Di balik berbagai transformasi besar yang terjadi di dunia kerja, selalu ada satu pertanyaan yang menarik untuk dijawab: apa sebenarnya yang membuat sebuah organisasi mampu bertahan, berkembang, dan terus menghasilkan kinerja terbaik? Bagi Agus Dwi Handaya, jawabannya bukan semata-mata strategi bisnis, teknologi, atau sistem kerja, melainkan kualitas manusia yang berada di dalamnya.
Pemikiran tersebut lahir dari perjalanan karier Agus yang telah berkecimpung selama hampir tiga dekade di bidang human capital dan pengembangan organisasi.
Kariernya dimulai pada tahun 1997 di Bank Exim Medan, kemudian menjadi bagian dari proses merger besar yang melahirkan Bank Mandiri, sebuah pengalaman yang menjadi titik penting dalam membentuk cara pandangnya mengenai kepemimpinan dan produktivitas manusia.
Kini Agus menjabat sebagai Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri sekaligus Managing Director Human Capital PT Danantara Asset Management.
Ia juga aktif mengembangkan ekosistem pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai organisasi profesional.
Seluruh perjalanan tersebut menjadi fondasi lahirnya gagasan PeopleMath.
Berangkat dari pengalaman panjang tersebut, Agus memperkenalkan buku PeopleMath, sebuah buku yang mengajak pembaca melihat produktivitas dari sudut pandang yang berbeda.
Alih-alih hanya berbicara tentang target, angka, atau efisiensi, buku ini mengajak organisasi kembali pada akar produktivitas, yaitu manusia.
Peluncuran resmi buku PeopleMath diselenggarakan pada 3 Juli 2026 sebagai momentum memperkenalkan kerangka berpikir baru yang menggabungkan pengalaman praktis, ilmu manajemen, psikologi, hingga neurosains dalam satu pendekatan yang mudah dipahami.
Kehadiran buku ini mendapat sambutan yang sangat positif.
Dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu sejak diterbitkan, sebanyak 3.500 eksemplar cetakan pertama habis terjual sehingga diterbitkan kembali sebanyak sekitar 2.000 eksemplar pada cetakan kedua.
Buku ini juga memperoleh predikat National Best Seller sebagai bentuk apresiasi atas tingginya antusiasme pembaca.
Peluncuran buku ini hadir di tengah fenomena dunia kerja yang semakin kompleks.
Di berbagai organisasi, produktivitas sering kali hanya diukur melalui angka, target, dan pencapaian jangka pendek.
Padahal, tekanan yang terus meningkat juga memunculkan berbagai persoalan baru, mulai dari kelelahan kerja, menurunnya motivasi, hingga hilangnya makna dalam bekerja.
Melalui PeopleMath, Agus mengajak para pemimpin dan profesional untuk melihat bahwa produktivitas sejati tidak dibangun hanya dari kemampuan teknis.
Produktivitas merupakan hasil dari berbagai elemen yang saling berkaitan, mulai dari pengetahuan, keterampilan, karakter, motivasi, keyakinan, pengalaman, lingkungan kerja, sistem organisasi, hingga kepemimpinan yang mampu menumbuhkan manusia secara berkelanjutan.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Dalam acara peluncuran buku, Agus menjelaskan bahwa pendekatan PeopleMath menggunakan logika persamaan matematika bukan untuk menyederhanakan manusia menjadi angka, melainkan sebagai bahasa yang memudahkan organisasi memahami bagaimana kualitas manusia terbentuk, berkembang, dan menghasilkan kontribusi yang bermakna.
Melalui pendekatan ini, organisasi dapat melihat faktor-faktor yang menjadi fondasi produktivitas sekaligus mengenali apa saja yang memperkuat maupun menghambat perkembangan seseorang.
Salah satu hal yang menjadi pembahasan utama dalam PeopleMath adalah hadirnya 21 rumus yang terdiri atas dua rumus inti dan sembilan belas rumus turunan.
Rumus-rumus tersebut bukan sekadar formula, melainkan alat bantu untuk memahami bagaimana kualitas manusia dapat dibangun secara lebih utuh.
Buku ini juga memperkenalkan konsep 3N Leader, yaitu Nagih, Nata, dan Nuntun.
Nagih menggambarkan pentingnya menetapkan standar dan ekspektasi yang jelas.
Nata menekankan perlunya sistem, arah, dan tata kelola yang baik.
Sementara Nuntun menggambarkan peran pemimpin dalam membimbing serta mengembangkan manusia agar terus bertumbuh.
Di sisi lain, Agus juga memperkenalkan konsep 3N Individu, yaitu Nyerap, Ngulang, dan Ngerefleksi, sebagai proses belajar yang membantu setiap individu meningkatkan kemampuan sekaligus membangun karakter.
Menurutnya, keseimbangan antara kepemimpinan yang baik dan kemauan individu untuk terus belajar merupakan fondasi utama produktivitas yang sehat.
Melalui PeopleMath, Agus ingin mengubah cara organisasi memandang produktivitas.
Ia percaya bahwa hasil terbaik bukan hanya lahir dari kontrol yang ketat atau target yang tinggi, tetapi dari manusia yang terus berkembang dalam lingkungan yang mendukung.
Pengalaman hidup Agus, baik ketika tumbuh di lingkungan yang penuh tantangan maupun saat memimpin transformasi organisasi besar, menunjukkan bahwa manusia mampu berubah secara luar biasa ketika memiliki keyakinan, sistem, kepemimpinan, dan kesempatan untuk berkembang.
Inilah yang kemudian menjadi inti dari PeopleMath, yaitu membangun manusia terlebih dahulu, sebelum mengejar hasil.
Karena pada akhirnya, organisasi yang hebat bukan hanya mampu menghasilkan angka yang tinggi, tetapi juga mampu melahirkan manusia yang lebih berkualitas, lebih sehat, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan sekitarnya.
Buku PeopleMath karya Agus Dwi Handaya sudah tersedia dan dapat dibeli melalui Gramedia.com, Gramedia Digital, maupun toko Gramedia terdekat.
Untuk mendapatkan insight seputar bisnis, keuangan, dan teknologi, serta berbagai konten lifestyle, news update, dan rekomendasi buku untuk upgrade skill, ikuti Monety melalui Instagram: @monety.id, YouTube: Monety Official, Website: www.monety.id.
Monety adalah platform belajar bagi Milenial dan Gen Z yang menghadirkan berbagai wawasan praktis untuk membantu pembaca berkembang dalam karier, bisnis, dan kehidupan sehari-hari.