Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Murid Saitama, Ini Fakta Unik Genos si Sidekick dalam Manga One Punch Man

Kompas.com, 16 Mei 2022, 18:00 WIB
Murid Saitama Sumber Gambar: cbr.com Murid Saitama
Rujukan artikel ini:
One Punch Man 01
Pengarang: One & Yusuke Murata
|
Editor Ratih Widiastuty

Dalam dunia perfilman, sidekick merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut pahlawan yang menjadi pendamping bagi pahlawan utama.

Karakter sidekick juga memiliki peran yang tak kalah penting dalam menunjang jalan cerita dan keberhasilan dari karakter pahlawan utama.

Tidak jarang karakter sidekick ini justru lebih menarik perhatian dan lebih disukai oleh sebagian orang dibandingkan karakter pahlawan utamanya.

Hal inilah yang juga terjadi pada Genos, sidekick yang sekaligus adalah murid satu-satunya Saitama dalam seri One Punch Man. Baca selengkapnya tentang Manga One Punch Man.

Cyborg tampan berambut pirang ini telah menyedot perhatian banyak pembaca manga One Punch Man karena keunikan serta kekuatannya yang tak kalah hebat dari gurunya.

Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai Genos yang menjadi murid dan sidekick bagi Saitama, sang superhero terkuat di bumi.

Fakta Unik Genos yang Menjadi Murid Saitama

1. Pertemuan Genos dengan Saitama

Genos pertama kali bertemu dengan Saitama saat dirinya sedang melawan monster yang bisa mengendalikan gerombolan nyamuk untuk mengisap darah dari makhluk hidup yang akan menjadi sumber kekuatannya.

Saat melihat Saitama yang tiba-tiba muncul dengan kaus rumahan sederhana, Genos memerintahkannya untuk segera berlindung karena mengira jika Saitama hanyalah penduduk kota biasa.

Genos kemudian melanjutkan pertarungan sengitnya melawan monster yang ternyata telah menjadi semakin kuat berkat darah yang dikumpulkan oleh nyamuk-nyamuk yang dikendalikannya.

Genos pun menjadi kewalahan dan mengira bahwa dirinya tidak lagi memiliki harapan untuk bisa menang.

Pada detik-detik terakhir, terpikir oleh Genos untuk meledakkan dirinya sebagai perlawanan terakhir untuk dapat menghancurkan sang monster, meskipun harus mengorbankan nyawanya sendiri.

Pada saat itulah, Saitama muncul kembali dan dalam seketika berhasil menumbangkan sang monster hanya dengan satu pukulan saja.

Genos yang melihat kejadian tersebut langsung meminta Saitama untuk menjadikannya sebagai murid.

Entah karena merasa kasihan melihat Genos yang sekarat dan hancur berkeping-keping, Saitama pun menyetujuinya meskipun ia tampak sedikit menyesal setelahnya.

2. Latar Belakang Genos

Sampai usianya 15 tahun, Genos sebenarnya adalah seorang manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan dan hidup bahagia bersama dengan keluarganya.

Namun, pada suatu hari tiba-tiba muncul seorang cyborg yang lepas kendali dan menyerang kota tempat Genos tinggal hingga hancur lebur.

Keluarga Genos pun menjadi salah satu dari sekian banyak korban akibat amukan cyborg gila tersebut.

Genos yang berhasil selamat dari kekacauan itu kemudian bertemu dengan Profesor Kuseno.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Iamerupakan seorang ilmuwan keadilan dan sedang berkelana untuk mencegah cyborg agar tidak lepas kendali, seperti yang terjadi di tempat Genos tinggal.

Karena memiliki dendam terhadap cyborg yang telah membunuh keluarganya, Genos lalu meminta Profesor Kuseno untuk memodifikasi tubuhnya dan menjadikannya seorang cyborg juga.

Sejak itulah Genos jadi sering berkelana untuk melawan monster-monster dan mencari petunjuk mengenai keberadaan cyborg yang menyerang tempat tinggalnya.

Namun sayangnya, hingga kini Genos tidak berhasil menemukan petunjuk apapun dan belum bisa membalaskan kematian dari keluarga yang dicintainya.

3. Memiliki Peringkat yang Lebih Tinggi dari Saitama

Agar bisa menjadi seorang pahlawan resmi yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat, Saitama bersama dengan Genos kemudian mendaftarkan diri untuk bergabung ke dalam Asosiasi Pahlawan.

Setelah melalui berbagai macam ujian yang disediakan, keduanya pun dinyatakan lulus dan telah diakui sebagai seorang pahlawan.

Meskipun sama-sama dinyatakan lulus, namun ternyata Genos mendapatkan peringkat yang lebih tinggi dibandingkan Saitama yang menjadi gurunya.

Dengan hasil akhir sempurna, Genos pun diakui sebagai pahlawan kelas S, sedangkan Saitama yang memperoleh skor akhir 71 dinyatakan sebagai pahlawan kelas C.

Mengetahui hasil ini, Genos merasa tidak setuju dan ingin mengajukan komplain kepada penanggung jawab ujian, namun dengan cepat langsung dihentikan oleh Saitama.

Hal ini kemudian menjadi salah satu bagian yang unik dari seri One Punch Man, di mana murid justru memiliki peringkat yang lebih tinggi dibandingkan gurunya.

Nah, itulah beberapa fakta menarik seputar Genos yang menjadi salah satu karakter terfavorit yang disukai oleh pembaca manga One Punch Man selain tokoh utamanya.

Manga One Punch Man yang pada awalnya hanya dipublikasikan di dalam blog pribadi milik penciptanya yang bernama ONE, kemudian menjadi populer hingga diilustrasikan ulang oleh Yusuke Murata dan diterbitkan secara resmi.

One Punch Man menceritakan mengenai perjalanan tokoh utamanya yang bernama Saitama, yang sejak kecil telah bercita-cita untuk menjadi seorang pahlawan.

Berkat latihan kerasnya selama tiga tahun, ia pun berhasil menjadi superhero yang kuat dan bisa dengan mudah mengalahkan musuh-musuhnya hanya dengan satu pukulan saja.

Meskipun begitu, Saitama tidak mudah merasa puas sampai akhirnya ia bertemu dengan Genos dan bersama-sama mendaftarkan diri ke dalam Asosiasi Pahlawan.

Perjalanan baru Saitama untuk bisa naik menjadi pahlawan kelas S seperti muridnya pun dimulai.

Kamu bisa mendapatkan seri komik One Punch Man ini dengan mudah di Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau