Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

Kompas.com, 30 Januari 2026, 17:00 WIB
Makanan Buka Puasa Khas Asia  Sumber Gambar: Freepik.com Makanan Buka Puasa Khas Asia 
Rujukan artikel ini:
Asian Food Hits Di Instagram…
Pengarang: Linda Wirawan
Penulis Anggi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Hampir di setiap negara, khususnya di Asia, pasti memiliki tradisi khas tersendiri saat berbuka puasa.

Meski jenis menunya berbeda-beda, momen Ramadan selalu menjadi waktu yang dinanti untuk berbagi dan berkumpul bersama keluarga maupun kerabat.

Di atas meja makan, hidangan yang tersaji biasanya sangat beragam, mulai dari makanan ringan sebagai pembuka, makanan berat yang kaya rempah, camilan gurih, hingga hidangan penutup yang manis dan menyegarkan.

Semuanya memiliki rasa yang enak dan pasti menggugah selera setelah seharian menjalani puasa.

Keberagaman menu ini sering kali membuat kita penasaran, kira-kira apa saja hidangan khas dari negara Asia lainnya.

Nah, agar tidak semakin penasaran, yuk simak daftar makanan buka puasa khas Asia yang paling populer dan wajib kamu tahu di bawah ini!

Makanan Buka Puasa Khas Asia Tenggara

Asia Tenggara dikenal dengan kekayaan kuliner yang penuh rempah dan rasa.

Saat Ramadan tiba, banyak makanan khas kawasan ini dibuat untuk disantap dan dinikmati bersama.

1. Kolak

Di Indonesia, kolak sering kali menjadi makanan khas saat berbuka puasa.

Perpaduan pisang, ubi, santan, dan gula aren menciptakan rasa manis yang lembut dan menenangkan.

Bukan hanya mengenyangkan, kolak sering kali mengingatkan pada suasana rumah dan kebersamaan keluarga.

2. Bubur Lambuk

Malaysia memiliki makanan khas yakni bubur lambuk.

Berbeda dengan bubur ayam biasa, bubur ini dimasak dengan campuran berbagai rempah seperti kayu manis, cengkih, dan bunga lawang, serta potongan daging sapi atau ayam.

Biasanya, bubur ini dibagikan secara gratis di masjid-masjid.

Tradisi ini menjadikan makanan bukan hanya sebagai asupan, tetapi juga sarana berbagi.

3. Khao Tom

Di Thailand Selatan, yang memiliki komunitas Muslim cukup besar, hidangan seperti khao tom atau bubur nasi hangat sering hadir sebagai menu pembuka yang ringan dan mudah dicerna.

4. Kuih

Brunei Darussalam memiliki tradisi berbuka puasa menggunakan kuih tradisional dengan berbagai rasa dan tekstur.

Beberapa pilihan yang populer antara lain kuih cincin, kuih seri muka, dan kuih celurut.

Hidangan ini sangat pas dinikmati bersama teh hangat saat membatalkan puasa.

Ciri utama makanan buka puasa khas Asia Tenggara terletak pada kesederhanaannya.

Bahan-bahannya mudah ditemukan, proses memasaknya tidak rumit, tetapi rasanya kaya.

Ada rasa manis untuk memulihkan energi, rasa gurih untuk mengenyangkan, dan aroma rempah yang menenangkan setelah seharian berpuasa.

Makanan Buka Puasa Khas Asia dari Timur hingga Selatan

Jika melangkah lebih jauh ke Asia Timur dan Asia Selatan, variasi makanan buka puasa khas Asia semakin beragam.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Masing-masing wilayah menghadirkan hidangan yang disesuaikan dengan iklim, budaya, dan kebiasaan makan setempat.

Berikut beberapa makanan buka puasa khas Asia yang populer di berbagai negara yang kerap hadir sebagai menu andalan saat waktu berbuka.

1. Samosa (India & Pakistan)

Camilan berbentuk segitiga berisi kentang berbumbu atau daging ini sering menjadi menu pembuka saat berbuka.

Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, cocok disantap bersama teh hangat.

2. Haleem (Asia Selatan)

Hidangan berbentuk bubur kental dari gandum, daging, dan rempah ini terkenal sangat mengenyangkan.

Haleem biasanya dimasak berjam-jam, mencerminkan kesabaran dan tradisi panjang dalam budaya berbuka.

3. Congee (Asia Timur)

Bubur nasi yang ringan dan hangat ini sering menjadi pilihan di Tiongkok dan wilayah Asia Timur lainnya.

Congee mudah dicerna dan sering disajikan dengan lauk sederhana sehingga cocok dijadikan sebagai menu pembuka yang nyaman.

4. Dates Stuffed & Olahan Kurma (Asia Barat)

Meski sering dikaitkan dengan Timur Tengah, kurma juga menjadi bagian penting dari makanan buka puasa khas Asia Barat.

Kurma diolah dengan kacang atau keju untuk variasi rasa, tetap mempertahankan makna simbolisnya.

5. Falooda (Asia Selatan)

Minuman manis berisi susu, bihun, dan es krim ini menjadi penutup favorit saat berbuka.

Selain menyegarkan, falooda menghadirkan sensasi manis yang pas setelah hidangan utama.

Itu dia beberapa makanan buka puasa khas Asia, mulai dari Asia Tenggara, Timur, hingga Selatan.

Selain hidangan yang disebutkan di atas, sebenarnya Asia masih menyimpan banyak makanan lainnya yang tidak kalah favorit dan pastinya enak untuk dicoba.

Untuk kamu yang ingin mengeksplorasi lebih banyak variasi makanan Asia, buku Asian Food Hits di Instagram – 80 Resep Ala @dada.tastes bisa menjadi referensi yang tepat.

Buku yang ditulis oleh Linda Wirawan ini menyajikan beragam resep masakan khas Asia yang praktis dan mudah diikuti.

Di dalamnya, tersaji 80 resep Asian food yang menggugah selera dan ramah untuk dapur rumahan.

Banyak menu halalnya yang terasa pas untuk momen berbuka, seperti Soto Medan, Mi Mamak, Ikan Asam Pedas Melaka, Ayam Belacan, Gong Bao Ikan, Thai Seafood Salad, Yong Tau Foo, hingga Sup Tahu Telur yang ringan tapi menghangatkan.

Resep-resep ini memberi gambaran luas tentang bagaimana masakan Asia bekerja, fleksibel, kaya rempah, dan dekat dengan selera sehari-hari.

Selain itu, setiap resep masakan juga dilengkapi dengan gambar yang jelas sehingga memudahkan pembaca dalam memahami proses memasak dan hasil akhir hidangan.

Dengan tampilan menarik dan resep yang aplikatif, buku ini cocok dijadikan referensi untuk siapa saja yang ingin menghadirkan menu buka puasa yang berbeda di rumah.

Menarik, bukan? Yuk, segera miliki bukunya segera.

Buku ini tersedia di Gramedia.com, Gramedia Digital untuk versi e-book, atau toko Gramedia terdekat.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau