Buku Online to Offline, Offline to Online Punya ribuan bahkan jutaan followers tentu terlihat menyenangkan.
Angka terus bertambah, konten ramai, dan bisnis terasa semakin dikenal.
Tapi, pernahkah kamu berpikir kalau misalnya besok platform tempat kamu mengumpulkan followers tiba-tiba tidak bisa digunakan, apakah kamu masih bisa menghubungi pelangganmu?
Pertanyaan ini menjadi salah satu pembahasan menarik dalam podcast YouTube Monety Official bersama Patrick Rimba.
Menurutnya, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pebisnis adalah terlalu fokus mengejar traffic baru tanpa memikirkan bagaimana menyimpan dan mengelola data pelanggan yang sudah didapatkan.
Di media sosial dan marketplace, kita memang bisa mendapatkan banyak calon pelanggan.
Masalahnya, tidak semua informasi tentang mereka bisa kita kendalikan.
Padahal, pelanggan yang sudah pernah membeli atau berinteraksi dengan bisnis sebenarnya merupakan aset yang sangat berharga.
Karena itu, salah satu ukuran penting dalam strategi online to offline dan offline to online adalah seberapa banyak database yang berhasil kamu kumpulkan.
Database tersebut bisa berupa nomor telepon atau email yang memungkinkan kamu kembali berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih langsung.
Jadi, jangan hanya bertanya, “Berapa followers-ku?”
Coba tambahkan pertanyaan lain: “Berapa pelanggan yang benar-benar bisa kuhubungi?”
Kamu tidak perlu langsung membuat sistem yang rumit untuk mulai membangun database.
Kalau punya toko fisik, kamu bisa menyediakan QR yang mengarahkan pelanggan ke grup atau kanal.
Sebagai imbalannya, pelanggan bisa mendapatkan voucher atau penawaran khusus.
Sementara kalau bisnis kamu berjalan secara online, kamu juga bisa membuat penawaran tertentu yang mendorong pelanggan memberikan kontak secara sukarela.
Contohnya:
Dalam podcast, ada contoh brand fashion yang mencatat data pelanggan dari transaksi mereka, baik dari toko fisik maupun marketplace.
Data tersebut kemudian menjadi aset yang sangat berguna ketika kondisi bisnis berubah.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Setelah berhasil mengumpulkan database, fokus berikutnya adalah bagaimana menghidupkan dan mengembangkan komunitas.
Membangun komunitas bukan sekadar mengumpulkan anggota lalu menawarkan produk kepada mereka.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menjadikan komunitas hanya sebagai tempat untuk promosi dan jualan.
Jika hal ini terus dilakukan, anggota bisa merasa tidak mendapatkan manfaat dan akhirnya memilih untuk keluar dari komunitas.
Agar komunitas tetap hidup, ada setidaknya tiga hal yang bisa kamu berikan, yaitu edukasi, pengembangan diri, dan networking.
Penjualan sebaiknya bukan satu-satunya alasan orang bergabung dan berada di dalam komunitas.
Misalnya, kamu menjual produk skincare.
Jangan hanya mengirimkan promo atau menawarkan produk setiap saat.
Kamu bisa membagikan edukasi tentang cara memilih produk sesuai kebutuhan kulit, cara menyimpan produk, atau mengadakan sesi berbagi dengan anggota komunitas.
Ketika anggota merasa mendapatkan manfaat, mereka akan punya alasan untuk tetap berada di dalam komunitas.
Bahkan, mereka bisa dengan sukarela merekomendasikan komunitas atau bisnismu kepada orang lain.
Inilah yang membuat database bukan sekadar kumpulan nomor telepon.
Database yang dikelola dengan baik bisa berkembang menjadi komunitas, dan komunitas bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis.
Pembahasan mengenai database, komunitas, strategi online to offline dan offline to online, hingga cara bisnis mengurangi ketergantungan pada platform dapat kamu simak lebih lengkap di YouTube Monety Official.
Kalau kamu ingin mempelajari strategi online to offline dan offline to online secara lebih praktis, buku Online to Offline, Offline to Online bisa menjadi referensi yang menarik.
Buku ini membahas bagaimana bisnis digital dapat dikembangkan dengan memanfaatkan kekuatan hubungan dan silaturahmi, sekaligus membangun ekosistem bisnis yang lebih berkelanjutan.
Buku ini tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, maupun toko Gramedia terdekat.
Jangan lupa ikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan kunjungi www.monety.id untuk mendapatkan berbagai insight seputar bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, news update, dan rekomendasi buku.
Monety adalah platform belajar untuk Milenial dan Gen Z yang membantu kamu menambah wawasan dan skill.