Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mitigasi Bencana Banjir: Langkah Penting Mengurangi Risiko dan Dampaknya

Kompas.com, 7 Januari 2026, 11:00 WIB
Mitigasi Bencana Banjir  Sumber Gambar: Pexels.com Mitigasi Bencana Banjir 
Rujukan artikel ini:
Mitigasi Bencana
Pengarang: Aulia Fadhli
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia.

Curah hujan yang tinggi, kondisi geografis, serta aktivitas manusia yang kurang memperhatikan lingkungan membuat risiko banjir terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dampaknya tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa, kesehatan masyarakat, serta kestabilan ekonomi.

Oleh karena itu, mitigasi bencana banjir menjadi langkah penting yang perlu dipahami dan diterapkan oleh semua pihak.

Mitigasi tidak hanya dilakukan saat banjir terjadi, tetapi jauh sebelum bencana datang dengan tujuan mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Apa Itu Mitigasi Bencana Banjir?

Mitigasi bencana banjir adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko, dampak, dan kerugian akibat banjir.

Upaya ini dilakukan sebelum bencana terjadi melalui perencanaan, pembangunan, edukasi, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Mitigasi banjir ini bertujuan untuk mengurangi jumlah korban jiwa, menekan kerugian material dan ekonomi, melindungi lingkungan hidup, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Secara umum, mitigasi banjir terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural.

Penyebab Terjadinya Banjir

Untuk memahami pentingnya mitigasi banjir, kita perlu mengetahui terlebih dahulu berbagai faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir.

Beberapa penyebab utama yang sering memicu banjir antara lain:

  1. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat
  2. Berkurangnya daerah resapan air akibat alih fungsi lahan
  3. Sistem drainase yang tidak memadai
  4. Penumpukan sampah di saluran air dan sungai
  5. Pendangkalan sungai
  6. Perubahan iklim yang mempengaruhi pola cuaca
  7. Penebangan masif

Faktor-faktor tersebut sering kali saling berkaitan dan diperparah oleh kurangnya kesadaran terhadap lingkungan.

Dampak Banjir bagi Kehidupan dan Lingkungan

Banjir tidak hanya menimbulkan genangan air semata, tetapi juga membawa dampak yang luas dan serius bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga lingkungan.

Berikut beberapa dampak yang sering terjadi akibat bencana banjir:

  1. Kerusakan rumah, jalan, dan fasilitas umum
  2. Gangguan kesehatan seperti diare, leptospirosis, dan penyakit kulit
  3. Kerugian ekonomi akibat terhentinya aktivitas kerja
  4. Kerusakan lahan pertanian dan ekosistem
  5. Terganggunya kegiatan pendidikan dan sosial

Dampak-dampak tersebut menunjukkan bahwa banjir bukan sekadar masalah musiman yang datang dan pergi, melainkan persoalan serius dan kompleks yang perlu ditangani secara berkelanjutan melalui upaya pencegahan, mitigasi, serta kesiapsiagaan yang konsisten.

Jenis-Jenis Mitigasi Bencana Banjir

Mitigasi bencana banjir dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu pendekatan struktural dan non-struktural, yang saling melengkapi dalam upaya mengurangi risiko serta dampak kerugian akibat banjir.

Pendekatan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan infrastruktur agar lebih siap menghadapi potensi banjir di berbagai kondisi.

1. Mitigasi Struktural

Mitigasi struktural merupakan upaya fisik melalui pembangunan dan pengelolaan infrastruktur yang bertujuan mengendalikan aliran air serta mengurangi potensi terjadinya banjir.

Pendekatan ini dilakukan dengan memanfaatkan struktur teknis yang dirancang khusus untuk menahan, mengalirkan, atau mengendalikan air, dengan contoh upaya sebagai berikut:

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

  • Pembangunan tanggul dan bendungan
  • Pembuatan waduk dan kolam retensi
  • Normalisasi dan pengerukan sungai
  • Perbaikan dan perluasan sistem drainase
  • Pembangunan sumur resapan dan biopori

Upaya ini bertujuan untuk mengatur dan mengendalikan aliran air agar tidak meluap ke area pemukiman warga sehingga risiko kerusakan, kerugian, dan dampak banjir dapat diminimalkan.

2. Mitigasi Non-Struktural

Mitigasi non-struktural berfokus pada pengaturan kebijakan, peningkatan edukasi, serta perubahan perilaku masyarakat agar lebih siap dan tanggap terhadap risiko banjir.

Pendekatan ini tidak melibatkan pembangunan fisik, tetapi menekankan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan melalui berbagai langkah berikut:

  • Penyusunan tata ruang wilayah yang ramah lingkungan
  • Edukasi dan sosialisasi kebencanaan
  • Sistem peringatan dini banjir
  • Penegakan aturan lingkungan
  • Simulasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana

Pendekatan ini penting karena keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan dan kualitas infrastruktur, tetapi juga pada tingkat kesadaran, pengetahuan, serta perilaku manusia dalam menjaga lingkungan dan merespons risiko bencana.

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Banjir Terjadi

Sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sejak dini agar risiko dan dampaknya dapat diminimalkan, antara lain:

  1. Tas siaga bencana berisi obat, pakaian, dan makanan ringan
  2. Dokumen penting yang disimpan dalam wadah tahan air
  3. Informasi jalur evakuasi dan titik pengungsian
  4. Nomor darurat dan kontak penting
  5. Pemantauan informasi cuaca dan peringatan dini

Persiapan ini membantu mengurangi kepanikan, meminimalkan risiko keselamatan, serta memungkinkan masyarakat mengambil tindakan yang lebih cepat dan tepat saat banjir terjadi.

Peran Masyarakat dalam Mitigasi Banjir

Masyarakat memiliki peran besar dalam mengurangi risiko banjir.

Upaya pencegahan dapat dimulai dari lingkungan sekitar melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak signifikan, antara lain:

  1. Tidak membuang sampah sembarangan
  2. Menjaga kebersihan saluran air di lingkungan sekitar
  3. Menanam pohon dan menjaga ruang terbuka hijau
  4. Membuat lubang biopori di sekitar rumah
  5. Mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan

Keterlibatan aktif masyarakat berperan penting dalam mencegah banjir sejak dari lingkungan terkecil, seperti rumah, permukiman, hingga fasilitas umum di sekitarnya.

Peran Pemerintah dan Lembaga Terkait

Selain masyarakat, pemerintah juga memegang peran yang sangat penting dalam upaya mitigasi bencana banjir.

Peran tersebut diwujudkan melalui penyusunan kebijakan tata kota dan tata ruang yang mempertimbangkan daya dukung lingkungan, pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur pengendali banjir, serta pengawasan terhadap lingkungan dan alih fungsi lahan yang berpotensi meningkatkan risiko banjir.

Pemerintah juga berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui lembaga kebencanaan, sekaligus melakukan koordinasi lintas instansi seperti BPBD, dinas lingkungan hidup, dan dinas pekerjaan umum agar penanganan banjir dapat berjalan terpadu dan efektif.

Dengan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, upaya mitigasi banjir dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih optimal.

Membangun Kesiapsiagaan untuk Masa Depan yang Lebih Aman

Mitigasi bencana banjir bukanlah solusi instan, melainkan proses jangka panjang yang membutuhkan kesadaran, pengetahuan, dan kerja sama semua pihak.

Dengan memahami penyebab banjir, dampaknya, serta langkah mitigasi yang tepat, risiko bencana dapat ditekan dan keselamatan masyarakat menjadi lebih terjamin, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Langkah kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, merawat saluran air, serta meningkatkan kesiapsiagaan di tingkat keluarga dan komunitas dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi risiko banjir.

Untuk memperdalam pemahaman mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, salah satu referensi yang relevan adalah buku Mitigasi Bencana karya Aulia Fadhli.

Buku ini mengulas konsep dasar mitigasi, peran masyarakat, hingga strategi pencegahan bencana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Membaca buku ini dapat membantu masyarakat lebih siap menghadapi risiko banjir dan bencana lainnya secara lebih terencana dan sistematis.

Buku ini tersedia dan dapat dibeli melalui Gramedia.com sehingga mudah diakses sebagai sumber pengetahuan untuk membangun masa depan yang lebih aman.

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

Jembatani Sains dan Etika, Al-Hikam Malang Hadirkan Wamen Prof. Stella Christie di Festival Ilmiah Santri 2026

buku
Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Anatomi Fisiologis Jantung: Struktur, Fungsi, dan Cara Kerjanya

buku
Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

Bagaimana Susunan Tata Surya Terbentuk dan Tersusun? Ini Penjelasannya

buku
Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

Apa Arti Nonchalant dalam Bahasa Gaul?

buku
Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

Apa yang Dibutuhkan Anak Broken Home? Panduan Membangun Mental Juara

buku
Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

Mengenal Citra Satelit sebagai Teknologi Penginderaan Jauh Modern

buku
10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

10 Cara Menerapkan Pola Hidup Sehat: Strategi Penting untuk Umur Panjang

buku
10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

10 Contoh Pola Hidup Sehat yang Mudah untuk Diterapkan

buku
9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

9 Makanan Buka Puasa Khas Asia yang Populer dan Enak

buku
Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

Keutamaan Malam Lailatul Qadar: Malam yang Bisa Mengubah Hidup Kamu

buku
Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

Masa Kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo Makassar: Kisah Kejayaan Hingga Keruntuhannya

buku
Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

Waktu yang Tepat untuk Meditasi agar Manfaatnya Lebih Optimal

buku
Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

Mengenalkan Konsep Uang Lewat Cerita yang Menyenangkan

buku
Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

Apa Saja Kebutuhan Protein untuk Bulking? Cari Tahu di Sini! 

buku
Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

Menyelami Misteri Laut Melalui “Why? The Sea – Laut (Edisi Baru)”!

buku
Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

Dampak Strict Parents pada Remaja: Disiplin, Tekanan Mental, atau Luka Emosional?

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau