Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Book Haul vs Bookshelf Tour: Kenali Perbedaannya Sebelum Bikin Konten

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 18:00 WIB
Book Haul vs Bookshelf Tour Sumber Gambar: Pexels.com/Bushra Islam Book Haul vs Bookshelf Tour
Rujukan artikel ini:
As Long as the Lemon…
Pengarang: Zoulfa Katouh
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Istilah book haul dan bookshelf tour cukup populer di kalangan para Bookstagram atau BookTok.

Keduanya kerap menjadi konten untuk menampilkan buku-buku yang dimiliki atau baru dibeli.

Meski sama-sama membahas tentang buku, keduanya memiliki arti dan tujuan yang berbeda.

Book haul untuk menampilkan buku-buku yang baru dibeli atau didapatkan, sedangkan bookshelf tour mengajak pengikut melihat koleksi buku yang tersusun di rak.

Untuk kamu yang ingin mulai membuat konten Bookstagram atau BookTok, penting untuk memahami perbedaan keduanya.

Yuk, kenali perbedaan book haul dan bookshelf tour agar kontenmu semakin menarik dan tidak tertukar!

Apa Itu Book Haul dan Bookshelf Tour?

Book haul dan bookshelf tour adalah dua jenis konten yang sangat populer di kalangan pecinta buku, terutama di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

Meski sama-sama menampilkan buku, keduanya memiliki konsep dan tujuan yang berbeda.

Memahami perbedaannya akan membantumu memilih format konten yang paling sesuai, baik untuk berbagi pengalaman membaca maupun menunjukkan koleksi buku.

Berikut penjelasan masing-masing istilah:

Book Haul

Book haul adalah konten yang berisi kumpulan buku yang baru saja dibeli, diterima, atau dipinjam dalam periode tertentu.

Fokus utamanya adalah memperkenalkan buku-buku baru kepada audiens, bukan mengulas isi buku secara mendalam.

Ciri-ciri konten book haul antara lain:

  • Menampilkan buku yang baru didapat, baik hasil belanja, hadiah, maupun hasil meminjam dari perpustakaan.
  • Menjelaskan alasan memilih atau membeli buku tersebut.
  • Memberikan gambaran singkat tentang isi atau genre buku tanpa banyak membahas alur cerita.
  • Sering dibagikan setelah berkunjung ke toko buku, pameran buku, atau selesai berbelanja secara online.

Bookshelf Tour

Bookshelf tour adalah konten yang mengajak audiens melihat koleksi buku yang sudah dimiliki dan bagaimana buku-buku tersebut disusun di rak.

Konten ini lebih menonjolkan koleksi pribadi sekaligus kebiasaan membaca seseorang.

Ciri-ciri konten bookshelf tour meliputi:

  • Menampilkan rak buku beserta koleksi yang dimiliki.
  • Menjelaskan cara menyusun buku, misalnya berdasarkan genre, penulis, warna sampul, atau ukuran.
  • Membagikan cerita di balik koleksi tertentu, seperti buku favorit, buku yang paling berkesan, atau koleksi yang paling lama dimiliki.
  • Memberikan rekomendasi buku dari koleksi pribadi kepada audiens.

Singkatnya, book haul berfokus pada buku-buku yang baru didapat, sedangkan bookshelf tour menampilkan keseluruhan koleksi yang sudah dimiliki.

Keduanya sama-sama menarik untuk dibuat dan bisa menjadi cara seru berbagi kecintaan terhadap dunia buku dengan sesama pembaca.

Perbedaan Book Haul vs Bookshelf Tour

Sekilas, book haul dan bookshelf tour memang sama-sama menampilkan buku.

Namun, jika diperhatikan lebih jauh, kedua jenis konten ini memiliki fokus yang berbeda.

Book haul lebih menyoroti buku yang baru didapat, sedangkan bookshelf tour mengajak audiens mengenal koleksi buku yang sudah dimiliki secara keseluruhan.

Supaya lebih mudah dipahami, berikut perbedaan keduanya:

1. Tujuan Konten

  • Book haul bertujuan memperkenalkan buku-buku baru yang baru dibeli, diterima, atau dipinjam.
  • Bookshelf tour bertujuan menunjukkan koleksi buku sekaligus memberikan gambaran tentang kebiasaan membaca atau cara mengatur rak buku.

2. Buku yang Ditampilkan

  • Book haul hanya berisi buku-buku terbaru yang belum lama dimiliki.
  • Bookshelf tour menampilkan seluruh atau sebagian koleksi buku yang sudah ada di rak.

3. Isi Pembahasan

  • Pada book haul, kreator biasanya menjelaskan alasan membeli buku, sinopsis singkat, atau ekspektasi sebelum membacanya.
  • Pada bookshelf tour, pembahasannya lebih beragam, mulai dari cara menyusun buku, koleksi favorit, hingga cerita di balik buku-buku tertentu.

4. Waktu Pembuatan Konten

  • Book haul biasanya dibuat setelah berbelanja buku, mengunjungi pameran, atau menerima paket buku.
  • Bookshelf tour bisa dibuat kapan saja, terutama saat ingin memperlihatkan koleksi atau setelah menata ulang rak buku.

5. Nilai yang Diberikan Kepada Audiens

  • Book haul membantu audiens menemukan buku-buku baru yang menarik untuk masuk daftar bacaan.
  • Bookshelf tour memberi inspirasi dalam menyusun koleksi, menemukan rekomendasi buku, sekaligus mengenal selera membaca sang kreator.

Meski memiliki konsep yang berbeda, book haul dan bookshelf tour saling melengkapi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Banyak kreator menggabungkan keduanya sebagai variasi konten agar akun tetap menarik.

Setelah membagikan book haul, misalnya, buku-buku tersebut bisa kembali muncul dalam bookshelf tour setelah selesai dibaca dan menjadi bagian dari koleksi di rak.

Tips Memilih Konten Sesuai Gaya Kamu

Tidak ada aturan yang mengharuskan setiap bookstagrammer membuat book haul atau bookshelf tour.

Keduanya sama-sama menarik, tetapi pilihan terbaik tetap bergantung pada tujuan, koleksi buku, dan gaya konten yang ingin kamu tampilkan.

Dengan memilih format yang sesuai, proses membuat konten akan terasa lebih menyenangkan dan hasilnya pun lebih autentik.

Berikut beberapa tips untuk menentukan konten yang paling cocok:

1. Pilih Book Haul Jika Sering Membeli atau Mendapatkan Buku Baru

Konten ini cocok untuk berbagi antusiasme terhadap buku-buku yang baru datang sekaligus memberikan rekomendasi awal kepada audiens.

2. Pilih Bookshelf Tour Jika Sudah Memiliki Koleksi Buku yang Beragam

Kamu bisa mengajak audiens melihat isi rak buku, berbagi cerita di balik koleksi tertentu, atau memberikan rekomendasi dari buku-buku yang sudah dimiliki.

3. Sesuaikan dengan Tujuan Konten

Jika ingin membagikan daftar bacaan terbaru, book haul adalah pilihan yang tepat.

Sebaliknya, jika ingin memperkenalkan selera membaca atau koleksi pribadi, bookshelf tour akan lebih relevan.

4. Manfaatkan Momen yang Tepat

Setelah pulang dari toko buku atau pameran buku, buatlah book haul.

Sementara itu, bookshelf tour bisa dibuat setelah merapikan rak buku atau saat ingin memperlihatkan koleksi yang terus bertambah.

5. Tidak Harus Memilih Salah Satu

Banyak kreator menggabungkan kedua jenis konten agar feed Instagram lebih bervariasi.

Misalnya, membuat book haul saat buku baru datang, lalu beberapa bulan kemudian menampilkan buku tersebut dalam bookshelf tour.

6. Utamakan Kenyamanan Saat Membuat Konten

Pilih format yang paling sesuai dengan kepribadian dan rutinitasmu.

Saat menikmati prosesnya, konten biasanya akan terasa lebih natural dan lebih mudah terhubung dengan audiens.

Baik book haul maupun bookshelf tour, keduanya sama-sama bisa menjadi cara seru untuk mengekspresikan kecintaan pada dunia buku.

Tidak ada format yang lebih baik dari yang lain.

Oleh karena itu, penting untuk memilih jenis konten yang paling sesuai dengan gaya, koleksi buku, dan cerita yang ingin kamu bagikan.

Dengan begitu, konten akan terasa lebih autentik dan mampu membangun koneksi dengan sesama pencinta buku.

Buat kamu yang sedang mencari tambahan koleksi untuk book haul atau bookshelf tour, novel As Long as the Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh bisa menjadi salah satu pilihan.

Novel ini mengisahkan Salama, seorang mahasiswa farmasi yang harus menghadapi kehilangan orang-orang terdekatnya akibat Perang Suriah.

Di tengah situasi penuh ketidakpastian, Salama berjuang membantu orang lain sekaligus mempertahankan harapan untuk masa depan.

Novel As Long as the Lemon Trees Grow dapat dibeli secara online melalui Gramedia.com maupun di toko Gramedia.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau