Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Banjir Rob dan Mengapa Sering Terjadi di Wilayah Pesisir?

Kompas.com, 12 Januari 2026, 16:30 WIB
Apa Itu Banjir Rob  Sumber Gambar: Freepik.com Apa Itu Banjir Rob 
Rujukan artikel ini:
Rekayasa da Manajemen Banjir Kota
Pengarang: Robert J. Kodoatie
Penulis Nadia
|
Editor Novia Putri Anindhita

Banjir tidak selalu terjadi akibat hujan deras.

Di wilayah pesisir, masyarakat sering menghadapi jenis banjir yang datang tanpa hujan, namun tetap merendam rumah, jalan, dan fasilitas umum.

Fenomena ini dikenal sebagai banjir rob.

Dalam beberapa tahun terakhir, banjir rob semakin sering terjadi dan berdampak luas, terutama di kawasan pesisir Indonesia.

Lalu, apa itu banjir rob, mengapa bisa terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya? Artikel ini akan mengulas secara lengkap mulai dari pengertian, penyebab, dampak, hingga upaya mitigasi banjir rob yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat.

Apa Itu Banjir Rob?

Banjir rob adalah banjir yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut hingga menggenangi wilayah daratan di sekitarnya, terutama daerah pesisir yang memiliki ketinggian rendah.

Banjir ini biasanya terjadi saat air laut pasang, baik karena fenomena pasang purnama, badai laut, maupun kenaikan muka air laut secara global.

Berbeda dengan banjir akibat hujan atau luapan sungai, banjir rob dapat terjadi meskipun cuaca sedang cerah.

Air laut yang naik akan masuk ke daratan melalui saluran air, sungai, atau langsung menggenangi kawasan permukiman yang tidak memiliki perlindungan memadai.

Mengapa Banjir Rob Bisa Terjadi?

Banjir rob bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal.

Ada beberapa kondisi yang saling berkaitan dan memperparah kejadian banjir rob, terutama di wilayah pesisir.

1. Pasang Air Laut

Fenomena pasang air laut terjadi secara alami akibat gaya gravitasi bulan dan matahari.

Saat pasang maksimum, permukaan air laut naik lebih tinggi dari biasanya dan berpotensi meluap ke daratan.

2. Kenaikan Permukaan Laut

Perubahan iklim global menyebabkan mencairnya es di kutub yang berdampak pada naiknya permukaan air laut.

Kondisi ini membuat wilayah pesisir semakin rentan terhadap banjir rob.

3. Penurunan Muka Tanah

Di beberapa kota pesisir, penurunan muka tanah terjadi akibat pengambilan air tanah berlebihan dan beban bangunan yang terus meningkat.

Akibatnya, daratan menjadi lebih rendah dibandingkan permukaan laut.

4. Kerusakan Ekosistem Pesisir

Hilangnya hutan mangrove dan vegetasi pantai mengurangi kemampuan alami wilayah pesisir dalam menahan gelombang dan air laut yang masuk ke daratan.

Banjir rob umumnya terjadi di wilayah-wilayah tertentu yang secara geografis memiliki risiko tinggi terhadap naiknya permukaan air laut dan gangguan sistem aliran air.

Kondisi ini paling sering ditemukan di wilayah pesisir, daerah dataran rendah, permukiman dekat laut atau muara sungai, dan kawasan dengan sistem drainase yang buruk.

Di Indonesia, banjir rob sering terjadi di kota-kota pesisir seperti Semarang, Jakarta Utara, Pekalongan, dan beberapa wilayah pesisir lainnya.

Dampak Banjir Rob bagi Kehidupan Masyarakat

Banjir rob tidak hanya menimbulkan genangan air, tetapi juga berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.

1. Kerusakan Infrastruktur

Air laut yang mengandung garam dapat mempercepat kerusakan jalan, bangunan, dan fasilitas umum.

2. Gangguan Aktivitas Ekonomi

Banjir rob menghambat aktivitas perdagangan, perikanan, dan transportasi sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat.

3. Masalah Kesehatan

Genangan air laut yang tercampur limbah dapat memicu penyakit kulit, diare, dan infeksi lainnya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

4. Kerusakan Lingkungan

Intrusi air laut dapat merusak tanah, mencemari sumber air tawar, dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman.

Dampak Jangka Panjang Banjir Rob

Jika terus berulang dan tidak ditangani dengan baik, banjir rob dapat menyebabkan berbagai dampak serius yang merugikan masyarakat dan lingkungan, antara lain:

  • Menurunnya kualitas hunian
  • Kerugian ekonomi berkepanjangan
  • Perpindahan penduduk dari wilayah pesisir
  • Ancaman tenggelamnya kawasan pesisir dalam jangka panjang

Kondisi ini menjadikan banjir rob bukan sekadar gangguan sementara, melainkan persoalan serius dan kompleks yang membutuhkan penanganan berkelanjutan, perencanaan jangka panjang, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.

Upaya Mitigasi dan Penanggulangan Banjir Rob

Mitigasi banjir rob tidak bisa dilakukan secara instan atau dalam waktu singkat karena permasalahan ini berkaitan dengan kondisi lingkungan, perubahan iklim, serta aktivitas manusia yang berlangsung terus-menerus.

Oleh karena itu, dibutuhkan strategi jangka panjang yang terencana dan berkelanjutan, serta melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta.

Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pembangunan tanggul dan sistem pompa air
  • Penataan ulang tata ruang pesisir
  • Rehabilitasi dan penanaman mangrove
  • Pengendalian pengambilan air tanah
  • Perbaikan sistem drainase

Hal-Hal Penting yang Perlu Diketahui tentang Banjir Rob

Meski sering terjadi di wilayah pesisir, banjir rob masih menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat.

1. Tidak Terjadi Karena Hujan

Banjir rob terjadi karena naiknya permukaan air laut saat pasang, bukan akibat curah hujan.

Ketika air laut mencapai ketinggian tertentu, air dapat meluap ke daratan melalui saluran air, sungai, atau langsung menggenangi wilayah pesisir yang berada di dataran rendah.

2. Hanya Terjadi di Daerah Pesisir

Banjir rob umumnya terjadi di wilayah pesisir yang berdekatan langsung dengan laut.

Namun, dampaknya bisa meluas ke area yang lebih jauh dari garis pantai, terutama jika wilayah tersebut memiliki ketinggian rendah atau sistem drainase yang kurang memadai.

3. Terjadi pada Waktu Tertentu

Banjir rob sering terjadi pada waktu-waktu tertentu, seperti saat pasang air laut maksimum atau pasang purnama.

Meski demikian, dengan adanya kenaikan permukaan laut dan penurunan muka tanah, banjir rob dapat terjadi lebih sering dan tidak selalu mengikuti pola yang sama setiap tahunnya.

4. Tidak Dapat Dicegah tapi Diantisipasi

Banjir rob sulit dicegah sepenuhnya karena berkaitan dengan kondisi alam dan perubahan iklim.

Namun, risikonya dapat dikurangi melalui upaya mitigasi seperti pembangunan tanggul, perbaikan sistem drainase, rehabilitasi mangrove, serta pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.

5. Frekuensi Banjir Rob

Frekuensi banjir rob meningkat akibat kombinasi kenaikan permukaan air laut, penurunan muka tanah, dan berkurangnya perlindungan alami di wilayah pesisir.

Faktor-faktor ini membuat air laut lebih mudah menggenangi daratan, bahkan pada pasang yang tidak terlalu ekstrem.

6. Antisipasi Masyarakat

Masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau jadwal pasang laut, menjaga kebersihan saluran air, mengamankan barang berharga, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Kesadaran kolektif dan kesiapan sejak dini dapat mengurangi dampak banjir rob terhadap kehidupan sehari-hari.

Banjir rob merupakan tantangan jangka panjang yang membutuhkan pemahaman menyeluruh serta kerja sama lintas sektor.

Dengan mengenali karakteristik banjir rob, faktor penyebabnya, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, upaya mitigasi dapat dilakukan secara lebih terencana dan berkelanjutan.

Kesiapsiagaan menjadi kunci penting agar masyarakat pesisir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap risiko banjir yang terus meningkat.

Salah satu referensi yang dapat memperkaya pemahaman mengenai penanganan banjir secara sistematis adalah buku Rekayasa dan Manajemen Banjir Kota karya Robert J. Kodoatie.

Buku ini membahas pendekatan teknis dan manajerial dalam pengelolaan banjir perkotaan, mulai dari perencanaan sistem drainase, pengendalian banjir, hingga strategi mitigasi yang relevan untuk kawasan pesisir.

Melalui pemahaman yang lebih mendalam, masyarakat dan pemangku kepentingan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam menghadapi ancaman banjir rob.

Buku ini tersedia dan dapat diperoleh melalui Gramedia.com.

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau