Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali Ciri-Ciri Jerawat Batu, Penyebab Timbulnya, dan Cara Efektif untuk Mengatasinya Berikut Ini

Kompas.com, 5 Februari 2023, 18:00 WIB
Ciri-Ciri Jerawat Batu  Sumber Gambar: Freepik.com Ciri-Ciri Jerawat Batu 
Rujukan artikel ini:
All About Skincare
Pengarang: Nada A.
Penulis Okky Olivia
|
Editor Ratih Widiastuty

Jerawat saat ini masih menjadi salah satu persoalan yang sering kali dicemaskan oleh sebagian besar orang, terutama para wanita.

Jerawat yang muncul di wajah akan membuat seseorang merasa tidak percaya diri saat harus keluar rumah tanpa menggunakan make up.

Salah satu jenis jerawat yang cukup mengganggu penampilan adalah jerawat kistik atau jerawat batu.

Jerawat batu akan memunculkan benjolan besar yang berisi nanah, sulit untuk disembuhkan, dan akan meninggalkan bekas gelap atau kemerahan.

Jerawat batu ini terbentuk jauh di dalam jaringan kulit yang disebabkan oleh penyumbatan akibat penumpukan sel kulit mati.

Beberapa orang dengan kondisi ini seringkali merasakan sakit jika jerawat tidak sengaja tersentuh, tapi tidak sedikit pula yang mengaku tidak mengalami nyeri saat menekan jerawatnya.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, akan timbul peradangan di lapisan kulit terdalam yang bisa menyebar dan menyebabkan pecahnya pori-pori.

Penanganan jerawat batu yang tidak tepat akan meninggalkan jaringan parut dan memicu kemunculan jerawat batu yang baru.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai jerawat batu, simak penjelasannya berikut ini.

Ciri-Ciri Jerawat Batu

  1. Memiliki ukuran yang cukup besar dengan warna kemerahan pada kulit.
  2. Area di sekitar jerawat kadang terasa sakit, bahkan saat tidak disentuh.
  3. Terdapat nanah yang keluar saat jerawat pecah.
  4. Benjolan terangkat ke atas dan terlihat jelas di permukaan kulit.
  5. Bentuknya sekilas mirip dengan bisul, namun bisa membekas dalam waktu lama.
  6. Rentan menyerang wanita, remaja, para pemilik kulit berminyak, atau orang dewasa yang hormonnya tidak seimbang.
  7. Biasanya muncul di area wajah, dada, leher, punggung, lengan, atau bahu.
  8. Jika jerawat batu pecah, biasanya akan menimbulkan banyak jerawat baru di area dekatnya.

Penyebab Timbulnya Jerawat Batu

1. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Gaya hidup yang tidak sehat ini bisa berupa kebiasaan merokok, minum alkohol, sering mengonsumsi junk food, kurang minum air putih, dan kurangnya waktu istirahat.

Kebiasaan merokok dapat mempersempit pembuluh darah dan merusak sel-sel kulit.

Rusaknya sel kulit ini akan mengakibatkan penyumbatan pori-pori sehingga memicu tumbuhnya jerawat batu.

Hobi mengonsumsi junk food atau makanan yang banyak mengandung minyak juga bisa meningkatkan resiko timbulnya jerawat, terlebih lagi jika tidak diimbangi dengan konsumsi air putih dan istirahat yang cukup.

2. Faktor Genetik

Jerawat batu juga bisa datang dari faktor genetik, jika dalam riwayat keluarga ada yang memiliki kulit berminyak dan sering berjerawat, hal ini juga bisa menurun pada anda.

Kondisi kulit berminyak memang lebih rentan terkena jerawat, semakin banyak sebum atau minyak di wajah, akan semakin besar pula peluang terjadinya penyumbatan.

Bagi kamu yang memiliki kulit berminyak, kamu harus lebih rutin membersihkan wajah dengan sabun berbahan lembut agar tidak membuat wajah semakin iritasi.

3. Faktor Hormonal

Faktor hormon yang tidak seimbang juga bisa menjadi penyebab munculnya jerawat batu, kondisi ini biasanya ditemui pada remaja yang sedang memasuki masa pubertas.

Pada kondisi ini, hormon androgen akan lebih meningkat sehingga dapat memicu tumbuhnya jerawat pada wajah maupun bagian tubuh lainnya.

Tidak hanya pada masa pubertas, perubahan hormon androgen juga sering terjadi pada wanita yang sedang mengalami menstruasi, masa kehamilan, atau saat seseorang mengonsumsi pil KB secara rutin.

4. Penggunaan Kosmetik yang Salah

Penggunaan produk make up atau kosmetik yang memiliki kandungan minyak juga bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat batu.

Produk kosmetik yang mengandung bahan ini bisa membuat kulit wajah semakin berminyak sehingga memicu tumbuhnya komedo penyebab jerawat.

Kondisi yang sama juga akan bertambah parah jika kamu tidak segera membersihkan make up setelah bepergian karena bakteri dan kotoran yang menempel pada wajah akan memicu munculnya jerawat.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Cara Mengatasi Jerawat Batu

1. Bersihkan Wajah Secara Rutin

Membersihkan wajah secara rutin bisa membantu mengatasi jerawat batu tanpa harus menggunakan obat tambahan.

Kamu bisa lakukan beberapa cara saat membersihkan wajah, misalnya dengan menggunakan metode double atau triple cleansing setelah bepergian atau beraktivitas seharian.

2. Gunakan Pelembab

Rajin menggunakan pelembab merupakan salah satu upaya untuk mengobati jerawat batu yang membandel.

Tidak hanya kulit yang kering, para pemilik kulit wajah berminyak juga perlu dihidrasi dengan menggunakan pelembab.

Saat ini sudah banyak tersedia produk pelembab dengan klaim oil-free dan non-comedogenic yang bisa mencegah produksi minyak berlebih pada wajah.

3. Memperbaiki Pola Hidup

Pola makan yang sehat tidak hanya akan meningkatkan kesehatan tubuh, tapi juga bisa membantu menyehatkan kulit, termasuk kulit wajah.

Jadi mulailah untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin seperti sayur atau buah, dan hindarilah makanan yang tidak sehat seperti junk food.

Tidak hanya makanan, kamu juga harus mencukupi cairan di dalam tubuh dengan cara minum air putih secara rutin, untuk membantu kulit tampak lebih kenyal, bersinar, dan lembab.

4. Tidak Memencet Jerawat

Pada orang-orang yang berusia 20 dan 30-an, jerawat biasanya terbuat dari kantong di dalam sel darah putih dan agak sulit untuk dikeluarkan.

Jika kamu berusaha untuk memencetnya, jerawat justru akan berair dan kondisinya menjadi semakin parah.

5. Gunakan Masker Berbahan Alami

Untuk mengobati jerawat batu yang membandel pada wajah, ada beberapa bahan alami yang bisa kamu coba berikut ini.

Kunyit

  • Campurkan bubuk kunyit secukupnya dengan 1 atau 2 sendok makan minyak wijen.
  • Oleskan campuran bubuk kunyit dan minyak wijen tersebut ke seluruh bagian kulit yang berjerawat.
  • Diamkan setelah beberapa saat, kemudian bilas dengan air bersih.
  • Lakukan secara rutin, setidaknya 2 kali seminggu untuk hasil yang lebih maksimal.

Cuka Apel

  • Bersihkan wajah terlebih dahulu.
  • Siapkan cuka apel sekitar 2 sendok makan.
  • Oleskan cuka apel pada bagian kulit yang berjerawat.
  • Diamkan kurang lebih sekitar 20 sampai 30 menit.
  • Tunggu sampai kering dan bilas dengan air bersih.

Pepaya

  • Buat buah pepaya menjadi seperti pasta.
  • Campurkan masker pepaya dengan air secukupnya.
  • Oleskan masker pepaya ke bagian yang berjerawat.
  • Lakukan secara rutin sampai hasilnya terlihat.

Jeruk Nipis

  • Ambil 3 buah jeruk nipis segar.
  • Belah semua jeruk nipis menjadi 2 bagian.
  • Tempelkan di area yang berjerawat dan tunggu sampai 10 menit.
  • Bilas menggunakan air hangat.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri, penyebab, dan cara efektif untuk mengatasi jerawat batu yang timbul pada kulit.

Sayangnya, tidak semua orang cocok dengan masker wajah berbahan alami sehingga akan lebih baik jika kamu berkonsultasi langsung dengan dokter kulit yang lebih berpengalaman.

Selain konsultasi ke dokter, kamu juga bisa gunakan produk-produk skincare yang saat ini sudah bisa kamu sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulitmu sendiri.

Melalui buku All About Skincare, kamu akan mengenal berbagai jenis skincare mulai dari kandungan bahannya sampai cara penggunaannya.

Tidak hanya itu, buku ini juga akan membahas cara-cara terbaik untuk mengenali jenis kulit wajah, bahan-bahan apa saja yang harus dihindari saat memilih skincare, sampai menu makanan yang bernutrisi untuk kulit.

Buku ini akan memberikan panduan secara lengkap sehingga kamu tidak akan kebingungan saat harus memilih produk skincare untuk merawat permasalahan di kulit wajahmu.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera dapatkan buku ini di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

Kenapa Orang Betah Berlama-lama di Toko Buku? Ini Rahasianya

buku
Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

Sejarah Hubungan Korea Selatan dan Jepang hingga Masa Modern

buku
Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

Siapa Pencetus Tanam Paksa? Ini Tokoh, Tujuan, dan Dampaknya bagi Indonesia

buku
Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

Sistem Ekonomi Kolonial Belanda: Kebijakan dan Praktiknya di Indonesia

buku
Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Penjajahan Belanda di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu

buku
Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

Kenapa Belanda Menjajah Indonesia? Ini Alasan dan Sejarahnya

buku
Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

Hukum Gacha dalam Islam, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Lengkapnya

buku
Berbagai Macam Julukan Timnas Spanyol, Apa Saja? 

Berbagai Macam Julukan Timnas Spanyol, Apa Saja? 

buku
Rumah yang Tak Lagi Sama: Memahami Hutan bersama Crombo dan Loni

Rumah yang Tak Lagi Sama: Memahami Hutan bersama Crombo dan Loni

buku
Cara Sederhana Menumbuhkan Empati pada Anak

Cara Sederhana Menumbuhkan Empati pada Anak

buku
4 Cara Memanfaatkan Canva untuk Kerja dan Cari Penghasilan

4 Cara Memanfaatkan Canva untuk Kerja dan Cari Penghasilan

buku
Soft Spending vs Soft Saving, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya 

Soft Spending vs Soft Saving, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya 

buku
Hukum Blind Box dalam Islam: Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya 

Hukum Blind Box dalam Islam: Boleh atau Tidak? Ini Penjelasannya 

buku
Museum Sejarah Kolonial Belanda: Daftar Lengkap di Indonesia dan Belanda

Museum Sejarah Kolonial Belanda: Daftar Lengkap di Indonesia dan Belanda

buku
Membedah Gaya Bicara Anies Baswedan lewat Buku Bicara Itu Ada Polanya karya Oh Su Hyang 

Membedah Gaya Bicara Anies Baswedan lewat Buku Bicara Itu Ada Polanya karya Oh Su Hyang 

buku
Gaya Komunikasi Buruk ala Warga Bikini Bottom dan Cara Memperbaikinya lewat Buku The Next Conversation

Gaya Komunikasi Buruk ala Warga Bikini Bottom dan Cara Memperbaikinya lewat Buku The Next Conversation

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau