Book Haul vs Bookshelf Tour Istilah book haul dan bookshelf tour cukup populer di kalangan para Bookstagram atau BookTok.
Keduanya kerap menjadi konten untuk menampilkan buku-buku yang dimiliki atau baru dibeli.
Meski sama-sama membahas tentang buku, keduanya memiliki arti dan tujuan yang berbeda.
Book haul untuk menampilkan buku-buku yang baru dibeli atau didapatkan, sedangkan bookshelf tour mengajak pengikut melihat koleksi buku yang tersusun di rak.
Untuk kamu yang ingin mulai membuat konten Bookstagram atau BookTok, penting untuk memahami perbedaan keduanya.
Yuk, kenali perbedaan book haul dan bookshelf tour agar kontenmu semakin menarik dan tidak tertukar!
Book haul dan bookshelf tour adalah dua jenis konten yang sangat populer di kalangan pecinta buku, terutama di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.
Meski sama-sama menampilkan buku, keduanya memiliki konsep dan tujuan yang berbeda.
Memahami perbedaannya akan membantumu memilih format konten yang paling sesuai, baik untuk berbagi pengalaman membaca maupun menunjukkan koleksi buku.
Berikut penjelasan masing-masing istilah:
Book haul adalah konten yang berisi kumpulan buku yang baru saja dibeli, diterima, atau dipinjam dalam periode tertentu.
Fokus utamanya adalah memperkenalkan buku-buku baru kepada audiens, bukan mengulas isi buku secara mendalam.
Ciri-ciri konten book haul antara lain:
Bookshelf tour adalah konten yang mengajak audiens melihat koleksi buku yang sudah dimiliki dan bagaimana buku-buku tersebut disusun di rak.
Konten ini lebih menonjolkan koleksi pribadi sekaligus kebiasaan membaca seseorang.
Ciri-ciri konten bookshelf tour meliputi:
Singkatnya, book haul berfokus pada buku-buku yang baru didapat, sedangkan bookshelf tour menampilkan keseluruhan koleksi yang sudah dimiliki.
Keduanya sama-sama menarik untuk dibuat dan bisa menjadi cara seru berbagi kecintaan terhadap dunia buku dengan sesama pembaca.
Sekilas, book haul dan bookshelf tour memang sama-sama menampilkan buku.
Namun, jika diperhatikan lebih jauh, kedua jenis konten ini memiliki fokus yang berbeda.
Book haul lebih menyoroti buku yang baru didapat, sedangkan bookshelf tour mengajak audiens mengenal koleksi buku yang sudah dimiliki secara keseluruhan.
Supaya lebih mudah dipahami, berikut perbedaan keduanya:
Meski memiliki konsep yang berbeda, book haul dan bookshelf tour saling melengkapi.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Banyak kreator menggabungkan keduanya sebagai variasi konten agar akun tetap menarik.
Setelah membagikan book haul, misalnya, buku-buku tersebut bisa kembali muncul dalam bookshelf tour setelah selesai dibaca dan menjadi bagian dari koleksi di rak.
Tidak ada aturan yang mengharuskan setiap bookstagrammer membuat book haul atau bookshelf tour.
Keduanya sama-sama menarik, tetapi pilihan terbaik tetap bergantung pada tujuan, koleksi buku, dan gaya konten yang ingin kamu tampilkan.
Dengan memilih format yang sesuai, proses membuat konten akan terasa lebih menyenangkan dan hasilnya pun lebih autentik.
Berikut beberapa tips untuk menentukan konten yang paling cocok:
Konten ini cocok untuk berbagi antusiasme terhadap buku-buku yang baru datang sekaligus memberikan rekomendasi awal kepada audiens.
Kamu bisa mengajak audiens melihat isi rak buku, berbagi cerita di balik koleksi tertentu, atau memberikan rekomendasi dari buku-buku yang sudah dimiliki.
Jika ingin membagikan daftar bacaan terbaru, book haul adalah pilihan yang tepat.
Sebaliknya, jika ingin memperkenalkan selera membaca atau koleksi pribadi, bookshelf tour akan lebih relevan.
Setelah pulang dari toko buku atau pameran buku, buatlah book haul.
Sementara itu, bookshelf tour bisa dibuat setelah merapikan rak buku atau saat ingin memperlihatkan koleksi yang terus bertambah.
Banyak kreator menggabungkan kedua jenis konten agar feed Instagram lebih bervariasi.
Misalnya, membuat book haul saat buku baru datang, lalu beberapa bulan kemudian menampilkan buku tersebut dalam bookshelf tour.
Pilih format yang paling sesuai dengan kepribadian dan rutinitasmu.
Saat menikmati prosesnya, konten biasanya akan terasa lebih natural dan lebih mudah terhubung dengan audiens.
Baik book haul maupun bookshelf tour, keduanya sama-sama bisa menjadi cara seru untuk mengekspresikan kecintaan pada dunia buku.
Tidak ada format yang lebih baik dari yang lain.
Oleh karena itu, penting untuk memilih jenis konten yang paling sesuai dengan gaya, koleksi buku, dan cerita yang ingin kamu bagikan.
Dengan begitu, konten akan terasa lebih autentik dan mampu membangun koneksi dengan sesama pencinta buku.
Buat kamu yang sedang mencari tambahan koleksi untuk book haul atau bookshelf tour, novel As Long as the Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh bisa menjadi salah satu pilihan.
Novel ini mengisahkan Salama, seorang mahasiswa farmasi yang harus menghadapi kehilangan orang-orang terdekatnya akibat Perang Suriah.
Di tengah situasi penuh ketidakpastian, Salama berjuang membantu orang lain sekaligus mempertahankan harapan untuk masa depan.
Novel As Long as the Lemon Trees Grow dapat dibeli secara online melalui Gramedia.com maupun di toko Gramedia.