Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Permainan Sepak Bola Berasal dari Negara Mana? Ini Sejarah Lengkapnya!

Kompas.com, 26 Maret 2026, 11:00 WIB
Sepak Bola Berasal dari Negara  Sumber Gambar: Freepik.com Sepak Bola Berasal dari Negara 
Rujukan artikel ini:
Permainan Sepak Bola: Konsep, Praktik,…
Pengarang: I Wayan Artanayasa
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Sepak bola merupakan olahraga paling populer di dunia yang memiliki jutaan penggemar di berbagai belahan bumi.

Namun, dari negara mana sebenarnya permainan menendang bola ini pertama kali berasal?

Menelusuri jejak sejarah sepak bola membawa kita pada perjalanan panjang yang melintasi berbagai peradaban besar di masa lalu.

Olahraga ini tidak muncul begitu saja, melainkan berevolusi dari permainan tradisional kuno hingga menjadi industri modern saat ini.

Jejak Awal Sepak Bola di Peradaban Kuno

Sebelum menjadi olahraga modern yang memiliki aturan baku, berbagai bangsa di dunia sudah mengenal permainan menendang bola dengan cara yang unik.

Cuju di Tiongkok

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi mengakui bahwa bentuk permainan sepak bola paling awal berasal dari Tiongkok kuno.

Permainan ini dikenal dengan nama Cuju, yang secara harfiah memiliki arti "menendang bola dengan kaki" yang mulai populer pada masa Dinasti Han sekitar abad ke-2 dan ke-3 Sebelum Masehi.

Pada awalnya, Cuju digunakan sebagai salah satu bentuk latihan fisik bagi para prajurit militer agar tetap bugar dan tangkas.

Bola yang digunakan dalam Cuju terbuat dari kulit yang diisi dengan bulu atau rambut hewan agar memiliki tekstur yang padat.

Para pemain harus memasukkan bola tersebut ke dalam jaring kecil yang dipasang pada bambu yang cukup tinggi.

Seiring berjalannya waktu, Cuju berkembang menjadi olahraga hiburan yang sangat digemari oleh kalangan bangsawan hingga rakyat jelata.

Keahlian dalam mengolah bola kaki bahkan menjadi simbol status sosial dan ketangkasan fisik di masa tersebut.

Harpastum di Romawi & Yunani

Peradaban Yunani Kuno juga memiliki permainan bola yang disebut dengan Episkyros yang sangat mengandalkan kerja sama tim.

Permainan ini kemudian diadopsi dan dikembangkan oleh bangsa Romawi menjadi olahraga yang dikenal sebagai Harpastum.

Harpastum dimainkan di lapangan berbentuk persegi panjang dengan garis tengah dan garis batas di kedua ujung lapangan tersebut.

Para pemain harus berusaha mempertahankan bola di area mereka atau melewati garis pertahanan milik lawan.

Berbeda dengan sepak bola modern, Harpastum cenderung lebih agresif dan sering kali melibatkan kontak fisik yang sangat keras.

Permainan ini sering dianggap sebagai perpaduan antara elemen sepak bola, rugbi, dan juga olahraga gulat.

Meskipun aturannya cukup kasar, Harpastum sangat efektif dalam melatih koordinasi serta strategi kelompok bagi tentara Romawi.

Pengaruh permainan ini kemudian tersebar luas ke seluruh wilayah kekuasaan Romawi, termasuk ke daratan Inggris.

Inggris: Tempat Lahirnya Sepak Bola Modern

Meskipun akar permainannya tersebar di berbagai belahan dunia, Inggris merupakan negara yang berhasil meresmikan aturan standar permainan ini.

Pembentukan The Football Association (FA)

Abad ke-19 merupakan masa krusial berbagai sekolah dan universitas di Inggris memiliki aturan main sepak bola yang berbeda-beda.

Perbedaan ini sering kali memicu perdebatan sengit saat tim-tim dari institusi yang berbeda bertemu dalam pertandingan resmi.

Pada 26 Oktober 1863, perwakilan dari sebelas klub dan sekolah berkumpul di Freemasons' Tavern, London, untuk menyatukan perbedaan tersebut.

Pertemuan bersejarah ini secara resmi melahirkan The Football Association (FA) sebagai organisasi pengatur sepak bola pertama di dunia.

Melalui organisasi ini, aturan permainan mulai dibakukan agar sepak bola dapat dimainkan secara adil oleh siapa saja tanpa kebingungan teknis.

Kodifikasi ini menjadi fondasi utama bagi perkembangan sepak bola profesional yang kita kenal dan nikmati hingga saat ini.

Langkah FA dalam menetapkan aturan baku membuat olahraga ini lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat luas di Inggris.

Hal ini memicu gelombang pembentukan klub-klub baru yang ingin berkompetisi secara terorganisir di bawah payung federasi yang sama.

Pemisahan Sepak Bola dengan Rugbi

Proses pembentukan aturan tunggal tidak berjalan mulus karena terjadi perbedaan pendapat yang tajam mengenai penggunaan tangan dalam permainan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Sebagian kelompok menginginkan permainan yang murni menggunakan kaki, sementara kelompok lain ingin diperbolehkan membawa bola dengan tangan.

Poin perselisihan lainnya adalah mengenai legalitas "hacking" atau tindakan menendang tulang kering lawan untuk merebut bola.

Kelompok yang menolak kekerasan fisik tersebut akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dan membentuk jalur olahraga mereka sendiri.

Pemisahan ini secara resmi membagi dunia olahraga menjadi dua cabang berbeda, yaitu sepak bola asosiasi (association football) dan rugbi.

Sejak saat itu, sepak bola mulai memfokuskan aturannya pada keterampilan mengolah bola menggunakan kaki dan koordinasi tim.

Keputusan untuk melarang penggunaan tangan dan kekerasan fisik berlebihan menjadikan sepak bola lebih estetis dan aman bagi para pemainnya.

Perbedaan filosofi inilah yang kemudian membuat sepak bola asosiasi menjadi olahraga yang paling digemari di seluruh dunia.

Perkembangan Sepak Bola Menjadi Industri Global

Seiring berjalannya waktu, kepopuleran sepak bola mulai melintasi batas-batas negara dan berkembang menjadi fenomena dunia yang masif.

Lahirnya FIFA dan Piala Dunia

Kebutuhan akan wadah internasional untuk menaungi berbagai federasi nasional mendorong lahirnya FIFA pada 21 Mei 1904 di sebuah pertemuan di Paris.

Organisasi ini didirikan oleh perwakilan dari tujuh negara Eropa untuk menetapkan aturan main yang seragam dan diakui secara global.

Kehadiran FIFA menjadi titik balik yang mengubah sepak bola dari sekadar hobi regional menjadi kompetisi internasional yang terstruktur dengan sangat rapi.

Melalui badan ini, koordinasi antarnegara dalam menyelenggarakan pertandingan persahabatan dan turnamen resmi menjadi jauh lebih mudah dan profesional.

Gagasan untuk mengadakan kompetisi akbar antarnegara akhirnya terwujud melalui penyelenggaraan Piala Dunia pertama yang bertempat di Uruguay pada tahun 1930.

Meskipun awalnya hanya diikuti oleh sedikit peserta, turnamen ini sukses menarik perhatian dunia dan menjadi ajang olahraga paling bergengsi.

Piala Dunia tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi para pemain berbakat, tetapi juga menjadi alat diplomasi dan kebanggaan nasional bagi setiap negara.

Kesuksesan ajang ini memicu pertumbuhan industri media dan penyiaran yang membawa sepak bola ke setiap sudut rumah penduduk bumi.

Penyebaran ke Seluruh Benua

Sepak bola menyebar ke berbagai benua melalui jalur perdagangan dan pengaruh pelaut serta ekspatriat Inggris yang membawa bola ke tanah asing sebagai hiburan.

Di Amerika Selatan, olahraga ini berkembang sangat pesat hingga melahirkan negara-negara kekuatan besar seperti Brasil dan Argentina yang sangat ikonik.

Setiap wilayah kemudian mengembangkan gaya permainan unik yang merepresentasikan budaya lokal mereka masing-masing di atas lapangan hijau yang sangat luas.

Adaptasi taktik dan teknik yang berbeda-beda inilah yang membuat sepak bola memiliki variasi permainan yang sangat indah untuk disaksikan.

Pada pertengahan abad ke-20, teknologi siaran televisi mulai membawa kemeriahan stadion langsung ke ruang tamu jutaan orang di seluruh penjuru dunia.

Hal ini meningkatkan nilai komersial olahraga tersebut secara drastis melalui hak siar pertandingan yang sangat mahal dan kontrak kerja sama sponsor.

Kini, sepak bola telah bertransformasi menjadi industri raksasa bernilai miliaran dolar yang melibatkan manajemen klub profesional hingga bursa transfer pemain yang sangat fantastis.

Olahraga ini telah menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan suku, ras, dan agama di dunia.

Untuk memahami lebih dalam mengenai aspek teknis dan aturan yang berlaku secara internasional, buku Permainan Sepak Bola: Konsep, Praktik, dan Penilaian adalah referensi yang tepat.

Buku karya I Wayan Artanayasa ini hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi pembaca yang ingin mendalami dunia sepak bola secara teoritis maupun praktis.

Terdapat empat pembahasan utama yang dikupas tuntas, mulai dari pendahuluan sejarah hingga teknik dasar yang perlu dikuasai oleh setiap pemain di lapangan hijau.

Selain itu, buku ini juga secara rinci membahas peraturan permainan serta metode penilaian yang sangat berguna bagi para pelatih maupun praktisi pendidikan olahraga.

Wawasan kamu akan menjadi jauh lebih dalam karena buku ini menggunakan berbagai sumber referensi yang sangat kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

Buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
4 Tema Trivia Musik Paling Seru untuk Kuis 

4 Tema Trivia Musik Paling Seru untuk Kuis 

buku
Tema Trivia Anak Muda Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Komunitas

Tema Trivia Anak Muda Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Komunitas

buku
6 Aktivitas Bonding Kantor untuk Membangun Solidaritas Tim

6 Aktivitas Bonding Kantor untuk Membangun Solidaritas Tim

buku
Setiap Orang Punya “Mie Ayam” Sendiri: Membaca Makna di Balik Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Setiap Orang Punya “Mie Ayam” Sendiri: Membaca Makna di Balik Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

buku
15 Konsep Trivia Night Kreatif yang Bikin Acara Makin Seru dan Interaktif

15 Konsep Trivia Night Kreatif yang Bikin Acara Makin Seru dan Interaktif

buku
Sistem Skor Trivia Night Terbaik untuk Acara Kantor dan Komunitas

Sistem Skor Trivia Night Terbaik untuk Acara Kantor dan Komunitas

buku
Cerita Si Pahit Lidah: Legenda dari Sumatra yang Penuh Pesan Moral 

Cerita Si Pahit Lidah: Legenda dari Sumatra yang Penuh Pesan Moral 

buku
7 Dongeng Rakyat Lampung Terpopuler Beserta Makna dan Pesan Moralnya 

7 Dongeng Rakyat Lampung Terpopuler Beserta Makna dan Pesan Moralnya 

buku
Lelah dengan Tren

Lelah dengan Tren "Kaum Produktif"? Buku Ini Beri Tahu Cara Mengubah Hidup untuk Kita yang Punya Fisik Terbatas

buku
Tema Trivia Film Paling Seru dan Kreatif untuk Kuis Gathering

Tema Trivia Film Paling Seru dan Kreatif untuk Kuis Gathering

buku
Cerita Legenda Banyuwangi: Sejarah, Tokoh, dan Pesan Moral yang Terkandung

Cerita Legenda Banyuwangi: Sejarah, Tokoh, dan Pesan Moral yang Terkandung

buku
Tema Trivia Pop Culture Paling Seru untuk Kuis Gathering

Tema Trivia Pop Culture Paling Seru untuk Kuis Gathering

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau