Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pacarmu Effortless? Ini Cara Menyikapinya Agar Hidup Lebih Tenang!

Kompas.com, 13 Juli 2022, 17:00 WIB
Sumber Gambar: Freepik.com
Rujukan artikel ini:
Berani Tidak Disukai
Pengarang: Ichiro Kishimi dan Fumitake…
|
Editor Novia Putri Anindhita

Dalam suatu hubungan tak jarang kita temui seseorang yang manis di awal, di mana semua love language dicurahkan demi mendapat hati dan simpati pasangannya.

Namun seiring berjalannya waktu, mungkin terasa dia menjauh secara perlahan.

Berbagai alasan diutarakan seperti sedang sibuk, banyak pekerjaan, janji lain yang sudah dibuat, dan masih banyak alasan lain.

Lalu kita mulai bertanya, apa kita berbuat salah sehingga dia menjauh? salah ucap? salah tindakan? atau perubahan penampilan yang dinilai buruk?

Perasaan bersalah ini mulai menghantui, komunikasi pun tidak berjalan dua arah.

Dia seakan menghindar untuk bicara tentang alasan perubahan sikapnya belakangan ini.

Kemudian kamu semakin terpuruk karena bergantung pada masa lalu dimana kenangan manis berada dan membandingkan dengan keadaan sekarang.

Tapi mungkin salahnya bukan di kamu, lho! Yuk, simak analisis dan bagaimana cara menanggapi situasi ini berdasarkan teori dari Alfred Adler, psikolog kenamaan dunia!


Baca juga: Arti Mimpi Pacar Selingkuh


Cara Menyikapi Sikap Pacar yang Berubah

1. Mungkin dia sedang mencari perhatian yang tidak sehat

Pada teori Adler dikemukakan bahwa banyak orang menganggap ‘normal’ sebagai hal buruk.

Kehidupan percintaan yang sehat dan stabil tidak memberikannya cukup perhatian.

Sehingga dia menjauh agar kamu terus memberikan perhatianmu, tidak peduli dengan sikap buruk sekali pun.

Dengan begitu kamu cenderung lebih sering menanyakan kabarnya sehingga dia merasa diperlukan.

Mungkin di lingkup keluarga, pertemanan, atau tempat kerja dia tidak begitu mendapat perhatian yang dikehendaki sehingga pelampiasannya ditujukan kepadamu.

2. Jika dia bahagia denganmu, dia akan mengutarakannya terus terang!

Salah satu tanda dia ingin mengendalikanmu adalah dengan menghindar.

Sehingga dia berharap kamu akan terus bergantung kepadanya.

Menurut Adler sikap berdiam diri adalah hal terburuk yang bisa dilakukan seseorang.

Jadi kamu bisa menyimpulkan sendiri seberapa buruk situasi percintaanmu jika sudah berada di tahap acuh tak acuh.

3. Kebahagiaanmu ditentukan oleh hubungan antar pribadi

Sehatnya hubungan percintaan ditentukan oleh komunikasi dua arah yang timbal balik.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jika setiap berkomunikasi dengannya seperti berbicara dengan tembok, hal ini sudah menjadi indikasi hubungan percintaan yang tidak sehat.

4. Kamu hanya memiliki masa sekarang, bukan masa lalu dan masa depan

Hidup seutuhnya berada di masa sekarang.

Apa yang terjadi di masa lalu atau bayangan tentang masa depan dengannya tidak bisa dijadikan tolak ukur.

Jika kamu terus bergantung kepada dua hal tersebut, kamu tidak akan bisa bahagia.

Fokus untuk menjalani hidupmu di masa sekarang dinilai keputusan yang bijaksana


Baca juga: Ciri Pacar Seligkuh dan Cara Menghadapinya


5. Fokus pada gaya hidup, bukan pada hal yang tidak bisa diubah

Menurut pandangan Adler, apa yang dipikirkan dan respon orang lain bukanlah tanggung jawab diri kita.

Namun, kita sepenuhnya wajib dalam menentukan perilaku saat ini yang dinilai efektif.

Hal ini biasa disebut dengan gaya hidup.

Jika pada situasi sekarang sikapnya cenderung tidak acuh, maka kamu bisa menentukan sendiri respon apa yang ingin diambil.

Nah, mungkin kamu bisa mempertimbangkan teori yang dikemukakan Adler dalam menyikapi hubungan percintaan yang sedang tidak baik-baik saja dengan membaca buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga yang memaparkan framework dan tips kehidupan yang berpusat pada hubungan interpersonal.

Bagi kamu yang mempunyai inferior complex, FOMO, atau overthinking, buku ini sangat layak untuk dibaca guna menghindari keterpurukan yang tidak berarti.

Kamu bisa mengidentifikasi sebuah situasi dengan pandangan yang lebih luas, bahwa seseorang pasti mempunyai tujuan ketika berperilaku dengan cara tertentu.

Entah dia ingin mengakhiri hubungan percintaan dengan bersikap tidak acuh atau dalam konteks sosial lainnya.

Buku ini berisi hal praktikal yang dapat diaplikasikan langsung ketika berada di lingkungan masyarakat dan di saat sendiri.

Walaupun buku ini megacu pada teori psikologi dan filosofi Alfred Adler, konten buku dibuat dengan kalimat yang mudah dipahami dalam bentuk dialog sehingga pembaca pemula ‘pun tidak akan merasa kewalahan dengan istilah-istilah yang dirasa sulit.

Buku digital Berani Tidak Disukai tersedia di semua platform Gramedia Digital lho! Ayok segera kunjungi website ebooks.gramedia.com, Gramedia.com, aplikasi iOS atau android Gramedia Digital, dan dapatkan buku digital yang bisa kamu baca dimanapun lewat smartphone dalam genggaman!

Selain itu, dapatkan gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

Apa Itu Satelit Buatan dan Mengapa Penting bagi Kehidupan Sehari-hari?

buku
Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

Karakteristik Planet Bumi: Ciri, Keunikan, dan Alasan Menjadi Tempat Kehidupan

buku
Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Kreatifafa Penerbit Juz Amma for Little Ones Hadiri Istanbul Publishing Fellowship, Bawa Karya Anak Indonesia ke Panggung Dunia

buku
Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Bukti Peninggalan Kerajaan Kutai: Jejak Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai sebagai Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia

buku
Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

Deretan Nama Raja Kerajaan Pajang dan Peran Mereka dalam Sejarah Jawa

buku
8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

8 Fungsi Peroksisom pada Sel Tumbuhan dan Hewan

buku
Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

Apa Itu Stoikisme: Mengenal Kedamaian dari Filsafat

buku
Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

Letak Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Peralihan Kekuasaan di Tanah Jawa

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

Masa Kejayaan Kerajaan Pajang dan Perannya dalam Sejarah Jawa

buku
Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

Cara Menggunakan Logika daripada Perasaan: Panduan Kendali Diri

buku
Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

Nama Raja Kerajaan Banten dan Jejak Kekuasaan yang Membentuk Sejarahnya

buku
Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

Detective These Days: Ketika Mantan Genius Kalah Lawan Usia dan Tagihan Sewa

buku
Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

Siapa Pencetus Filsafat Stoikisme? Mengenal Zeno dari Citium dan Sejarahnya

buku
Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

Sejarah dan Letak Kerajaan Samudera Pasai: Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

buku
Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

Merayakan Valentine Lewat Manga: Dari Gengsi Hingga Keajaiban Waktu

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau