Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menentukan Prioritas agar Karier Melejit Cepat

Kompas.com, 18 Mei 2026, 12:00 WIB
Buku Lead to Excellence Sumber Gambar: Magnific.com Buku Lead to Excellence
Rujukan artikel ini:
Lead to Excellence: 5 Implementasi…
Pengarang: Muhammad Effendi
|
Editor Novia Putri Anindhita

Di awal karier atau bahkan saat baru naik jabatan, semuanya sering terasa chaotic.

Banyak hal harus dikerjakan, ekspektasi tinggi, tapi sistem belum sepenuhnya rapi.

Kalau semua dianggap penting, ujung-ujungnya malah burnout dan hasilnya tidak akan maksimal.

Kuncinya memang bukan kerja lebih keras, tapi kerja lebih tepat, yaitu tahu mana yang harus jadi prioritas utama.

Konsep ini juga yang dipakai dalam membangun operasional kelas dunia, bahkan dari kondisi “nol pengalaman”.

Artinya, siapa pun bisa menerapkannya termasuk kamu yang sedang mengejar growth di karier.

Kenapa Prioritas menjadi Penentu Keunggulan?

Dalam fase awal membangun sesuatu, kondisi ini sering disebut sebagai fase fire fighting alias sibuk “memadamkan masalah” satu per satu.

Tanpa prioritas yang jelas, semua masalah terasa mendesak.

Oleh karena itu, menentukan prioritas adalah hal penting karena:

  • Fokus energi ke hal yang benar-benar berdampak.
  • Menghindari overwork yang tidak produktif.
  • Membantu kamu terlihat lebih strategis, bukan sekadar sibuk.
  • Jadi fondasi untuk mencapai operational excellence (kinerja yang konsisten dan unggul).

Kalau diibaratkan, prioritas itu seperti kompas.

Tanpanya, kamu tetap bergerak, tapi belum tentu ke arah yang benar.

Cara Menentukan Prioritas yang Tepat di Karier

Agar tidak asal sibuk, ini beberapa cara praktis yang bisa langsung kamu terapkan:

1. Bedakan Urgent dan Important

Tidak semua yang mendesak itu penting.

Coba tanya ke diri sendiri, apakah ini berdampak jangka panjang, apakah ini berhubungan dengan goal utama tim atau perusahaan? Fokus ke yang penting, bukan cuma yang bikin panik.

2. Tentukan “Non-Negotiable Priority

Dalam kondisi penuh tekanan, kamu tetap harus punya 1–3 hal yang tidak boleh gagal.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Contohnya kualitas kerja, deadline utama, dan kepuasan user atau klien.

Hal-hal ini akan menjadi standar kamu bekerja tetap tinggi.

3. Jangan Menunggu Sistem Sempurna

Di dunia nyata, sering kali bekerja di kondisi SOP belum matang, tim belum solid, dan resource terbatas.

Alih-alih menunggu semuanya ideal, lebih baik fokus ke prioritas yang bisa kamu kontrol dulu.

Progres kecil tapi konsisten jauh lebih powerful daripada menunggu sempurna.

4. Manfaatkan Learning dari yang Lebih Advance

Kalau kamu masih baru atau belum berpengalaman, cara terbaik adalah belajar dari yang sudah lebih dulu berhasil.

Bisa dari mentor atau atasan, perusahaan lain yang sudah lebih maju, atau studi kasus global.

Mindset-nya, kamu tidak harus mulai dari nol.

5. Bangun Tim dengan Fokus yang Sama

Prioritas itu bukan cuma urusan individu, tapi juga tim.

Kalau kamu bekerja bersama orang lain, samakan visi soal apa yang paling penting, pastikan semua tahu target utama, dan hindari kerja “sendiri-sendiri”.

Kalau kamu pengin belajar lebih dalam tentang bagaimana kepemimpinan, prioritas, dan sistem kerja bisa membawa perubahan besar hingga level dunia, buku Lead to Excellence bisa jadi salah satu referensi yang wajib dibaca.

Buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com atau toko Gramedia terdekat.

Jangan lupa juga untuk terus upgrade insight seputar bisnis, keuangan, dan teknologi bareng Monety.

Follow Instagram @monety.id, subscribe YouTube Monety Official, dan kunjungi website www.monety.id.

Monety adalah platform belajar untuk Gen Z dan milenial yang membahas lifestyle, update terkini, dan rekomendasi buku untuk bantu kamu naik level baik dalam karier maupun kehidupan.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau