Ketahui 5 Manfaat Air Hujan, Edukasi Anak untuk Mengenal Fenomena Alam

Kompas.com - 23/11/2021, 09:48 WIB
Sumber foto : Pixabay
Rujukan artikel ini:
Ada Apa di Bumi? Air
Pengarang: Isabel Thomas & Pau…
|
Editor Ratih Widiastuty

Anak usia dini adalah masa usia emas mereka di mana begitu mudah menyerap ilmu-ilmu dasar tentang apa yang terjadi di sekelilingnya.

Anak-anak seringkali memiliki rasa penasaran yang tinggi pada setiap fenomena yang ia lihat.

Selain rasa penasaran, anak-anak juga didorong oleh rasa senang untuk mengetahui sesuatu.

Salah satu kegiatan yang biasanya membuat anak bersenang-senang adalah hujan-hujanan.

Kegiatan ini dapat mengundang tawa dan kebahagiaan apalagi jika dilakukan bersama teman-teman.

Anak pun terkadang bertanya-tanya dari mana hujan turun dan bagaimana hujan terbentuk?

Hujan terbentuk ketika uap air dari lautan, air tawar, dan di daratan menguap, serta mengembun di udara yang tinggi dan dingin, lalu menghasilkan awan di langit.

Hujan adalah komponen penting dari siklus air yang tidak pernah berakhir, di mana hujan turun ke bumi, menguap, diserap oleh awan, dan kemudian mengalir lagi untuk melanjutkan putaran.

Curah hujan nyatanya sangat berpengaruh pada kondisi atmosfer bumi, perubahan musim, dan kelangsungan semua kehidupan tumbuhan dan hewan di bumi.
Nah, apa saja manfaat hujan bagi kita? Simak manfaat hujan berikut ini.

Manfaat Hujan


1. Keberlangsungan Hidup Manusia


Tubuh manusia membutuhkan ketersediaan air tawar yang konsisten untuk membantu mendukung kelangsungan hidupnya.

Hal ini disediakan oleh air hujan yang kemudian menjadi air tanah sehingga kita bisa memanfaatkannya sebagai air minum.

Untuk melakukan metabolisme tubuh, sistem pencernaan manusia membutuhkan air. Keringat, urin, dan kotoran semuanya membantu menghilangkan racun berbahaya dari sistem manusia.

2. Tanaman Tidak Dapat Bertahan Hidup Tanpa Hujan


Vegetasi, tanaman dan pohon, rumput, hingga semak berbunga yang mekar semuanya membutuhkan air untuk bertahan hidup dan berkembang.

Dari mulai benih hingga tahap pertumbuhan dewasa, akar tanaman menyerap kelembapan dan mengirimkannya ke batang dan daun untuk meningkatkan nutrisi.

Sebagai konsekuensi langsung dari fotosintesis, tanaman mengambil karbon dioksida dari atmosfer, dan menyediakan oksigen esensial ke atmosfer untuk respirasi hewan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Hujan Sebagai Sumber Vitalitas untuk Semua Komponen Lingkungan


Hujan sangat penting bagi semua bentuk ekosistem baik itu untuk tanaman atau pun hewan.

Selain itu, hujan juga mendinginkan udara, merehidrasi kembali padang rumput yang kering.

Hujan juga mempertahankan aliran sungai, saluran air, dan rawa-rawa, yang pada gilirannya membantu menyediakan air tawar untuk habitat ikan.

4. Persediaan Air Tanah


Air hujan jatuh ke permukaan dan meresap ke lapisan tanah atas, dan akhirnya mengenai serta mengendap di batuan dasar.

Sumur galian yang berfungsi sebagai persediaan air untuk minum dan mandi, airnya bersumber langsung dari pengendapan air tanah yang berasal dari air hujan.

5. Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air


Pembangkit listrik tenaga air menggunakan gerakan air sungai yang bergerak cepat atau gravitasi waduk untuk menggerakkan turbin angin raksasa.

Hujan melengkapi semua kapasitas air yang diperlukan untuk menggerakkan pembangkit listrik tenaga air, sehingga menjadikannya bebas polusi.

Selain manfaat hujan di atas, sebagai orang tua, Anda juga dapat menjelaskan kepada anak Anda tentang siklus air lebih jelas dan seluk-beluk tentang air melalui buku “Ada Apa di Bumi? Air” karya Isabel Thomas & Pau Morgan.

Buku ini menjelaskan tentang siklus air serta cara memanfaatkan dan menghemat air, hingga sifat dan wujud air.

Lewat buku ini juga anak akan diajak bereksperimen tentang siklus air yang mengasah kreativitas mulai dari membuat gunung es, filter air, kolam mini, dan pelangi buatan.

Buku ini memuat fakta-fakta sains yang menarik dan mengajak anak-anak menjelajahi dunia sekitar dengan cara yang menyenangkan.

Selain itu, karena hujan merupakan bagian dari cuaca, Anda juga dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas tentang berbagai fenomena alam melalu buku Belajar Sains: Cuaca karya Wu Meizhen.

Buku cerita ini mengisahkan tentang Chen, Susie, Mimi dan kawan-kawan selalu haus akan ilmu pengetahuan.

Dikisahkan mereka pergi bertualang ke Kepulauan Paracel, kemudian juga berkunjung ke Badan Meteorologi untuk mempelajari banyak hal tentang macam-macam cuaca.

Buku ini mengajarkan anak dengan menggabungkan ilmu sains populer dan gaya komik yang jenaka untuk menjawab rasa ingin tahu anak-anak dalam bidang sains sekaligus menambah wawasan anak-anak.

Kedua buku tersebut dapat menjadi bagian dalam petualangan belajar anak-anak dan membuat mereka mencintai ilmu pengetahuan.
Segera dapatkan bukunya hanya di Gramedia.com!


Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.