Berikut 6 Perbedaan dari Buaya dan Aligator

Kompas.com - 29/12/2021, 13:00 WIB
Sumber Gambar: Pexels.com
Rujukan artikel ini:
Seri Anatomi Hewan : Buaya…
Pengarang: David West
Penulis Lika Purnama
|
Editor Almira Rahma Natasya

Pada awalnya, semua aligator dan buaya termasuk dalam satu ordo taksonomi yang disebut Crocodilia.

Crocodilia kemudian terbagi menjadi tiga yaitu Alligatoridae, Crocodylidae, dan Gavialidae.

Pada dasarnya, buaya dan aligator memiliki nenek moyang yang sama.

Namun, 80 juta tahun yang lalu, Alligatoridae dan Crocodylidae terpisah melanjutkan perjalanan evolusi mereka sendiri.

Meskipun telah berevolusi secara terpisah, buaya dan aligator sering disalahpahami sebagai satu hewan yang sama persis karena memiliki kemiripan pada perilaku, bentuk, hingga ukuran.

Namun faktanya, kedua hewan ini memiliki karakteristik yang berbeda.

6 Perbedaan Buaya dan Aligator

1. Habitat

Buaya memiliki kelenjar garam yang memungkinkan mereka mengeluarkan kelebihan garam yang masuk ke dalam tubuh.

Kemampuan ini memungkinkan buaya untuk dapat tinggal di perairan air asin.

Seperti spesies Crocodylus Porosus yang memiliki habitat di hutan bakau dan sungai-sungai di sekitar laut.

Sementara itu, meskipun aligator memiliki kelenjar yang sama, namun kelenjar ini kurang efektif dan membuat kemampuan aligator hidup di air asin menjadi terbatas.

Karena itulah aligator memiliki habitat di air tawar, seperti danau dan rawa-rawa.

2. Bagian Kepala

Kepala aligator lebih oval dan seperti berbentuk U, sementara kepala buaya cenderung memanjang dan berbentuk V.

Rahang atas dan bawah buaya memiliki ukuran yang sama.

Sehingga ketika mulut buaya menutup, gigi-gigi atas dan bawah buaya mencuat keluar mulut.

Sementara itu aligator memiliki rahang atas yang lebih besar sehingga gigi bawah tidak mencuat (tersembunyi sepenuhnya di dalam mulut) ketika mulutnya tertutup.

3. Bagian Tubuh

Dari panjang tubuh, buaya lebih panjang karena dapat mencapai 1,5 meter hingga 6 meter, sementara aligator maksimal hanya mencapai 4 meter.

Mereka juga memiliki perbedaan warna kulit.

Buaya cenderung berwarna kehijauan yang lebih terang atau kecoklatan sementara aligator berwarna lebih gelap dan tampak kehitaman.

4. Agresivitas

Kedua predator ini memiliki bintik hitam sebagai sensor yang disebut Integumentary Sense Organs (ISOs) yang memungkinkan predator untuk mendeteksi perubahan tekanan dalam air yang disebabkan oleh mangsa potensial.

Organ sensor ini lebih banyak ditemukan pada buaya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Karena itulah, selain memiliki tubuh yang lebih besar, buaya juga jauh lebih agresif.

Mereka dapat menyerang siapapun yang bergerak dan ketika lapar tidak akan ragu untuk mengejar manusia yang terlalu dekat.

Sementara itu, aligator justru cenderung menghindar apabila bertemu dengan manusia.

5. Kekuatan Gigi

Gigi buaya termasuk salah satu yang terkuat di muka bumi.

Seperti seolah sengaja didesain untuk mengoyak mangsa, gigi buaya berbentuk tajam dan runcing serta memiliki kekuatan gigitan yang luar biasa.

Buaya nil memiliki kekuatan gigitan sebesar 5000 psi, buaya air asin sebesar 3700 psi, sedangkan aligator yang hanya 2500 psi.

Angka-angka tersebut sangat besar jika dibandingkan dengan makhluk lain seperti kuda nil (1825 psi), jaguar (2000 psi), gorila (1300 psi), harimau (1050 psi), dan manusia yang kurang lebih hanya 160 psi.

6. Kecepatan

Meskipun buaya dan aligator sering tampak lambat dan malas ketika sedang terlihat di sekitar air, tetapi keduanya dapat dengan mudah berlari lebih cepat dari manusia.

Di antara keduanya, aligator memiliki kecepatan yang lebih tinggi.

Di daratan, aligator dapat mencapai kecepatan hingga 49 per jam sedangkan buaya hanya bisa mencapai sekitar 32 km per jam dalam jarak yang sangat pendek.

Sementara ketika berada di dalam air, kecepatan keduanya melambat.

Aligator menjadi sekitar 40 km per jam dan buaya menjadi 29 km per jam.

Itulah 6 perbedaan buaya dan aligator. Jika kamu tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai buaya dan reptil lainnya atau ingin mengenalkan hewan-hewan tersebut pada anak-anak, maka buku-buku di bawah ini akan sangat menarik untuk dibaca.

Rekomendasi Buku tentang Reptil

1. Seri Anatomi Hewan: Buaya dan Reptilia Lainnya – David West

Terkadang, sebagai orang yang lebih tua kita sering kebingungan ketika ditanya banyak hal oleh anak-anak, termasuk seputar hewan-hewan.

Kenapa cicak memutus ekornya, kenapa bunglon merubah warnanya, dan pertanyaan-pertanyaan serupa.

Nah, di dalam buku ini tak hanya berisi tentang penjelasan anatomi dari buaya dan reptil lainnya, namun juga terdapat jawaban dari pertanyaan yang umumnya terlontar oleh anak-anak.

2. Reptilpedia – Christina Wilsdon

Jika mendengar kata reptil, kebanyakan yang terbayang pasti hewan-hewan berbahaya seperti ular maupun buaya.

Namun faktanya, terdapat banyak sekali jenis reptil yang tidak berbahaya dan bahkan dapat dijadikan hewan peliharaan.

Buku ensiklopedia reptil ini akan sangat cocok untuk dijadikan koleksi bacaan anak karena memuat penjelasan yang lengkap mulai dari nama ilmiah, habitat, makanan, hingga perilaku.

Dengan 400 lebih gambar yang penuh warna di dalam bukunya, pasti akan membuat si kecil semakin tertarik untuk belajar.

Jika kamu tertarik membacanya, buku Seri Anatomi Hewan : Buaya dan Reptilia Lainnya – David West dan Reptilpedia – Christina Wilsdon telah tersedia di Gramedia.com.


Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.