Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penulis Certified Hunger Manifesto Menyumbangkan Model Baru Pengembangan SDM di Acara Future of Work Summit 2026

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 12:00 WIB
Certified Hunger Manifesto  Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi  Certified Hunger Manifesto 
Rujukan artikel ini:
Certified Hunger Manifesto - Filosofi,…
Pengarang: Ewaldo Reis Amaral
|
Editor Novia Putri Anindhita

Pada hari Kamis, 23 Juli 2026, acara Future of Work Summit (FOWS) 2026 diadakan di Samisara Grand Ballroom, Jakarta.

Dengan tema "Integrating Intelligence, Elevating Humanity", FOWS 2026 dihadiri oleh sekitar 500 praktisi dan pemimpin Human Resources dari berbagai sektor industri di Indonesia.

Sebanyak 46 persen peserta berada di level manajerial ke atas.

FOWS 2026 sendiri merupakan salah satu forum terbesar di Indonesia yang mempertemukan para profesional HR, People Manager, dan pemimpin bisnis untuk membahas tren, tantangan, dan inovasi di dunia kerja.

Forum ini juga menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai perusahaan ternama di Indonesia.

Acara yang diselenggarakan oleh Apiary Academy, kali ini mengundang Ewaldo Reis Amaral, penulis buku Certified Hunger Manifesto sebagai pembicara workshop.

Ewaldo mengisi sesi VIP Workshop berjudul "Beyond Growth Mindset: The Rise of the Hungry-Agile Practitioner".

Sesi berdurasi 90 menit ini diselenggarakan dalam format roundtable interaktif dengan worksheet yang langsung dikerjakan peserta selama workshop berlangsung.

Sebagai praktisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) sekaligus penulis buku Certified Hunger Manifesto, Ewaldo memperkenalkan konsep “hunger” sebagai lapisan tambahan yang melengkapi fondasi growth mindset di organisasi.

Hunger, dalam kerangka berpikir Ewaldo adalah dorongan internal yang terarah untuk terus bertumbuh.

Melengkapi Growth Mindset dengan Konsep Hunger

Dalam sesinya, Ewaldo menyampaikan bahwa konsep growth mindset telah menjadi fondasi penting di hampir setiap organisasi selama dua dekade terakhir.

Menurutnya, fondasi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan dunia kerja yang berubah semakin cepat.

"Growth mindset mengajarkan bahwa kemampuan bisa berkembang. Learning agility mengajarkan seberapa cepat seseorang bisa beradaptasi. Yang ingin saya tambahkan melalui konsep hunger adalah pertanyaan soal mengapa seseorang terus memilih untuk bertumbuh, bahkan ketika prosesnya tidak nyaman," ujar Ewaldo.

Ewaldo mendefinisikan hunger sebagai dorongan internal yang memiliki arah.

Seseorang yang memiliki hunger mengetahui tujuan pertumbuhannya dan bersedia melewati ketidaknyamanan untuk mencapainya.

Konsep ini, menurutnya, melengkapi fondasi growth mindset dan learning agility yang sudah ada.

Menariknya, Ewaldo memperkenalkan sebuah kerangka eksklusif bernama Hungry-Agile Practitioner Matrix.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Framework berbentuk matriks 2x2 ini membantu praktisi HR mendiagnosis pola pertumbuhan, baik pada diri sendiri maupun pada tim yang mereka kelola.

Salah satu temuan yang mendapat respons kuat dari peserta adalah profil yang disebut "Restless Drifter", yaitu sosok yang cepat belajar dan mahir beradaptasi, tetapi tidak pernah membangun kedalaman di satu bidang karena tidak memiliki arah pertumbuhan yang jelas.

"Di dunia HR, kita sering merayakan orang yang agile dan versatile. Pertanyaannya: apakah kecepatan belajar itu sudah disertai arah yang jelas? Ketika agility dilengkapi dengan hunger, di situlah pertumbuhan benar-benar menjadi berkelanjutan," jelas Ewaldo.

Respons Peserta terhadap Framework Certified Hunger

Selain Hungry-Agile Practitioner Matrix, Ewaldo juga menampilkan The O Cycle, sebuah siklus pembelajaran berkelanjutan yang telah terdaftar sebagai hak kekayaan intelektual di Kemenkumham.

Kerangka ini menjadi mekanisme pergerakan bagi peserta yang ingin berpindah dari satu kuadran ke kuadran yang lebih baik dalam matriks tersebut.

The O Cycle menekankan fondasi berupa humility dan curiosity, yang kemudian berkembang ke elemen-elemen internal seperti “eksperimentasi” dan perencanaan pengembangan diri, serta elemen-elemen eksternal seperti mencintai feedback dan mengembangkan orang lain.

Siklus ini ditutup dengan refleksi, sebelum kemudian berputar kembali.

Melalui sesi yang dibawakan Ewaldo, para peserta merefleksikan berbagai hal: bagaimana mengenali tanda-tanda hunger pada anggota tim; bagaimana melengkapi program learning agility yang sudah ada dengan dimensi hunger; dan bagaimana menyusun intervensi pengembangan yang lebih tepat sasaran berdasarkan profil pertumbuhan seseorang.

Sebagian peserta bahkan menyampaikan ketertarikan untuk mengadaptasi Hungry-Agile Practitioner Matrix sebagai alat refleksi dalam proses talent review di organisasi mereka.

Dari Buku ke Implementasi: Workshop dan Konsultansi

Selain penulis buku Certified Hunger Manifesto yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo (grup Kompas Gramedia) dan kini telah memasuki cetakan kedua, Ewaldo juga dikenal sebagai konsultan dan fasilitator di bidang Learning & Leadership Development melalui Certified Hunger, konsultansi pengembangan kapabilitas yang ia dirikan.

Certified Hunger telah mendampingi berbagai organisasi dalam membangun budaya belajar berkelanjutan, merancang program pengembangan kepemimpinan, serta menyusun intervensi berbasis learning agility yang terhubung dengan tujuan bisnis.

"Buku ini saya tulis sebagai fondasi pemikiran. Tapi, yang lebih menarik justru implementasinya di lapangan, karena setiap organisasi punya konteks dan tantangan yang berbeda. Framework ini baru benar-benar hidup ketika bertemu dengan realitas di perusahaan," kata Ewaldo.

Di luar aktivitas menulis dan konsultansi, Ewaldo menjabat sebagai Head of Talent Growth di Blibli (Blibli Tiket Group/Djarum), setelah sebelumnya mengelola fungsi People Development di tiket.com dalam grup yang sama. Ia juga merupakan LEGO Serious Play Certified Facilitator dengan pengalaman lebih dari 13 tahun di bidang HR lintas industri, mulai dari FMCG, jasa keuangan, teknologi, hingga travel.

Sebelumnya, framework Certified Hunger juga telah dibawakan Ewaldo di panggung regional, termasuk di Asia HRBP Forum 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, serta ATD Southeast Asia Summit.

Tidak mengherankan, pendekatan Certified Hunger kini semakin banyak diadopsi dalam berbagai program pelatihan, coaching, dan pengembangan organisasi di Indonesia.

Untuk mengenal lebih jauh konsep-ide tersebut, kita bisa mengaksesnya melalui buku Certified Hunger Manifesto yang masih tersedia di seluruh toko buku Gramedia, Gramedia.com, dan juga Gramedia Digital.

Informasi lebih lanjut mengenai Certified Hunger dapat diakses melalui certifiedhunger.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau