Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Punya Banyak Followers, Tapi Benarkah Itu Aset Bisnis?

Kompas.com, 15 September 2026, 12:00 WIB
Buku Online to Offline, Offline to Online Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo Buku Online to Offline, Offline to Online
Rujukan artikel ini:
Online to Offline, Offline to…
Pengarang: Patrick Rimba
|
Editor Novia Putri Anindhita

Punya ribuan bahkan jutaan followers tentu terlihat menyenangkan.

Angka terus bertambah, konten ramai, dan bisnis terasa semakin dikenal.

Tapi, pernahkah kamu berpikir kalau misalnya besok platform tempat kamu mengumpulkan followers tiba-tiba tidak bisa digunakan, apakah kamu masih bisa menghubungi pelangganmu?

Pertanyaan ini menjadi salah satu pembahasan menarik dalam podcast YouTube Monety Official bersama Patrick Rimba.

Menurutnya, salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pebisnis adalah terlalu fokus mengejar traffic baru tanpa memikirkan bagaimana menyimpan dan mengelola data pelanggan yang sudah didapatkan.

Followers Bukan Berarti Database

Di media sosial dan marketplace, kita memang bisa mendapatkan banyak calon pelanggan.

Masalahnya, tidak semua informasi tentang mereka bisa kita kendalikan.

Padahal, pelanggan yang sudah pernah membeli atau berinteraksi dengan bisnis sebenarnya merupakan aset yang sangat berharga.

Karena itu, salah satu ukuran penting dalam strategi online to offline dan offline to online adalah seberapa banyak database yang berhasil kamu kumpulkan.

Database tersebut bisa berupa nomor telepon atau email yang memungkinkan kamu kembali berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih langsung.

Jadi, jangan hanya bertanya, “Berapa followers-ku?”

Coba tambahkan pertanyaan lain: “Berapa pelanggan yang benar-benar bisa kuhubungi?”

Mulai Kumpulkan Database dari Hal Sederhana

Kamu tidak perlu langsung membuat sistem yang rumit untuk mulai membangun database.

Kalau punya toko fisik, kamu bisa menyediakan QR yang mengarahkan pelanggan ke grup atau kanal.

Sebagai imbalannya, pelanggan bisa mendapatkan voucher atau penawaran khusus.

Sementara kalau bisnis kamu berjalan secara online, kamu juga bisa membuat penawaran tertentu yang mendorong pelanggan memberikan kontak secara sukarela.

Contohnya:

  • Voucher untuk pembelian berikutnya
  • Diskon khusus anggota
  • Akses ke grup atau komunitas
  • Informasi atau edukasi eksklusif

Dalam podcast, ada contoh brand fashion yang mencatat data pelanggan dari transaksi mereka, baik dari toko fisik maupun marketplace.

Data tersebut kemudian menjadi aset yang sangat berguna ketika kondisi bisnis berubah.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jangan Jadikan Komunitas sebagai Tempat Jualan Saja

Setelah berhasil mengumpulkan database, fokus berikutnya adalah bagaimana menghidupkan dan mengembangkan komunitas.

Membangun komunitas bukan sekadar mengumpulkan anggota lalu menawarkan produk kepada mereka.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menjadikan komunitas hanya sebagai tempat untuk promosi dan jualan.

Jika hal ini terus dilakukan, anggota bisa merasa tidak mendapatkan manfaat dan akhirnya memilih untuk keluar dari komunitas.

Agar komunitas tetap hidup, ada setidaknya tiga hal yang bisa kamu berikan, yaitu edukasi, pengembangan diri, dan networking.

Penjualan sebaiknya bukan satu-satunya alasan orang bergabung dan berada di dalam komunitas.

Misalnya, kamu menjual produk skincare.

Jangan hanya mengirimkan promo atau menawarkan produk setiap saat.

Kamu bisa membagikan edukasi tentang cara memilih produk sesuai kebutuhan kulit, cara menyimpan produk, atau mengadakan sesi berbagi dengan anggota komunitas.

Ketika anggota merasa mendapatkan manfaat, mereka akan punya alasan untuk tetap berada di dalam komunitas.

Bahkan, mereka bisa dengan sukarela merekomendasikan komunitas atau bisnismu kepada orang lain.

Inilah yang membuat database bukan sekadar kumpulan nomor telepon.

Database yang dikelola dengan baik bisa berkembang menjadi komunitas, dan komunitas bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis.

Pembahasan mengenai database, komunitas, strategi online to offline dan offline to online, hingga cara bisnis mengurangi ketergantungan pada platform dapat kamu simak lebih lengkap di YouTube Monety Official.

Kalau kamu ingin mempelajari strategi online to offline dan offline to online secara lebih praktis, buku Online to Offline, Offline to Online bisa menjadi referensi yang menarik.

Buku ini membahas bagaimana bisnis digital dapat dikembangkan dengan memanfaatkan kekuatan hubungan dan silaturahmi, sekaligus membangun ekosistem bisnis yang lebih berkelanjutan.

Buku ini tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital, maupun toko Gramedia terdekat.

Jangan lupa ikuti Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan kunjungi www.monety.id untuk mendapatkan berbagai insight seputar bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, news update, dan rekomendasi buku.

Monety adalah platform belajar untuk Milenial dan Gen Z yang membantu kamu menambah wawasan dan skill.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau