Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Mengatasi Hewan Kecil di Tembok Lembab agar Rumah Sehat

Kompas.com, 8 Januari 2026, 10:19 WIB
Hewan Kecil di Tembok Lembap  Sumber Gambar: Freepik.com Hewan Kecil di Tembok Lembap 
Rujukan artikel ini:
Bersihkanlah Kamarmu
Pengarang: Widya Ross
Penulis Vadiyah
|
Editor Novia Putri Anindhita

Pernahkah kamu saat sedang membersihkan kamar tiba-tiba menemukan hewan kecil bergerak-gerak di tembok?

Ini disebabkan oleh ruangan dan tembok yang lembap.

Tembok yang lembap sering kali menjadi tempat bagi penghuni-penghuni kecil seperti serangga, tungau, kecoa, dan hewan kecil lainnya untuk berkembang biak.

Kondisi lembap ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi mereka jika tidak segera ditangani.

Sebelum kita langsung cari cara mengusir mereka, ada baiknya cari tahu terlebih dahulu hewan apa saja yang suka di tembok lembap dan apa risiko jika dibiarkan begitu saja.

Yuk, simak artikel berikut dan kupas tuntas bagaimana cara membuat rumah tidak lagi jadi tempat bagi mereka.

Kenapa Tembok Lembap Jadi Magnet Hama?

1. Kelembapan sebagai Kebutuhan Hidup

Banyak serangga dan makhluk kecil butuh kelembapan tinggi untuk bisa hidup nyaman.

Jadi wajar aja kalau dinding yang lembap jadi tempat mereka mencari air sekaligus tempat bersembunyi.

2. Kondisi Gelap dan Jarang Terganggu

Sudut rumah yang jarang dijamah, plafon kamar mandi, atau belakang lemari menjadi tempat favorit bagi mereka karena gelap, lembap, dan aman dari gangguan.

3. Sumber Makanan Tak Terlihat

Bahkan meskipun kita tidak menyadari, ada banyak sumber makanan kecil di tembok lembap, seperti debu, sel kulit mati, sisa makanan, atau selulosa dari kertas dan dinding, terutama kalau rumahmu banyak kayu atau gipsum.

Intinya, dinding lembap merupakan tempat yang nyaman, aman, dan lengkap dengan makanan bagi mereka.

Jadi kalau kita tidak segera mengambil tindakan, jangan kaget kalau suatu hari tiba-tiba rumah terasa “rame” dengan penghuni tak diundang ini.

Hewan Kecil di Tembok Lembap

1. Silverfish

Silverfish adalah serangga kecil bersisik dengan warna abu-abu keperakan yang sangat menyukai lingkungan lembap.

Biasanya hidup dan bersembunyi di celah-celah tembok, retakan dinding, belakang wallpaper, nat keramik, serta area lembap seperti kamar mandi dan dapur.

Hewan ini memakan bahan yang mengandung selulosa, seperti kertas, lembaran buku, karton, serta material bangunan tertentu, termasuk gipsum.

2. Kecoa Kecil / Kecoa Muda

Kecoa kecil atau kecoak muda sering kali luput dari perhatian karena ukurannya yang masih mini.

Meski demikian, serangga ini dikenal gesit dan pandai bersembunyi, terutama di sudut-sudut gelap, celah, atau retakan pada dinding yang lembap.

3. Kamitetep

Kamitetep menyukai lingkungan yang lembap, gelap, dan jarang adanya gangguan.

Biasanya hewan ini muncul di dinding kamar mandi, sudut ruangan, atau area dekat saluran air dan tembok yang lembap.

4. Rayap

Rayap merupakan serangga yang sangat menyukai lingkungan lembap, gelap, yang minim gangguan.

Mereka sering bersarang di dalam tembok, terutama pada bagian bangunan yang mengandung kayu.

Berbeda dengan serangga lain, rayap sering tidak langsung terlihat karena bergerak dan berkembang biak di balik tembok.

Bahaya dan Dampak yang Harus Diatasi

Meskipun berukuran kecil, keberadaan serangga yang muncul akibat tembok lembap tidak boleh dianggap sepele.

Jika dibiarkan, dampaknya tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai masalah serius bagi hunian.

1. Menyebabkan Kerusakan pada Rumah

Serangga seperti silverfish, kutu buku, dan rayap dapat merusak berbagai bagian rumah secara perlahan.

Silverfish dan kutu buku merusak kertas, buku, dan material berbahan selulosa, sementara rayap dapat menyerang struktur kayu pada bangunan.

Selain itu, kondisi lembap yang tidak ditangani juga memicu pertumbuhan jamur pada dinding, yang dapat merusak cat, plester, hingga struktur tembok dalam jangka panjang.

2. Risiko Kesehatan

Kutu debu dan jamur bisa memicu alergi, masalah pernapasan, bahkan asma, khususnya untuk anak-anak, lansia, atau orang dengan kondisi pernapasan sensitif.

Keberadaan mereka bukan hanya menganggu visual, tapi juga soal kesehatan.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Mengganggu Kenyamanan

Tembok lembap membuat ruangan menjadi terasa apek dan bau.

Apalagi ditambah kehadiran hewan-hewan tersebut membuat rumah menjadi kurang nyaman dan menurunkan kualitas hidup sehari-hari.

4. Populasi Bisa Berkembang Cepat

Sekali mereka mulai bersarang, jangan kaget kalau jumlahnya berkembang pesat tanpa kamu sadari.

Jika tidak segera ditangani, jumlahnya akan semakin banyak dan kerusakan yang ditimbulkan pun makin luas.

Penting untuk segera mengatasi sumber kelembapan.

Cara Efektif Mencegah Hama Tembok Lembab

1. Atur Kelembapan dan Ventilasi Rumah

Hama sangat menyukai tempat lembap, jadi kalau kelembapan rumah terkontrol, peluang mereka tinggal juga berkurang.

Buka ventilasi secara rutin, apalagi di kamar mandi, dapur, atau sudut rumah yang lembab.

Tambahkan exhaust fan atau kipas kalau perlu.

Pastikan tidak ada kebocoran pipa, rembesan di tembok, atau atap bocor.

Kalau memungkinkan, gunakan dehumidifier di ruang yang paling lembap.

2. Rutin Bersihkan Debu dan Sudut Rumah

Bersihkan sudut, plafon, dan belakang lemari minimal sekali atau dua kali sebulan.

Vakum karpet, permukaan kayu, buku, dan area yang jarang dijamah.

Jangan biarkan sisa makanan atau remah berserakan karena dapat menimbulkan munculnya hama.

3. Perbaiki Retakan dan Bocoran di Tembok

Retakan kecil bisa jadi jalan masuk dan tempat sembunyi serangga.

Segera plester atau cat ulang tembok supaya mereka tidak punya tempat tinggal lagi.

Kalau retakan besar, segera perbaiki sumber strukturalnya.

4. Gunakan Cara Alami dan Aman

Semprot campuran air + cuka putih di sudut lembab, pastikan tidak merusak cat.

Letakkan kapur barus atau silica gel di lemari atau sudut lembab untuk menyerap kelembapan.

Jaga kebersihan dan sirkulasi udara tetap lancar.

Setelah mengetahui berbagai hewan yang menyukai tembok lembap, dampak yang ditimbulkan, serta cara mengatasinya, kini saatnya lebih memperhatikan kebersihan ruangan dan lingkungan rumah.

Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga perlu melibatkan anak-anak sejak dini.

Dengan membiasakan anak ikut menjaga kebersihan rumah, kesadaran terhadap lingkungan yang sehat dapat tumbuh lebih awal dan menjadi kebiasaan baik hingga mereka dewasa.

Kebiasaan sederhana, seperti merapikan dan membersihkan kamar tidur, dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk menanamkan rasa tanggung jawab sekaligus kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Salah satu cara yang menyenangkan untuk mengenalkan kebiasaan ini adalah melalui bacaan yang edukatif dan mudah dipahami.

Buku Bersihkanlah Kamarmu yang ditulis Widya Ross hadir sebagai media pembelajaran yang relevan dan ramah anak.

Buku ini memuat lima belas cerita pendek yang mengangkat tema kebersihan diri, kebersihan hati, serta lingkungan.

Setiap cerita dalam buku ini dilengkapi dengan hadis, dalil, serta lembar aktivitas.

Dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik dan penuh warna, buku ini mampu meningkatkan minat baca dan perhatian anak.

Buku ini bisa kamu akses di Gramedia Digital.

Yuk, baca bukunya sekarang!

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau