Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Alasan Pentingnya Melakukan Sugar Cutting Diet untuk Kesehatan

Kompas.com, 8 Januari 2026, 10:00 WIB
Pentingnya Melakukan Sugar Cutting Diet untuk Kesehatan Sumber Gambar: Pexels.com   Pentingnya Melakukan Sugar Cutting Diet untuk Kesehatan
Rujukan artikel ini:
The Diabetes Code
Pengarang: Dr. Jason Fung
Penulis Anggi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Mengonsumsi gula tambahan kini menjadi bagian dari pola makan masyarakat modern.

Biasanya banyak ditemukan di berbagai produk seperti saus kemasan, makanan ringan, hingga minuman kemasan yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

Padahal, mengonsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan energi sesaat yang diikuti rasa lemas dan mengantuk.

Tak hanya itu saja, gula tambahan juga membuat mood tidak stabil serta lama-lama berpengaruh pada kesehatan tubuh.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menjalani sugar cutting diet.

Sugar cutting diet ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan pola sehat untuk memutus ketergantungan pada gula.

Sebagai langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, penting untuk memahami lebih dalam apa yang dimaksud dengan sugar cutting diet serta manfaat yang dapat diperoleh dari penerapannya.

4 Alasan Pentingnya Melakukan Sugar Cutting Diet

Melakukan sugar cutting diet memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama di tengah tingginya konsumsi makanan dan minuman manis dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut beberapa alasan mengapa sugar cutting diet penting untuk diterapkan:

1. Menjaga Kesehatan Metabolik

Kesehatan metabolik merupakan fondasi utama bagi fungsi tubuh secara keseluruhan.

Konsumsi gula tambahan, terutama dari makanan dan minuman olahan yang rendah serat dan nutrisi, dapat mengganggu keseimbangan sistem ini.

Saat gula tambahan dikonsumsi secara berlebihan, kadar gula darah akan meningkat dengan cepat.

Sebagai respons, tubuh memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk menurunkan kadar gula darah tersebut.

Kalau proses ini terjadi berulang kali, sel-sel tubuhmu lama-lama akan resisten terhadap insulin.

Kondisi ini yang dikenal sebagai resistensi insulin yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Pentingnya melakukan sugar cutting diet untuk kesehatan adalah karena ini adalah cara paling efektif untuk memutus siklus berbahaya ini.

Dengan memangkas gula tambahan, kamu memberikan istirahat pada pankreas dan sel-sel tubuhmu menjadi lebih sensitif terhadap insulin lagi, gula darah lebih stabil, dan risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes pun menurun drastis.

2. Baik untuk Kesehatan Jantung dan Vaskular

Masalah penyakit jantung tidak hanya disebabkan oleh lemak saja.

Gula adalah salah satu pemicu peradangan kronis yang paling kuat yang menjadi akar dari masalah jantung.

Gula berlebih dalam darah bisa merusak lapisan pembuluh darah (endotel) yang menyebabkan plak terbentuk, dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi).

Ketika mengonsumsi gula tambahan, hati (liver) harus bekerja keras memprosesnya, sering kali mengubah kelebihan gula menjadi lemak, terutama trigliserida.

Kadar trigliserida yang tinggi ini tidak hanya menjadi lemak di perut, tapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Dengan melakukan sugar cutting diet, dapat mengurangi peradangan sistemik dan menormalkan kadar trigliserida dalam darah.

Dengan begitu, pembuluh darah menjadi lebih sehat, tekanan darah lebih terkontrol, dan jantung bisa bekerja lebih ringan.

3. Menjaga Kesehatan Mental dan Energi

Gula tambahan memiliki pengaruh yang besar terhadap fungsi otak dan kestabilan mood.

Lonjakan kadar gula darah yang terjadi dengan cepat dapat memicu pelepasan dopamin dalam jangka pendek sehingga menimbulkan perasaan senang dan peningkatan energi sesaat.

Namun, ketika kadar gula darah kembali menurun, tubuh dapat mengalami kondisi yang dikenal sebagai sugar crash yang membuat badan lemas, rasa cemas, dan sulit konsentrasi.

Dengan memotong gula, kamu menghilangkan fluktuasi gula darah yang ekstrem.

Sumber energimu beralih ke lemak sehat dan karbohidrat kompleks yang memberikan energi berkelanjutan ke otak.

Hasilnya, mood-mu lebih stabil, dan tidak mudah merasa cemas atau kelelahan mental.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Konsentrasi juga meningkat karena otak mendapatkan "bahan bakar" yang stabil.

Selain itu, kualitas tidur akan optimal karena sistem saraf menjadi lebih tenang dan memungkinkan tubuh masuk ke fase tidur nyenyak yang sangat penting untuk perbaikan sel dan pemulihan mental.

4. Kesehatan Imun dan Pencernaan

Usus sering disebut sebagai "otak kedua," dan kesehatan usus sangat erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh.

Gula tambahan adalah makanan favorit bagi bakteri yang tidak baik di usus.

Ketika bakteri tidak baik ini berkembang biak karena kelebihan gula, mereka bisa merusak lapisan usus (meningkatkan permeabilitas usus) dan memicu peradangan sistemik.

Peradangan inilah yang membuat sistem imun tidak bekerja maksimal dan tubuh rentan terhadap infeksi.

Dengan sugar cutting diet, kamu seperti sedang memberi kesempatan bagi bakteri baik untuk tumbuh subur.

Ketika keseimbangan mikrobioma usus pulih, peradangan berkurang maka pencernaan akan lancar dan juga memperkuat pertahanan alami tubuhmu.

Sugar Cutting Diet untuk Kesehatan Jangka Panjang

Memulai sugar cutting diet tidak harus dengan cara ekstrem, apalagi menyiksa.

Kuncinya ada pada edukasi dan konsistensi.

Berikut dua langkah awal yang perlu dilakukan sebelum memulai sugar cutting diet:

1. Cek Isi Kulkas dan Pantry

Langkah pertama yang paling mudah adalah mengecek isi kulkas dan pantry di rumah.

Tujuannya untuk mengetahui makanan dan minuman apa saja yang selama ini mengandung gula tambahan.

Perlu diingat, gula tambahan tidak hanya tertulis sukrosa, tetapi juga bisa berupa dektrosa, sirup jagung, molase, atau nektar agave.

Kurangi atau singkirkan produk-produk yang mengandung gula tersebut.

Cara ini membantu kamu agar tidak tergoda makanan minuman manis dan memudahkanmu memilih opsi yang lebih sehat.

2. Ganti Rasa Manis dengan Bahan Alami

Jangan mencari pengganti gula yang diproses, seperti pemanis buatan dalam jumlah banyak, tapi beralihlah ke penambah rasa alami.

Gunakan rempah-rempah seperti kayu manis untuk minuman atau sereal dan pala.

Untuk makanan penutup, kamu bisa mengandalkan rasa manis alami dari kurma, puree pisang, atau buah beri yang dicampur dengan plain yoghurt.

Dengan cara seperti ini, lidahmu perlahan akan terbiasa dengan rasa manis yang jauh lebih subtil dan alami.

Nah, itulah beberapa alasan pentingnya melakukan sugar cutting diet untuk kesehatan.

Pola makan ini dapat menjadi bentuk investasi jangka panjang untuk diri sendiri agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai risiko penyakit.

Selain memberikan manfaat bagi kesehatan metabolik dan mental, sugar cutting diet juga membantu mengontrol berat badan.

Dengan mengurangi asupan gula tambahan, pembakaran energi akan lebih efisien dan nafsu makan menjadi lebih terkontrol.

Kalau kamu ingin menambah wawasan mengenai gula dan diabetes, buku The Diabetes Code karya Dr. Jason Fung menjadi referensi yang tepat untuk dibaca.

Berbeda dengan pemahaman umum biasanya, Dr. Jason Fung beranggapan bahwa diabetes tipe 2 ini dapat disembuhkan.

Dalam bukunya, Dr. Jason Fung juga mengupas tuntas mengapa pengobatan konvensional yang berfokus pada insulin dan obat penurun gula adalah justru sering kali memperburuk kondisi.

Ia menyarankan untuk melakukan diet rendah karbohidrat, puasa intermiten, dan pengelolaan insulin secara hati-hati.

Tak hanya menyajikan teori, The Diabetes Code juga dilengkapi dengan rencana makan praktis dan tips perubahan gaya hidup yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ditulis dengan gaya bahasa yang jelas dan mudah dipahami, buku ini terasa ringan dibaca dan relevan bagi siapa pun yang ingin lebih peduli terhadap kesehatan.

Yuk, baca selengkapnya dan segera dapatkan buku The Diabetes Code di Gramedia.com untuk memperdalam pemahamanmu tentang pengelolaan gula darah dan hidup lebih sehat.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

buku
Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

buku
Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

buku
Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

buku
Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

buku
Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

buku
10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

buku
10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

buku
9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

buku
Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

buku
Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

buku
Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

buku
Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

buku
Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

buku
Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau