Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Diet Rendah Gula Bisa Bikin Kurus? Berikut Penjelasannya

Kompas.com, 12 Januari 2026, 14:34 WIB
Apakah Diet Rendah Gula Bisa Bikin Kurus  Sumber Gambar: Freepik.com Apakah Diet Rendah Gula Bisa Bikin Kurus 
Rujukan artikel ini:
Conscious Diet #Kenali Tubuhmu Sebelum…
Pengarang: dr. Yovi Yoanita
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Diet rendah gula kini semakin populer di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.

Banyak orang percaya bahwa mengurangi konsumsi gula adalah kunci utama untuk menurunkan berat badan.

Namun, muncul pula pertanyaan penting, apakah diet rendah gula benar-benar efektif membuat tubuh lebih kurus secara sehat?

Secara medis, gula memang memiliki kaitan erat dengan peningkatan berat badan, kadar insulin, serta penumpukan lemak.

Akan tetapi, proses penurunan berat badan bukanlah hal sederhana yang hanya dipengaruhi satu faktor.

Diet rendah gula memberikan banyak efek pada tubuh, mulai dari metabolisme, energi harian, kesehatan kulit, hingga fungsi otak.

Berikut pembahasan lengkapnya dari sudut pandang kesehatan.

Pengaruh Gula terhadap Berat Badan dan Metabolisme

Gula termasuk karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh dan langsung meningkatkan kadar glukosa darah.

Ketika kadar gula darah naik dengan cepat, tubuh akan melepaskan hormon insulin dalam jumlah besar.

Insulin berperan untuk memasukkan glukosa ke dalam sel dan menyimpannya sebagai energi atau lemak.

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus akibat konsumsi gula berlebih, tubuh akan lebih sering menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak, mengalami lonjakan nafsu makan, serta lebih sulit membakar lemak yang sudah tersimpan.

Inilah alasan mengapa konsumsi gula yang tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan risiko obesitas.

Dengan mengurangi asupan gula, kadar insulin menjadi lebih stabil sehingga proses pembakaran lemak dapat berjalan lebih optimal.

Mitos dan Fakta Diet Rendah Gula

Sebelum memulai diet rendah gula, penting untuk memahami mana informasi yang benar dan mana yang hanya mitos.

Banyak orang salah menerapkan diet ini karena terjebak anggapan keliru yang justru membuat hasilnya tidak optimal.

Berikut tabel ringkas untuk memudahkan pembaca memahami perbedaannya:

Mitos Fakta
Diet rendah gula membuat berat badan cepat turun

Penurunan berat badan bergantung pada defisit kalori dan pola makan yang seimbang. Diet rendah gula hanya membantu mengontrol nafsu makan dan metabolisme

Semua gula harus dihindari, termasuk yang dari buah Yang perlu dikurangi adalah gula tambahan, gula alami dari buah mengandung serat dan vitamin
Gula merupakan satu-satunya penyebab kenaikan berat badan Kenaikan berat badan dipengaruhi total kalori, kurang gerak, stres, jam tidur yang buruk, dan metabolisme
Diet rendah gula bisa membuat lemas Adaptasi awal mungkin terasa berat, tetapi setelah tubuh terbiasa energi justru lebih stabil
Pengganti gula selalu lebih sehat Tidak semua pemanis rendah kalori aman jika dikonsumsi berlebih, tetap membatasi kadar konsumsi
Makanan bebas gula pasti sehat Banyak produk bebas gula mengandung lemak jenuh atau kalori tinggi yang tetap bisa memicu kenaikan berat badan

Apakah Diet Rendah Gula Bisa Membuat Kurus?

Secara umum, diet rendah gula dapat membantu penurunan berat badan, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu.

Penurunan berat badan terjadi ketika tubuh berada dalam kondisi defisit kalori, yaitu jumlah kalori yang masuk lebih sedikit dibandingkan yang dibakar.

Diet rendah gula membantu mencapai kondisi ini melalui beberapa mekanisme:

  1. Mengurangi asupan kalori kosong dari minuman dan makanan manis
  2. Menekan lonjakan insulin yang memicu penyimpanan lemak
  3. Membantu mengontrol nafsu makan
  4. Mendorong tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi

Namun, jika seseorang mengurangi gula tetapi tetap mengkonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kalori berlebih, penurunan berat badan tetap sulit terjadi.

Artinya, diet rendah gula efektif jika dijalankan bersama pola makan seimbang dan gaya hidup aktif.

Perubahan Energi Tubuh yang Lebih Stabil

Mengurangi konsumsi gula membuat tubuh tidak lagi mengalami lonjakan dan penurunan kadar gula darah secara drastis.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Hal ini memberikan dampak langsung pada kestabilan energi harian.

1. Energi Lebih Konsisten Sepanjang Hari

Tanpa lonjakan gula, tubuh tidak mengalami “crash” yang membuat cepat lemas setelah makan.

2. Nafsu Makan Lebih Terkontrol

Gula sering memicu rasa lapar semu. Ketika asupannya dikurangi, rasa lapar menjadi lebih alami dan teratur.

3. Fokus dan Produktivitas Meningkat

Stabilnya suplai energi ke otak membantu konsentrasi bekerja lebih optimal.

4. Tubuh Lebih Efektif Membakar Lemak

Saat gula tidak berlebihan, tubuh lebih mudah beralih ke pembakaran lemak.

5. Kualitas Tidur Membaik

Gula yang tinggi dapat mengganggu hormon tidur sehingga diet rendah gula dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks di malam hari.

6. Mood Lebih Stabil

Fluktuasi gula darah berkaitan erat dengan perubahan emosi, dengan menurunkannya membantu menjaga suasana hati.

Dampak Diet Rendah Gula terhadap Kesehatan Kulit

Tidak banyak yang menyadari bahwa gula juga mempengaruhi kesehatan kulit.

Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan dan merusak kolagen melalui proses glikasi.

  1. Risiko jerawat berkurang, produksi minyak berlebih yang dipicu gula menjadi lebih terkendali.
  2. Kulit lebih halus dan elastis, kolagen lebih terjaga sehingga kulit tampak lebih kenyal.
  3. Warna kulit lebih merata, peradangan berkurang sehingga kemerahan dan noda kulit lebih minim.
  4. Kulit lebih terhidrasi secara alami, keseimbangan hormon membuat kelembapan kulit lebih stabil.
  5. Tanda penuaan dini dapat diperlambat, diet rendah gula membantu memperlambat munculnya garis halus.

Risiko Diet Rendah Gula Jika Dilakukan Terlalu Ekstrem

Meski menyehatkan, diet rendah gula tetap harus dilakukan dengan bijak.

Jika dilakukan secara ekstrem dan tanpa perencanaan, beberapa risiko bisa muncul, seperti lemas dan mudah pusing, sulit berkonsentrasi pada awal diet, gangguan metabolisme sementara, serta kekurangan energi jika asupan karbohidrat terlalu rendah.

Oleh karena itu, yang perlu dikurangi adalah gula tambahan, bukan seluruh sumber karbohidrat.

Buah, sayur, dan biji-bijian tetap penting karena mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Tips Aman Menjalani Diet Rendah Gula agar Tetap Sehat

Agar manfaat diet rendah gula dapat dirasakan secara optimal tanpa efek samping, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

  1. Kurangi minuman manis seperti teh kemasan, soda, dan kopi bergula
  2. Perbanyak konsumsi protein untuk membantu rasa kenyang
  3. Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oats, dan kentang
  4. Tingkatkan asupan serat dari sayur dan buah
  5. Baca label nutrisi pada makanan kemasan
  6. Tetap lakukan aktivitas fisik secara rutin
  7. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi

Diet rendah gula memang dapat membantu menurunkan berat badan karena mengurangi kalori kosong, menstabilkan kadar insulin, mengontrol nafsu makan, dan meningkatkan pembakaran lemak.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi, keseimbangan nutrisi, aktivitas fisik, serta pola hidup secara menyeluruh.

Diet rendah gula bukan sekadar tren, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan metabolisme, kulit, mental, dan kualitas hidup dalam jangka panjang.

Jika dijalankan secara tepat dan bertahap, diet rendah gula tidak hanya membantu tubuh lebih kurus, tetapi juga lebih sehat secara menyeluruh

Pendekatan bertahap jauh lebih efektif dibandingkan perubahan ekstrem yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Menjalani diet rendah gula akan jauh lebih efektif jika dibarengi dengan pemahaman yang benar tentang cara kerja tubuh dan kebutuhan nutrisinya.

Salah satu buku yang relevan untuk dijadikan referensi adalah Conscious Diet: #Kenali Tubuhmu Sebelum Diet! karya dr. Yovi Yoanita.

Buku ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar fokus pada angka di timbangan, tetapi memahami kondisi tubuh secara menyeluruh sebelum memulai diet apa pun, termasuk diet rendah gula.

Buku ini tersedia dan dapat dibeli secara online melalui Gramedia.com atau versi E-book di Gramedia Digital.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau