Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Puasa saat Maulid Nabi? Simak Hukum Fikih dan Dalilnya

Kompas.com, 25 Agustus 2026, 10:00 WIB
Bolehkah Puasa Saat Maulid Nabi Sumber Gambar: Manific.com Bolehkah Puasa Saat Maulid Nabi
Rujukan artikel ini:
Muhammad Sang Influencer Dunia
Pengarang: SHODIQ.ELHAMBA
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Peringatan Maulid Nabi sering kali diikuti dengan berbagai bentuk ibadah dan kegiatan keagamaan.

Salah satunya adalah keinginan untuk menjalankan puasa.

Namun, puasa di hari Maulid Nabi apakah boleh dilakukan? Pertanyaan ini sering muncul karena masih ada kebingungan mengenai hukum puasa pada hari tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk memahami hukum puasa pada hari Maulid Nabi agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Islam.

Artikel ini akan membahas hukum puasa saat Maulid Nabi, termasuk dalil dan pandangan ulama yang berkaitan dengan hal tersebut.

Hukum Puasa pada Hari Maulid Nabi

Berikut penjelasan para ulama mengenai keabsahan berpuasa pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal:

1. Bukan Termasuk Hari yang Diharamkan Berpuasa

Dalam syariat Islam, hari yang diharamkan untuk berpuasa secara mutlak hanyalah lima hari, yaitu Idul Fitri, Idul Adha, dan tiga Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

Hari peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw. pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal sama sekali tidak termasuk dalam daftar hari yang dilarang untuk berpuasa.

Oleh karena itu, menjalankan ibadah puasa pada hari tersebut hukum asalnya adalah mubah (boleh) dan bisa bernilai pahala sunnah apabila diniatkan dengan benar.

Tidak ada larangan fikih bagi siapa pun yang ingin berpuasa sunnah di hari peringatan kelahiran Rasulullah tersebut.

2. Tidak Ada Niat Khusus Puasa Maulid Nabi

Para ulama fikih menegaskan bahwa tidak ada syariat puasa sunnah tersendiri yang dinamakan secara khusus sebagai Puasa Maulid Nabi.

Jika seseorang ingin berpuasa saat hari maulid, hendaknya ia menyandarkan niatnya pada jenis puasa sunnah yang memang telah disyariatkan secara umum.

Menyandarkan niat pada amalan sunnah yang jelas akan menjaga ibadah kita tetap berada di atas tuntunan syariat yang sahih.

Ketiadaan nama khusus bukan berarti melarang ibadah puasa, melainkan mengarahkannya pada niat-niat sunnah yang telah memiliki dasar dalil.

Dalil Sunnah Berpuasa pada Hari Kelahiran Nabi

Berikut dalil otentik dari Rasulullah saw. mengenai amalan puasa pada hari kelahiran beliau:

1. Hadis Riwayat Imam Muslim tentang Puasa Hari Senin

Rasulullah saw. secara konsisten menjalankan ibadah puasa pada hari Senin sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran dan turunnya wahyu.

Dalam hadis shahih riwayat Imam Muslim (Nomor 1162), ketika ditanya mengenai alasan beliau rutin berpuasa pada hari Senin, Rasulullah bersabda:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ.

"Itu adalah hari di mana aku dilahirkan, dan hari di mana aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku."

Hadis ini menjadi landasan kuat bahwa berpuasa sebagai ungkapan syukur atas kelahiran baginda Nabi adalah amalan yang sangat mulia.

2. Pandangan Imam Jalaluddin As-Suyuthi tentang Syukur Maulid

Dalam kitab Husnul Maqshid fi Amalil Maulid, Imam Jalaluddin As-Suyuthi menjelaskan bahwa rasa syukur atas kelahiran Nabi dapat diwujudkan dengan berbagai amal kebajikan.

Beliau menegaskan bahwa bentuk syukur tersebut meliputi pembacaan Al-Qur'an, sedekah makanan, hingga pelaksanaan ibadah puasa sunnah.

Menahan lapar dan dahaga mengajarkan ketundukan jiwa serta melatih empati sosial sebagaimana yang dicontohkan dalam kepribadian Nabi saw.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Jenis Puasa Sunnah yang Relevan Dikerjakan di Bulan Maulid

Berikut beberapa pilihan puasa sunnah yang dapat kamu amalkan saat memasuki bulan Rabi'ul Awwal:

1. Puasa Sunnah Hari Senin dan Kamis

Mengamalkan puasa rutin setiap hari Senin dan Kamis di bulan maulid merupakan cara paling tepat untuk menghidupkan sunnah Rasulullah saw.

Selain sebagai hari kelahiran Nabi, hari Senin dan Kamis juga merupakan waktu diangkatnya catatan amal perbuatan manusia ke hadapan Allah Swt.

Rasulullah sangat menyukai saat catatan amalnya diangkat dalam kondisi beliau sedang menjalankan ibadah puasa.

2. Puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 Rabi'ul Awwal)

Puasa Ayyamul Bidh yang jatuh tepat sehari setelah tanggal 12 Rabi'ul Awwal memiliki keutamaan pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun.

Menyambung momentum maulid dengan puasa tiga hari di pertengahan bulan hijriah ini akan menyempurnakan ibadah spiritualmu.

Puasa putih ini juga memberikan manfaat detoksifikasi fisik dan ketenangan emosional bagi kesehatan tubuh.

3. Puasa Qadha Ramadhan atau Puasa Daud

Bagi kamu yang masih memiliki tanggungan utang puasa Ramadhan, hari maulid juga sah digunakan untuk menunaikan puasa qadha.

Menyegerakan pelunasan kewajiban qadha puasa Ramadhan adalah prioritas ibadah fardhu yang harus didahulukan.

Begitu pula bagi pengamal puasa sunnah Daud (sehari berpuasa dan sehari berbuka), ibadah tersebut dapat terus dilanjutkan tanpa halangan.

Perbandingan Hukum Puasa Berdasarkan Hari dalam Syariat

Berikut tabel ikhtisar klasifikasi hukum berpuasa pada berbagai momentum hari dalam kalender Islam:

Klasifikasi Hari Contoh Momentum Hukum Berpuasa Keterangan & Dalil Fikih
Hari Diharamkan Idul Fitri, Idul Adha, & Hari Tasyrik Haram Mutlak Dilarang berpuasa karena merupakan hari makan, minum, dan bersukacita
Hari Disunnahkan Hari Senin, Kamis, Ayyamul Bidh, & Asyura Sunnah Muakkadah Mendapat pahala besar dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw.
Hari Peringatan Maulid 12 Rabi'ul Awwal (Hari Maulid Nabi) Boleh / Sunnah Boleh berpuasa dengan niat sunnah Senin, Daud, Ayyamul Bidh, atau qadha
Hari Dimakruhkan Mengkhususkan hari Jumat saja tanpa dibarengi hari lain Makruh Tanzih Dianjurkan menyambung puasa dengan hari Kamis atau Sabtu

Adab dan Catatan Khusus saat Berpuasa di Hari Maulid

Berikut beberapa catatan penting yang perlu kamu perhatikan saat menjalankan puasa pada hari peringatan maulid:

1. Memperhatikan Hari Jatuhnya Tanggal 12 Rabi'ul Awwal

Jika tanggal 12 Rabi'ul Awwal bertepatan dengan hari Jumat, makruh hukumnya berpuasa tunggal tanpa berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya.

Disunnahkan untuk berpuasa pula pada hari Kamis atau Sabtu agar terhindar dari larangan mengkhususkan puasa pada hari Jumat.

Langkah penggabungan hari ini menjaga kesempurnaan ibadahmu sesuai dengan adab yang diajarkan oleh para ulama hadis.

2. Menghormati Jamaah yang Membagikan Jamuan Makanan

Jika kamu menghadiri majelis maulid dalam keadaan berpuasa sunnah, tetaplah bersikap santun dan doakan keberkahan bagi tuan rumah yang menjamu.

Menjaga keharmonisan dan tidak mencela tradisi sedekah makanan adalah bagian penting dari akhlak seorang Muslim.

Bahkan dalam fikih, jika tuan rumah sangat berharap kamu mencicipi hidangannya, membatalkan puasa sunnah demi menyenangkan hati sesama Muslim tetap bernilai pahala.

Memahami hukum dan adab berpuasa pada hari maulid membimbing kita untuk menjalankan ibadah dengan landasan ilmu yang lurus dan penuh keberkahan.

Momentum kelahiran Rasulullah saw. hendaknya menjadi sarana introspeksi diri untuk memperdalam rasa cinta dan meneladani keteladanan agung beliau secara menyeluruh.

Kalau kamu ingin mengenal dan meneladani Nabi Muhammad saw. lebih dalam, buku Muhammad Sang Influencer Dunia karya Shodiq.elhamba bisa jadi pilihan yang pas untuk dibaca.

Buku ini membahas sosok Nabi Muhammad saw. dengan cara yang berbeda dari biografi Nabi pada umumnya.

Di dalamnya terdapat berbagai kisah tentang perjalanan hidup dan keistimewaan Nabi Muhammad saw., mulai dari kisah Nabi Ibrahim dan Siti Hajar hingga perjalanan dakwah Rasulullah setelah diangkat menjadi Nabi.

Yuk, pesan buku Muhammad Sang Influencer Dunia di Gramedia.com sekarang juga.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Ciri Puyuh Mau Bertelur: Tanda Fisik, Perilaku, dan Cara Mengetahuinya dengan Mudah

Ciri Puyuh Mau Bertelur: Tanda Fisik, Perilaku, dan Cara Mengetahuinya dengan Mudah

buku
Masa Produktif Puyuh Bertelur: Umur Ideal, Puncak Produksi, dan Cara Menjaganya Tetap Optimal

Masa Produktif Puyuh Bertelur: Umur Ideal, Puncak Produksi, dan Cara Menjaganya Tetap Optimal

buku
Kapan Puyuh Mulai Bertelur? Kenali Usia dan Tandanya Berikut Ini

Kapan Puyuh Mulai Bertelur? Kenali Usia dan Tandanya Berikut Ini

buku
Kandungan Nutrisi Telur Puyuh dan Manfaatnya bagi Tubuh

Kandungan Nutrisi Telur Puyuh dan Manfaatnya bagi Tubuh

buku
Jalur Migrasi Burung: Pengertian, Rute, dan Peran Indonesia dalam Flyway Asia

Jalur Migrasi Burung: Pengertian, Rute, dan Peran Indonesia dalam Flyway Asia

buku
Apa Alasan Burung Bermigrasi? Cari Tahu di Sini!

Apa Alasan Burung Bermigrasi? Cari Tahu di Sini!

buku
Apa Itu Migrasi Burung? Pengertian, Penyebab, dan Proses Terjadinya

Apa Itu Migrasi Burung? Pengertian, Penyebab, dan Proses Terjadinya

buku
Kekayaan Raja Maroko: Sumber Kekayaan dan Fakta Menariknya

Kekayaan Raja Maroko: Sumber Kekayaan dan Fakta Menariknya

buku
Peran Raja Maroko: Kedudukan, Wewenang, dan Pengaruhnya dalam Pemerintahan Modern

Peran Raja Maroko: Kedudukan, Wewenang, dan Pengaruhnya dalam Pemerintahan Modern

buku
Dokumen SDUWHV Apa Saja? Ini Daftar Dokumen Wajib dan Tips Lolos Verifikasi

Dokumen SDUWHV Apa Saja? Ini Daftar Dokumen Wajib dan Tips Lolos Verifikasi

buku
Cara Daftar e-Visa Imigrasi dengan Mudah

Cara Daftar e-Visa Imigrasi dengan Mudah

buku
Bazi Bukan Sekadar Ramalan, Ini Cara Memahaminya

Bazi Bukan Sekadar Ramalan, Ini Cara Memahaminya

buku
Menjawab Rasa Ingin Tahu Tanpa Batas bersama Ensiklopedia Anak – Kamu Mau Tahu Segalanya?

Menjawab Rasa Ingin Tahu Tanpa Batas bersama Ensiklopedia Anak – Kamu Mau Tahu Segalanya?

buku
Menyingkap Sejarah Manusia dari Berbagai Negara di Dunia

Menyingkap Sejarah Manusia dari Berbagai Negara di Dunia

buku
Memasuki Pintu Gerbang Menuju Ratusan Keajaiban di Dunia bersama Ensiklopedia Lengkap Pertamaku

Memasuki Pintu Gerbang Menuju Ratusan Keajaiban di Dunia bersama Ensiklopedia Lengkap Pertamaku

buku
Bukan Gaji yang Kurang, Bisa Jadi Kamu Salah Urutan Bayar

Bukan Gaji yang Kurang, Bisa Jadi Kamu Salah Urutan Bayar

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau