Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Properti Tari Jaipong Khas Budaya Jawa Barat yang Perlu Kamu Ketahui!

Kompas.com, 25 Agustus 2022, 18:30 WIB
properti tari jaipong
Photo on tegaraya.com properti tari jaipong
Rujukan artikel ini:
Provinsi Jawa Barat : Jelajah…
Pengarang: Deny Riana
|
Editor Rahmad

Tarian atau menari merupakan salah satu bidang seni. Seni itu sendiri merupakan hasil karya manusia yang mengandung unsur keindahan dalam setiap gerak pertunjukannya. Seni tari adalah gerakan ekspresi diri, yang disusun dalam ritme yang konstan.

Hal ini untuk menciptakan gerakan yang indah dan makna yang unik. Salah satu tarian yang cukup dikenal masyarakat Indonesia sampai di luar negeri adalah Tari Jaipong. Tarian ini merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Jawa Barat.

Tari Jaipong terutama dibawakan oleh wanita Sunda dalam semua gerakan. Pakaian pertunjukan tari memegang peranan penting dalam pertunjukan. Hal ini karena pakaian dapat mengungkapkan identitas tarian dan membedakan orangnya.

Jika tariannya membutuhkan karakter tertentu maka penari harus dapat menghidupkan orang tersebut. Dilihat dari perkembangan kostum tari rakyat, sangat sederhana ketika pertama kali muncul, dengan penari pria sekitar tahun 1980-an.

Mereka hanya mengenakan kaos oblong, sarung dan celana panjang, serta memakai ikat kepala. seperti pergelangan kaki, T-shirt, sarung, ikat kepala, dan beubeur kulit tambahan untuk melengkapinya.

Penari wanita, sebaliknya, menggunakan apok, kebaya, sinjang, rok, sampur, beubeur, dan berbagai aksesoris kepala seperti taplok, krun, roncean dari melati, dan berbagai jenis bunga lainnya.

Pada saat itu penggunaan busana dan properti sangat dominan dan hanya digunakan sebagai penunjang tari yang nyaman dikenakan oleh para penari. Hal ini merupakan kesan pertama yang dilihat penonton sebelum melihat unsur lainnya dalam tarian tersebut.

Properti Tari Jaipong

Menggunakan properti atau aksesoris yang berbeda dalam menyajikan pertunjukan tari tradisional adalah cara penari untuk menyampaikan makna tarian yang dibawakan kepada penonton lebih mudah.

Tarian-tarian tersebut tidak hanya mengandung nilai-nilai tertentu, tetapi ciri-ciri tarian yang digunakan juga mengandung makna khusus. Makna yang terkandung dalam setiap atribut yang digunakan biasanya bersumber dari nilai budaya asal tari tersebut.

Termasuk properti Tari Jaipong berikut ini yang memiliki ciri-ciri khas dan makna budaya tertentu saat digunakan dalam pertunjukan tarian tradisional Jawa Barat:

1. Apok

Apok adalah nama pucuk yang digunakan oleh para penari. Pada umumnya apok memiliki kancing dan dihiasi dengan sulaman berupa bunga atau daun di sudut-sudut pakaian. Jika diperhatikan, bentuk apok tidak jauh berbeda dengan pakaian kebaya tradisional lainnya.

Baca buku sepuasnya di Gramedia Digital Premium

Ciri khas utama dari Apok adalah warnanya yang cerah dan menarik. Warnanya mencolok, tapi tidak terlalu mencolok dan memberikan kesan elegan. Warna yang digunakan biasanya merah, kuning dan biru muda. Hal ini menunjukan makna identitas seorang perempuan.

2. Sampur

Sampur adalah selendang atau kain panjang yang dikenakan oleh penari Jaipong. Biasanya dikenakan di pinggang atau digantung di leher. Sampur merupakan sarana tari di Jaipong dimana penari harus ada dan digunakan.

Alasannya hampir semua gerak tari Jaipong menggunakan sampur sebagai penunjang agar gerak tari terlihat lebih menarik. Itulah sebabnya sampur jadi properti Tari Jaipong yang penting dalam sebuah pertunjukannya.

3. Sinjang

Nama bawahan yang digunakan penari Jaipong adalah Sinjang. Sinjang ini adalah kain seperti celana yang diikat dari pinggang ke kaki. Sinjang juga merupakan salah satu properti Tari Jaipong yang telah mengalami banyak perubahan dan telah ditinggalkan.

Bahkan tari Jaipong merupakan salah satu tarian tradisional Indonesia yang paling populer. Sejak diperkenalkan ke publik, tarian ini sebagian dipandang sebagai modern, mengekspresikan kebebasan, melambangkan kebebasan melalui gerakannya.

Tari Jaipong saat ini telah mengalami banyak perubahan, terutama pada ciri dan gerak tarinya. Termasuk salah satu ciri khas tari Jaipong adalah Sinjang. Namun, meskipun telah mengalami banyak perubahan, makna dari tarian ini tidak berubah.

Ebooks Provinsi Jawa Barat: Jelajah Wisata Budidaya Negeriku yang ditulis Deny Riana akan memberi banyak referensi tentang budaya Jawa Barat. Termasuk Tari Jaipong yang jadi tarian tradisional populer di Indonesia. Ada banyak nilai budaya Jawa Barat, terutama sunda dalam pertunjukan Tari Jaipong.

Itulah sebabnya buku ini cocok untuk kamu yang sedang belajar dan mencari referensi tentang budaya Jawa Barat, salah satunya tarian tradisional ini.

Jika ingin mendapatkan buku ini, kamu bisa berlangganan di di Gramedia.com!

Selain itu, ada gratis voucher diskon yang bisa kamu gunakan tanpa minimal pembelian. Yuk, beli buku di atas dengan lebih hemat! Langsung klik di sini untuk ambil vouchernya.

promo diskon promo diskon

Rekomendasi Buku Terkait

Terkini Lainnya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

Cara Memakai Kompas Digital di HP dan Panduan Kalibrasinya

buku
Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

Cerita Pong Tiku: Kisah Pahlawan Toraja yang Gigih Melawan Penjajahan

buku
6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

6 Legenda Betawi Terkenal Beserta Sejarah dan Pesan Moralnya

buku
Tren

Tren "Marriage Is Scary": Benarkah Menikah Adalah 'Ijazah Kelulusan' Hidup yang Wajib Dikejar?

buku
Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

Ketika Validasi Menjadi Candu dan Hubungan Kehilangan Empati

buku
Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

Cerita Rakyat Gorontalo Singkat: Mengenal Legenda dan Kisah Tradisional yang Penuh Pesan Moral

buku
Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

Asal Usul Gorontalo: Sejarah, Arti Nama, dan Perjalanan Panjang Daerah Hulonthalo

buku
Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

Tema Trivia Halloween Paling Seru untuk Kuis Gathering dan Malam Keakraban

buku
Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

Cerita Rakyat Makassar: Kisah Legenda yang Masih Dikenang Hingga Kini 

buku
Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

Legenda Batu Kepampang: Cerita Rakyat Lampung yang Penuh Pesan Moral

buku
Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

Konsep Trivia Retro Paling Seru untuk Acara Kumpul Komunitas dan Keluarga

buku
Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

Asal Usul Ondel-Ondel Betawi: Sejarah, Makna Wajah, dan Rahasia Masa Lalunya

buku
Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

Tema Game Night Kantor Paling Seru untuk Meningkatkan Kekompakan Karyawan

buku
7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

7 Cerita Rakyat Bugis yang Populer Hingga Kini 

buku
Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

Mengenal Legenda Kalimantan, dari Batu Menangis hingga Putri Junjung Buih 

buku
Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

Asal Usul Lampung yang Jarang Diketahui, Dari Nama hingga Budayanya

buku
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau