Kapan Puyuh Mulai Bertelur Burung puyuh merupakan salah satu unggas petelur yang banyak dipelihara karena produktivitas telurnya tinggi, perawatannya relatif mudah, dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas.
Selain itu, telur puyuh memiliki permintaan pasar yang cukup stabil sehingga usaha ternak puyuh banyak diminati, baik oleh peternak pemula maupun pelaku usaha skala rumahan.
Salah satu hal yang penting diketahui sebelum memulai usaha ternak puyuh adalah kapan puyuh mulai bertelur.
Mengetahui umur ideal puyuh mulai bertelur sangat penting untuk menentukan jadwal pemberian pakan, pengaturan kandang, serta memperkirakan kapan ternak mulai menghasilkan keuntungan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap usia puyuh mulai bertelur, faktor yang memengaruhinya, serta cara meningkatkan produksi telur.
Puyuh petelur umumnya mulai bertelur pada umur 35–45 hari atau sekitar 5–6 minggu setelah menetas.
Pada kondisi pemeliharaan yang baik, sebagian puyuh bahkan dapat mulai menghasilkan telur pertama pada umur sekitar 40 hari.
Untuk produksi telur biasanya akan meningkat secara bertahap dan mencapai puncaknya pada umur 2–5 bulan.
Mengetahui tanda-tanda fisik puyuh yang siap bertelur dapat membantu peternak mempersiapkan pakan dan kondisi kandang dengan lebih baik.
Beberapa ciri yang dapat diperhatikan antara lain:
Puyuh betina yang mulai memasuki masa bertelur biasanya memiliki tubuh yang lebih besar, bulat, dan berisi.
Perubahan ini terjadi seiring perkembangan organ reproduksi dan meningkatnya kebutuhan tubuh menjelang produksi telur.
Tulang pubis di sekitar bagian belakang tubuh biasanya terasa lebih renggang ketika puyuh betina mulai memasuki masa produksi.
Kondisi ini karena tubuh bersiap untuk proses pengeluaran telur.
Kloaka puyuh betina yang siap bertelur biasanya tampak lebih besar, lembap, dan berwarna kemerahan.
Menjelang masa bertelur, kebutuhan nutrisi meningkat sehingga puyuh cenderung makan lebih banyak.
Puyuh yang siap bertelur akan terlihat lebih tenang dan memilih sudut kandang tertentu untuk beristirahat.
Pakan merupakan faktor paling penting dalam menentukan cepat atau lambatnya puyuh bertelur.
Puyuh petelur membutuhkan protein 20–24%, kalsium yang cukup, fosfor, vitamin A, D, dan E, serta energi yang seimbang.
Kekurangan protein dapat menyebabkan pertumbuhan organ reproduksi terhambat sehingga puyuh terlambat bertelur.
Puyuh membutuhkan 14–16 jam cahaya per hari untuk merangsang produksi hormon reproduksi.
Jika pencahayaan kurang, puyuh dapat terlambat bertelur, produksi telur rendah, atau berhenti bertelur sementara.
Peternak biasanya menambahkan lampu pada malam hari untuk menjaga durasi pencahayaan tetap optimal.
Suhu ideal untuk puyuh petelur berkisar 20–27°C.
Suhu yang terlalu panas dapat menyebabkan stres, nafsu makan menurun, dan produksi telur terganggu.
Kelembapan yang terlalu tinggi juga dapat memengaruhi kesehatan puyuh dan kualitas telur.
Kandang yang terlalu padat membuat puyuh mudah stres dan saling mematuk.
Idealnya, satu ekor puyuh membutuhkan ruang sekitar 150–200 cm² agar tetap nyaman dan produktif.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Bibit dari indukan yang produktif biasanya memiliki kemampuan bertelur lebih cepat dan lebih stabil dibanding bibit berkualitas rendah.
Oleh karena itu, memilih DOC (Day Old Quail) dari peternak terpercaya sangat penting.
Telur pertama biasanya berukuran lebih kecil.
Setelah 1–2 minggu, ukuran telur akan semakin normal dan jumlah telur meningkat.
Perkiraan perkembangan produksi:
| Umur Puyuh | Produksi Telur |
| 40 hari | Mulai bertelur beberapa butir |
| 45–50 hari | Sekitar 20–40% populasi bertelur |
| 55–60 hari | Sekitar 60–80% populasi bertelur |
| 70 hari ke atas | Produksi dapat mencapai 80–90% |
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan puyuh terlambat memasuki masa produksi telur.
Kekurangan protein dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi puyuh.
Kondisi ini cukup sering terjadi pada peternakan skala kecil.
Pencahayaan berperan dalam merangsang aktivitas reproduksi pada puyuh.
Puyuh yang hanya mendapat cahaya alami kurang dari 12 jam sering mengalami keterlambatan produksi telur.
Puyuh yang mengalami stres dapat mengalami keterlambatan bertelur atau penurunan produksi telur.
Kondisi ini bisa dipicu oleh suara bising, perpindahan kandang, gangguan hewan lain, atau penanganan yang terlalu kasar.
Penyakit seperti infeksi saluran pencernaan atau gangguan pernapasan dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi.
Jika umur puyuh dalam satu kandang berbeda-beda, maka waktu mulai bertelurnya juga tidak bersamaan.
Gunakan pakan khusus puyuh petelur dengan kandungan protein, energi, dan kalsium yang sesuai.
Nutrisi yang cukup membantu mendukung perkembangan organ reproduksi dan produksi telur.
Kalsium dibutuhkan untuk membantu pembentukan cangkang telur.
Sumber kalsium dapat diperoleh dari tepung kulit kerang, tepung tulang, atau premiks mineral khusus unggas.
Gunakan lampu dengan pencahayaan cukup sehingga total cahaya mencapai 14–16 jam per hari.
Kandang yang bersih mengurangi risiko penyakit dan membuat puyuh lebih nyaman.
Perubahan pakan, suhu, atau lokasi kandang secara tiba-tiba dapat menyebabkan puyuh stres dan menunda produksi telur.
Puyuh termasuk unggas dengan produktivitas tinggi.
Dalam kondisi ideal, seekor puyuh dapat menghasilkan 250–300 butir telur per tahun.
Produksi tertinggi biasanya terjadi pada umur 3–8 bulan, kemudian perlahan menurun setelah umur sekitar satu tahun.
Itulah penjelasan mengenai kapan puyuh mulai bertelur, tanda-tanda puyuh siap bertelur, faktor yang memengaruhi produksi telur, serta cara agar puyuh dapat bertelur secara optimal.
Bagi kamu yang sedang atau ingin memulai budi daya burung puyuh, buku Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur bisa menjadi bacaan pendamping.
Buku ini membahas pembibitan dan cara sexing puyuh, teknik penetasan dan pemeliharaan, pembuatan pakan murah dan bergizi, hingga cara mengenali, mencegah, dan mengatasi berbagai penyakit pada puyuh.
Buku ini juga membahas berbagai prospek hasil sampingan dari budi daya burung puyuh.
Buku Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur ini tersedia di Gramedia Digital.