Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisnis Bukan Sekadar Jualan Barang, Ini Cara Menciptakan Value

Kompas.com, 2 April 2026, 14:17 WIB
Gameplan: Strategi Kembangkan Bisnis dari Nol Sampai Triliun Sumber Gambar: Freepik.com Gameplan: Strategi Kembangkan Bisnis dari Nol Sampai Triliun
Rujukan artikel ini:
Gameplan: Strategi Kembangkan Bisnis dari…
Pengarang: Andrew Susanto
|
Editor Novia Putri Anindhita

Banyak orang memulai bisnis dengan satu tujuan yang jelas, yaitu mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Tidak ada yang salah dengan profit karena bisnis memang harus menghasilkan uang agar bisa bertahan.

Tapi kalau tujuan bisnis hanya berhenti di angka keuntungan, biasanya perjalanan bisnis tidak akan panjang.

Pebisnis yang mampu bertahan lama biasanya punya prinsip yang berbeda.

Mereka tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjaga value, yaitu nilai yang mereka bangun dalam bisnis, baik itu stabilitas, reputasi, maupun keberlanjutan usaha.

Dalam praktiknya, prinsip ini terlihat dari cara mereka mengambil keputusan.

Mereka tidak tergoda dengan peluang besar yang berisiko tinggi, tidak serakah, dan lebih memilih pertumbuhan yang stabil daripada keuntungan instan.

Kalau kamu ingin membangun bisnis yang kuat dalam jangka panjang, ada beberapa prinsip penting yang bisa kamu pelajari dari cara berpikir ini.

Konsisten Mengelola Risiko dalam Setiap Keputusan

Salah satu kesalahan terbesar dalam bisnis adalah terlalu fokus pada peluang keuntungan tanpa mempertimbangkan risiko yang menyertainya.

Banyak orang datang dengan berbagai tawaran bisnis yang terlihat menggiurkan.

Potensi cuannya besar, proyeksinya menarik, bahkan kadang terlihat seperti peluang langka.

Tapi pebisnis yang berprinsip biasanya tidak langsung tergoda.

Mereka selalu bertanya satu hal terlebih dahulu: apakah risikonya masuk akal?

Kalau risikonya terlalu besar dan bisa mengancam apa yang sudah dibangun selama ini, keputusan paling bijak justru adalah mundur.

Dalam bisnis, menjaga apa yang sudah dimiliki sering kali jauh lebih penting daripada mengejar sesuatu yang belum pasti.

Itulah sebabnya manajemen risiko menjadi prinsip yang sangat penting.

Beberapa kebiasaan yang bisa membantu kamu lebih bijak dalam mengelola risiko antara lain:

  • Jangan langsung masuk ke peluang hanya karena terlihat menguntungkan
  • Analisis risiko sebelum melihat potensi profit
  • Hindari keputusan bisnis yang bisa merusak stabilitas keuangan
  • Fokus pada peluang yang risikonya terukur

Bisnis yang sehat bukan yang paling cepat berkembang, tetapi yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Jangan Serakah dan Berani Menolak Peluang

Dalam perjalanan bisnis, kamu akan menemukan banyak sekali peluang.

Semakin berkembang bisnismu, biasanya semakin banyak orang yang menawarkan kerja sama, investasi, atau proyek baru.

Masalahnya, tidak semua peluang harus diambil.

Banyak orang berpikir semakin banyak bisnis yang dijalankan maka semakin besar juga peluang suksesnya.

Padahal, terlalu banyak proyek justru bisa membuat fokus bisnis menjadi hilang.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Pebisnis yang berpengalaman biasanya memiliki prinsip sederhana, yaitu kalau tidak benar-benar dibutuhkan, tidak perlu diambil.

Selain itu, penting juga untuk berani mengatakan tidak.

Dalam bisnis, keputusan menolak sering kali sama pentingnya dengan keputusan menerima.

Beberapa tanda bahwa sebuah peluang sebaiknya kamu tolak antara lain:

  • Risiko jauh lebih besar dibandingkan potensi keuntungan
  • Tidak sesuai dengan fokus bisnis utama
  • Membutuhkan komitmen finansial yang terlalu besar
  • Kamu sendiri merasa ragu sejak awal

Ingat, mengatakan tidak pada peluang yang salah justru bisa menyelamatkan bisnismu.

Bertumbuh Pelan Tapi Stabil Lebih Aman

Banyak orang terobsesi dengan pertumbuhan cepat.

Mereka ingin bisnisnya langsung besar, cepat kaya, dan menghasilkan uang dalam waktu singkat.

Masalahnya, pertumbuhan yang terlalu cepat sering kali disertai dengan risiko besar.

Sebagian orang bahkan rela all-in dalam satu bisnis dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan besar.

Kalau berhasil, mereka bisa menjadi sangat sukses.

Tapi kalau gagal, semuanya bisa hilang sekaligus.

Pendekatan seperti ini sangat berisiko.

Sebaliknya, ada juga pendekatan yang lebih stabil, yaitu bertumbuh secara perlahan tetapi pasti.

Prinsip ini biasanya terlihat dari beberapa kebiasaan berikut:

  • Tidak mempertaruhkan seluruh uang dalam satu bisnis
  • Menjaga stabilitas keuangan sebagai prioritas utama
  • Menghindari keputusan impulsif dalam investasi
  • Melakukan diversifikasi ke beberapa bisnis atau aset

Dengan cara ini, bisnis mungkin tidak tumbuh secepat orang lain, tapi fondasinya jauh lebih kuat.

Dalam jangka panjang, stabilitas sering kali lebih berharga daripada pertumbuhan yang terlalu agresif.

Prinsip bisnis yang kuat biasanya terlihat dari cara seseorang mengambil keputusan.

Pebisnis yang fokus pada value tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjaga stabilitas, mengelola risiko dengan disiplin, dan tidak serakah terhadap peluang.

Mereka lebih memilih bertumbuh perlahan tetapi pasti daripada mengambil risiko besar yang bisa menghancurkan semuanya.

Kalau kamu ingin memahami lebih dalam tentang cara berpikir dalam membangun bisnis yang kuat dan berkelanjutan, kamu bisa membaca buku Gameplan: Strategi Kembangkan Bisnis dari Nol Sampai Triliun yang tersedia di Gramedia.com, maupun di toko Gramedia terdekat.

Jangan lupa juga untuk terus update dengan insight seputar bisnis, keuangan, dan teknologi bersama Monety.

Follow Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan kunjungi www.monety.id.

Monety adalah platform belajar untuk Milenial dan Gen Z yang membahas bisnis, keuangan, teknologi, lifestyle, serta rekomendasi buku untuk membantu kamu terus meng-upgrade skill dan cara berpikir.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

Cash Stuffing vs Budgeting Digital: Mana yang Lebih Ampuh?

buku
Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

Weton Tulang Wangi dalam Hubungan Asmara: Daya Pikat dan Tantangannya

buku
7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

7 Cara Berhenti Belanja Impulsif: Panduan Psikologi dan Finansial

buku
Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

Apa Itu Cash Stuffing? Berikut Panduan Dasar, Contoh Kategori, dan Trik Suksesnya

buku
Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

Yuk, Bertualang Bersama Para Pangeran yang Penuh Inspirasi Melalui Seri The Prince!

buku
Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

Panduan Lengkap Declutter Google Drive untuk Bersihkan Memori 

buku
7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

7 Cara Mengurangi Screen Time untuk Meningkatkan Produktivitas

buku
Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

buku
PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

buku
Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau