Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Tips Bikin Rumah Jadi Minimalis dan Modern 

Kompas.com, 8 Januari 2026, 16:00 WIB
Tips Bikin Rumah Jadi Minimalis dan Modern  Sumber Gambar: Freepik.com Tips Bikin Rumah Jadi Minimalis dan Modern 
Rujukan artikel ini:
Kapan Punya Rumah?
Pengarang: Eric Hermanto
Penulis Adnan
|
Editor Novia Putri Anindhita

Memiliki hunian yang nyaman dengan lahan terbatas sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat perkotaan saat ini.

Konsep minimalis hadir bukan sekadar sebagai tren visual, melainkan solusi gaya hidup yang mengutamakan efisiensi ruang.

Banyak orang salah mengartikan minimalis sebagai ruangan kosong tanpa karakter yang terasa dingin dan kaku.

Padahal, esensi utamanya adalah membuang elemen yang tidak perlu untuk menonjolkan fungsi benda yang tersisa.

Rumah minimalis yang dirancang dengan benar justru mampu memberikan ketenangan pikiran di tengah hiruk-pikuk kesibukan harian.

Setiap sudut ruang harus memiliki tujuan yang jelas agar tidak ada area mati yang terbuang percuma.

Berikut adalah langkah-langkah konkret dalam merancang ruang yang memadukan kesederhanaan dan fungsionalitas modern.

Tips Membuat Desain Rumah Minimalis dan Modern

Menerapkan konsep ini membutuhkan disiplin visual dan perencanaan matang agar hasil akhirnya tidak terlihat berantakan.

Simak lima tips bikin rumah jadi minimalis dan modern berikut ini.

1. Prioritaskan Kualitas daripada Kuantitas

Pilihlah sedikit furnitur dengan material terbaik yang tahan lama alih-alih memenuhi ruangan dengan banyak barang murah.

Satu sofa kulit berkualitas tinggi jauh lebih berdampak visual dibandingkan menumpuk kursi-kursi kecil yang memakan tempat.

2. Gunakan Palet Warna Monokromatik

Warna netral seperti putih, abu-abu, atau beige berfungsi memantulkan cahaya dan menciptakan ilusi ruang yang lebih luas.

Kamu tetap bisa bermain dengan gradasi warna dalam satu spektrum untuk memberikan kedalaman tanpa merusak harmoni visual.

3. Maksimalkan Pencahayaan Alami

Jendela besar atau skylight menjadi elemen wajib untuk mengurangi penggunaan lampu dan membuat ruangan terasa lapang.

Cahaya matahari yang masuk bebas akan menghapus batas antara ruang dalam dan luar, menciptakan efek seamless.

4. Pilih Perabot Multifungsi (Smart Furniture)

Gunakan furnitur pintar seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja makan lipat yang hemat ruang.

Investasi pada perabot ganda ini memegang peran utama dalam menjaga rumah tetap rapi dari barang-barang kecil.

5. Kurangi Dekorasi yang Tidak Perlu (Decluttering)

Singkirkan pajangan yang hanya menjadi sarang debu dan pertahankan ornamen yang benar-benar memiliki nilai sentimental.

Dinding yang bersih memberikan tempat bagi mata untuk beristirahat dan menciptakan suasana zen yang menenangkan penghuni.

Inspirasi Desain Rumah Minimalis yang Populer

Setelah memahami prinsip dasarnya, berikut adalah tujuh gaya desain rumah minimalis yang bisa kamu adaptasi sesuai selera.

1. Gaya Japandi (Japanese-Scandinavian)

Perpaduan antara fungsionalitas Skandinavia dan estetika rustic Jepang menciptakan keseimbangan yang hangat dan sangat nyaman.

Gaya ini banyak menggunakan elemen kayu terang dan garis-garis bersih untuk menciptakan suasana yang sangat homey.

Tanaman hias hijau sering ditambahkan sebagai aksen hidup untuk memecah kekakuan dominasi warna kayu dan putih.

2. Industrial Minimalist

Konsep ini menonjolkan struktur bangunan asli seperti dinding bata ekspos atau pipa besi sebagai elemen dekoratif utama.

Lantai semen poles dan penggunaan material logam hitam memberikan karakter maskulin yang kuat namun tetap sederhana.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Warna-warna gelap seperti abu-abu arang dan hitam matte mendominasi palet warna untuk memberikan kesan modern yang tegas.

3. Tropical Minimalist

Gaya ini sangat cocok untuk iklim Indonesia dengan mengedepankan sirkulasi udara lancar dan bukaan jendela yang lebar.

Penggunaan material alam seperti batu andesit atau kayu ulin membuat rumah menyatu harmonis dengan lingkungan tropis sekitar.

Desain atap yang tinggi membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk tanpa harus bergantung penuh pada pendingin udara.

4. Monochrome Modern

Rumah dengan dominasi warna hitam dan putih ini menawarkan kontras visual yang tajam, bersih, dan sangat timeless.

Kunci keberhasilannya terletak pada penggunaan tekstur berbeda agar ruangan tidak terlihat datar atau membosankan secara visual.

Furnitur dengan bentuk geometris tegas sering menjadi titik fokus utama dalam ruangan yang didominasi warna putih bersih.

5. Compact Urban Loft

Inspirasi ini fokus pada pemanfaatan ruang vertikal atau mezzanine untuk menyiasati lahan yang sangat terbatas di perkotaan.

Area tidur biasanya diletakkan di bagian atas, sementara area bawah dimanfaatkan maksimal untuk ruang tamu dan dapur.

Tangga penghubung sering kali didesain sekaligus sebagai lemari penyimpanan untuk menghemat setiap inci ruang yang tersedia.

6. Glass House Minimalist

Dominasi material kaca pada dinding eksterior bertujuan memasukkan pemandangan luar sebagai bagian dari interior rumah minimalis sederhana.

Privasi penghuni tetap terjaga melalui penggunaan tirai otomatis atau penempatan kaca pada sudut yang strategis dan terlindung.

Pada malam hari, rumah ini akan terlihat seperti lentera bercahaya yang memberikan kesan mewah dan sangat futuristik.

7. Zen Sanctuary

Desain ini mengadaptasi prinsip ketenangan dengan meminimalkan perabot dan menggunakan furnitur yang rendah atau lesehan.

Elemen air seperti kolam kecil atau suara gemericik sering ditambahkan untuk membangun suasana meditasi yang menenangkan jiwa.

Penggunaan sekat ruangan dari bambu atau kertas shoji memungkinkan fleksibilitas ruang yang bisa dibuka tutup sesuai kebutuhan.

Solusi Cerdas untuk Hunian Masa Depan

Membangun dan memiliki rumah impian tidak harus dilakukan sekaligus dalam satu waktu, terutama ketika anggaran masih terbatas.

Dengan perencanaan yang tepat, memiliki rumah sendiri bukan sekadar mimpi, melainkan tujuan yang realistis dan bisa dicapai siapa pun.

Kuncinya ada pada strategi dan pemahaman finansial yang benar sejak awal.

Buku Kapan Punya Rumah?: Panduan Langkah Demi Langkah Membeli Rumah Pertama dan Investasi Properti dengan Cash Flow Property bisa menjadi panduan praktis bagi kamu yang ingin mulai melangkah.

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis selama belasan tahun di dunia properti sehingga isinya tidak sekadar teori, tapi strategi nyata bisa langsung kamu aplikasikan dalam membeli rumah.

Pembaca juga diajak menyusun perencanaan keuangan, tips dan trik menaklukkan KPR, membangun mindset yang tepat agar tidak terjebak menyalahkan keadaan, serta cara membangun cash flow dari properti untuk masa depan yang lebih stabil.

Menariknya, buku ini juga membahas cara membangun cash flow dari properti untuk masa depan yang lebih stabil.

Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan contoh nyata, simulasi keuangan, serta strategi yang sudah terbukti berhasil.

Pada akhirnya, mimpi punya rumah bukan soal besar kecilnya penghasilan, melainkan seberapa matang strategi yang kamu bangun sejak sekarang.

Yuk, mulai langkahmu sekarang! Pesan dan dapatkan buku Kapan Punya Rumah?: Panduan Langkah Demi Langkah Membeli Rumah Pertama dan Investasi Properti dengan Cash Flow Property di Gramedia.com dan Gramedia Digital untuk versi digitalnya.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau