Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soft Spending vs Soft Saving, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya 

Kompas.com, 31 Juli 2026, 15:00 WIB
Soft Spending vs Soft Saving  Sumber Gambar: Magnific.com Soft Spending vs Soft Saving 
Rujukan artikel ini:
Kendalikan Uangmu: Yuk, Jadi Financial…
Pengarang: FinGram Indonesia
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Cara orang mengatur keuangan terus berkembang mengikuti perubahan gaya hidup dan cara pandang terhadap uang.

Jika dulu menabung dan berhemat sering dianggap sebagai kunci utama mencapai kondisi finansial yang sehat, kini muncul berbagai istilah baru yang menggambarkan cara generasi muda mengelola uang, termasuk soft spending dan soft saving.

Kedua istilah ini mungkin terdengar mirip, tetapi sebenarnya memiliki fokus yang berbeda.

Soft spending lebih berkaitan dengan cara seseorang membelanjakan uang untuk menikmati hidup, sedangkan soft saving menggambarkan pendekatan menabung yang lebih fleksibel dan tidak terlalu berorientasi pada target finansial jangka panjang.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan soft spending dan soft saving? Yuk, simak penjelasannya!

Arti Soft Spending & Soft Saving

Cara generasi muda memandang uang kini semakin beragam.

Jika sebelumnya mengelola keuangan sering dikaitkan dengan menabung sebanyak mungkin dan mengurangi pengeluaran, kini muncul pendekatan yang lebih fleksibel, yaitu soft spending dan soft saving.

Kedua istilah ini banyak dibicarakan sebagai bagian dari tren finansial yang mendorong seseorang untuk tetap memikirkan masa depan, tetapi tidak sepenuhnya mengorbankan kenyamanan dan kebahagiaan di masa kini.

Meski terdengar seperti istilah keuangan, soft spending dan soft saving bukan metode finansial resmi.

Keduanya lebih tepat dipahami sebagai istilah populer yang menggambarkan cara seseorang mengatur uang berdasarkan prioritas, kebutuhan, dan tujuan hidup.

Lalu, apa arti masing-masing istilah tersebut?

Soft Spending: Mengeluarkan Uang untuk Menikmati Hidup

Soft spending menggambarkan kebiasaan membelanjakan uang untuk hal-hal yang memberikan kenyamanan, pengalaman, atau kebahagiaan, tanpa terlalu terikat pada prinsip berhemat secara ketat.

Bukan berarti menghabiskan uang tanpa pertimbangan, tetapi lebih kepada memberikan ruang untuk menikmati hasil kerja dan menjalani kehidupan saat ini.

Contoh soft spending dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

  • Membeli makanan atau minuman favorit sebagai bentuk apresiasi setelah menjalani aktivitas yang melelahkan.
  • Menonton konser, pergi berlibur, atau mencoba aktivitas baru untuk mendapatkan pengalaman yang berkesan.
  • Membeli barang yang memang diinginkan, selama pengeluaran tersebut sudah disesuaikan dengan kemampuan finansial.
  • Mengeluarkan uang untuk hobi dan hiburan, seperti membeli buku, mengikuti kelas, atau melakukan aktivitas yang disukai.
  • Memilih kenyamanan tertentu, misalnya menggunakan transportasi yang lebih praktis ketika memang dibutuhkan.

Intinya, soft spending menekankan bahwa uang tidak hanya digunakan untuk disimpan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Namun, tetap penting untuk membedakan antara pengeluaran yang direncanakan dengan belanja impulsif agar kebiasaan ini tidak justru mengganggu kondisi keuangan.

Soft Saving: Menabung dengan Cara yang Lebih Fleksibel

Sementara itu, soft saving merupakan pendekatan menabung yang lebih fleksibel dan tidak terlalu berfokus pada mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk masa depan yang jauh.

Seseorang tetap menyisihkan uang, tetapi juga memberikan ruang untuk menikmati kehidupan saat ini dan memenuhi tujuan finansial yang lebih dekat.

Beberapa contoh soft saving antara lain:

  • Menabung sesuai kemampuan, tanpa memaksakan nominal tertentu yang justru membuat kebutuhan sehari-hari terganggu.
  • Menyisihkan uang untuk tujuan jangka pendek, seperti liburan, pendidikan, membeli barang yang dibutuhkan, atau pengalaman tertentu.
  • Mengutamakan keseimbangan antara masa kini dan masa depan sehingga tidak seluruh pendapatan hanya disimpan.
  • Menyesuaikan target keuangan dengan kondisi pribadi, bukan sekadar mengikuti standar atau pencapaian finansial orang lain.
  • Tetap memiliki dana untuk kebutuhan penting, sambil memberikan ruang untuk menikmati hasil kerja secara wajar.

Dengan pendekatan ini, menabung tidak selalu dianggap sebagai kegiatan yang harus mengorbankan seluruh kesenangan saat ini.

Namun, soft saving juga bukan berarti mengabaikan masa depan.

Kebutuhan dasar, dana darurat, dan tujuan finansial jangka panjang tetap perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jika disederhanakan, soft spending berfokus pada bagaimana seseorang menggunakan uang untuk menikmati kehidupan saat ini, sedangkan soft saving lebih menekankan cara menyisihkan uang dengan pendekatan yang fleksibel.

Keduanya memiliki satu kesamaan, yaitu berusaha menciptakan hubungan yang lebih seimbang dengan uang, bukan sekadar memilih antara "menikmati sekarang" atau "menabung untuk nanti".

Cara Menemukan Keseimbangan Finansial yang Tepat

Menikmati hasil kerja sekaligus mempersiapkan masa depan memang bisa berjalan beriringan.

Kuncinya adalah menemukan pola pengelolaan uang yang sesuai dengan kondisi dan prioritas masing-masing.

Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

1. Kenali Kebutuhan dan Keinginan

Sebelum mengeluarkan uang, coba bedakan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya diinginkan.

Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati soft spending tanpa mengorbankan kebutuhan utama.

2. Tentukan Prioritas Keuangan

Buat urutan prioritas, mulai dari kebutuhan sehari-hari, dana darurat, tabungan, hingga hiburan.

Setelah kebutuhan penting terpenuhi, kamu bisa lebih tenang mengalokasikan uang untuk hal-hal yang membuat bahagia.

3. Sisihkan Uang di Awal

Jangan menunggu sisa uang di akhir bulan untuk menabung.

Sisihkan sebagian pendapatan terlebih dahulu, lalu gunakan sisanya untuk kebutuhan dan pengeluaran lainnya.

4. Tetapkan Batas Pengeluaran untuk Bersenang-senang

Menikmati hidup tidak harus selalu berarti boros.

Tentukan batas pengeluaran untuk hobi, hiburan, atau jajan agar tetap bisa bersenang-senang tanpa membuat kondisi keuangan berantakan.

5. Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial

Jangan memaksakan gaya hidup hanya karena mengikuti tren atau melihat pencapaian orang lain di media sosial.

Kondisi keuangan setiap orang berbeda sehingga strategi yang cocok untuk orang lain belum tentu cocok untukmu.

6. Tetap Siapkan Masa Depan

Fleksibel dalam menabung bukan berarti mengabaikan tujuan jangka panjang.

Pastikan tetap memiliki dana darurat dan persiapan finansial sesuai kebutuhan agar lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.

Soft spending dan soft saving menunjukkan bahwa mengatur keuangan tidak selalu harus tentang menahan diri atau menabung sebanyak mungkin.

Kamu tetap bisa menikmati hasil kerja dan memenuhi kebutuhan saat ini, sambil mempersiapkan masa depan dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dan prioritas.

Agar lebih bijak mengelola keuangan dan mengambil keputusan finansial, buku Kendalikan Uangmu: Yuk, Jadi Financial Planner untuk Diri Sendiri! dapat menjadi referensi yang tepat.

Buku ini terdiri dari delapan bab yang membahas berbagai topik penting, mulai dari membangun pola pikir keuangan yang sehat hingga memahami dasar-dasar investasi.

Melalui pembahasan yang praktis dan mudah dipahami, buku ini akan mengajak kamu untuk memahami cara berpikir, bersikap, dan bertindak terhadap uang agar mampu mengelola keuangan dengan lebih baik dalam berbagai situasi.

Yuk, pesan bukunya sekarang di Gramedia.com dan Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

buku
Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

buku
8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

buku
Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

buku
4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

buku
8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

buku
7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

buku
Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

buku
Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

buku
Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

buku
Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

buku
Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

buku
Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

buku
Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau