Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Makanan Penyebab Asam Urat yang Wajib Kamu Tahu!

Kompas.com, 9 Januari 2026, 14:00 WIB
Makanan Penyebab Asam Urat Sumber Gambar: Freepik.com Makanan Penyebab Asam Urat
Rujukan artikel ini:
1001 Makanan Sehat
Pengarang: Tim Naviri
Penulis Vadiyah
|
Editor Novia Putri Anindhita

Nyeri pada sendi yang disertai rasa berat pada kaki serta sensasi nyeri menusuk yang muncul secara tiba-tiba sering kali dikaitkan dengan asam urat.

Dalam situasi tersebut, hal pertama yang biasanya dicari adalah daftar pantangan, terutama makanan yang dianggap dapat memicu kenaikan asam urat.

Asam urat merupakan zat sisa yang terbentuk dari proses pemecahan purin.

Purin secara alami terdapat di dalam tubuh, tetapi juga dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi.

Dalam kondisi normal, asam urat hasil pemecahan purin akan disaring oleh ginjal dan dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Namun, masalah muncul ketika produksi asam urat terlalu tinggi sehingga kemampuan ginjal dalam membuang asam urat menurun.

Kondisi ini dapat menyebabkan asam urat menumpuk di dalam tubuh sehingga kadar asam urat dalam darah meningkat.

Lalu, apa saja makanan yang dapat menyebabkan asam urat menjadi tinggi? Simak artikel berikut ini.

Makanan Penyebab Asam Urat

1. Jeroan dan Daging Merah

Jeroan dikenal memiliki kandungan purin yang sangat tinggi.

Ketika dikonsumsi, purin tersebut akan dipecah oleh tubuh dan menghasilkan asam urat dalam jumlah besar.

Beberapa jenis jeroan dengan kandungan purin tinggi antara lain hati ayam atau sapi, usus, ampela, limpa, paru, babat, dan otak.

Jeroan ini termasuk tipe makanan yang bisa bikin kadar asam urat naik dengan cepat, bahkan bisa memicu serangan gout mendadak beberapa hari setelah dikonsumsi.

Oleh karena itu, bagi kamu yang sedang berupaya menjaga kadar asam urat tetap stabil, jeroan sebaiknya dihindari atau setidaknya dikonsumsi dalam jumlah yang sangat terbatas.

Selain jeroan, daging merah seperti daging sapi, kambing, dan domba juga memerlukan perhatian khusus karena mengandung purin dalam jumlah cukup tinggi.

Namun, hal ini tidak berarti daging merah harus dihindari sepenuhnya.

Konsumsi masih dapat dilakukan dengan pengaturan porsi yang tepat serta frekuensi yang tidak berlebihan sehingga kadar asam urat tetap terkontrol.

2. Seafood dan Daging Olahan

Seafood dapat menjadi pemicu peningkatan kadar asam urat apabila salah memilih jenisnya atau dikonsumsi secara berlebihan.

Beberapa jenis seafood diketahui memiliki kandungan purin yang cukup tinggi yaitu kerang, kepiting, lobster, udang, cumi, ikan teri, sarden, makarel, trout, dan tuna.

Jenis-jenis seafood tersebut dapat mempercepat produksi asam urat di dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi dalam porsi besar atau dengan frekuensi yang terlalu sering.

Oleh karena itu, penderita asam urat perlu lebih selektif dalam memilih jenis seafood yang dikonsumsi.

Selain seafood, daging olahan juga termasuk kelompok makanan yang perlu diwaspadai.

Daging olahan umumnya mengandung purin dalam jumlah cukup tinggi, serta tinggi garam, pengawet, lemak jenuh, dan berbagai bahan tambahan lainnya.

Kombinasi kandungan tersebut dapat membuat tubuh bekerja lebih keras dan berpotensi memperburuk kondisi asam urat.

Contoh daging olahan antara lain sosis, kornet, nugget, bakso instan, ham, dan daging asap.

Meskipun praktis dan sering dijadikan pilihan sehari-hari, konsumsi daging olahan secara berlebihan dapat menjadi pemicu tersembunyi yang menyebabkan kadar asam urat meningkat tanpa disadari.

3. Kuah Pekat dan Kacang-Kacangan

Kuah yang gurih dan pekat memang dapat membuat makanan terasa lebih nikmat.

Namun, proses memasak kaldu dalam waktu lama dapat menarik purin dari daging, tulang, atau seafood sehingga konsentrasinya menjadi tinggi pada kuah.

Akibatnya, meskipun porsi daging yang dikonsumsi relatif sedikit, menghabiskan kuahnya dapat memberikan efek serupa, yaitu meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Selain itu, kacang-kacangan tertentu juga dapat menjadi pemicu meski memiliki kandungan purin di level sedang.

Beberapa di antaranya seperti kacang kedelai utuh, tempe, kacang merah, kacang hijau, dan jenis biji-bijian yang tinggi protein nabati.

4. Sayuran Berpurin Sedang

Beberapa jenis sayuran juga mengandung purin, namun umumnya berada pada tingkat sedang.

Kondisi ini tidak berarti sayuran tersebut harus dihindari sepenuhnya seperti halnya jeroan.

Konsumsinya masih diperbolehkan, tetapi perlu dibatasi, terutama saat kadar asam urat sedang meningkat atau ketika gejala kambuh.

Sayuran seperti bayam, kangkung, kembang kol, daun singkong, asparagus, dan jamur mengandung purin nabati yang relatif lebih mudah diproses oleh tubuh dibandingkan purin hewani.

Oleh karena itu, dampaknya terhadap peningkatan kadar asam urat cenderung lebih ringan dibandingkan daging atau seafood.

Kamu tetap bisa menikmati sayur-sayur ini, asal diolah dengan cara yang ringan.

5. Minuman Manis dan Alkohol

Minuman tinggi gula dan fruktosa juga bisa menjadi pemicu asam urat.

Berbeda dengan purin, fruktosa justru memaksa tubuh memproduksi asam urat lebih banyak.

Oleh karena itu, meskipun kamu sudah disiplin tidak mengonsumsi jeroan, kebiasaan mengonsumsi minuman manis seperti minuman bersoda, jus buah kemasan, sirup, atau es teh manis tetap berpotensi menyebabkan kadar asam urat meningkat.

Sementara itu, alkohol merupakan salah satu pemicu asam urat yang paling kuat karena memberikan efek ganda.

Alkohol dapat meningkatkan pemecahan purin sehingga produksi asam urat di dalam tubuh meningkat, sekaligus menghambat kemampuan ginjal dalam membuang asam urat.

Akibatnya, asam urat yang seharusnya dikeluarkan justru menumpuk di dalam tubuh.

Oleh karena itu, jika ingin menjaga kadar asam urat tetap stabil, pilihan terbaik adalah menghindari konsumsi alkohol atau membatasinya secara ketat.

Makanan yang Aman dan Ramah Asam Urat

Makanan yang termasuk aman untuk asam urat dengan purin rendah, di bawah 50 mg per 100 g ini bisa kamu jadikan menu harian tanpa takut asam urat melonjak.

Makanan dengan kandungan purin rendah, yaitu di bawah 50 mg per 100 gram, umumnya tergolong aman bagi penderita asam urat dan bisa dijadikan menu harian tanpa takut kadar asam urat naik.

  1. Buah-buahan rendah fruktosa seperti apel, pepaya, semangka, melon, dan stroberi.
  2. Sayuran rendah purin seperti wortel, selada, brokoli, timun, tomat, kol, dan zucchini.
  3. Protein terbaik seperti telur memiliki purin rendah dan susu rendah lemak atau yogurt plain. Protein dari susu justru membantu ekskresi asam urat.
  4. Karbohidrat seperti nasi, roti, pasta, kentang, dan singkong, oatmeal juga bagus karena tinggi serat dan rendah purin.
  5. Ikan rendah purin yakni salmon, ikan patin, dan ikan nila.
  6. Air putih penting untuk menurunkan kadar asam urat karena air membantu tubuh membuang purin lewat urin.

Tips Mengelola Asam Urat Lewat Pola Makan

1. Minum Air Putih Minimal 2 Liter

Air itu semacam pembersih alami untuk tubuh karena membantu ginjal bekerja lebih optimal.

2. Kurangi Fruktosa

Fruktosa cepat menaikkan produksi asam urat sehingga batasi minuman manis dan jus kemasan.

3. Hindari Makan Besar Sebelum Tidur

Saat malam, metabolisme tubuh melambat sehingga membuat tubuh semakin sulit mengolah purin.

4. Batasi Garam dan MSG

Terlalu banyak garam membuat tubuh menahan cairan yang akhirnya dapat memengaruhi proses pembuangan asam urat.

5. Kurangi Konsumsi Gorengan

Lemak berlebihan dapat memicu peradangan yang dapat menimbulkan serangan asam urat.

Dengan menerapkan pola makan ini, tubuh akan berada dalam kondisi yang lebih stabil sehingga risiko peningkatan kadar asam urat dapat berkurang secara signifikan.

Setelah mengerti mana makanan yang menjadi pantangan dan mana yang aman untuk asam urat, kini saatnya mengenal pola makan yang lebih sehat agar tubuh semakin sehat.

Buku 1001 Makanan Sehat dapat menjadi panduan praktis dalam memilih makanan yang tepat untuk menerapkan pola makan sehat sehari-hari.

Buku ini mengungkap beragam bahan pangan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan harian, seperti makanan untuk meredakan sakit kepala, radang tenggorokan, pegal dan nyeri sendi, hingga makanan untuk osteoporosis, kesehatan jantung, paru, hati, dan ginjal.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk mendukung kesehatan dan perawatan kesehatan yang sedang kamu jalani.

Buku 1001 Makanan Sehat bisa kamu baca secara lengkapnya di Gramedia Digital dengan versi E-book.

Yuk, baca bukunya dan mulai terapkan pola makan sehat yang cocok buat kamu!

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau