Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Yuk, Mengenal 5 Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia

Kompas.com, 4 Juli 2023, 17:30 WIB
Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia
Sumber: pixabay/cromaconceptovisual Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia
Rujukan artikel ini:
Pengantar Hukum Minyak Dan Gas…
Pengarang: Wahyudin Sunarya & Giri…
|
Editor Rahmad

Apakah kamu sudah mengetahui daerah penghasil minyak bumi yang ada di Indonesia?

Minyak mentah adalah sumber daya alam yang menjadi salah satu komoditas utama perdagangan antar negara.

Minyak bumi adalah bahan mentah yang selanjutnya bisa diolah menjadi produk lainnya.

Minyak bumi sendiri bisa diolah menjadi solar, bensin, LPG, campuran aspal, minyak tanah, avtur, sampai produk kecantikan seperti pewarna rambut, parfum, dan masih banyak lagi.

Terdapat banyak negara penghasil minyak bumi yang sekarang sudah berhasil menjadi negara maju dan bisa mengendalikan perekonomian global.

Lalu, di mana saja daerah penghasil minyak bumi di Indonesia? Simak penjelasannya berikut ini.

Daerah Penghasil Minyak Bumi di Indonesia

1. Riau

Masyarakat Riau patut merasa bangga. Karena, selain mempunyai pemandangan alam yang sangat indah, Riau juga menjadi daerah penghasil minyak bumi yang dinomor satukan oleh Indonesia.

Riau mampu menghasilkan sebanyak 365.827 barel minyak bumi per harinya, lho. Minyak mentah itu berasal dari Kepulauan Natuna yang memiliki 6 lokasi pertambangan, yaitu Rokan, Mountain Front Kuantan, Siak, Coastal Plains & Pekanbaru, Selat Melaka, dan Selat Panjang.

Bahkan, sepanjang tahun 2021, SKK Migas Wilayah Riau berhasil dan sukses melakukan pengeboran sumur minyak baru sebanyak 263 sumur.

2. Papua Barat

Bumi Papua Barat juga dikenal dengan kaya akan sumber daya alamnya, termasuk juga menjadi daerah penghasil minyak bumi di Indonesia.

Wilayah ini mampu menghasilkan minyak bumi sebanyak 14.811 barel minyak per harinya. Minyak mentah tersebut berasal dari Kota Sorong, yaitu di Klamono, Linda, Salawati, atau sekitaran Bintuni.

Besarnya potensi minyak bumi yang ada di wilayah tersebut berhasil menarik perusahaan Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij untuk melakukan aktivitas pengeboran minyak di tahun 1935.

3. Sumatera Selatan

Daerah penghasil minyak bumi yang selanjutnya adalah Sumatera Selatan. Beberapa daerah penghasil minyak bumi di Sumatera Selatan di antaranya adalah Plaju, Sungai Gering, dan Muara Enim.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Sumatera Selatan berhasil menghasilkan minyak bumi sebanyak 30.718 barel per hari dengan kondensat mencapai 10.339 barel.

Nah, semua blok minyak yang ada di daerah Sumatera Selatan dikelola oleh Pertamina, yaitu Medco, Talisman, dan Golden Spike. Selain minyak bumi, wilayah ini juga kaya dengan batu bara serta gas alamnya.

4. Jawa Timur

Tahukah kamu, kalau Jawa timur juga merupakan daerah penghasil minyak bumi. Jawa Timur mampu memproduksi minyak bumi sampai 305 ribu barel minyak per hari.

Beberapa blok tambang minyak bumi yang ada di Jawa Timur di antaranya adalah Kangean, Tuban, Cepu, Brantas, Gresik, Madura Barat, dan Bawean.

Bahkan, blok Cepu yang dikelola oleh ExxonMobil mampu menghasilkan minyak bumi sebanyak 219 ribu barel per hari.

Oleh sebab itu, total minyak bumi yang berhasil dihasilkan mencapai 52.290 barel dan kondensat 326 barel per harinya.

5. Kalimantan Timur

Daerah penghasil minyak bumi terbesar yang ada di Indonesia adalah Kalimantan Timur. kalimantan Timur ikut menyumbang gas dan minyak bumi sebagai komoditas ekspor terbesar yang ada di Kalimantan Timur.

Pertamina bahkan sudah melakukan pengeboran minyak di Balikpapan dengan kapasitas yang berhasil mencapai 260 ribu barel per hari dan mampu memasok sebanyak 26% BBM yang ada di Indonesia, terutama yang ada di wilayah Timur.

Nah, itulah beberapa daerah penghasil minyak bumi yang ada di Indonesia. Apakah wilayah tersebut ada yang sudah pernah kamu kunjungi?

Untuk menambah wawasan kamu tentang minyak dan gas yang ada di Indonesia, kamu juga bisa mempelajarinya melalui buku karya Wahyudin Sunarya & Giri Ahmad Taufik yang berjudul Pengantar Hukum Minyak dan Gas Indonesia.

Melalui buku ini, kamu akan diajak untuk melihat aturan hukum serta dinamika dalam pengaturan hukum Migas serta prakteknya yang terjadi di Indonesia.

Buku ini memang secara khusus ditujukan untuk praktisi ataupun akademisi yang bergelut di bidang minyak dan gas.

Dijelaskan pula tentang perubahan hukum serta paradigma yang melatarbelakanginya. Meskipun berkaitan tentang hukum, tetapi penjelasannya menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami oleh pembacanya.

Kamu bisa langsung pesan dan beli buku ini melalui gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

buku
PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

buku
Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Perbedaan Roller Skate dan Inline Skate, Mana yang Cocok untuk Pemula?

Perbedaan Roller Skate dan Inline Skate, Mana yang Cocok untuk Pemula?

buku
Apa itu Weton Tulang Wangi? Arti, Ciri-ciri, dan Daftar Lengkapnya Menurut Primbon

Apa itu Weton Tulang Wangi? Arti, Ciri-ciri, dan Daftar Lengkapnya Menurut Primbon

buku
Mengapa Anak Sering Tidak Mau Mendengar? Pelajaran Berharga dari Buku Seni Berbicara pada Anak 

Mengapa Anak Sering Tidak Mau Mendengar? Pelajaran Berharga dari Buku Seni Berbicara pada Anak 

buku
Menjelajah Dunia Satwa bersama “Big & Little Animals – Hewan Besar dan Kecil”

Menjelajah Dunia Satwa bersama “Big & Little Animals – Hewan Besar dan Kecil”

buku
How to Start Your Own Business: Sepakati Aturan Ini Sebelum Bekerja dengan Teman atau Keluarga

How to Start Your Own Business: Sepakati Aturan Ini Sebelum Bekerja dengan Teman atau Keluarga

buku
Petualangan Seru Mengenal Beragam Hewan Unik di Dunia

Petualangan Seru Mengenal Beragam Hewan Unik di Dunia

buku
7 Manfaat Business Plan sebelum Memulai Usaha

7 Manfaat Business Plan sebelum Memulai Usaha

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau