Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghilangkan Kutil di Wajah agar Kembali Memesona!

Kompas.com, 16 Desember 2022, 18:00 WIB
Cara Menghilangkan Kutil di Wajah Sumber Gambar: Freepik.com Cara Menghilangkan Kutil di Wajah
Rujukan artikel ini:
Penyakit Kulit Perawatan Pencegahan Pengobatan
Pengarang: Ayu Maharani
Penulis Hana Sjafei
|
Editor Ratih Widiastuty

Keberadaan kutil di wajah seringkali membuat individu tidak percaya diri dalam penampilannya.

Kutil adalah gangguan pada kulit yang disebabkan oleh Human papilloma yang menyerang kulit.

Melansir Healthline, kutil biasanya muncul di beberapa bagian kulit tubuh, seperti wajah, tangan dan kaki.

Kutil di wajah terjadi karena penumpukan keratin pada permukaan kulit.

Sehingga membentuk kutil dengan tekstur kasar dan tebal.

Kondisi ini jika tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan bekas luka dan iritasi.

Supaya wajah kembali memesona, intip cara menghilangkan kutil berikut ini, yuk!

Cara Menghilangkan Kutil di Wajah

1. Lidah Buaya

Cara menghilangkan kutil di wajah pertama yakni kamu bisa mencoba lidah buaya.

Caranya lidah buaya segar dipotong dan cairan kentalnya dioleskan ke kutil.

Kamu bisa menggunakan lidah buaya tersebut setiap dua kali sehari.

Meski demikian, apabila kamu tidak menemukan lidah buaya segar, kamu bisa menggunakan jenis krim topikal yang mengandung sari lidah buaya.

2. Nanas

Cara menghilangkan kutil di wajah berikutnya yaitu kamu bisa menggunakan nanas.

Ekstrak daun nanas yang memiliki kandungan bromelain dan asam, bisa menghancurkan protein yang sering menjadi penyebab terjadinya kutil.

Dengan mengoleskan jus nanas atau buah nanas yang sudah dihaluskan ke permukaan kulit secara rutin, efektif dalam menghilangkan kutil di wajah.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, kamu bisa melakukan secara teratur dan berulang.

3. Soda Kue

Cara menghilangkan kutil di wajah selanjutnya yakni menggunakan soda kue.

Soda kue mengandung antiseptik dan anti radang, sehingga berfungsi efektif dalam menghilangkan kutil di wajah.

Caranya, kamu cukup mencampur soda kue dan cuka apel, setelah itu oleskan secara perlahan di bagian permukaan kulit wajah yang terkena gangguan kutil.

4. Kulit Pisang

Cara menghilangkan kutil di wajah berikutnya yakni menggunakan kulit pisang.

Melansir Healthline, kulit pisang mempunyai kandungan enzim yang dapat menghambat pertumbuhan kutil.

Hal ini karena ekstrak kutil mampu mematikan virus penyebab gangguan kutil.

Caranya, kamu bisa menggosokkan kulit pisang pada area wajah, atau bisa dengan menempelkan kulit pisang pada permukaan kulit yang terkena kutil, setelah itu bilas menggunakan air bersih.

5. Cuka Apel

Cara menghilangkan kutil di wajah selanjutnya yaitu menggunakan cuka apel.

Cuka apel mempunyai kandungan zat asam, berperan penting dalam membunuh virus serta bakteri penyebab tumbuhnya kutil.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Caranya, kamu cukup mencelupkan cotton bud ke dalam cuka apel, kemudian oleskan secara perlahan ke permukaan wajah yang terkena kutil.

Diamkan cuka apel sekitar 5-7 jam dan lakukan secara berulang.

6. Lemon

Cara menghilangkan kutil di wajah berikutnya yakni menggunakan lemon.

Melansir laman Healthline, lemon mengandung asam sitrat sangat berperan penting dalam melawan virus penyebab gangguan kutil.

Caranya, kamu hanya perlu mencampur lemon dengan sedikit air, lalu oleskan pada permukaan kulit yang terkena gangguan kutil.

Setelah itu, jangan lupa bilas dengan air bersih.

7. Bawang Putih

Cara menghilangkan kutil di wajah selanjutnya yakni menggunakan bawang putih.

Bawang putih mengandung zat allicin yang bersifat antivirus, serta mampu melawan virus HPV penyebab kutil di wajah.

Caranya, kamu cukup menghancurkan bawang putih hingga cukup halus, dan tempelkan pada kutil.

Namun demikian, penggunaan bawang putih juga harus hati-hati, sebab bawang putih bisa saja menyebabkan iritasi pada kulit.

Untuk itu, setelah menggunakan bawang sebagai obat kutil kurang lebih selama 15 menit, langsung basuh wajah menggunakan air dan sabun muka.

8. Kentang

Cara menghilangkan kutil di wajah berikutnya menggunakan kentang.

Kentang menjadi salah satu pengobatan yang paling sering digunakan untuk kutil.

Caranya, kamu cukup tumbuk kentang lalu olesi kutil dengan tumbukan kentang tersebut. Kamu bisa melakukannya setiap hari sampai kutil hilang.

9. Sinar Laser

Metode sinar laser menjadi salah satu menghilangkan kutil di wajah.

Metode sinar laser akan mematikan jaringan kutil dengan cara membakar pembuluh darah di dalamnya.

Ketika jaringan pada kutil tersebut sudah mati, maka kutil biasanya akan terlepas dengan sendirinya.

Walaupun efektif, menggunakan metode ini untuk mengatasi kutil dapat menimbulkan efek samping berupa munculnya jaringan parut pada kulit wajah yang menjadi area tumbuhnya kutil.

Demikian cara menghilangkan kutil di wajah.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang penyakit kulit lainnya? Kamu bisa membaca buku Penyakit Kulit Perawatan Pencegahan Pengobatan yang ditulis Ayu Maharani.

Buku ini disusun dengan mengumpulkan berbagai sumber ilmu pengetahuan mengenai penyakit kulit, dan diperuntukkan oleh orang yang ingin tahu atau sekedar menjadi pengingat dalam menyikapi penyakit kulit.

Dengan membaca buku ini, kamu dapat mengetahui langkah-langkah pencegahan dini untuk penyakit kulit.

Dapatkan buku ini di Gramedia.com.

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

Promo Diskon Promo Diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau