Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengajarkan Spiritualitas kepada Generasi Alpha: Lebih dari Sekadar Hafalan

Kompas.com, 7 Januari 2026, 11:30 WIB
Juz ‘Amma for Little Ones Sumber Gambar: Dok. M&C! Juz ‘Amma for Little Ones
Rujukan artikel ini:
Juz 'Amma for Little Ones
Pengarang: Ustaz Achmad Fathurrohman Rustandi,…
|
Editor Novia Putri Anindhita

Survei sederhana pada Madrasah Diniyah Takmiliyah Suciati Saliman menunjukkan bahwa 80% anak hafal surat-surat pendek al-Qur’an, tetapi hanya 30% yang paham makna dasar dari surat yang dihafalnya.

Banyak orangtua berhasil membuat anak menghafal, tapi gagal membuat mereka merasakan makna dari ayatnya.

Generasi Alpha—Menurut Mark McCrindle peneliti asal Australia yang dikutip dari laman Britannica—adalah anak yang lahir 2010-2025 sebagai generasi digital, yang dilahirkan kebanyakan oleh Generasi Milenial.

Gen Alpha ini memiliki kebiasaan visual yang kuat, interaktif, dan pembelajar yang berbasis pengalaman.

Memiliki karakter berbeda dengan metode belajar generasi sebelumnya yang terbiasa dengan cara hafalan tradisional satu arah.

Generasi Alpha yang sejak lahir sudah terbiasa terstimulus dengan stimulasi digital sehingga berbeda dengan generasi sebelumnya.

Pengalaman mengajar di Pesantren Suciati Saliman dan Madina Institute Indonesia, anak memiliki hafalan al-Qur’an, tetapi mereka tidak memahami konteks historis dari sebuah ayat begitu juga metaforis dalam ayat dan kesulitan dalam menangkap makna al-Qur’an.

Sebetulnya tidak ada yang salah dengan menghafal, tetapi kalau terlalu fokus pada hafalan sampai meninggalkan pemahaman sama sekali bisa menjadi masalah.

Karena menyebabkan agama menjadi rutinitas kosong, hanya kumpulan daftar halal dan haram, hal yang boleh dan hal yang dilarang dilakukan.

Kalau kebiasaan ini terus dibiarkan, rentan terhadap pemahaman teks ayat kitab suci secara tekstual literalis ketika dewasa sehingga berpotensi menjadikan teks tercabut dari konteksnya.

Juz ‘Amma for Little Ones

Penulis beruntung bisa menghadirkan Juz ‘Amma for Little Ones, berusaha untuk menghadirkan Juz ‘Amma sebagai bacaan pertama yang menyenangkan bagi anak-anak.

Dalam setiap detail karya ini diperhatikan, seperti berusaha menghadirkan ilustrasi dalam setiap surat, memberikan pengalaman visual yang menarik sehingga anak bisa memiliki imajinasi tentang ayat yang dibacanya.

Selain itu, diharapkan juga pembaca memiliki pemahaman awal atas teks yang dibacanya.

Penjelasan singkat setiap ayat memberikan pemahaman awal sebuah ayat, tidak sekadar terjemahan tetapi juga interpretasi atas kalam Tuhan.

Dilengkapi dengan penambahan informasi tentang sabab nuzul (sebab diturunkan sebuah ayat) untuk memberikan pemahaman konteks sosial, politik, dan geografi pada setiap ayat.

Tujuannya agar para pembaca selalu memahami sebuah teks berbarengan dengan konteksnya sehingga memiliki pemahaman yang komprehensif.

Pembaca mendapatkan cita rasa bahasa dan nuansa teksnya.

Setiap ilustrasi yang dihadirkan berdasarkan diskusi panjang dengan illustrator.

Misalnya saat menggambarkan ayat tentang tauhid, Penulis lebih memilih ilustrasi yang menggambarkan kebesaran makhluk ciptaan Allah Swt. daripada terjebak pada antropomorfis.

Belajar Juz ‘Amma Lebih dari Sekadar Hafalan

Pengalaman penulis dalam mengajar di Pesantren Suciati Saliman, proses menghafal tanpa mengetahui maknanya hanya akan menjadi ingatan jangka pendek, sedangkan menghafal dengan mengetahui makna dan konteksnya akan menjadi ingatan jangka panjang.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Hal ini juga dikuatkan oleh Melissa Guarnaccia, LCSW dan Laura Angers Maddox, NCC, LPC yang dikutip dari laman Betterhelp.com.

Anak usia dini belajar dengan simbol, cerita, dan pengalaman emosional, misalnya mengajarkan QS. Ar-Rahman [55] tidak sekadar mengajarkan definisi, tetapi mencoba menghadirkan pengalaman merasakan belas kasih sayang orangtua kepada anak.

Atau ketika mengajarkan QS. Al-Fil [105] tidak hanya mengajarkan dengan definisi, tetapi menghadirkan pengalaman berkunjung ke kebun binatang.

Generasi Alpha terbiasa dengan storytelling yakni model belajar bercerita tidak sekadar menggurui.

Belajar agama dengan narasi cerita akan lebih disukai dari sekadar diajarkan.

Untuk itu, Juz ‘Amma for Little Ones berusaha menghadirkan pengalaman bercerita.

Seperti ketika menyusun QS. Al-Ikhlash [112] tidak dengan teks panjang, melainkan dengan ilustrasi yang menunjukkan dalam keindahan alam raya.

Di Pesantren Suciati Saliman, proses hafalan al-Qur’an jadi bagian dari pengalaman bukan tujuan akhir.

Santri tidak hanya menghafal tetapi juga diajak untuk memahami tafsir dan ilmu al-Qur’an agar memiliki pandangan lebih luas dan bisa membaca kitab suci tidak sebagai teks yang mati, tetapi teks yang hidup bisa bernafas sesuai dengan zamannya.

Pengalaman selama mengajar di Mardliyah Islamic Center Universitas Gadjah Mada, ada mahasiswa yang hafal al-Qur’an justru bertanya bagaimana menerapkan ayat ini dalam riset akademiknya?

Penulis merasa, sudah saatnya para orangtua dan guru bisa menjadi “penerjemah aktif” al-Qur’an, bukan sekadar memaksa anak-anak menghafalkan al-Qur’an.

Mari mencari makna bersama melalui berbagai buku pendukung lainnya.

Generasi Alpha butuh kedalaman spiritual yang penuh makna, bukan sekadar ritual yang kering makna.

Anak-anak digiring tidak hanya sebagai penghafal kitab suci, tetapi turut berkontribusi dalam menjaga makna ayat kitab suci.

Sudah saatnya mengubah standar keberhasilan, bukan sudah berapa ayat yang dihafal tetapi sudah berapa nilai yang dipahami.

Bayangkan, anak-anak zaman sekarang sudah bisa paham koding dasar yang rumit, tetapi tidak paham makna dan nuansa cita rasa bahasa al-Fatihah [1] yang dibacanya tujuh belas kali sehari.

Seperti seorang guru yang mengajarkan resep masakan yang tidak pernah mengajak muridnya ke dapur.

Kaya akan konsep, tetapi nir pengalaman.

Sebagai penulis Juz ‘Amma for Little Ones untuk anak-anak, saya berdoa agar karya sederhana ini bukan sekadar membantu menghafal, tetapi membuka pintu makna.

Bukankah al-Qur’an mengatakan a fa lā yatadabbarụnal-qur’āna yang berarti, “Maka apakah mereka tidak memperhatian al-Qur’an...?” bukan Maka apakah mereka tidak menghafalkan al-Qur’an?

Buku ini tersedia dan dapat dipesan di Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

buku
Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

buku
Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

buku
Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

buku
Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

buku
Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

buku
10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

buku
10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

buku
9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

buku
Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

buku
Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

buku
Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

buku
Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

buku
Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

buku
Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau