Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

Kompas.com, 16 Juli 2026, 14:00 WIB
Sumber Gambar: Dok. Elex Media Komputindo
Rujukan artikel ini:
Peoplemath
Pengarang: Agus Dwi Handaya
|
Editor Novia Putri Anindhita

Di balik berbagai transformasi besar yang terjadi di dunia kerja, selalu ada satu pertanyaan yang menarik untuk dijawab: apa sebenarnya yang membuat sebuah organisasi mampu bertahan, berkembang, dan terus menghasilkan kinerja terbaik? Bagi Agus Dwi Handaya, jawabannya bukan semata-mata strategi bisnis, teknologi, atau sistem kerja, melainkan kualitas manusia yang berada di dalamnya.

Pemikiran tersebut lahir dari perjalanan karier Agus yang telah berkecimpung selama hampir tiga dekade di bidang human capital dan pengembangan organisasi.

Kariernya dimulai pada tahun 1997 di Bank Exim Medan, kemudian menjadi bagian dari proses merger besar yang melahirkan Bank Mandiri, sebuah pengalaman yang menjadi titik penting dalam membentuk cara pandangnya mengenai kepemimpinan dan produktivitas manusia.

Kini Agus menjabat sebagai Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri sekaligus Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management.

Ia juga aktif mengembangkan ekosistem pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai organisasi profesional.

Seluruh perjalanan tersebut menjadi fondasi lahirnya gagasan PeopleMath.

Berangkat dari pengalaman panjang tersebut, Agus memperkenalkan buku PeopleMath, sebuah buku yang mengajak pembaca melihat produktivitas dari sudut pandang yang berbeda.

Alih-alih hanya berbicara tentang target, angka, atau efisiensi, buku ini mengajak organisasi kembali pada akar produktivitas, yaitu manusia.

Peluncuran resmi buku PeopleMath diselenggarakan pada 3 Juli 2026 sebagai momentum memperkenalkan kerangka berpikir baru yang menggabungkan pengalaman praktis, ilmu manajemen, psikologi, hingga neurosains dalam satu pendekatan yang mudah dipahami.

Kehadiran buku ini mendapat sambutan yang sangat positif.

Dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu sejak diterbitkan, sebanyak 3.500 eksemplar cetakan pertama habis terjual sehingga diterbitkan kembali sebanyak sekitar 2.000 eksemplar pada cetakan kedua.

Buku ini juga memperoleh predikat National Best Seller sebagai bentuk apresiasi atas tingginya antusiasme pembaca.

Menjawab Tantangan Dunia Kerja yang Terus Berubah

Peluncuran buku ini hadir di tengah fenomena dunia kerja yang semakin kompleks.

Di berbagai organisasi, produktivitas sering kali hanya diukur melalui angka, target, dan pencapaian jangka pendek.

Padahal, tekanan yang terus meningkat juga memunculkan berbagai persoalan baru, mulai dari kelelahan kerja, menurunnya motivasi, hingga hilangnya makna dalam bekerja.

Melalui PeopleMath, Agus mengajak para pemimpin dan profesional untuk melihat bahwa produktivitas sejati tidak dibangun hanya dari kemampuan teknis.

Produktivitas merupakan hasil dari berbagai elemen yang saling berkaitan, mulai dari pengetahuan, keterampilan, karakter, motivasi, keyakinan, pengalaman, lingkungan kerja, sistem organisasi, hingga kepemimpinan yang mampu menumbuhkan manusia secara berkelanjutan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Dalam acara peluncuran buku, Agus menjelaskan bahwa pendekatan PeopleMath menggunakan logika persamaan matematika bukan untuk menyederhanakan manusia menjadi angka, melainkan sebagai bahasa yang memudahkan organisasi memahami bagaimana kualitas manusia terbentuk, berkembang, dan menghasilkan kontribusi yang bermakna.

Melalui pendekatan ini, organisasi dapat melihat faktor-faktor yang menjadi fondasi produktivitas sekaligus mengenali apa saja yang memperkuat maupun menghambat perkembangan seseorang.

Dari 21 Rumus hingga Konsep 3N Leadership

Salah satu hal yang menjadi pembahasan utama dalam PeopleMath adalah hadirnya 21 rumus yang terdiri atas dua rumus inti dan sembilan belas rumus turunan.

Rumus-rumus tersebut bukan sekadar formula, melainkan alat bantu untuk memahami bagaimana kualitas manusia dapat dibangun secara lebih utuh.

Buku ini juga memperkenalkan konsep 3N Leader, yaitu Nagih, Nata, dan Nuntun.

Nagih menggambarkan pentingnya menetapkan standar dan ekspektasi yang jelas.

Nata menekankan perlunya sistem, arah, dan tata kelola yang baik.

Sementara Nuntun menggambarkan peran pemimpin dalam membimbing serta mengembangkan manusia agar terus bertumbuh.

Di sisi lain, Agus juga memperkenalkan konsep 3N Individu, yaitu Nyerap, Ngulang, dan Ngerefleksi, sebagai proses belajar yang membantu setiap individu meningkatkan kemampuan sekaligus membangun karakter.

Menurutnya, keseimbangan antara kepemimpinan yang baik dan kemauan individu untuk terus belajar merupakan fondasi utama produktivitas yang sehat.

Produktivitas Dimulai dari Cara Membangun Manusia

Melalui PeopleMath, Agus ingin mengubah cara organisasi memandang produktivitas.

Ia percaya bahwa hasil terbaik bukan hanya lahir dari kontrol yang ketat atau target yang tinggi, tetapi dari manusia yang terus berkembang dalam lingkungan yang mendukung.

Pengalaman hidup Agus, baik ketika tumbuh di lingkungan yang penuh tantangan maupun saat memimpin transformasi organisasi besar, menunjukkan bahwa manusia mampu berubah secara luar biasa ketika memiliki keyakinan, sistem, kepemimpinan, dan kesempatan untuk berkembang.

Inilah yang kemudian menjadi inti dari PeopleMath, yaitu membangun manusia terlebih dahulu, sebelum mengejar hasil.

Karena pada akhirnya, organisasi yang hebat bukan hanya mampu menghasilkan angka yang tinggi, tetapi juga mampu melahirkan manusia yang lebih berkualitas, lebih sehat, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan sekitarnya.

Buku PeopleMath karya Agus Dwi Handaya sudah tersedia dan dapat dibeli melalui Gramedia.com, Gramedia Digital, maupun toko Gramedia terdekat.

Untuk mendapatkan insight seputar bisnis, keuangan, dan teknologi, serta berbagai konten lifestyle, news update, dan rekomendasi buku untuk upgrade skill, ikuti Monety melalui Instagram: @monety.id, YouTube: Monety Official, Website: www.monety.id.

Monety adalah platform belajar bagi Milenial dan Gen Z yang menghadirkan berbagai wawasan praktis untuk membantu pembaca berkembang dalam karier, bisnis, dan kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Masih Ragu Investasi Syariah? 4 Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

buku
Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

Perdagangan Masa Penjajahan Belanda: Sejarah, Sistem, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

Mengenal Komoditas Utama Masa Kolonial yang Jadi Incaran Belanda

buku
8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

8 Tokoh Perlawanan terhadap Belanda dan Perjuangannya dalam Sejarah Indonesia

buku
Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

Hasil Bumi Indonesia Masa Belanda: Rempah-Rempah hingga Komoditas Ekspor

buku
4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

4 Pemain Muda Spanyol Paling Bersinar di Piala Dunia 2026

buku
8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

8 Tokoh Kemerdekaan Korea Selatan Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

buku
7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

7 Fakta Unik Kemerdekaan Korea yang Jarang Diketahui

buku
Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

Hubungan Korea Selatan dan Amerika Serikat: Sejarah Aliansi, Militer, dan Ekonomi

buku
Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

buku
Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

buku
Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

buku
Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

buku
Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

buku
Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau