Apakah Diet Rendah Gula Bisa Bikin Kurus Diet rendah gula kini semakin populer di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.
Banyak orang percaya bahwa mengurangi konsumsi gula adalah kunci utama untuk menurunkan berat badan.
Namun, muncul pula pertanyaan penting, apakah diet rendah gula benar-benar efektif membuat tubuh lebih kurus secara sehat?
Secara medis, gula memang memiliki kaitan erat dengan peningkatan berat badan, kadar insulin, serta penumpukan lemak.
Akan tetapi, proses penurunan berat badan bukanlah hal sederhana yang hanya dipengaruhi satu faktor.
Diet rendah gula memberikan banyak efek pada tubuh, mulai dari metabolisme, energi harian, kesehatan kulit, hingga fungsi otak.
Berikut pembahasan lengkapnya dari sudut pandang kesehatan.
Gula termasuk karbohidrat sederhana yang cepat diserap tubuh dan langsung meningkatkan kadar glukosa darah.
Ketika kadar gula darah naik dengan cepat, tubuh akan melepaskan hormon insulin dalam jumlah besar.
Insulin berperan untuk memasukkan glukosa ke dalam sel dan menyimpannya sebagai energi atau lemak.
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus akibat konsumsi gula berlebih, tubuh akan lebih sering menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak, mengalami lonjakan nafsu makan, serta lebih sulit membakar lemak yang sudah tersimpan.
Inilah alasan mengapa konsumsi gula yang tinggi sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan risiko obesitas.
Dengan mengurangi asupan gula, kadar insulin menjadi lebih stabil sehingga proses pembakaran lemak dapat berjalan lebih optimal.
Sebelum memulai diet rendah gula, penting untuk memahami mana informasi yang benar dan mana yang hanya mitos.
Banyak orang salah menerapkan diet ini karena terjebak anggapan keliru yang justru membuat hasilnya tidak optimal.
Berikut tabel ringkas untuk memudahkan pembaca memahami perbedaannya:
| Mitos | Fakta |
| Diet rendah gula membuat berat badan cepat turun |
Penurunan berat badan bergantung pada defisit kalori dan pola makan yang seimbang. Diet rendah gula hanya membantu mengontrol nafsu makan dan metabolisme |
| Semua gula harus dihindari, termasuk yang dari buah | Yang perlu dikurangi adalah gula tambahan, gula alami dari buah mengandung serat dan vitamin |
| Gula merupakan satu-satunya penyebab kenaikan berat badan | Kenaikan berat badan dipengaruhi total kalori, kurang gerak, stres, jam tidur yang buruk, dan metabolisme |
| Diet rendah gula bisa membuat lemas | Adaptasi awal mungkin terasa berat, tetapi setelah tubuh terbiasa energi justru lebih stabil |
| Pengganti gula selalu lebih sehat | Tidak semua pemanis rendah kalori aman jika dikonsumsi berlebih, tetap membatasi kadar konsumsi |
| Makanan bebas gula pasti sehat | Banyak produk bebas gula mengandung lemak jenuh atau kalori tinggi yang tetap bisa memicu kenaikan berat badan |
Secara umum, diet rendah gula dapat membantu penurunan berat badan, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu.
Penurunan berat badan terjadi ketika tubuh berada dalam kondisi defisit kalori, yaitu jumlah kalori yang masuk lebih sedikit dibandingkan yang dibakar.
Diet rendah gula membantu mencapai kondisi ini melalui beberapa mekanisme:
Namun, jika seseorang mengurangi gula tetapi tetap mengkonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kalori berlebih, penurunan berat badan tetap sulit terjadi.
Artinya, diet rendah gula efektif jika dijalankan bersama pola makan seimbang dan gaya hidup aktif.
Mengurangi konsumsi gula membuat tubuh tidak lagi mengalami lonjakan dan penurunan kadar gula darah secara drastis.
Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium
Hal ini memberikan dampak langsung pada kestabilan energi harian.
Tanpa lonjakan gula, tubuh tidak mengalami “crash” yang membuat cepat lemas setelah makan.
Gula sering memicu rasa lapar semu. Ketika asupannya dikurangi, rasa lapar menjadi lebih alami dan teratur.
Stabilnya suplai energi ke otak membantu konsentrasi bekerja lebih optimal.
Saat gula tidak berlebihan, tubuh lebih mudah beralih ke pembakaran lemak.
Gula yang tinggi dapat mengganggu hormon tidur sehingga diet rendah gula dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks di malam hari.
Fluktuasi gula darah berkaitan erat dengan perubahan emosi, dengan menurunkannya membantu menjaga suasana hati.
Tidak banyak yang menyadari bahwa gula juga mempengaruhi kesehatan kulit.
Konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan dan merusak kolagen melalui proses glikasi.
Meski menyehatkan, diet rendah gula tetap harus dilakukan dengan bijak.
Jika dilakukan secara ekstrem dan tanpa perencanaan, beberapa risiko bisa muncul, seperti lemas dan mudah pusing, sulit berkonsentrasi pada awal diet, gangguan metabolisme sementara, serta kekurangan energi jika asupan karbohidrat terlalu rendah.
Oleh karena itu, yang perlu dikurangi adalah gula tambahan, bukan seluruh sumber karbohidrat.
Buah, sayur, dan biji-bijian tetap penting karena mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Agar manfaat diet rendah gula dapat dirasakan secara optimal tanpa efek samping, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
Diet rendah gula memang dapat membantu menurunkan berat badan karena mengurangi kalori kosong, menstabilkan kadar insulin, mengontrol nafsu makan, dan meningkatkan pembakaran lemak.
Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi, keseimbangan nutrisi, aktivitas fisik, serta pola hidup secara menyeluruh.
Diet rendah gula bukan sekadar tren, melainkan bagian dari upaya menjaga kesehatan metabolisme, kulit, mental, dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Jika dijalankan secara tepat dan bertahap, diet rendah gula tidak hanya membantu tubuh lebih kurus, tetapi juga lebih sehat secara menyeluruh
Pendekatan bertahap jauh lebih efektif dibandingkan perubahan ekstrem yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Menjalani diet rendah gula akan jauh lebih efektif jika dibarengi dengan pemahaman yang benar tentang cara kerja tubuh dan kebutuhan nutrisinya.
Salah satu buku yang relevan untuk dijadikan referensi adalah Conscious Diet: #Kenali Tubuhmu Sebelum Diet! karya dr. Yovi Yoanita.
Buku ini mengajak pembaca untuk tidak sekadar fokus pada angka di timbangan, tetapi memahami kondisi tubuh secara menyeluruh sebelum memulai diet apa pun, termasuk diet rendah gula.
Buku ini tersedia dan dapat dibeli secara online melalui Gramedia.com atau versi E-book di Gramedia Digital.