Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Indonesia: Ragam Budaya dan Maknanya

Kompas.com, 21 September 2026, 17:00 WIB
Tradisi Perayaan Maulid Nabi Sumber Gambar: Magnific.com Tradisi Perayaan Maulid Nabi
Rujukan artikel ini:
Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw
Pengarang: H. Abdul Somad. LC.,…
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Arak-arakan gunungan hasil bumi, pohon telur warna-warni, hingga perahu hias menjadi bagian dari tradisi perayaan Maulid Nabi di berbagai pelosok Indonesia.

Keunikan festival budaya tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan perayaan, tetapi juga menyimpan latar belakang sejarah akulturasi serta makna filosofis yang mendalam di balik setiap ritualnya.

Keberagaman tradisi perayaan Maulid Nabi di Nusantara merupakan bukti bagaimana syiar Islam dapat berpadu dengan kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat.

Mengenal kekayaan tradisi Maulid Nabi ini dapat memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan rasa syukur dan kecintaan kepada Rasulullah saw.

Berikut ulasan mengenai ragam tradisi perayaan Maulid Nabi di berbagai daerah di Indonesia beserta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Akulturasi Budaya dan Syiar Islam di Nusantara

Berikut jejak sejarah penting yang melandasi lahirnya tradisi peringatan maulid di tanah air:

1. Pendekatan Dakwah Kultural Para Wali dan Ulama

Penyebaran Islam di Nusantara berhasil diterima dengan damai karena para wali dan ulama menggunakan pendekatan dakwah yang merangkul adat istiadat setempat.

Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. dijadikan sarana berkumpul yang menyenangkan untuk mengenalkan nilai-nilai tauhid dan akhlak mulia.

Pendekatan kultural ini melahirkan tradisi perayaan yang khas dan tetap lestari melintasi pergantian zaman hingga saat ini.

2. Simbol Rasa Syukur dan Penghormatan kepada Rasulullah

Masyarakat mengekspresikan kegembiraan mereka atas hadirnya nabi penutup zaman dengan mempersembahkan hasil bumi terbaik untuk dinikmati bersama.

Ekspresi kegembiraan ini memperkuat identitas keislaman masyarakat yang berakar kokoh pada nilai-nilai persatuan.

Ragam Tradisi Unik Perayaan Maulid di Berbagai Daerah

Berikut beberapa tradisi perayaan maulid paling tersohor yang tersebar di berbagai kepulauan Indonesia:

1. Sekaten dan Grebeg Maulud (Yogyakarta dan Surakarta)

Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta dan Surakarta ditandai dengan dibunyikannya gamelan pusaka Kyai Guntur Madu dan Kyai Naga Wilaga di halaman Masjid Agung.

Puncak acara perayaan diakhiri dengan upacara Grebeg Maulud, yaitu arak-arakan gunungan raksasa berisi hasil bumi yang diperebutkan oleh ribuan warga sebagai simbol berkah.

Istilah Sekaten sendiri diyakini berakar dari kata Syahadatain yang menjadi pintu gerbang utama memeluk ajaran Islam.

2. Panjang Jimat di Keraton Cirebon (Jawa Barat)

Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan menggelar prosesi iring-iringan benda pusaka yang dinamakan tradisi Panjang Jimat pada malam 12 Rabi'ul Awwal.

Pusaka berupa piring dan guci bersejarah peninggalan Sunan Gunung Jati diarak menuju langgar agung untuk diisi hidangan nasi tujuh rupa.

Ritual sakral ini menggambarkan proses kelahiran nabi yang membawa risalah keselamatan abadi bagi umat manusia.

3. Tradisi Endog-Endogan di Banyuwangi (Jawa Timur)

Masyarakat Banyuwangi merayakan maulid dengan mengarak kembang endog, yaitu ribuan telur rebus yang dihias bunga kertas dan ditancapkan pada pohon pisang.

Tiga unsur kembang endog memiliki filosofi mendalam: kulit telur melambangkan iman, putih telur melambangkan islam, dan kuning telur melambangkan ihsan.

Setelah diarak keliling kampung sambil melantunkan sholawat, telur-telur tersebut dibagikan kepada seluruh warga yang hadir.

4. Baayun Maulid Suku Banjar (Kalimantan Selatan)

Suku Banjar di Kalimantan Selatan menggelar tradisi Baayun Maulid, yaitu mengayun bayi dan anak-anak dalam ayunan bertingkat yang dihias janur kuning dan kain sasirangan.

Prosesi ayunan dilakukan serentak di dalam masjid sambil diiringi pembacaan syair-syair Maulid Al-Barzanji atau Ad-Diba'i.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Tradisi ini menjadi doa permohonan orang tua agar sang anak tumbuh sehat, berbakti, dan memiliki akhlak mulia meneladani Rasulullah saw.

5. Maudu Lompoa di Takalar (Sulawesi Selatan)

Desa Cikoang di Kabupaten Takalar merayakan Maudu Lompoa dengan menghias perahu kayu tradisional menggunakan kain warna-warni dan aneka hasil bumi.

Perahu hias tersebut diisi dengan bakul nasi ketan (kanre maudu), telur hias, ayam kampung, serta kain sarung sutra khas Makassar.

Peringatan ini memperingati jejak dakwah Sayyid Jalaluddin Al-Aidid dan menjadi lambang kejayaan maritim masyarakat Bugis-Makassar.

6. Bungo Lado di Padang Pariaman (Sumatera Barat)

Masyarakat Minangkabau di Padang Pariaman menyambut maulid dengan membuat pohon hias berdaun uang kertas yang disebut Bungo Lado.

Uang kertas dari pecahan kecil hingga besar dirangkai menyerupai bunga cabai merah yang mekar di sekujur ranting pohon.

Pohon uang yang telah terkumpul kemudian disumbangkan untuk pembangunan masjid, madrasah, dan santunan bagi kaum dhuafa.

7. Tradisi Walima di Gorontalo (Sulawesi)

Masyarakat Gorontalo menyiapkan ribuan kue tradisional khas kolombengi yang disusun rapi pada usungan kayu berbentuk replika rumah adat.

Kue walima tersebut diarak dari rumah warga menuju masjid untuk didoakan bersama sebelum dibagikan secara merata kepada seluruh jamaah.

Nilai Filosofis dan Nilai Edukatif di Balik Tradisi Maulid

Berikut beberapa pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kelestarian tradisi perayaan maulid di Indonesia:

1. Menguatkan Semangat Gotong Royong dan Solidaritas Sosial

Penyelenggaraan tradisi maulid selalu melibatkan partisipasi aktif seluruh warga mulai dari proses persiapan hingga pelaksanaan.

Kerja sama gotong royong ini mencairkan sekat-sekat sosial dan mempererat kerukunan antarwarga masyarakat.

Rasa persaudaraan yang terpupuk melalui festival budaya ini menjadi modal sosial penting dalam menjaga kerukunan bangsa.

2. Menjadi Media Dakwah Kultural yang Menyejukkan

Tradisi maulid membuktikan bahwa nilai-nilai Islam dapat berkembang secara damai tanpa harus memusnahkan identitas budaya lokal.

Melalui pendekatan kultural yang ramah, pesan-pesan moral Islam dapat tersampaikan secara menyenangkan ke berbagai lapisan generasi.

Kearifan lokal ini menjaga ajaran agama tetap membumi dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melestarikan tradisi perayaan Maulid Nabi di Indonesia adalah ikhtiar luhur untuk terus menyambungkan rasa cinta kepada baginda Rasulullah saw.

Keragaman ritual adat di berbagai pelosok daerah hendaknya selalu dipahami sebagai bentuk ekspresi syukur dan sarana untuk meneladani kepribadian agung beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenal kisah hidup dan perjuangan Nabi Muhammad saw. juga dapat menjadi cara untuk semakin mengenal sosok beliau dan memahami keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

Bagi kamu yang ingin mengenal perjalanan hidup Rasulullah saw., buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw dapat menjadi salah satu referensi bacaan yang tepat.

Buku ini menyajikan sejarah hidup Nabi Muhammad saw., sifat-sifat beliau, serta berbagai contoh yang patut diteladani oleh umat Islam.

Perjuangan hidup Rasulullah saw. juga diceritakan sejak awal hingga beliau menerima wahyu dari Allah Swt. sehingga pembaca dapat mengenal perjalanan beliau dengan lebih utuh.

Buku Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw tersedia di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau