Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Fakta Menarik Tentang Dumai, Salah Satu Daerah Penghasil Minyak Bumi

Kompas.com, 4 Juli 2023, 18:30 WIB
Fakta Menarik Tentang Dumai Sumber: pixabay Fakta Menarik Tentang Dumai
Rujukan artikel ini:
Merajut Asa: Membangun Industri, Menuju…
Pengarang: Ir. H. Airlangga Hartarto,…
|
Editor Rahmad

Dumai merupakan sebuah kota yang ada di Provinsi Riau, Indonesia, sekitar 201 km dari Kota Pekanbaru. Dumai merupakan kota dengan wilayah administrasi yang terluas kedua di Indonesia berdasarkan statusnya sebagai kotamadya, setelah Kota Palangka Raya.

Dumai juga menjadi kota Pelabuhan ekspor industri minyak bumi terbesar yang ada di Indonesia. Bahkan, hampir seluruh hasil bumi Riau adalah minyak bumi, minyak crude palm oil (CPO), gas alam, dan minyak kelapa. Jadi, bisa dikatakan bahwa Dumai menjadi salah satu daerah penghasil minyak bumi.

Ternyata, terdapat banyak fakta menarik tentang dumai, lho. Penasaran apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Fakta Menarik Tentang Dumai, Daerah Penghasil Minyak Bumi

1. Kota minyak

Dumai dikenal sebagai kota minyak. Tiga industry minyak yang ikut memajukan daerah penghasil minyak bumi ini adalah PT. CPI (dahulu namanya adalah Caltex Pacific Indonesia, sekarang menjadi Chevron Pacific Indonesia) yang bergerak di bidang pertambangan, ekspor minyak dan gas bumi.

Sehingga kota Dumai juga dijadikan sebagai salah satu daerah penghasil minyak bumi di Indonesia.

2. Tugu Lancang Kuning

Tugu Lancang Kuning merupakan salah satu ikon dari Kota Dumai. Bukan hanya tugu biasa, tapi tempat ini memiliki sebuah perpustakaan.

Lokasinya berada di tengah taman kota, sehingga menjadikan perpustakaan ini ramai dikunjungi oleh anak muda, apalagi saat sore hari.

Nah, di atas bangunan perpustakaan ini terdapat sebuah ornament lancing kuning. Lancing kuning ini juga merupakan simbol dari provinsi Riau.

Lancing kuning adalah sebuah perahu yang berwarna kuning dengan ukuran yang sedang dan besar, dulu biasa digunakan sebagai kendaraan resmi dari raja atau datuk.

Ternyata, pemerintah setempat membangun Tugu Lancang Kuning ini dengan tujuan untuk meningkatkan minat membaca anak muda yang ada di Dumai.

Hal ini karena keunikan dari bangunan tersebut, maka banyak pengunjung yang berfoto dengan latar belakang Tugu Lancang Kuning.

3. Hutan bakau

Dumai yang memiliki jenis tanah adalah tanah gambut, ditumbuhi dengan pohon bakau yang sangat subur.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Hutan bakau atau mangrove yang dijadikan sebagai tempat wisata adalah hutan bakau yang ada di Jalan Nelayan Laut Ujung, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Di hutan ini, kita tidak hanya bisa menikmati udara yang sangat segar dan sejuk, tetapi juga sekaligus bisa melihat aneka jenis bakau sebagai bentuk kekayaan alam hayati di daerah setempat.

4. Wisata Dumai

Kota Dumai terletak di tepi pantai sehingga memiliki potensi dalam pengembangan wisata seperti wisata alam, budaya, dan juga belanja. Beberapa daerah wisata yang ada di antaranya adalah kawasan konservasi yang terletak di Kecamatan Sungai Sembilan, hutan wisata di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur.

Ada juga Kawasan pantai Teluk Makmur di Kecamatan Medang Kampai dan Tasik Bunga Tujuh di Kecamatan Dumai Timur.

Sebagai gerbang utama untuk memasuki Riau Daratan, maka banyak wisatawan mengunjungi Dumai lebih dulu.

Terdapat beberapa objek wisata yang menarik untuk dikunjungi saat perjalanan menuju Dumai. Misalnya, adanya suku pedalaman yang dinamakan Suku Sakai, hutan tropis di sepanjang jalan, dan air sungai yang warnanya unik seperti warna teh.

Selain itu, karena Dumai merupakan daerah penghasil minyak bumi, maka juga kamu bisa melihat beratus pipa angguk yang mengangkat minyak bumi dari perut bumi.

Nah, itulah beberapa fakta menarik dari Kota Dumai yang menjadi salah satu daerah penghasil minyak bumi di Indonesia. Jika kamu tertarik untuk mempelajari tentang minyak bumi serta sumber daya alam lainnya, kamu juga bisa menambah wawasan kamu melalui buku yang berjudul Merajut Asa: Membangun Industri, Menuju Indonesia yang Sejahtera dan Berkelanjutan karya Ir. H. Airlangga Hartarto, Mmt., Mba.

Melalui buku ini, kamu akan disadarkan tentang potensi yang dimiliki oleh Indonesia dalam peta ekonomi global.

Buku ini berisikan pemikiran dari penulis khususnya terkait dengan sektor industri. Dalam buku ini juga berisi kritikan tentang pencapaian pemerintah dalam bidang industrialisasi.

Buku ini sangat cocok untuk kamu yang ingin mengetahui seperti apa pergerakan dari pemerintah dalam mengelola potensi sumber daya yang ada di Indonesia.

Buku ini bisa langsung kamu pesan dan beli melalui gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau