Seri Aku Anak Mandiri Keterikatan dan ketergantungan anak pada orangtua adalah sesuatu yang wajar karena keluarga merupakan lingkungan primer mereka.
Namun, hal ini dapat menjadi isu ketika anak tidak kunjung memiliki kemandirian sesuai tahapan usianya.
Dirangkum dari berbagai sumber, rupanya ada beberapa penyebab anak sulit mandiri.
Orangtua bisa berada di kutub yang terlalu ekstrem.
Ada dua tipe orangtua.
Tipe orangtua yang terlalu protektif, mereka cenderung membuat anak berada di zona nyaman dalam jangka panjang, atau malah berusaha mengambil alih tanggung jawab dan kewajiban anak karena terlalu tidak sabar menunggu atau ingin cepat beres.
Tipe orangtua kedua yakni yang terlalu pushy justru bersikap terlalu perfeksionis, tidak memberi kebebasan pada anak, memarahi anak saat ia melakukan kesalahan atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai.
Sikap ini berujung membuat anak tidak punya solusi atas permasalahan yang ia hadapi atau membuat anak tidak mampu mengambil keputusan sendiri untuk menyelesaikannya.
Mampu mengambil keputusan sendiri atau menemukan solusi atas suatu permasalahan sebetulnya adalah poin penting yang perlu disoroti dalam membangun sifat mandiri anak.
Meski kemandirian bukanlah sesuatu yang dibangun secara instan, ternyata ada banyak cara untuk menumbuhkannya, salah satunya lewat cerita-cerita bertema spesifik.
Seri Aku Anak Mandiri yang terdiri dari 4 judul sangat cocok untuk anak-anak usia 7+ yang sedang membangun kemandirian dalam berbagai aspek.
Mulai dari hal paling sederhana: membangun kebiasaan mandiri di rumah.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Bima Ternyata Bisa memperlihatkan anak yang tadinya mengandalkan orangtuanya, akhirnya belajar mandiri tanpa adegan omelan dari orangtua.
Bima menemukan contoh dari keluarga dekatnya yang jarak usianya tidak jauh.
Isu kedua yang sering dihadapi anak adalah FOMO dan peer pressure.
Apakah jika tidak memiliki barang yang sama artinya tidak kompak? Bolehkah dan bisakah kita sebetulnya menentukan pilihan sendiri sesuai keinginan kita, dan pada akhirnya tetap berteman? Semua dikupas tuntas dalam Jujur Saja, Nara!
Isu lain yang mungkin dihadapi anak adalah disiplin dan bertanggung jawab atas keputusan atau pilihan pribadi.
Lagi-lagi masih berkaitan dengan fenomena FOMO, anak sering kali hanya ikut-ikutan dan pada akhirnya menyalahkan keadaan atas pilihan yang sebenarnya tidak ia sukai, hanya demi mendapatkan kepercayaan teman-temannya.
Coba Lagi, Lina! Menceritakan perjalanan Lina dalam mengikuti les renang yang awalnya hanya ikut-ikutan teman-temannya belaka.
Terakhir, salah satu tanda kemandirian tumbuh adalah mampu menemukan solusi atas suatu masalah.
Ide Bagus, Evan! memperlihatkan bagaimana Evan mampu menyelesaikan problem kecil tanpa bantuan orang dewasa setelah berusaha dengan berbagai cara.
Seri Aku Anak Mandiri sangat redaksi rekomendasikan untuk anak-anak yang sedang membangun kemandirian dalam berbagai aspek.
Sebab, buku ini ditulis dengan bahasa dan POV yang ringan saat membahas masalah sehari-hari yang dekat dengan anak.
Tanpa terasa menggurui karena menonjolkan tokoh anak-anak yang proaktif memperhatikan solusi dari sekitar, anak akan dengan mudah menyerap pesan kemandirian yang ingin disampaikan.
Semua seri Aku Anak Mandiri tersedia di Gramedia.com dan toko buku Gramedia terdekat.