Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wajib Tahu! Risiko Saham yang Sering Diremehkan Pemula

Kompas.com, 3 Juni 2026, 10:00 WIB
Buku The Happy Investor (New Edition) Sumber Gambar: Magnific.com Buku The Happy Investor (New Edition)
Rujukan artikel ini:
The Happy Investor (New Edition)
Pengarang: Jefferly Helianthusonfri
|
Editor Novia Putri Anindhita

Banyak orang tertarik investasi saham karena potensi cuannya yang besar.

Tapi sayangnya, tidak sedikit yang masuk tanpa benar-benar paham risikonya.

Akhirnya? Panik saat harga turun, salah ambil keputusan, atau bahkan rugi besar.

Padahal, investasi yang sehat bukan cuma soal cari untung saja, tapi juga soal paham dan siap menghadapi risikonya.

Kalau kamu ingin jadi investor yang tenang, ini dua risiko utama yang wajib kamu pahami sejak awal.

Kenapa Harus Paham Risiko Sebelum Investasi?

Sebelum masuk ke jenis risiko, penting untuk mengerti satu hal, yakni semakin besar potensi return, biasanya semakin besar juga risikonya.

Saham termasuk instrumen dengan potensi tinggi.

Artinya, kamu juga harus siap dengan fluktuasi dan kemungkinan rugi.

Dengan memahami risiko, kamu tidak akan gampang panik, bisa ambil keputusan lebih rasional, dan punya strategi yang lebih matang.

Risiko Capital Loss: Saat Nilai Investasi Kamu Turun

Ini risiko paling umum dan sering dialami investor saham.

Capital loss terjadi ketika kamu menjual saham di harga yang lebih rendah dari harga beli.

Contohnya, kamu membeli saham di harga Rp1.000, lalu harga turun jadi Rp800.

Kamu jual, artinya kamu rugi Rp200 per saham

Kenapa bisa terjadi? Beberapa penyebabnya yaitu:

  • Kinerja perusahaan menurun
  • Kondisi ekonomi memburuk
  • Sentimen pasar negatif
  • Panic selling dari investor lain

Cara Mengelola Risiko Capital Loss

Risiko capital loss bukan berarti harus dihindari total, tapi bisa diminimalkan dengan cara berikut:

  • Pilih saham dengan fundamental yang kuat
  • Jangan ikut-ikutan (FOMO)
  • Gunakan strategi jangka panjang
  • Tentukan batas cut loss

Ingat, penurunan harga itu normal, yang penting adalah bagaimana kamu meresponsnya.

Risiko Likuidasi: Saat Perusahaan “Gagal Bertahan”

Ini risiko yang lebih serius.

Likuidasi terjadi ketika perusahaan bangkrut dan asetnya dijual untuk membayar utang.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Dalam kondisi ini, investor saham berada di urutan terakhir serta bisa kehilangan sebagian besar atau bahkan seluruh investasi.

Kenapa risiko ini bisa terjadi? Ada beberapa faktor seperti manajemen buruk, utang terlalu besar, bisnis tidak berkembang, dan tidak mampu bersaing di pasar.

Cara Menghindari Risiko Likuidasi

Risiko ini memang jarang, tapi tetap harus diwaspadai.

Hal yang bisa kamu lakukan adalah:

  • Analisis laporan keuangan perusahaan
  • Perhatikan tingkat utang (debt)
  • Pilih perusahaan dengan bisnis yang jelas dan stabil
  • Diversifikasi (jangan taruh semua uang di satu saham)

Terapkan Mindset bahwa Risiko Bagian dari Game

Banyak investor pemula berharap bisa untung terus tanpa risiko.

Padahal, tidak ada investasi yang tanpa risiko.

Yang membedakan investor sukses adalah mereka paham risikonya, punya strategi, dan tetap tenang saat kondisi tidak ideal.

Agar kamu tidak overthinking atau panik, coba gunakan prinsip berikut ini:

  • Investasikan uang “dingin” (bukan uang kebutuhan)
  • Jangan terlalu sering cek harga
  • Fokus ke kualitas perusahaan, bukan fluktuasi harian
  • Punya rencana sebelum beli saham

Dengan mindset ini, kamu bisa jadi investor yang lebih santai tapi tetap cuan dalam jangka panjang.

Investasi saham memang menawarkan peluang besar.

Tapi tanpa pemahaman risiko kamu akan gampang panik, mudah salah langkah, dan sulit konsisten.

Sebaliknya, kalau kamu paham risikonya, kamu akan lebih siap, lebih percaya diri, dan lebih tahan terhadap tekanan pasar.

Dan itu kunci jadi investor yang sukses.

Kalau kamu ingin belajar investasi saham dengan cara yang lebih santai, tidak panikan, dan tetap optimal, buku The Happy Investor (New Edition) wajib kamu baca.

Buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com, Gramedia Digital, atau toko Gramedia terdekat.

Jangan lupa juga untuk terus update insight seputar bisnis, keuangan, dan teknologi bareng Monety.

Follow Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan kunjungi www.monety.id.

Monety adalah platform belajar untuk Gen Z dan milenial yang membahas lifestyle, news update, dan rekomendasi buku untuk bantu kamu upgrade skill dan berkembang lebih cepat.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau