Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Jenis Teori Motivasi untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Kompas.com, 12 September 2022, 14:30 WIB
Jenis Teori Motivasi Photo by dweedon1 on Pixabay Jenis Teori Motivasi
Rujukan artikel ini:
Mans Search For Meaning
Pengarang: Viktor E. Frankl
|
Editor Rahmad

Tentu setiap orang memiliki motivasinya masing-masing dalam dirinya. Motivasi adalah proses psikologis yang mengarah pada rangsangan, dorongan, ketekunan, dan arah aktivitas yang dilakukan seseorang secara sukarela untuk tujuan tertentu.

Ada banyak teori yang berhubungan dengan motivasi. Sebagian besar teori yang ada membahas hubungan antara motivasi dan kebutuhan manusia dan karakter dirinya sendiri.

Itulah sebabnya dalam praktiknya ada beberapa teori motivasi yang bisa kamu terapkan sesuai dengan tujuan dan karakter diri kita.

Jenis-jenis Teori Motivasi

Tugas memotivasi secara otomatis dilakukan dan dipenuhi dengan tujuan memenuhi kebutuhan tersebut. Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis teori motivasi yang bisa kamu pahami:

1. Teori Hirarki Maslow

Teori ini dikemukakan oleh psikolog Abraham Maslow pada tahun 1943. Teori Maslow ini menunjukkan bahwa lima kebutuhan manusia didasarkan pada suatu hierarki.

Mulai dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan tertinggi. Hal seperti inilah yang dibahas dalam teori hierarki kebutuhan Maslow. Lima kebutuhan manusia yang dibahas di dalamnya adalah sebagai berikut ini:

  • Kebutuhan fisiologis, kebutuhan manusia yang diperlukan untuk kelangsungan hidup, seperti makanan, minuman, pakaian, udara, dan tempat tinggal. Keinginan ini merupakan keinginan yang paling mendasar.
  • Kebutuhan rasa aman adalah keinginan akan rasa aman dari kekerasan fisik atau psikis. Misalnya, lingkungan yang bebas polusi dan rasa aman dari kekerasan dan ancaman
  • Kebutuhan sosial yang merupakan kebutuhan untuk mencintai atau dicintai. Manusia adalah makhluk sosial, jadi secara alami kita membutuhkan orang lain dalam hidup kita
  • Kebutuhan akan rasa hormat, kebutuhan ini biasanya muncul setelah kebutuhan fisiologis, sosial, dan rasa aman telah terpenuhi. Dalam praktiknya, setiap orang ingin diakui dan dihargai oleh orang lain
  • Kebutuhan aktualisasi diri, kebutuhan ini merupakan kebutuhan tertinggi. Biasanya kebutuhan ini adalah kebutuhan seseorang yang ingin mewujudkan ambisi pribadinya

2. Teori ERG Clayton Alderfer

Teori yang dikemukakan Alderfer ini dikenal dengan teori ERG, dimana E = Existence adalah kebutuhan eksistensi, R = Connectedness adalah kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain, dan G = Growth adalah kebutuhan untuk berekspresi.

Ada dua poin yang sangat penting dalam arti dari ketiga istilah tersebut. Pertama, secara konseptual, kita melihat kesamaan antara model atau teori yang dikembangkan Teori Alderfer dan Teori Maslow.

Hal ini karena keberadaan berkaitan dengan lapisan pertama dan kedua teori Maslow. Koneksi mengacu pada hierarki kebutuhan 3 dan 4 dalam konsepsi Maslow. Di sisi lain, dalam teori Maslow, pertumbuhan memiliki arti yang sama dengan aktualisasi diri.

Padahal, kedua teori Alderfer menekankan kebutuhan untuk memenuhi segala macam kebutuhan manusia secara bersamaan. Pandangan ini tampaknya didasarkan pada sifat pragmatisme manusia.

Pragmatisme memiliki batasnya, memungkinkan orang untuk beradaptasi dengan situasi objektif. Dengan kata lain, fokus dan perhatikan apa yang bisa dicapai.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

3. Teori Motivasi Hertzberg

Teori Herzberg sering disebut sebagai teori dua faktor atau teori M-H. Teori ini menjelaskan bagaimana manajer dapat mengontrol faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan kerja atau tidak.

Berdasarkan penelitian yang ada, kedua set faktor ini dapat mempengaruhi individu, atau motivasi, dalam suatu organisasi. Sumber seperti kinerja, tanggung jawab, dan penghargaan motivasi kepuasan kerja.

Kelompok faktor kedua adalah "iklim yang baik", yang tidak dapat ditunjukkan sebagai sumber kepuasan kerja, tetapi dapat ditunjukkan sebagai sumber ketidakpuasan kerja. Faktor-faktor ini biasanya kondisi kerja, hubungan interpersonal, keterampilan pengawasan dan remunerasi.

Memperbaiki faktor-faktor ini dapat mengurangi ketidakpuasan kerja secara lebih efektif, tetapi tidak mengarah pada motivasi kerja. Faktor "iklim yang baik" ini bukanlah pemicu yang memotivasi. Faktor pendorong tidak akan bekerja hanya jika faktor ini tidak ada.

Buku Man's Search For Meaning yang ditulis Viktor E. Frankl akan memberimu referensi tentang makna hidup dan mengenali berbagai bentuk motivasi diri. Frankl adalah seorang psikiater yang berpendapat dalam buku ini bahwa kita tidak bisa menghindari penderitaan.

Tetapi kamu dapat memilih cara mengatasinya, menemukan makna di dalamnya, dan melangkah maju dengan tujuan baru.

Teori Frankl, yang dikenal sebagai logoterapi, menjelaskan bahwa kekuatan pendorong utama kita dalam hidup bukanlah kesenangan, tetapi penemuan dan pengejaran apa yang bermakna secara pribadi.

Banyak yang terinspirasi oleh kisahnya, dan buku itu menjadi salah satu dari sepuluh buku paling berpengaruh di Amerika dan telah dicetak ulang lebih dari 100 kali dalam bahasa Inggris.

Itulah sebabnya buku ini cocok untuk kamu baca jika ingin mengenal jenis-jenis teori motivasi yang menarik dan berpengaruh.

Buku ini sendiri bisa kamu pesan dan beli di Gramedia.com!

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau