, yaitu orang-orang yang tidak hanya memahami buku, tetapi juga diharapkan mampu menjadi teman berdiskusi bagi pengunjung.

Jangan Hanya Mengejar Transaksi, Bangun Alasan untuk Kembali

Salah satu tantangan terbesar bisnis fisik di era digital adalah memberikan alasan bagi pelanggan untuk datang langsung.

Dalam podcast tersebut, Adis menjelaskan bahwa sebelumnya ada jarak antara toko dan audiens karena hubungan yang terbentuk hanya bersifat transaksional.

Dari sini, konsep toko kemudian diarahkan untuk menciptakan ruang yang lebih dekat dengan pengunjung.

Ketika sebuah tempat mampu memberikan alasan tersebut, hubungan antara bisnis dan pelanggan bisa berkembang lebih jauh.

Pelanggan tidak lagi datang hanya karena membutuhkan produk.

Mereka datang karena merasa nyaman berada di sana.

Konsep yang dibangun melalui Makarya dan Gramedia Jalma ini menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan bukanlah satu elemen tunggal.

Terbentuk dari banyak detail yang saling terhubung, mulai dari cara produk ditampilkan, siapa saja yang diajak berkolaborasi, hingga bagaimana pelanggan diperlakukan ketika berada di dalam ruang tersebut.

Untuk mengetahui cerita di balik pengembangan Gramedia Jalma dan Makarya secara lebih lengkap, termasuk bagaimana Gramedia mencoba mendengarkan kebutuhan pembaca dan menghadirkan konsep toko yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, saksikan episode podcast Monety Official selengkapnya di YouTube Monety Official.

Jangan lupa untuk terus mendapatkan insight menarik seputar bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, news update, dan rekomendasi buku untuk meningkatkan skill dengan mengikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan mengunjungi www.monety.id.

Monety adalah platform belajar untuk Milenial dan Gen Z yang menghadirkan berbagai konten seputar bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, dan perkembangan berita terkini, sekaligus memberikan rekomendasi buku yang bisa membantu pembaca terus belajar dan mengembangkan diri.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau