Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Mengembangkan Growth Mindset Untuk Menaikkan Kualitas Diri

Kompas.com, 1 Desember 2022, 11:30 WIB
cara mengembangkan growth midset Sumber: pixabay cara mengembangkan growth midset
Rujukan artikel ini:
Atomic Habits: Perubahan Kecil yang…
Pengarang: James Clear
|
Editor Rahmad

Pola pikir manusia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu growth mindset dan fixed mindset. Seseorang yang mempunyai growth mindset akan percaya bahwa sebuah kesuksesan itu tergantung pada waktu, usaha, serta ketekunan.

Mereka akan percaya bahwa kecerdasan dan keterampilan bisa ditingkatkan dan mereka akan belajar dengan giat dan sangat menghargai sebuah proses.

Tentunya, untuk bisa menjadi seorang individu yang bisa mengembangkan potensi serta mencapai sebuah kesuksesan, kita wajib memiliki growth mindset atau suatu pemikiran yang berkembang. Jadi, berikut ini adalah 6 cara mengembangkan growth mindset yang harus kamu ketahui.

Cara Mengembangkan Growth Mindset

cara mengembangkan growth midset cara mengembangkan growth midset

1. Sadar akan kapasitas diri bisa terus berkembang

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebagai cara mengembangkan growth mindset adalah dengan meyakini bahwa otak manusia dapat terus berkembang jika kita melatihnya secara terus menerus.

Bahkan, bayi yang baru lahir, tidak bisa melakukan apapun, tetapi seiring dengan perkembangannya, ia berlatih untuk berjalan, berbicara, dan juga mengenal huruf. Oleh sebab itu, bayi tersebut akhirnya dapat tumbuh untuk menjadi seseorang yang memiliki kemampuan.

Begitu juga dengan orang dewasa yang di mana kita dapat meningkatkan kemampuan kita dengan cara belajar dan berlatih dalam hal apapun.

2. Jauhi pikiran fixed mindset

Pola pikir fixed mindset akan menganggap bahwa kecerdasan serta kemampuan yang kita miliki merupakan pemberian atau karena adanya faktor genetik. Pola pikir tersebut sangat bertolak belakang dengan growth mindset.

Cara mengembangkan growth mindset, kamu bisa mencoba untuk mengubah pikiran kamu seperti “aku tidak bisa melakukan ini”, menjadi “aku mampu melakukan ini kalau aku terus berlatih dengan sungguh-sungguh.” Dengan begitu, kamu akan berusaha untuk mengembangkan kapasitas diri menjadi lebih baik.

3. Menghargai proses

Cara mengembangkan growth mindset yang selanjutnya adalah dengan menghargai adanya sebuah proses. Pasalnya, suatu pencapaian yang berhasil didapatkan seseorang melalui sebuah proses panjang.

Jadi, cobalah menjadi seseorang yang memiliki orientasi pada proses. Fokuslah pada apa yang sedang kamu kerjakan dan berusaha sebaik mungkin. Ketimbang kamu sibuk memikirkan hasil yang nantinya mau kamu raih.

4. Meminta saran dari orang terdekat

Seseorang yang memiliki pola pikir growth mindset akan selalu menghargai sebuah kritikan yang diberikan kepada dirinya. Ini adalah salah satu cara mengembangkan growth mindset.

Bagi mereka, kritikan akan dijadikan sebagai sebuah catatan untuk memperbaiki sesuatu yang belum sempurna. Mereka pasti akan mendengarkan saran yang mereka dapatkan dengan baik.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

5. Keluar dari zona nyaman

Cara mengembangkan growth mindset yang selanjutnya adalah dengan berusaha menantang diri sendiri melakukan sesuatu yang mempunyai tingkat kesulitan yang lebih besar dari kemampuan yang kamu miliki sekarang.

Meninggalkan zona nyaman bisa membantu kamu dalam mengembangkan growth mindset. Ini disebabkan oleh otak kita yang terus dipaksa untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang sulit dan membutuhkan banyak usaha. Jadi, lama kelamaan otak akan terbiasa, dan mampu mengerjakan sesuatu yang sulit dengan lancer.

6. Menerima kegagalan

Kegagalan bisa diartikan sebagai ketidakmampuan seseorang dalam mencapai sesuatu yang mereka inginkan. Ketika menghadapi sebuah kegagalan, tidak sedikit orang akan merasa sedih, bahkan depresi.

Jadi, harus menerapkan cara menembangkan growth mindset dengan menganggap bahwa sebuah kegagalan merupakan bagian dari sebuah proses yang harus dilewati. Bukan hanya menerima begitu saja, tetapi juga harus dibarengi dengan adanya evaluasi.

Evaluasi berfungsi untuk menilai diri, serta memperbaiki kesalahan yang kamu buat agar bisa berhasil di kesempatan mendatang.

Pada dasarnya, kita bisa menjadi apa saja asalkan kita selalu mau berusaha untuk memperjuangkannya. Dengan pola pikir seperti ini berarti kamu berusaha untuk mengembangkan growth mindset kamu.

Dalam buku Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa, karya James Clear, ia mengungkapkan bahwa pada hakikatnya perubahan sangat remeh bisa tumbuh menjadi hasil yang dapat mengubah kehidupan seseorang.

Dalam mengubah hidup, tidak perlu memikirkan hal-hal yang besar. James Clear mampu menemukan cara lain, bahwa perubahan nyata berasal dari adanya efek gabungan dari ratusan keputusan kecil.

Buku ini dibuat dengan gaya penulisan yang ringan sehingga sangat mudah untuk dipahami para pembacanya. Buku ini akan mendorong siapapun yang membacanya untuk bisa berproses untuk bisa mencapai sesuatu yang besar.

Buku ini bisa langsung kamu pesan dan beli melalui gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Prinsip Stoikisme dalam Ajaran Islam: Titik Temu Filsafat dan Akidah

Prinsip Stoikisme dalam Ajaran Islam: Titik Temu Filsafat dan Akidah

buku
Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

buku
Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

buku
Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

buku
Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

buku
8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

buku
Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

buku
Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

buku
Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

buku
Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

buku
Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

buku
Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

buku
Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau