Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gunung Api: Kekuatan Bumi yang Menakjubkan dan Mematikan

Kompas.com, 15 September 2026, 15:00 WIB
Buku Gunung Api  – Perjalanan Menjelajahi Gunung Api Dahsyat di Dunia Sumber Gambar: Dok. M&C! Buku Gunung Api  – Perjalanan Menjelajahi Gunung Api Dahsyat di Dunia
Rujukan artikel ini:
Gunung Api - Perjalanan Menjelajahi…
Pengarang: Tom Jackson, Maggie Li
|
Editor Novia Putri Anindhita

Gunung api adalah salah satu fenomena alam paling menakjubkan di Planet Bumi.

Dari puncak yang diselimuti salju hingga kawah yang menyemburkan lava pijar, gunung api memperlihatkan betapa dinamis dan hidupnya Bumi yang kita tempati.

Gunung Api – Perjalanan Menjelajahi Gunung Api Dahsyat di Dunia mengajak pembaca menjelajahi dunia gunung api dari berbagai belahan dunia, sambil mengenalkan proses ilmiah di balik letusan, dampaknya bagi manusia, serta jejak yang ditinggalkannya dalam sejarah dan bentang alam.

Keunikan Bentuk dan Letak Gunung Api

Salah satu hal menarik yang dibahas adalah bagaimana bentuk dan lokasi gunung api sangat dipengaruhi oleh struktur Bumi.

Misalnya, Gunung Chimborazo di Ekuador disebut sebagai puncak terjauh dari pusat Bumi meskipun tidak setinggi Everest.

Hal ini terjadi karena Bumi menggembung di sekitar khatulistiwa akibat rotasinya.

Fakta ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang gunung api tidak bisa dilepaskan dari bentuk dan dinamika planet kita secara keseluruhan.

Buku ini juga menjelaskan berbagai jenis gunung api, seperti gunung api kerucut, gunung api perisai, hingga kaldera.

Masing-masing memiliki ciri khas, jenis letusan, dan potensi bahaya yang berbeda.

Penjelasan ini membantu pembaca memahami mengapa tidak semua letusan gunung api bersifat sama.

Letusan Dahsyat dan Dampaknya bagi Manusia

Sejarah mencatat bahwa letusan gunung api sering kali membawa dampak besar bagi peradaban manusia. Indonesia sendiri memiliki rekam jejak letusan paling dahsyat dalam sejarah modern.

Letusan Gunung Tambora pada tahun 1815 di Nusa Tenggara Barat, misalnya, menjadi letusan terbesar yang pernah dicatat manusia.

Semburan debunya menutup atmosfer hingga memicu Year Without a Summer (Tahun tanpa Musim Panas) di Eropa dan Amerika Utara, yang berujung pada gagal panen dan kelaparan global.

Letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 di Selat Sunda menghasilkan dentuman dahsyat yang terdengar hingga ribuan kilometer.

Letusan ini memicu gelombang tsunami tinggi yang menghancurkan puluhan desa di pesisir Jawa dan Sumatra, serta mengubah peta geografis di sekitarnya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Di belahan dunia lain, letusan Nevado del Ruiz di Kolombia pada tahun 1985 menimbulkan lahar mematikan yang menewaskan sekitar 25.000 jiwa akibat lelehan es di puncaknya.

Sementara itu, letusan Gunung Pelée di Martinique pada tahun 1902 menunjukkan betapa cepatnya aliran piroklastik atau awan panas menghancurkan kota Saint-Pierre hanya dalam hitungan menit.

Peristiwa-peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang betapa berbahayanya gunung api, sekaligus mendorong perkembangan ilmu pemantauan vulkanik modern.

Gunung Api Super dan Ancaman Skala Global

Buku ini juga membahas gunung api super, yaitu gunung api dengan potensi letusan paling besar di Bumi.

Yellowstone di Amerika Serikat dan Danau Toba di Sumatra adalah contoh gunung api super yang pernah meletus dengan dampak global.

Letusan Toba sekitar 75.000 tahun lalu bahkan diduga hampir memusnahkan manusia purba akibat perubahan iklim ekstrem yang ditimbulkannya.

Meski peluang terjadinya letusan gunung api super sangat kecil, para ilmuwan terus memantaunya untuk mengurangi risiko di masa depan.

Jejak Gunung Api yang Telah Padam

Tidak semua gunung api masih aktif.

Banyak gunung api purba yang telah punah dan terkikis oleh waktu, meninggalkan sisa-sisa menakjubkan seperti Ball’s Pyramid di Australia, Shiprock di Amerika Serikat, atau Castle Rock di Skotlandia.

Bentang alam ini menjadi bukti bahwa gunung api tidak hanya menghancurkan, tetapi juga membentuk wajah Bumi selama jutaan tahun.

Melalui kisah-kisah gunung api di seluruh dunia, buku ini memperlihatkan keseimbangan antara keindahan dan bahaya alam.

Gunung api memberi kita tanah subur, pemandangan spektakuler, dan wawasan tentang isi perut Bumi.

Namun, tak hanya itu, gunung api juga menuntut kewaspadaan dan rasa hormat.

Dengan bahasa yang informatif dan contoh nyata dari berbagai negara, buku ini menjadi jendela pengetahuan yang memperkaya pemahaman pembaca, terutama anak dan remaja, tentang kekuatan luar biasa yang membentuk planet kita.

Dapatkan buku Gunung Api – Perjalanan Menjelajahi Gunung Api Dahsyat di Dunia di Toko Buku Gramedia terdekat atau secara online melalui Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau