Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menjadi Orang yang Lucu dan Disukai Banyak Orang

Kompas.com, 19 Februari 2022, 18:00 WIB
Sumber Gambar: Freepik.com
Rujukan artikel ini:
Humor Therapy
Pengarang: BAMBANG SURYADI, PH.D.
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Menurut ilmu kesehatan, tertawa memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh.

Tertawa yang muncul secara alami bisa menjadi obat herbal untuk kesehatan mental dan psikologis manusia.

Selain itu, tertawa juga ternyata bisa membantu manusia untuk meredakan stres, emosi, menghilangkan pikiran negatif, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, orang yang humoris dan bisa membuat orang tertawa biasanya akan mudah menjadi magnet untuk menghibur banyak orang di sekitarnya.

Seseorang yang mempunyai rasa humor yang tinggi juga membuatnya mudah bergaul dengan siapa saja, karena mereka bisa dengan mudah mengurangi kecemasan dan ketegangan di tengah-tengah obrolan.

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjadi orang yang lucu dan disukai banyak orang.

5 Cara Menjadi Orang yang Lucu dan Disukai Banyak Orang

1. Banyak Tersenyum, Kurangi Wajah Jutek

Langkah awal untuk menjadi orang yang lucu adalah banyak tersenyum, karena dengan tersenyum kamu akan terkesan sebagai orang yang ramah dan menyenangkan.

Senyuman juga sifatnya menular sehingga akan memudahkan kamu saat ingin berinteraksi dengan orang lain, jadi saat kamu melontarkan lelucon, orang lain juga akan ikut tertawa dan merasa terhibur.

Jika kamu sejak awal memasang wajah jutek maka orang lain akan menganggap kamu adalah orang yang galak dan bahkan mereka enggan untuk mengajak kamu mengobrol.

2. Jangan Mudah Tersinggung

Jika kamu ingin menjadi orang yang lucu, maka kamu harus bisa menjadi pribadi yang lebih santai, dan tidak mudah tersinggung atau baper.

Saat kamu terlalu serius dalam menilai segala hal yang terjadi, kamu nantinya akan kesulitan untuk melihat sisi kelucuannya dan akan menghalangi kamu untuk menjadi orang yang lucu.

Saat kamu sudah bisa berpikiran terbuka, kamu akan lebih mudah melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang, sehingga kamu juga akan mudah membuat banyak lelucon.

3. Perbanyak Menonton Film Komedi

Untuk memiliki selera humor yang bagus, kamu juga harus memperluas wawasan kamu dengan menonton film-film komedi atau menonton pertunjukan para komedian.

Kamu bisa memperhatikan bagaimana mereka membawa diri sehingga bisa dengan mudah membuat orang lain tertawa dan terhibur.

Kamu juga bisa belajar dari mereka bagaimana cara yang tepat untuk memecah keheningan di tengah obrolan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

4. Peka dengan Berbagai Hal

Saat kamu berusaha untuk menjadi orang yang lucu, kamu juga harus ingat bahwa tidak semua hal bisa kamu jadikan lelucon, karena ada beberapa topik yang memang sensitif untuk sebagian orang.

Topik sensitif yang tetap disampaikan malah akan membuat kamu dianggap sebagai orang yang menyebalkan.

Walaupun sebenarnya ini adalah hal yang sulit karena lelucon itu bersifat subjektif, tapi kamu tetap harus memperhatikan setiap kalimat candaan yang kamu sampaikan dan kamu harus siap dengan resikonya.

5. Pantang Menyerah

Faktanya, tidak semua orang terlahir dengan sifat lucu, sehingga kamu harus mau terus belajar untuk menjadi pribadi yang humoris.

Orang-orang yang lucu juga biasanya adalah orang yang tangguh.

Saat lelucon kamu tidak lucu, kamu harus mengevaluasi dan belajar terus untuk bisa menghasilkan lelucon yang benar-benar lucu.

Jadi, saat kamu ingin menjadi orang yang lucu, kamu juga harus punya sikap pantang menyerah, karena tidak ada lelucon yang sempurna tanpa ada latihan sebelumnya.

Menjadi orang yang lucu memang kadang tidak mudah dan punya banyak tantangan, tapi mereka adalah orang yang biasanya mampu menyelamatkan dan menjadi penghibur bagi banyak orang.

Untuk mendapatkan banyak referensi lelucon, kamu bisa coba membaca buku Humor Therapy yang ditulis oleh Bambang Suryadi, PH.D.

Menurut buku ini, kehidupan tanpa humor itu bagai masakan tanpa garam, sebab banyak penelitian juga yang menunjukkan bahwa humor bisa membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental seseorang.

Buku ini akan memberikan kamu banyak kisah lelucon yang nantinya bisa kamu jadikan referensi untuk menjadi orang yang lucu.

Pembahasan dalam buku ini juga unik karena sisi humor dan sisi akademisnya berjalan beriringan sehingga kamu tetap bisa menghasilkan humor yang lucu sekaligus cerdas.

Kalau kamu tertarik untuk membaca buku ini lebih dalam, kamu bisa membeli buku ini di Gramedia.com.

Selain itu, dapatkan juga gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Langsung klik di sini untuk dapatkan vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

Gacha Artinya Apa? Simak Istilah, Sejarah, dan Sistemnya dalam Game

buku
PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

PeopleMath Tawarkan Perspektif Baru tentang Produktivitas Kerja

buku
Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

Apa itu Gharar? Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Transaksi Digital

buku
Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

Kenapa Plushies Populer? Ini Alasannya Digemari Berbagai Kalangan

buku
Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

Plushies Artinya Apa? Kenali Pengertian dan Perbedaannya dengan Boneka

buku
Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

Weton Tulang Wangi dalam Kehidupan Sosial

buku
Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

Karakter Weton Tulang Wangi: Sifat Positif dan Sisi Gelap

buku
5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

5 Keistimewaan Weton Tulang Wangi: Rahasia Rezeki dan Kejayaan Masa Depan

buku
7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

7 Ciri Weton Tulang Wangi yang Paling Akurat Menurut Primbon Jawa

buku
Perbedaan Roller Skate dan Inline Skate, Mana yang Cocok untuk Pemula?

Perbedaan Roller Skate dan Inline Skate, Mana yang Cocok untuk Pemula?

buku
Apa itu Weton Tulang Wangi? Arti, Ciri-ciri, dan Daftar Lengkapnya Menurut Primbon

Apa itu Weton Tulang Wangi? Arti, Ciri-ciri, dan Daftar Lengkapnya Menurut Primbon

buku
Mengapa Anak Sering Tidak Mau Mendengar? Pelajaran Berharga dari Buku Seni Berbicara pada Anak 

Mengapa Anak Sering Tidak Mau Mendengar? Pelajaran Berharga dari Buku Seni Berbicara pada Anak 

buku
Menjelajah Dunia Satwa bersama “Big & Little Animals – Hewan Besar dan Kecil”

Menjelajah Dunia Satwa bersama “Big & Little Animals – Hewan Besar dan Kecil”

buku
How to Start Your Own Business: Sepakati Aturan Ini Sebelum Bekerja dengan Teman atau Keluarga

How to Start Your Own Business: Sepakati Aturan Ini Sebelum Bekerja dengan Teman atau Keluarga

buku
Petualangan Seru Mengenal Beragam Hewan Unik di Dunia

Petualangan Seru Mengenal Beragam Hewan Unik di Dunia

buku
7 Manfaat Business Plan sebelum Memulai Usaha

7 Manfaat Business Plan sebelum Memulai Usaha

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau