Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Melupakan Masa Lalu dengan Cepat dan Efektif

Kompas.com, 29 Desember 2025, 17:00 WIB
Cara Melupakan Masa Lalu  Sumber Gambar:  Pexels.com Cara Melupakan Masa Lalu 
Rujukan artikel ini:
Pulih dari Trauma: Berkenalan dengan…
Pengarang: Dr Jiemi Ardian
Penulis Anggi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Kenangan masa lalu sering terasa sulit untuk dilepas.

Entah itu penyesalan besar, kegagalan yang menyakitkan, atau kisah cinta yang sudah berakhir, semuanya bisa muncul secara tiba-tiba dan mengambil alih pikiran.

Rasanya seperti melangkah maju, tapi terus menoleh ke belakang sehingga sulit fokus dan mencapai tujuan.

Sering kali kita salah kaprah dalam berpikir bagaimana cara melupakan masa lalu dengan menghapusnya paksa dari ingatan.

Padahal, otak kita tidak bekerja seperti itu karena semakin menekan ingatan justru semakin membuatnya terasa lebih kuat.

Melupakan masa lalu bukan soal move on secara instan, melainkan membangun kekuatan mental yang sehat.

Lalu, bagaimana cara melupakan masa lalu secara efektif?

Cara Melupakan Masa Lalu dengan Menerima, Bukan Menghapus

Langkah pertama dan paling fundamental dalam melupakan masa lalu adalah mengubah mindset.

Kamu tidak perlu menghapus memori itu, tetapi kamu perlu mengubah makna emosional yang melekat pada memori tersebut.

Setiap penyesalan atau kesalahan besar adalah pelajaran yang berharga.

Kalau kamu terus melihatnya sebagai hukuman atas kebodohan di masa lalu, kamu hanya akan terus tersiksa.

Coba ubah perspektif menjadi “Apa yang bisa aku pelajari dari kejadian ini?”

Memori pahit itu sebenarnya adalah roadmap yang menunjukkan jalan mana yang tidak perlu kamu lewati lagi.

Dengan begitu, memori itu tidak lagi jadi belenggu, melainkan aset kebijaksanaan yang kamu bawa ke masa depan.

Salah satu teknik yang bisa membantu adalah teknik defusion dari terapi ACT (Acceptance and Commitment Therapy).

Ketika pikiran negatif tentang masa lalu terus muncul, misalnya "Aku gagal" atau "Aku nggak pantas bahagia", jangan berusaha melawannya atau menyingkirkannya.

Cukup rasakan pikiran itu seolah-olah seperti sebuah awan yang lewat.

Cobalah katakan pada dirimu sendiri, "Aku sedang punya pikiran bahwa aku gagal."

Dengan menambahkan frasa "Aku sedang punya pikiran bahwa...", kamu menciptakan jarak antara dirimu yang sekarang dengan isi pikiranmu.

Hal ini dapat membantu kamu sadar bahwa kamu bukan pikiran dan memori itu hanyalah sebuah cerita, bukan realitas mutlakmu.

Cara Melupakan Masa Lalu dengan Mengatasi Rasa Bersalah dan Penyesalan

Dua emosi terberat yang sering membuat kita terjebak di masa lalu adalah rasa bersalah dan penyesalan.

1. Praktikkan Self-Compassion (Kasih Sayang Diri)

Ketika melakukan kesalahan, kita sering kali justru menjadi kritikus terburuk bagi diri sendiri.

Coba mulai sekarang perlakukan dirimu sendiri seperti kamu memperlakukan sahabatmu yang sedang kesulitan.

Saat sahabatmu gagal, tentu kamu tidak akan memarahinya.

Pasti kamu akan memberi dukungan dan perlahan mengajaknya bangkit kembali.

Begitu pula dengan dirimu sendiri, cobalah belajar bersikap lebih lembut dan penuh pengertian terhadap apa yang sedang kamu rasakan.

Terapkan konsep self-compassion sebagai cara untuk mengenali rasa sakit dan memaafkan dirimu yang dulu.

Ingat, kamu hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna, dan wajar jika pernah melakukan kesalahan.

Memaafkan diri bukan berarti menghapus kesalahan, tapi membebaskan energimu untuk melakukan hal yang benar hari ini.

2. Menutup Loop dengan Closure

Kalau masa lalu yang menghantuimu berasal dari hubungan yang belum tuntas (broken closure), kamu harus menciptakan closure itu sendiri tanpa melibatkan orang lain.

Tulis semua hal yang ingin kamu katakan, entah itu penyesalan, rasa terima kasih, atau rasa sakit yang belum tersampaikan.

Tujuannya adalah untuk mengosongkan pikiran dan emosi ke atas kertas.

Setelah selesai, kamu bisa merobek atau membakarnya sebagai simbol pelepasan emosi.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Terkadang, closure terbaik adalah menerima bahwa tidak semua hal akan ada jawaban.

Terima saja semuanya bahwa hal itu sudah berlalu dan sekarang kamu memiliki kendali penuh atas cerita barumu.

Cara Melupakan Masa Lalu dengan Fokus pada Tindakan Hari Ini

Memori masa lalu akan mudah menyerang saat kamu memiliki banyak waktu kosong untuk overthinking.

Cara melupakan masa lalu yang paling efektif adalah dengan mengisi hidupmu dengan tujuan dan aksi nyata hari ini.

1. Arahkan Energi ke Tujuan Baru

Ketika memori pahit muncul, jangan berusaha untuk melawannya.

Alihkan energi tersebut ke tugas atau tujuan yang produktif.

Misalnya berolahraga di gym, mempelajari skill baru, atau mengerjakan proyek kantor yang sempat tertunda.

Saat pikiran sibuk dengan hal-hal yang dilakukan di masa kini, otak tidak lagi memiliki ruang untuk terus terjebak pada kecemasan masa lalu.

2. Bangun Rutinitas Baru

Rutinitas yang terstruktur seperti tidur jam yang sama, olahraga secara teratur, dan makan teratur dapat membantu menggantikan pola lama yang terkait dengan masa lalu.

Rutinitas baru memberikan rasa aman dan kendali yang sebelumnya tidak bisa kamu rasakan saat pikiranmu tergantung di masa lalu.

3. Berhenti Stalking

Terdengar klise, tetapi cara ini sangat penting untuk dilakukan.

Kalau memori burukmu terkait orang atau situasi tertentu, putuskan semua kontak digital, seperti memblokir media sosial atau menghapus nomor kontak.

Jangan pernah mencoba membuka kembali hal-hal yang sebelumnya sudah kamu tutup dari ingatan.

Setiap kali kamu melakukan stalking, kamu tidak hanya akan membuka luka lama, tetapi juga memberi ruang bagi memori tersebut untuk terus hidup di pikiranmu.

Cara Melupakan Masa Lalu dengan Mindfulness dan Dukungan Sosial

Ketika memori masa lalu datang menyerang, mindfulness adalah cara yang paling cepat membantu kamu kembali ke masa kini.

1. Teknik Grounding

Ini cara yang sangat berguna saat kamu saat merasa cemas karena terjebak di memori masa lalu.

Fokus pada lima indra yang ada di sekitarmu (Grounding 5-4-3-2-1).

Sebut 5 hal yang bisa kamu lihat, 4 hal yang bisa kamu sentuh, 3 hal yang bisa kamu dengar, 2 hal yang bisa kamu cium, dan 1 hal yang bisa kamu cicipi.

Teknik ini secara paksa akan mengarahkan otakmu dari masa lalu ke realitas saat ini.

2. Cari Dukungan yang Tepat

Tidak semua orang bisa memberi dukungan yang tepat.

Carilah orang lain yang bisa mendengarkan ceritamu tanpa menghakimi, atau pertimbangkan bantuan profesional (psikolog/terapis) yang dapat memberikan panduan untuk membantumu memproses emosi yang kompleks.

Ingat, meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan tanda keberanian untuk menjadi lebih sehat.

Melupakan bukan berarti menghapus memori, melainkan membuatnya tidak lagi memiliki kuasa untuk mengendalikan emosi dan keputusanmu hari ini.

Kunci keberhasilan tidak terletak pada seberapa keras kamu berusaha melupakan, tapi seberapa konsisten kamu berusaha hadir di masa kini.

Jadi, tidak perlu takut dengan bayangan masa lalu, anggap saja itu sebagai latar belakang, bukan sebagai panggung utamamu.

Panggung utamamu adalah hari ini, di mana kamu punya kendali penuh untuk menciptakan cerita yang lebih baik.

Untuk membantumu berdamai dengan masa lalu, buku Pulih dari Trauma: Berkenalan dengan Trauma Processing Therapy dapat menjadi panduan yang menemani proses pemulihan emosimu.

Sering kali kita salah mengira trauma sebagai hukuman seumur hidup yang tidak bisa dihapus, padahal trauma itu sebenarnya memori yang tersimpan, dan memori itu bisa diproses ulang.

Buku Pulih dari Trauma ini membongkar pemahaman keliru itu dan mengajarkan bahwa trauma bukan sekadar kejadian, melainkan respons internal terhadap kejadian tersebut.

Karena trauma adalah memori, ada banyak hal saintifik yang bisa kita lakukan untuk memproses ulang ingatan yang menyakitkan tersebut.

Di buku ini, kamu akan diperkenalkan pada Trauma Processing Therapy (TPT), sebuah strategi untuk menolong dirimu yang "terjebak" di momen trauma sehingga kamu tidak perlu terus menderita.

Buku ini juga menyediakan latihan TPT singkat yang bisa langsung kamu coba untuk memulai perjalanan menuju pemulihan.

Kini saatnya kamu mengambil alih hakmu untuk hidup yang terbebas dari rasa sakit.

Buku Pulih dari Trauma: Berkenalan dengan Trauma Processing Therapy sudah tersedia dan bisa kamu akses di Gramedia.com dan Gramedia Digital untuk versi E-book.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

buku
Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

buku
Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

buku
Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

buku
Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

buku
Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

buku
10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

buku
10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

buku
9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

buku
Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

buku
Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

buku
Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

buku
Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

buku
Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

buku
Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau