Tradisi Perayaan Maulid Nabi Arak-arakan gunungan hasil bumi, pohon telur warna-warni, hingga perahu hias menjadi bagian dari tradisi perayaan Maulid Nabi di berbagai pelosok Indonesia.
Keunikan festival budaya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan perayaan, tetapi juga menyimpan latar belakang sejarah akulturasi serta makna filosofis yang mendalam di balik setiap ritualnya.
Keberagaman tradisi perayaan Maulid Nabi di Nusantara merupakan bukti bagaimana syiar Islam dapat berpadu dengan kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat.
Mengenal kekayaan tradisi Maulid Nabi ini dapat memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan rasa syukur dan kecintaan kepada Rasulullah saw.
Berikut ulasan mengenai ragam tradisi perayaan Maulid Nabi di berbagai daerah di Indonesia beserta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Berikut jejak sejarah penting yang melandasi lahirnya tradisi peringatan maulid di tanah air:
Penyebaran Islam di Nusantara berhasil diterima dengan damai karena para wali dan ulama menggunakan pendekatan dakwah yang merangkul adat istiadat setempat.
Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. dijadikan sarana berkumpul yang menyenangkan untuk mengenalkan nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia.
Pendekatan kultural ini melahirkan tradisi perayaan yang khas dan tetap lestari melintasi pergantian zaman hingga saat ini.
Masyarakat mengekspresikan kegembiraan mereka atas hadirnya nabi penutup zaman dengan mempersembahkan hasil bumi terbaik untuk dinikmati bersama.
Ekspresi kegembiraan ini memperkuat identitas keislaman masyarakat yang berakar kokoh pada nilai-nilai persatuan.
Berikut beberapa tradisi perayaan maulid paling tersohor yang tersebar di berbagai kepulauan Indonesia:
Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta dan Surakarta ditandai dengan dibunyikannya gamelan pusaka Kyai Guntur Madu dan Kyai Naga Wilaga di halaman Masjid Agung.
Puncak acara perayaan diakhiri dengan upacara Grebeg Maulud, yaitu arak-arakan gunungan raksasa berisi hasil bumi yang diperebutkan oleh ribuan warga sebagai simbol berkah.
Istilah Sekaten sendiri diyakini berakar dari kata Syahadatain yang menjadi pintu gerbang utama memeluk ajaran Islam.
Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan menggelar prosesi iring-iringan benda pusaka yang dinamakan tradisi Panjang Jimat pada malam 12 Rabi'ul Awwal.
Pusaka berupa piring dan guci bersejarah peninggalan Sunan Gunung Jati diarak menuju langgar agung untuk diisi hidangan nasi tujuh rupa.
Ritual sakral ini menggambarkan proses kelahiran nabi yang membawa risalah keselamatan abadi bagi umat manusia.
Masyarakat Banyuwangi merayakan maulid dengan mengarak kembang endog, yaitu ribuan telur rebus yang dihias bunga kertas dan ditancapkan pada pohon pisang.
Tiga unsur kembang endog memiliki filosofi mendalam: kulit telur melambangkan iman, putih telur melambangkan islam, dan kuning telur melambangkan ihsan.
Setelah diarak keliling kampung sambil melantunkan sholawat, telur-telur tersebut dibagikan kepada seluruh warga yang hadir.
Suku Banjar di Kalimantan Selatan menggelar tradisi Baayun Maulid, yaitu mengayun bayi dan anak-anak dalam ayunan bertingkat yang dihias janur kuning dan kain sasirangan.
Prosesi ayunan dilakukan serentak di dalam masjid sambil diiringi pembacaan syair-syair Maulid Al-Barzanji atau Ad-Diba'i.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Tradisi ini menjadi doa permohonan orang tua agar sang anak tumbuh sehat, berbakti, dan memiliki akhlak mulia meneladani Rasulullah saw.
Desa Cikoang di Kabupaten Takalar merayakan Maudu Lompoa dengan menghias perahu kayu tradisional menggunakan kain warna-warni dan aneka hasil bumi.
Perahu hias tersebut diisi dengan bakul nasi ketan (kanre maudu), telur hias, ayam kampung, serta kain sarung sutra khas Makassar.
Peringatan ini memperingati jejak dakwah Sayyid Jalaluddin Al-Aidid dan menjadi lambang kejayaan maritim masyarakat Bugis-Makassar.
Masyarakat Minangkabau di Padang Pariaman menyambut maulid dengan membuat pohon hias berdaun uang kertas yang disebut Bungo Lado.
Uang kertas dari pecahan kecil hingga besar dirangkai menyerupai bunga cabai merah yang mekar di sekujur ranting pohon.
Pohon uang yang telah terkumpul kemudian disumbangkan untuk pembangunan masjid, madrasah, dan santunan bagi kaum dhuafa.
Masyarakat Gorontalo menyiapkan ribuan kue tradisional khas kolombengi yang disusun rapi pada usungan kayu berbentuk replika rumah adat.
Kue walima tersebut diarak dari rumah warga menuju masjid untuk didoakan bersama sebelum dibagikan secara merata kepada seluruh jamaah.
Berikut beberapa pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kelestarian tradisi perayaan maulid di Indonesia:
Penyelenggaraan tradisi maulid selalu melibatkan partisipasi aktif seluruh warga mulai dari proses persiapan hingga pelaksanaan.
Kerja sama gotong royong ini mencairkan sekat-sekat sosial dan mempererat kerukunan antarwarga masyarakat.
Rasa persaudaraan yang terpupuk melalui festival budaya ini menjadi modal sosial penting dalam menjaga kerukunan bangsa.
Tradisi maulid membuktikan bahwa nilai-nilai Islam dapat berkembang secara damai tanpa harus memusnahkan identitas budaya lokal.
Melalui pendekatan kultural yang ramah, pesan-pesan moral Islam dapat tersampaikan secara menyenangkan ke berbagai lapisan generasi.
Kearifan lokal ini menjaga ajaran agama tetap membumi dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melestarikan tradisi perayaan Maulid Nabi di Indonesia adalah ikhtiar luhur untuk terus menyambungkan rasa cinta kepada baginda Rasulullah saw.
Keragaman ritual adat di berbagai pelosok daerah hendaknya selalu dipahami sebagai bentuk ekspresi syukur dan sarana untuk meneladani kepribadian agung beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenal kisah hidup dan perjuangan Nabi Muhammad saw. juga dapat menjadi cara untuk semakin mengenal sosok beliau dan memahami keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Bagi kamu yang ingin mengenal perjalanan hidup Rasulullah saw., buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw dapat menjadi salah satu referensi bacaan yang tepat.
Buku ini menyajikan sejarah hidup Nabi Muhammad saw., sifat-sifat beliau, serta berbagai contoh yang patut diteladani oleh umat Islam.
Perjuangan hidup Rasulullah saw. juga diceritakan sejak awal hingga beliau menerima wahyu dari Allah Swt. sehingga pembaca dapat mengenal perjalanan beliau dengan lebih utuh.
Buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw tersedia di Gramedia.com.